
"Kenalkan saya Rendra! suami Arsy!" kata Rendra santai
"Apaaaa???!!!" pekik mereka bertiga keras, sampai menimbulkan kegaduhan di kantin, Seketika Rania dan Kalis menutup mulutnya.
"Kamu becanda kan?" pertanyaan keluar dari mulut Wahyu,dia tak percaya kalau Arsy sudah menikah, umurnya saja masih 17 tahunan, mana mungkin menikah pikir Wahyu, dan mereka memang mahasiswa baru yang tak tau siapa Birendra, mahasiswa paling jenius di kampus mereka.beberapa mahasiswa disana yang tau siapa Birendra ikut merasa kaget.
"Tentu saja tidak!! saya serius...iya kan Ar!" tatapan beralih ke Arsy.
''He'eh.....ini suami Arsy, Wahyu... Rania dan Kalis!" ucap Arsy sambil tersenyum manis.
"Jangan senyum lemot!!!" batin Rendra geram,entah mengapa Arsy di rasa terlalu murah senyum.
"Waahhh patah hati gue!!! belum juga berjuang..hiks....hiks....." kata Wahyu dengan gaya lebay nya.
"Gak berniat buat cerai gitu neng?? hahahahahaha" ucap Wahyu dengan gaya bercanda nya.
"Sialan nih calon pebinor!!! belum tau siapa gue rupanya!" gerutu hati Rendra dengan menahan cemburunya.
Kalis dan Rania menyenggol Wahyu agar tak bicara sembarangan lagi.
__ADS_1
"Iihh Wahyu apa-apain!! gak boleh kayak gitu!!" kata Arsy.
"Ehh iya neng cantik!!! gak bakalan gitu lagi kok!" ucap Wahyu dengan manisnya seakan Rendra suami Arsy tak ada di sampingnya.
"Ayo... pulang!" perintah Rendra yang tiba-tiba dingin, bahkan Rania dan Kalis merasa tengkuk mereka ikut merinding!
"Daahh....aku gak jadi ke Mall ya.....!" teriak Arsy karena Rendra menarik pelan Arsy keluar dari kantin.
Sesampainya di parkiran mobil Rendra langsung membuka pintu untuk Arsy dan mendorong Arsy pelan masuk ke dalam mobil dan menutupnya dengan keras, Arsy sampai melonjak karena kaget,kemudian Rendra masuk dan duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobilnya keluar dari kampus.
"Abang kenapa diam aja? apa sariawan?" jiwa lemot Arsy keluar, dia memang bukan gadis yang peka akan perasaan cemburu atau cinta lawan jenis, hidupnya yang beranjak dewasa di habiskan untuk merawat dan menemani sang ayah, bahkan dia tak punya teman akrab, semua teman sekolah nya dulu hanya sekedar menyapa saja.
Mendapat pertanyaan dari Arsy, Rendra melirik tajam ke arah Arsy,dia benar-benar menahan rasa cemburunya sejak tadi, bagaimana teman lelakinya Arsy merayu Arsy bahkan sampai menunggu jandanya, walaupun di selingi dengan candaan tapi Rendra tetap tidak suka.
"Wahyu bang!! namanya Wahyu!!" ralat Arsy
"Ya... pokoknya dia!! pengaruh buruk dia!!"
"Trus kalau aku gak boleh deket-deket sama dia, gimana kuliah aku bang? kan kita satu kelas! mana sekarang satu kelompok lagi! masa' Arsy harus jauh-jauh dari Wahyu,ntar gak bakalan kelar tugasnya bang! kalau tugas gak ba.....!!"
__ADS_1
"Stop!!!!" potong Rendra, dia sudah sangat pening mendengar kan suara Arsy seperti suara radio rusak, tak berhenti sama sekali.
"Lampu merah ya bang?" tanya Arsy yang malah menanggapi lain kata 'stop' dari Rendra.
"Arsyyyy!!!" kata Rendra geram dan penuh penekanan.
"sampai rumah kamu harus di hukum!!!" kata Rendra lagi.
"Iihh Arsy kan gak salah!! kok Abang main hukum aja!!" Arsy kesal dengan Rendra dan memanyunkan bibirnya.
"Gemes deh Ar!!! bikin pengen gigit aja tuh bibir!!" gumam Rendra pelan sampai Arsy tak mendengarkan nya.
Sesampainya di rumah, Arsy segera di tarik Rendra ke dalam kamarnya, Acca yang sedang asyik di ruang keluarga dengan camilan nya merasa heran melihat Arsy yang sedikit berlari kecil mengimbangi langkah lebar suaminya.
"Ada apa?" tanya Acca dengan isyarat mulut nya ketika tatapan nya bertemu dengan Arsy, Arsy hanya menjawab dengan gelengan kepala nya.
"Ar...sini!!!'' kata Rendra setelah sampai di dalam kamarnya, Arsy mendekat dan berdiri tepat di depan Rendra.
"Lepas bajumu!!" perintah Rendra
__ADS_1
"Lho.....bang!"
bersambung......