Birendra

Birendra
Wahyu...Biarra.


__ADS_3

Bugh....


bugh.....


bugh.....


Rendra memukuli Wahyu walaupun tak terlalu kuat namun Wahyu berlarian di kejar oleh Rendra.


"Loe pikir adik gue matre hah???"


bentak Rendra yang alah paham dengan kata-kata Wahyu.Wahyu terlihat menyinggung Rendra, Wahyu seakan mengatakan bahwa Arra terlihat sangat matre hingga dia membawa-bawa perihal restoran atau kekayaan Wahyu, setidaknya itulah yang di tanggap oleh pendengaran Rendra,padahal maksud Wahyu adalah dia rela kehilangan segalanya hanya untuk memperjuangkan cintanya pada Arra. Bukannya mendapat restu, Wahyu bahkan sudah di gebukin oleh Rendra, Farel hanya jadi penonton saja melihat itu semua.


"Matre apaan?? gue cuma mau berkorban apa aja buat Arra Re!!" ucap Wahyu


"Gue serius dengan kata-kata gue Re!! dan lagi mana bisa loe samakan gue sama kak Eno si playboy abal-abal itu, gue bahkan tak pernah punya pacar!!" sanggah Wahyu mentah-mentah.


"Ya...loe emang gak ada pacar! tapi cabe-cabean loe bertebaran di mana-mana!!" ucap Rendra dengan ketus.


"Re!! mana bisa gue ngatur hati orang lain!! kalau mereka cinta dan memuji gue, bukan berarti gue bales kan??!" Wahyu masih berusaha membela dirinya.

__ADS_1


Rendra gak peduli dengan Wahyu, dia bahkan tak jadi makan di restoran tersebut, hanya gara-gara melihat adegan dewasa versi Wahyu dan Arra.


"Arra ayo pulang!!" kata Rendra sambil menarik tangan Arra


"Call me !!" kata Arra tanpa suara ,hanya dengan isyarat mulutnya saja, Wahyu memberikan kiss bye berulangkali untuk Arra sambil mengangguk memberikan jawaban dari kata-kata Arra. Setelah kepergian Rendra dan Arra, Wahyu kembali duduk di depan Farel yang tengah duduk dan menunggu kedatangan pesenannya.


Farel tetap melanjutkan acara makan siangnya di restoran milik Wahyu tersebut. bahkan Farel sudah berencana untuk makan siang gratis di sana, tentu saja dengan memoroti Wahyu yang lagi bucin- bucinnya kepada Arra. Wahyu curhat pada Farel mengenai sikap Rendra padanya.Tentang bagaimana cara membujuk Rendra agar Wahyu bisa mendapatkan restu dari Rendra.


"Sulit Yu, harus lebih ekstra lagi kalau mau merebut hati Rendra" kata Farel di sela-sela acara makannya.


"ya terus gimana caranya Kak? selama ini mendekati Arra saja sangat susah!! eh ini sudah di depan mata giliran kakaknya yang sulit ditaklukkan!!" ucap Wahyu nampak frustasi.


"Tenang saja! ntar aku bantuin juga deh!"


"rakus juga ya?" celetuk Wahyu tanpa sadar.


"Ckc.....gak ikhlas nraktir gue loe?"


'' ikhlas kak... yang penting kakak bantu aku ya?!" pinta Wahyu berbinar.

__ADS_1


sedang kan di mobil Rendra sudah mengomel gak jelas, Arra hanya bisa mendengar apa kata kakaknya tersebut.


" beneran kamu suka sama si Wahyu Yuyu itu?" kata Rendra masih dengan nada ketus nya.


"iya gak tau!" kata Arra terlihat malu-malu, hingga dia membuang muka ke luar jendela.


"Cihh . gak mau tapi malu!!"


"Apaan sih kak!!"


"Sekolah yang bener dulu!! baru nikah!" kata Rendra


"Kamu aja nikah dulu!" sanggah Arra


"Di bilangin ngeyel dasar bocil!!" ucap Rendra


"Bocil???" kata Arra sampai mengerutkan keningnya.


"Eh tunggu deh!!! bukannya kita cuma beda beberapa menit!! ya kita sama-sama bocil dong!! ingat kakak itu saudara kembarnya Arra!!! BUKAN KAKAK ADIK YANG BEDA BEBERAPA TAHUN!!!" Arra penuh penekanan.

__ADS_1


"Ehh....."


bersambung


__ADS_2