Birendra

Birendra
Di antara dua pilihan


__ADS_3

Di kediaman rumah Bram....


"Pagi Om....pagi bik....pagi Roy.....dan.....pagi Kak Bram''


Sapa Acca di meja makan di pagi yang cerah Bram memutuskan untuk sarapan di bawah, dia tidak mau kejadian kemarin terulang lagi, dia tak ingin di suapi oleh Acca.


byuuurr........


Roy secara tak sengaja menyemburkan kopi yang di minum nya, dia sangat kaget dengan panggilan Acca pada Bram.


Sekilas dia melihat ke arah Bos nya itu, Bram nampak mendelik ke arah Acca, namun gadis itu hanya membalas tatapan tajam Bram dengan santai.Roy mulai melipat kedua bibirnya ke dalam karena menahan tawanya, sayangnya itu di sadari oleh Bram, hingga tatapan tajam mata Bram beralih ke Roy.


"Selamat pagi Nona Acca" balas Roy yang mencoba mengalihkan pandangan Bram dari nya.


"Kamu hari ini tidak ke butik Non?" tanya Bik Narsih.


Bik Narsih memang sarapan bareng di meja, hanya pak Yanto yang tidak ikut, suaminya itu sarapan lebih pagi karena penyakit Maag yang di deritanya, dia merasa tak tahan lapar jika harus menunggu bik Narsih membuat sarapan pagi dan menunggu majikannya makan bersama.

__ADS_1


"Gak bik, aku sudah serahkan semua urusan Butik sama asisten aku kok bik, pokoknya aku fokus aja sama Kak Bram"


saut Acca.


"Tidak perlu Nona, anda sudah bisa meninggalkan rumah ini karena saya sudah lebih enakan! buktinya saya tak perlu bantuan anda pagi ini untuk turun ke bawah"


kata Bram yang terlihat sedang mengusir Acca dari rumah nya.Acca hanya diam saja sambil meneruskan makannya, setelah semua makanan masuk ke dalam mulutnya dan dia meminum air putih disebelahnya, Acca menatap sendu ke arah Om Surya.


"Om gak suka ya Acca di sini? atau bibik juga? dan jangan-jangan kamu juga Roy?"


"Tentu saja tidak! Om sangat senang Accaa tinggal di sini, percayalah Om akan mendukungmu untuk merawat Bram supaya sembuh,paling tidak sampai dia bisa bekerja kembali bagaimana?" kata om Surya menenangkan Acca.


"Tentu saja saya tidak ada hak untuk keberatan atau pun tidak Nona,saya juga cuma menumpang di sini,saya selalu menyerahkan segalanya kepada pemilik rumah ini jadi kalau Nona mengatakan apakah saya tidak setuju maka jawabannya adalah saya tidak bisa memutuskannya Nona, semua keputusan dari om Surya dan juga bos Bram tentunya"


Kata Roy yang tak mau mendapatkan amukan dari Bram jika mengatakan dia setuju bila Acca disini karena sesungguhnya Roy memang setuju bila Acca di sini,dengan adanya Acca disini dia bisa melihat wajah kesal Bram yang selalu dijahili oleh Acca, hal itu merupakan kesenangan tersendiri bagi Roy karena selama ini Bosnya itu hanya bermuka datar saja.


"Bibik juga begitu,bibik senang sekali kalau Non Acca disini, Non kan tahu seluruh penghuni rumah ini tuh laki-laki, nah bibik perempuan sendiri jadi bibik senang sudah ada temannya apalagi kalau non tinggal di sini selamanya, wah itu pasti senang sekali !benerkan Tuan Surya?" kata bik Narsih senang.

__ADS_1


"Bibik benar! Oh ya Ca Apa kamu sudah punya pacar?"tanya om Surya.


"belum Om tapi Acca sedang berjuang untuk mendapatkan hati seseorang, hati seseorang yang sering sekali membuat Acca kesal!!! namanya kanebo karatan!!!" ucap Acca.


Uhuk....uhuk....uhuk...


tiba-tiba saja Bram tersedak makanannya, dia tau betul siapa yang dijuluki Acca kanebo karatan.Roy dengan cepat memberikan minuman kepada Bosnya itu,karena tersedak membuat Bram mendapatkan nyeri di dada nya, dia sampai memegang dadanya.


"memangnya orang itu mau sama kamu ca?" tanya Om Surya lagi


"kalau usahamu gagal,mau tidak kamu menjadi menantu Om? Om punya dua putra kamu boleh memilih yang mana saja!" lanjut Om Surya tanpa rasa bersalah.


uhuk... uhuk....uhuk....


kali ini Bram dan Roy sama-sama tersendak makanan mereka masing-masing.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2