
"Kapan kalian akan berbulan madu?"
Tanya Dad Ferdi pada Arra dan Wahyu yang baru dua hari ini menjadi pasangan suami istri.
"Lusa Dad, ini mas Wahyu mau nyelesaiin kerjaan dulu di hotel, soalnya Papa gak bisa ngurus sendiri" jawab Arra
"Iya Dad, Trus kita nanti langsung mau berangkat" kata Wahyu
"ya Daddy setuju aja sih! dan semuanya sudah di atur oleh orang-orang Daddy, jadi kalian terima beres aja!" kata Dad Ferdi.
"Kamu Ca, katanya ada kerjaan di luar kota?" tanya Dad Ferdi.
"Ya Dad, lusa juga aku berangkat, di sana belum tau berapa lama" jawab Acca.
"Ya nanti biar Bram ikut kamu" kata Rendra.
"Aduh Re! bisa gak sih, jangan kanebo karatan itu yang di kirim buat aku!! Orang gak ada ekspresi gitu, malah bikin setres aku tau gak" tolak Acca.
"Tapi yang mampu jaga kamu cuma dia aja Ca! gue gak percaya sama yang lain!" kata Rendra.
"Tapi gue tersiksa Re!!" sentak Acca.
"Acca!! jaga bicara kamu!" Mom Raisya memperingatkan.
"Maaf'' ucap Acca lirih.
"Ca, aku hanya ingin kamu aman! dan hanya Bram yang aku percaya!" kata Rendra terdengar melembutkan suaranya.
"Iya Re.....aku paham!"
Pada akhirnya semua nya kembali ke kamarnya masing-masing, namun drama perselisihan dua anak kembar beda usia nampak terjadi di depan kamar Birendra.
"Van, tidur ya... Papi temeni, tapi di kamar Arvan sendiri"
bujuk Rendra pada Arvan, anak semata wayangnya yang bersikeras ingin tidur dengan sang Mami.
"Avan mau bubuk cama Mami" kata Arvan bersikeras juga.
""Gak bisa di biarin ini!! ini malam Jum'at lagi!! waktunya nyari pahala enak! bisa gagal gue!! ayoo Re...mikir gimana bisa jauhin ni angka dari emaknya!!"
batin Rendra berpikir keras.
__ADS_1
"Ciihh Cemen!!! anak cowok kok tidur sama Mami!! gak malu sama robot-robot nya?" kata Rendra mencoba mempengaruhi sang anak
"Papi juda, gak malu tidur cama Mami telus!" kata Arvan yang gak mau ngalah.
"Van,ada mainan baru, emang gak pengen beli?" tanya Rendra.
"Papi boong!" saut Arvan sambil berjalan hendak masuk ke dalam kamar Rendra.
"Eit... tunggu!! mau dapat pahala?" kata Rendra, namun Arvan cuma diam saja.
"Mau gak? dapat pahala dan dapet mainan baru?" tanya Rendra lagi.
"Calanya?" tanya Arvan
"Papi antar ya, Arvan malam ini temeni Opa dan Oma tidur! kalau Opa pengen Arvan tidur di kamar Arvan sendiri, bilang Arvan pengen nemeni Opa sama Oma biar dapat pahala!! okey Arvan ganteng?"
"Siap Papi!!"
dengan segera Rendra menggendong anaknya untuk diserahkan kepada Dad Ferdi dan juga mommynya, Rendra gak mau diganggu malam ini, khusus malam ini dia harus melakukan ritual yang sudah beberapa hari ini dirancang dengan bagus, Padahal Dad Ferdi juga sudah bersiap pula untuk bertempur malam ini bersama mommynya,namun dengan tak ada akhlaknya, Rendra mengirim anaknya untuk tidur bersama mereka.
"Rendraaaaaa!!!!" pekik Dad Ferdi melihat Arvan masuk ke dalam kamarnya.
"Malam ini aja Dad, makasih Dad!" ucap Rendra sambil ngacir dari hadapan Rendra.
Beberapa hari kemudian,
Acca masih bersungut-sungut ketika Bram dengan seenaknya saja Bram masuk ke dalam kamar hotel miliknya, ya seminggu setelah pernikahan Arra dan Wahyu,Lebih tepatnya bertepatan dengan bulan madu Arra dan Wahyu, Acca harus keluar kota karena ada pesanan baju pengantin di Butik, sayangnya dia harus menemui sang pemesan di luar kota, dan tentu saja Acca belum bisa memastikan kapan dia kembali dari luar kota, karena itu Rendra maupun Dad Ferdi meminta Bram untuk senantiasa menjaga Acca di manapun Acca berada.
