
Tatapan Rendra benar-benar tajam ke arah tiga biang kerok yang telah menyebabkan kesalah pahaman di antara mereka, Rendra seakan belum rela melihat Arsy dan kedua anaknya yang lain, meraung-raung karena melihat Arvan yang terbaring di atas ranjang rumah sakit, dan parahnya lagi, Kian dan kawan-kawannya tak memberikan penjelasan yang cukup detail pada keluarga tersebut. Rendra memaklumi Aluna yang tak mau mendengarkan penjelasan Kian, Rendra menganggap Aluna terlalu panik melihat suaminya tiba-tiba di larikan ke rumah sakit,Namun harusnya Kian dan yang lain memberikan penjelasan ketika Rendra dan Arsy datang, bukan hanya diam menonton mereka yang tengah menangisi Arvan, Dan secara kebetulan, Rendra melihat ketiganya ketika tertawa cekikikan di tengah kalutnya hati Arsy.
"Ada yang bisa menjelaskan nya?" tanya Rendra dengan tajam.
"Arvan makan mie instan Om?" saut mereka bersamaan.
"Hanya itu penjelasan kalian?" tanya Rendra lagi nyatanya bukan hanya itu yang diinginkan Rendra, kalau soal itu saja, dokter sudah menjelaskan semuanya.
Akhirnya Kian dan teman-teman nya meminta maaf dan menjelaskan sekali lagi kalau mereka tidak berniat membohongi atau membiarkan mereka salah paham. Nyatanya dokter mengatakan bahwa lambung Arvan tak cukup mampu menampung sesuatu yang asing yang masuk ke dalam perutnya,karena memang Arvan tak pernah sekalipun makan makanan seperti itu, terlebih lagi, Arvan telat memakan sarapannya.
"Sebenarnya mie instan tidak berbahaya, namun berbeda dengan kasusnya Tuan Arvan .. Tuan" kata sang dokter keluarga yang akhirnya harus di datang ke rumah sakit tersebut beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Aku gak papa" kata Arvan yang terlihat masih lemah pada semuanya.
"Bikin heboh tau gak!! Bikin panik aja! kalau emang gak bisa makan gituan, ngapain makan!! kan aku udah bikin sarapan tadi!!" omel Aluna tanpa mempedulikan mertuanya dan yang lainnya yang masih ada di sana.Jujur saja, Aluna sangat takut ketika melihat suaminya tak berdaya seperti itu.Lagi- lagi ketiga sahabatnya mengulum bibir mereka masing-masing,menahan tawanya.
"Jangan ulangi lagi Van, Mami shock tau gak!!" ucap Arsy yang masih terlihat lemas akibat pingsan nya tadi.
"Iya mi..."
"Kak Aluna, gak mau Kak Arvan pulang ke rumah Papi?" tanya Thika.
"Mau....tapi lain kali saja, Kakak masih bisa merawat nya di rumah sendiri, gak papa kan?" tanya Aluna dengan lembut, dia takut menyinggung perasaan sang adik ipar.
__ADS_1
"Ya gak papa sih, cuma aku kasihan aja sama kak Luna kalau kecapean ngurus Kakak, kalau di rumah Papi kan banyak pelayan,ada aku juga, Thisa dan Mami yang bantuin kakak " ucap Thika yang melihat wajah tak enak hati Aluna padanya.
"Sudahlah...di mana pun Arvan, yang pasti dia di rawat dengan baik" kata Rendra menengahi.
"Mami....peluk Arvan boleh?" pinta Arvan, entah mengapa dia begitu merindukan sang Mami.
Aluna mundur demi memberi celah Arsy memeluk anaknya, kemudian Thisa dan Thika ikutan memeluk sang Mami.Aluna tersenyum tipis, dia bisa merasakan bagaimana kehangatan dan cinta menyatu di dalam keluarga ini, Aluna merasa terlalu egois mengajar Arvan tinggal di lingkungan nya dan memaksa Arvan merasakan kehidupan menengah ke bawah seperti dirinya.
"Apa selama ini aku salah??" batin Aluna.
bersambung
__ADS_1