
Kian duduk dengan dada membusung, dia terlihat sangat bangga,karena tantangan untuk mendapatkan Kiara akhirnya bisa di laksanakan dengan baik, walaupun pada kenyataannya dia sedikit memaksa Kiara. Kian dan Kiara sekarang sedang duduk di hadapan Wahyu, Papa Kian.Kiara dengan wajah yang terus menunduk dan Kian dengan santainya bahkan terkesan sangat bangga.
"Kamu tidak sedang mengancamnya kan Kian?" tanya Wahyu curiga, karena setelah beberapa waktu, Kiara tiba-tiba menerima Kian.
"Mana ada yang seperti itu Papa!!" pekik Kian tak suka.
"Siapa yang menyangka? Papa akan tanya sendiri pada Kiara " saut Wahyu, Kian seketika menoleh ke arah Kiara yang masih menunduk.
"Ki, bilang ke Papa kalau aku memang tidak memaksa mu! benar kan?" ucap Kian.
"Bagaimana Kiara? apa benar yang di katakan oleh Kian?" tanya Wahyu pada Kiara.
"Eh...itu...anu Tuan.....itu....anu..." entah mengapa Kiara hanya bisa mengeluarkan kata-kata tersebut.
"Heleh!! malah ana-anu.... ana-anu....bilang aja sama Papa, iya tuan Wahyu, aku mulai mencintai mas Kian " saut Kian dengan ke-PD-an tingkat dewa.
"Mana ada yang seperti itu Bos!!" pekik Kiara tak suka.
"Lha emang kamu udah terima aku tadi sayang " kata Kian.
__ADS_1
"Lho.. bukan begitu Bos.... maksud aku..."
"Apa lagi maksud kamu Ki? aku bingung!! dasar cewek, gak mau kalah!! maunya benar terus!!" kata Kian memotong perkataan Kiara.
"Kok jadi gitu Bos? ini namanya......"
"Namanya apa? apa Ki?" lagi-lagi Kian memotong perkataan Kiara, dia benar-benar tak mau Kiara keceplosan ngomong tentang kejadian yang sebenarnya, bagaimana sebenarnya Kian bisa mendapatkan persetujuan Kiara untuk menjadi pacarnya.Wahyu pusing sendiri mendengar perdebatan mereka, dia beberapa kali memijit pelipisnya sendiri.
"Sudah cukup!!" ucap Wahyu.
"Kiara bilang pada Kakakmu, kalau beberapa hari ke depan kami akan datang untuk melamar mu" lanjut Wahyu.
"Apa??!!! Tapi Tuan......"
"Aaarghhh......" Jerit Kiara tiba-tiba.
"Ada apa!???" tanya Kian dengan kagetnya, ketika dia mendengar jeritan Kiara.
"Kita sudah pacaran?" tanya Kiara ke Kian, namun tatapannya kosong ke depan.
__ADS_1
"Iya...." jawab Kian yang memandang ke arah wajah Kiara.
"Bentar lagi kita akan lamaran?" tanya Kiara ke Kian lagi, dan lagi-lagi tatapannya kosong ke depan.
"Iya...." Kian pun menjawab dengan singkat lagi.
"Aaarghhh.........dasar Bos siaaaalann!!! benar-benar kau ya!!!" jerit Kiara lagi, dan kali ini sambil memukuli tubuh Kian, Kian yang merasa terancam bahaya berlari-lari kecil menghindari pukulan dari Kiara.
"Berhenti!!!" seru Kian.
"Gak!!! sampai aku bisa memukul Bos keterlaluan seperti mu!!" pekik Kiara semakin kesal.
"Ini namanya latihan KDRT Kiara!!! aku maunya latihan yang lain saja!!" kata Kian namun mereka masih berlarian mengitari mobil.
Dari balik jendela kaca, ternyata Wahyu menyaksikan kegilaan anak dan calon menantu nya itu, dia sama sekali tidak percaya dengan keberhasilan Kian, pasti ada udang di balik tepung! setidaknya itulah pemikiran seorang chef hebat seperti Wahyu.
"Apa sih pa?" tanya sang istri yang ikut mengintip di balik jendela.
"Anak dan calon menantu mu lucu!" seru Wahyu sambil cekikikan.
__ADS_1
"Yang lucu kamu pa!! ngapain ngintipin orang lagi berantem....awas timbilan lho" kata sang istri sambil berlalu meninggalkan Wahyu yang terlihat tak peduli. Biarlah matanya sakit timbilan daripada melewatkan pemandangan langka di depannya, Kiara yang selama ini manut dan nurut dengan Kiara, nyatanya bisa galak juga, dan Wahyu sangat senang anaknya yang manja mendapatkan pawangnya.
bersambung