"Keluar dari kamar aku!?!" hardik Acca pada Bram.
Sayangnya Bram tak bergeming, dia menidurkan tubuh nya di sofa yang sudah dia seret jauh dari ranjang miliknya Acca.Acca yang merasa kesal segera melempar bantal ke arah Bram, sedangkan Bram menatapinya dengan tajam.
"Istirahat lah Nona! kau membuang waktuku dan juga waktu istirahat Anda sendiri!" ucap Bram yang masih lelah karena perjalanan jauh.
Karena tak mau banyak berdebat, Acca akhirnya menuruti kemauan Bram, dia dengan kesal naik ke atas ranjang dan tidur di sana karena besok pagi dia harus bertemu dengan klien nya.
Di sisi lain, Veri ternyata sudah sangat marah dengan penolakan demi penolakan yang di lakukan oleh Acca, hingga seorang anak buahnya mengatakan bahwa Acca berada di kota yang sama dengan nya, ya Veri juga sedang dalam perjalanan bisnis.
"Kalau aku tidak bisa memilikimu!! maka aku tidak rela juga kau di miliki orang lain Acca sayang.....lebih baik kau tidur tenang di alam baka!" ucap Veri dengan marahnya.
"Sayang......tenanglah! besok kita akan melancarkan aksimu, sekarang sebaiknya aku memuaskan mu saja!"
__ADS_1
Kata pacar Veri, lebih tepatnya wanita yang sering menghangatkan diri nya di atas ranjang, dia juga wanita yang di pergoki oleh Acca bercinta dengan Veri hingga hubungan Veri dan Acca berakhir, namun Veri tak mau hubungan nya berakhir, akhirnya segala cara di lakukan Veri untuk mendapatkan kembali Acca.
Keesokan harinya, Bram mengikuti Acca untuk bertemu dengan kliennya, namun kali ini Bram membawa satu anak buahnya untuk mengikuti mereka, Bram tak mau kecolongan, karena bisa saja Bram tak bisa menemani Acca selama 24 jam.
Tiba-tiba di jalan yang memang terlihat sepi,,mobil Bram di hentikan orang tak di kenal, pembawaan dan perawakan mereka seperti seorang begal dan berandalan. Bram tau karena itu adalah kehidupan nya di masa lalu, berbaur dengan dunia hitam sebelum mengenal Rendra.
"Mau apa kalian?"
Tanya Bram dengan tenang ketika berada di luar mobil, satu-satunya anak buahnya yang dia bawa juga turun dari mobil dan menemani Bram.
"Serahkan mobil beserta isi nya!!" hardik seseorang yang terlihat sebagai pimpinan para begal tersebut.
Bram hanya diam saja, dia ingin tau apa yang di lakukan oleh para berandalan tersebut.
"Bos!! ada ceweknya Bos!!! bisa nih buat pesta ntar malam!"
Kata salah satu berandal tersebut. Bram merasa tersulut emosi ketika mendengar nya.
"Bangsaaat!!!!" teriak Bram
Baku hantam di antara mereka tak terelakkan, Bram yang hanya berdua dengan anak buahnya merasa sedikit kewalahan. Apalagi jumlah mereka lebih dari 4 orang.Bram yang melihat salah satu di antara mereka memaksa Acca keluar mobil, langsung berlari ke arah Acca dan menghajar orang tersebut.
"Dengar Non!! pergi dari sini!! bawa mobilnya dan kalau bertemu pos polisi atau apapun yang terlihat ramai, turun dan minta bantuan pada mereka!!"
Ucap Bram dengan tergesa-gesa, karena dia harus membantu anak buahnya yang terlihat hampir kewalahan melawan musuh.
"Enggak Bram!!! aku gak bisa!!! bagaimana dengan kalian!???" ucap Acca hampir berteriak.
"Nona Acca!!!" bentak Bram.
"Anda harus selamat!!! Anda harus......."
Dor
Dor
Suara tembakan terdengar menggema di telinga Acca, Acca hanya diam sambil menutup mulutnya, Bram mulai memegang dadanya dan melihat tangan nya yang dia pakai untuk meraba dadanya sendiri.
"Aaarghhh....Darah!!! Braaaammmmm!!"
teriak Acca histeris ketika melihat Bram tertembak di dadanya, dan perlahan Bram ambruk ke arah tubuh Acca.
__ADS_1
bersambung