Birendra

Birendra
Ajaran baru Rendra


__ADS_3

"Lain kali kalo mau buka-bukaan di kunci pintu nya!" kata Rendra yang terbaring di ranjangnya sambil membuka lap top nya.


"Abang yang harusnya bersuara!! udah kayak mahkluk halus aja!! diem aja di kamar! seneng ya liat yang mulus?" kata Arsy.


"Mulus dari mananya!!" ucap Rendra ketus, walaupun sebenarnya dia mengakui body aduhai istri lemot nya itu.


"Jadi berapa itu ukuran nya?" goda Rendra


"Ihh apa sih bang!!"


"Kenapa? kecil banget tau!!" kata Rendra dengan nada meremehkan.


"Ya gak lah bang!! ini tuh ukuran 36 bang!! udah ideal!!" kata Arsy yang tak sadar Rendra sedang mengerjai dirinya, sambil memegang kedua bola-bola di dadanya, Arsy memperhatikan seperti nya ukuran sudah sangat ideal.


"Mau biar lebih besar lagi gak?" tawar Rendra,sambil menyingkirkan lap top dipangkuan nya.


"Gak ah!! segini aja udah bagus!!" kata Arsy


"Ckc....emang dasar bocah?? tetep aja bocah!!" ucap Rendra sambil menyelimuti tubuhnya sampai batas leher.

__ADS_1


"Bang... aku bukan bocah!!" kata Arsy.


"Makanya mau gak di bantuin buat gediin dikit itunya!" kata Rendra dengan tipu muslihat nya.


"Caranya bang?" kata Arsy si lemot.


"Sini.....!" Rendra menarik Arsy hingga menubruk tubuhnya, kemudian dengan secepat kilat dia membalikkan tubuh sang istri. Rendra mulai meluuumat bibir mungil istri nya sambil tangannya membuka kancing piyama bermotif kartun yang lucu tersebut, bibir Rendra sudah beralih ke leher mulus sang istri, tawa kecil terdengar dari mulut Arsy. Rendra melepaskan ciumannya di leher Arsy dan memandang wajah imut istrinya.


"Kenapa?" tanya Rendra


"Geli bang!'' kata Arsy sambil tertawa kecil.


"Ini akan lebih geli!!''


"Bang....he-hentikan!!..... Abang......aku mau pipis!!" tolak Arsy sambil menyingkirkan kepala Rendra dari dadanya, sayangnya bukannya berhenti Rendra malah makin menggila.Sampai pada akhirnya Arsy mendesah panjang dan terdengar lega di telinga Rendra.Rendra segera menghentikan permainan nya.


"Gimana rasanya? enak gak?" senyum licik Rendra nampak begitu jelas di mata Arsy.


"Abang!!! aku malu!!" kata Arsy sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kita akan sering-sering pemanasan, mulai malam ini kita akan melakukan setiap malam!" bisik Rendra.


"Iihh emang kita mau ngapain bang!! pake pemanasan segala!" tanya Arsy yang memang otaknya tak se mesum Rendra.


"Mau bikin adik kecil!!" kata Rendra sambil merapikan piyama sang istri.


"Arsy mau!!" ucapnya girang, Arsy yang selalu ingat apa kata sang Ayah, mulai berpikir sederhana,bila dia hamil maka dia tak akan pernah di usir dari rumah Daddy Ferdi dan dia akan terus mendapatkan kasih sayang Mom Raisya, Acca, Arra dan Daddynya.


"Haiishhh......Aku juga mau!! tapi gak sekarang!! " batin Rendra, dia tidak mau di bilang jatuh cinta terlebih dahulu daripada Arsy, benar-benar jiwa Daddy Ferdi berada dalam diri Rendra.


"Makanya kamu harus pandai merayu Abang!! biar nanti Abang kabulin maunya kamu!"


kata Rendra yang sudah berbaring di samping Arsy, menarik selimutnya dan berusaha untuk tidur, karena jujur saja, gara-gara perbuatannya sendiri si pisang raja sudah berdiri tegak di bawah sana, namun Rendra tak mau tergesa-gesa mengambil keperawanan istrinya itu.


"Iya Abang!" kata Arsy


"Bang...itu tadi cara gediin ini ya?" tanya Arsy dengan polosnya sambil menunjuk ke arah dadanya.


"Eh.....apa??" Rendra kaget,dia lupa tadi sudah mengakali istri mungilnya.

__ADS_1


"Emmhh i-iya benar!! begitu caranya!!" Rendra masuk ke dalam selimut nya berusaha menyembunyikan wajah gugupnya.


bersambung


__ADS_2