
Aluna mengemasi barang-barang yang harus di bawa pulang,karena hari ini Arvan di perbolehkan pulang ke rumah, setelah beberapa saat lalu Dokter memeriksa nya dan keadaan Arvan baik-baik saja.Aluna terlihat melamun sambil mengemas barang, dan Arvan yang sedang menelpon asisten nya tidak terlalu memperhatikan wajah sendu Aluna. setelah mengemas beberapa pakaian dan juga barang yang lainnya laluna menunggu Arfan menyelesaikan panggilan teleponnya dia duduk di sofa sambil memperhatikan lelaki yang sudah menjadi suaminya beberapa minggu ini.
"aku tak tahu keberuntungan apa yang aku dapatkan, hingga aku bisa masuk ke keluargamu, tapi rasanya ini seperti mimpi,apakah aku harus benar-benar bangun dari mimpiku dan melepaskan semuanya?" Batin Aluna.
tak dipungkiri Aluna, Arvan adalah sosok yang sangat sempurna,terlahir dari keluarga yang kaya dan berkepribadian yang baik, serta keturunan dari sebuah keluarga terhormat yaitu keluarga Hardiansyah, keluarga yang cukup terpandang di kota bahkan negara yang mereka tinggali. Aluna memperhatikan dengan seksama wajah sang suami, entah apa yang dirasakan hatinya saat ini, nyatanya pernikahan mereka bukan karena cinta,sampai saat ini pun Aluna tidak tahu bagaimana perasaannya, apa hanya sebatas rasa tanggung jawabnya kepada Arvan sebagai seorang istri atau Aluna benar-benar dia sudah mencintai Arvan, Aluna pun tak tahu itu.
"Luna.....kita pulang" suara Arvan membangunkan Aluna dari lamunannya.
"Ya....kita ke rumah Mami saja ya" saut Aluna sambil berdiri dan mengambil tas.
"Benarkah? apa tidak apa-apa? kalau kita tinggal di rumah Mami?" ucap Arvan dengan berbinar.
__ADS_1
Deg......
Hati Aluna kembali tercubit, kini Aluna benar-benar menyadari, bahkan selama ini dia sudah memisahkan Arvan dari keluarga nya, bahkan melihat ekspresi berbinar dari Arvan saat ini, membuat Aluna semakin merasa bersalah telah mengajak Arvan mengarungi kehidupan bersamanya. Apalagi Aluna memaksakan kehendak nya agar Arvan mau hidup sederhana bersama nya.
"Hemmmm kita ke sana" saut Aluna dengan senyum tipis di wajahnya.
dengan senang hati Arvan menggandeng tangan Aluna menuju ke parkiran rumah sakit, di sana sang sopir sudah menunggu mereka untuk pulang ke rumah maminya, sedangkan Arsy yang mendapatkan kabar dari Alvan bahwa mereka akan tinggal di rumahnya begitu sangat senang, Arsy memasak beberapa makanan ketika mengetahui Arvan pulang dari rumah sakit hari ini.Entah saking rindunya dengan rumah itu atau bagaimana, Arvan keluar dari mobil tanpa mempedulikan Aluna,dia berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil sang Mami, Aluna hanya tersenyum tipis dan mengikuti Arvan masuk ke dalam rumahnya.
"Sayang..... benar kamu akan tinggal di sini beberapa waktu?" tanya Arsy pada sang putra.
"Iya...iya kan Luna?" tanya Arvan pada Aluna yang ada di belakang nya.
__ADS_1
"Ya Mi, setidaknya sampai mas Arvan sembuh total" saut Aluna.
"Baiklah... Mami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kita akan makan siang nanti, kalian istirahat saja" pinta Arsy.
"Okey.,....ayo Lun, kita ke kamar ku!" saut Arvan sambil menggandeng tangan Aluna menuju ke kamar nya.sesampainya di sana,Arvan langsung merebahkan tubuhnya.
"Oohhh aku kangen kasur empuk ku!" ucap Arvan.
Aluna memperhatikan dengan seksama wajah senang Arvan, kemudian berjalan menuju ke jendela kaca besar di kamar itu yang memperlihatkan pemandangan taman di rumah besar tersebut.Beberapa kali Aluna nampak menghela nafas nya pelan, memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan setelah ini.
bersambung
__ADS_1