
"Ada apa Re?" tanya Farel sesampainya dia di kantor,dan melihat Rendra terlihat begitu menahan amarahnya
"Ada yang mencoba membobol sistem keamanan kita! dan sialnya ada sebagian dana kita yang sudah di curinya!" lapor Rendra.
"Brengsek!!!! mereka mau main-main dengan Birendra!!! jangan harap!!" lanjut Rendra.
"Apa?? berani sekali!!!!" teriak Farel tak percaya.
Susah payah Rendra membangun perusahaan nya, bahkan di saat remaja seusianya masih sibuk dengan hidup foya-foya, Rendra sudah bergulat dengan kesibukannya membangun perusahaan,maka seakan tak akan dia biarkan seseorang menghancurkan nya begitu saja.Ambisi Rendra untuk merajai dunia bisnis sungguh besar, bahkan di usianya yang baru 19tahun dia sudah bisa memimpin perusahaannya sendiri, sang Daddy yang berulang kali meminta nya untuk menggantikan posisinya sebagai CEO di tolak mentah-mentah oleh Rendra, dengan alasan bahwa dia ingin berdiri di kakinya sendiri,hingga dia menolak posisi Ceo di perusahaan Opa Kenan.
Rendra dengan lincahnya bermain dengan komputer di depannya, sesekali dia mengerutkan keningnya, mencoba mencari tau siapa pembobol sistem keamanan perusahaan nya, Rendra sungguh tak mau berhubungan dengan seorang penghianat di perusahaannya, karena Rendra sangat yakin pasti ada orang-orang dalam yang bermain dibelakang pembobolan uang perusahaan.
Setelah berkutat dengan komputer, akhirnya senyum kepuasan tercetak jelas di bibir Birendra.
"Dapat!!! Kak siapkan hukuman buat mereka!!! kita menangkap tikus tersebut kak!" kata Rendra dan farel dengan seketika melihat ke arah layar!
__ADS_1
"Mustahil!!!' kata Farel
"Tak ada yang mustahil dalam hidup kak!!" ucap Rendra.
"Uang memang membuat orang gila menjadi waras!! dan orang waras menjadi gila!!" jawabnya.
Farel hanya geleng-geleng kepala, orang yang Sudah dia percayai nyatanya mampu berbuat hal tersebut,bahkan tak tanggung-tanggung mereka berdua adalah orang kepercayaan Farel ketika Rendra dulu belum memimpin perusahaan.
"Jadi bagaimana Re?" tanya Farel
"Bram?? dimana?"
''Big bos!! sedang di parkiran depan bos!" saut Bram lewat ponsel nya.
"Naik!! ada pekerjaan untuk mu! ooh ya..bawa anak buah mu!" kata Rendra,belum juga Bram menjawab Rendra sudah menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Bram,lelaki 25 tahun itu memang sudah bekerja pada Rendra sejak 3 tahun yang lalu, dia seorang ahli bela diri dan tergolong sedikit ba*jingan, mantan preman pasar ini sekarang begitu setia pada tuannya.Bram merasa Rendra sudah membantu dia dan teman-temannya yang sekarang menjadi anak buahnya lepas dari keterpurukan hidup, mereka sekarang hidup lebih baik, berkecukupan dan di akui oleh masyarakat, bukan lagi di cap sebagai preman atau berandalan saja, tak sedikit dari mereka yang sudah menikah pula.
Menjadi kepala keamanan dan pengawal pribadi Rendra yang tak terlihat, begitu lah peran dari Bram.Bram hanya di tugaskan untuk mengawasi dan mengawal Rendra dari jauh bila sewaktu-waktu dibutuhkan maka Bram harus siap sedia!.
Bruuk!!..... suara seorang di hempaskan ke lantai di dekat kaki Rendra.
"Ada apa ini!! kenapa kalian memperlakukan kami seperti ini??" kata Heru lelaki yang sejak awal bahkan sudah di pekerjakan di Perusahaan sejak berdirinya perusahaan tersebut.
"Ck....kau pikir apa yang membuatmu di perlakukan seperti tikus!!!'' ucap Rendra dingin dan datar, bahkan Dewi, keponakan dari Heru yang ikut di seret ke dalam ruangan Rendra hanya bisa menunduk takut.
Heru seketika kaget, dia berpikir benarkah Rendra tau tentang apa yang dilakukan nya, selama perusahaan di pimpin oleh Farel, semuanya aman-aman saja!.
'Sekarang!! akui perbuatan mu dan kembali dananya!! atau......" ucap Rendra sambil menaikkan ujung bibirnya.
bersambung.....
__ADS_1