
Dari awal novel ini aku buat dengan cerita yang sangat ringan?!cukup ringan!!!dan tidak ada konflik yang memberatkan. jadi novel ini sengaja aku buat untuk menghibur aku sendiri, tanpa beban cerita yang penuh dengan konflik yang harus aku pikirkan,jadi mari kita bersantai sambil menikmati novel ini dan saling menyemangati!!! khususnya untuk othor seperti Aku butuh semangat dari kamu..... cie cie cie....🤭🤭
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Rendra nampak memijat pelipisnya beberapa menit, bahkan orang-orang yang ada di hadapannya nampak terdiam, Mereka tak berani bersuara, hanya menunggu Rendra membuka percakapan. Chrisna alias si genit Isna,sedang melotot ke arah Kiara sambil merapikan rambut nya yang sudah acak-acakan, tak beda jauh dari Isna, Kiara juga berusaha merapikan rambutnya. Arvan dan Dewo sudah menahan tawanya sebisa mungkin, mungkin Arvan bisa, namun Dewo berulang kali menutupi mulutnya dengan telapak tangan nya.
"Bisa jelaskan apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Rendra, akhirnya dia buka suara juga. Lelaki yang masih terlihat gagah di usia 44 tahun itu terlihat menahan rasa kesalnya.
Chrisna tiba-tiba menunduk, dia tau betul aura kekesalan dari Bos besar nya itu, tak jauh beda dengan Chrisna, begitu pun dengan Kiara, namun Kiara masih sempat melirik tajam ke arah Kian, ya...demi Kian lah dia harus menghadapi wanita jadi-jadian itu, namun Kian berlagak seolah tak tau apa-apa dengan kejadian yang baru saja Kiara hadapi.
Dewo yang menyadari keberanian Kiara menatap tajam Bos nya nampak berbisik pada Arvan, entah apa yang di bisik kan Dewo, pada akhirnya Arvan dan Dewo cekikikan berdua tanya suara yang berarti.
" Kian! bukankah tujuan mu ke sini untuk membicarakan acara kami di hotel memilikmu? kenapa tiba-tiba kau dan sekertaris mu berbuat onar?" tanya Rendra pada sang keponakan.
__ADS_1
"Bukan begitu Papi!! aku tidak berbuat onar!" kilah Kian, Kian memang sudah lama memanggil kembaran sang Mama itu dengan sebutan yang sama dengan Arvan.
"Sekertaris Arvan yang membuat masalah!" lanjut Kian.
"Iihh mas imut!! kapan Isna bikin masalah??" protes Chrisna.
"Sekertaris gila mas imut aja yang bikin onar!! dasar pelakor!" lanjutnya.
"Apa??" pekik Kiara, namun begitu sadar dia ada di ruangan ada Rendra, Kiara seketika berhenti.
"Iya Tuan Rendra"
"Isna Tuan"
__ADS_1
Saut mereka bersamaan, dan Rendra kembali memijit pangkal hidung nya ketika mendengar Chrisna masih saja protes dengan nama panggilan nya.
"Dengar....kalau berdua akan bekerja sama mulai hari ini sampai hari pelaksanaan ulang tahun perusahaan di hotel! jadi berdamai lah!" kata Rendra, kemudian dia segera berdiri dan berlalu dari ruangan tersebut. Setelah kepergian Rendra, Arvan nampak menatap Kian dengan mata penuh tanya, dan Kian hanya menaikkan bahu nya saja, dia benar-benar cuci tangan dari peristiwa yang baru saja terjadi.
"Mas imut,ganti aja sekertaris nya!!" seru Chrisna yang terlihat masih tidak suka dengan Kiara.
"Kenapa? kamu mau gantiin!!?" seru Kiara tidak suka.
"Ya jelas lah!! pantas juga aku jadi sekertaris nya mas imut!!" kata Chrisna percaya diri.
"Dasar boneka chucky!!"
"Apa??"
__ADS_1
"Diiiaaaaammm!!!" Teriak Arvan, Dewo dan Kian yang melihat Kiara dan Chrisna hampir memulai lagi perkelahian mereka.
bersambung