
Acca di minta oleh Dad Ferdi untuk pulang beberapa hari yang lalu dan Roy yang di perintahkan oleh Rendra untuk mengantar pulang Acca. Bram sudah sembuh dari sakitnya,hanya ada bekas luka yang sudah semakin mengering, Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pernikahan Bram dan Acca akan di lakukan satu bulan lagi. Hal itu malah membuat Bram kalang kabut, dia tak ingin pernikahan nya hanya di biaya oleh sang majikan.
Bram dengan pakaian rapinya kembali bekerja, kali ini dia tidak di minta oleh Rendra untuk mengawal Acca kembali karena ancaman untuk Acca sudah dia penjarakan yaitu mantan pacar Acca yang bernama Very, dan kini Bram di minta Rendra untuk datang ke perusahaan Rendra.
Bram datang bukan sebagai asisten Rendra namun kali ini lebih berbeda,Rendra memerintahkan untuk mengisi kursi kekosongan yang ditinggalkan oleh Farel,Farel pada akhirnya memutuskan untuk memimpin perusahaan Daddy John yang dipercayakan kepadanya, Farel menjadi CEO dari perusahaan cabang dari perusahaan Dowsan group.perusahaan Dowsan grup membutuhkan seorang CEO yang akan yang harus memimpin dan itu tentu saja adalah milik dari Daddy Farel yaitu Jhon Dowsan.
Di perusahaan Rendra, tak banyak yang tahu siapa itu Bram, Bram memang datang disaat yang sangat tepat saja dan itu bila Rendra mengalami kesulitan,di hari-hari biasa Roylah yang mendampingi Rendra dengan perintah dari Bram dan Bram selalu berada di balik layar dari semua keamanan yang menyangkut majikan tersebut..Wajahnya yang nampak dingin,datar dan juga garang membuat semua orang begitu terkesima dengan pria gagah yang baru saja masuk ke dalam perusahaan. muka datar Bram memang lebih mendominasi walaupun wajahnya nya nampak tampan,namun bisa dipastikan siapa saja yang melihat dan belum mengenal Bram maka lelaki ini terlihat bengis dan juga kejam.seorang resepsionis yang didatangi oleh Bram terlihat begitu sangat gugup dan juga berwajah tegang.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"
kata sang resepsionis yang terlihat sangat tegang karena takut.
__ADS_1
"Apa Tuan Rendra di kantor nya?" tanya Bram dengan muka datar nya
"Apa sudah ada janji tuan?" tanya resepsionis lagi
"belum!"
"Sebentar Tuan, saya hubungi sekertaris nya dulu!"
setelah beberapa saat akhirnya resepsionis itu mempersilahkan Bram untuk naik ke kantor dimana Rendra berada,memang Bram jarang sekali ke kantor, dia kadangkala lupa di mana letak kantor Rendra karena mereka lebih sering bertemu di luar daripada di kantor Rendra.
"Berani loe panggil gue Tuan lagi! gue pastikan loe di gantung di lobby perusahaan!!" ucap Rendra dengan pedas.
__ADS_1
"Baiklah Kakak ipar!" kata Bram yang terdengar canggung.
"Hahahahahaha.....lucu bukan Bram! kita bisa jadi saudara ipar!" kata Rendra
"Lebih baik kita ke intinya saja Tuan!" kata Bram
"Ciihh...semua orang sekantor bisa mati beku dengan sikap loe Bram, atau bisa-bisa mereka merinding setiap kali berpapasan sama loe!!" kata Rendra yang melihat sikap dan raut wajah Bram.
"Baiklah kita ke intinya!"
"gue mau loe menggantikan posisi kak farel sebagai wakil CEO di perusahaan gue, karena Kak Farel mulai minggu depan akan memimpin perusahaannya dengan resmi,selama ini dia selalu bergantian mengurus perusahaan disini dan perusahaan nya sendiri, bagaimana Bram?" jelas Rendra
__ADS_1
"Bos!!! ini sedikit keterlaluan, aku menolak!"
bersambung