Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 25


__ADS_3

Aluna masih setia dengan selimut yang menyelimuti tubuh nya, ya..... setelah beberapa waktu lalu,. Arvan mengajaknya terbang dan menikmati indahnya pagi pertama mereka, sebenarnya Aluna sudah sangat senang karena semalam Arvan tidur di ruang tamu, walaupun dia tidur dengan cara meringkuk,namun Aluna tidak berniat untuk menyuruhnya masuk ke dalam kamar.Aluna bener-bener belum siap jika harus menjadi istri seutuhnya untuk Arvan semalam, Biar bagaimanapun juga cinta tidak ada dalam hatinya sama sekali, Dia hanya menuruti kata-kata Arsy mertuanya,orang yang paling dia sayangi saat ini, yang dianggap sebagai ibunya sendiri,dan ketika Arsy meminta Aluna untuk menerima lamaran Arvan,Aluna tidak bisa menolaknya,sedangkan apa yang menjadi tujuan Arvamn menikahi Aluna, sama sekali belum jelas, saat ini dia hanya beralasan kalau dia memenuhi permintaan sang Mami, padahal selama ini jarang sekali Arvan memenuhi permintaan maminya, harus ada perdebatan terlebih dahulu antara dia dan maminya, atau dengan papinya, jika Arsy ingin mendapatkan sesuatu atau menyuruh Arvan sesuatu, namun saat berhubungan dengan Aluna, Arvan dengan gampangnya mengiyakan permintaan Arsy.


"ini tuan, Tuan Rendra menyuruh saya untuk memberikan beberapa berkas yang harus Tuan tanda tangani, juga satu koper yang berisi pakaian Anda tuan" kata seorang karyawan yang di utus oleh Rendra, papinya.


"di mana Dewo? apa dia juga diberi libur?" tanya Arvan kepada karyawan tersebut, karena sang Papi menyuruh karyawan lain bukan Dewo yang mengantar berkas-berkasnya, padahal Arvan sudah berharap hari ini Dewo akan datang ke rumahnya.


"Tuan Dewo juga masih libur tuan, tuan Rendra bilang, Tuan Dewo mungkin besok bisa masuk kerja lagi" jawab karyawan tersebut.


"ini sudah selesai.......baiklah kau boleh pergi" perintah Arvan.

__ADS_1


Arvan memang segera menandatangani berkas yang dikirim oleh papinya,karena dia tahu Aluna sedang tidak nyaman di atas ranjang setelah perbuatan panas di antara mereka, tiba-tiba pintu diketuk dari luar hingga menyebabkan Arvan tak bisa bermanja-manja dengan sang istri lebih lama lagi,apalagi Aluna tidak bisa segera keluar untuk membersihkan diri karena memang kamar mandi berada di luar kamar. setelah karyawan itu pergi Arvan langsung berlalu ke dalam kamarnya.


"Luna....." panggil Arvan.


bukannya menyaut Aluna malah menaikkan selimutnya sampai ke telinganya,sungguh dia sangat malu bertemu Arvan saat ini,dia yang ingin mempertahankan kehormatannya karena tak ingin menyerahkan diri pada Arvan, dengan alasan mereka belum saling mencintai, ternyata itu hanya ada di rencana awal saja, Aluna bahkan ikut mengeluarkan suara-suara yang dipikirkan sendiri olehnya sangat memalukan, hingga hampir tiga kali Arvan menggagahinya, seandainya tidak ada ketukan pintu dari luar rumah,sungguh Aluna sangat malu saat ini.


"Masih malu? .... biasanya juga malu-malu in!" celetuk Arvan yang membuat Aluna dongkol seketika.


"Minggir!!" perintah Aluna dengan kesal, dia tentu sangat malu dengan godaan yang suami.

__ADS_1


"Idih jangan galak-galak dong! galaknya di ranjang aja" ucap Arvan dan sukses membuat mata Aluna membelalak, dia tak menyangka dalam hitungan beberapa jam saja, Arvan sudah berubah menjadi lelaki mesum, setidaknya itulah yang ada di pikiran Aluna.Bagaimana tidak?!! sebelum menikah bahkan di hari pernikahan mereka, Arvan memasang wajah datar dan juga dinginnya, dan saat ini setelah mendapatkan apa yang dia mau,Arvan tiba-tiba berubah menjadi lelaki mesum.


"Dasar mesum!!...Aku bersumpah tidak akan membiarkan kamu menyentuh ku lagi!!" pekik Aluna kesal.


"Dan aku bersumpah akan membuatmu menjerit dan mendeesahh lagi" saut Arvan sambil berlalu dari kamar tersebut.


"Arvaaaaaannn!!!!" teriak Aluna dengan wajah penuh kekesalan, dan Arvan, dia hanya berlalu ke meja makan sambil menutup kedua telinga nya dengan kedua telapak tangannya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2