
"Farel! aku mau memberitahu kamu!" kata Mila sambil meremas ujung bajunya.
"Apa!" kata Farel sambil mengambilkan Mila minuman.
"Aku mau menikah!!"
Deg......
Farel berhenti sejenak, tangannya dengan pelan menutup pintu kulkas setelah mengambilkan minuman dingin untuk Kamilaa, rasanya dia ingin menjadi tuli saat itu juga hingga tak bisa mendengar suara yang baru saja keluar dari mulut Kamilaa. Kamilaa hanya terdiam menunggu reaksi dari Farel, Kamilaa cukup lelah menjadi seseorang yang hanya menunggu kepastian dari perasaan seseorang padanya, walaupun dia tau dari beberapa teman bahkan sepupunya,kalau Farel memang benar mencintai nya, namun hal itu tak cukup untuk Kamilaa.
Wanita butuh kepastian!! itu benar.
__ADS_1
''Ayah...sudah meminta aku untuk menikah! aku sudah 25 tahun sekarang!!" kata Mila, Farel masih diam membelakangi nya di depan kulkas. Farel berbalik ke arah Mila yang ternyata sudah duduk di kursi meja makan. Farel kemudian duduk di sana, di hadapan Kamilaa.
''Menikah dengan siapa?"
entah mengapa pertanyaan itu yang muncul dari mulut Farel, bukannya untuk mencegah pujaan hati nya menikah, malah dengan bodoh nya menanyakan dengan siap Mila menikah. Mila tersenyum masam, dia ingat bagaimana sang Bunda, Naina berjuang untuk mendapatkan pengakuan cinta dari ayahnya.Dan nyatanya hari ini dia mengalami nasib yang sama dengan sang Bunda.
"Dengan seseorang yang dijodohkan oleh Ayah!" bohong Kamilaa.
"Selamat ya!" ucap Farel sambil tertunduk dan memainkan minuman yang ada di tangan nya.
"Ya.... selamat......kau benar..... selamat!" ulang Mila disertai senyuman masam, ketika mendapatkan ucapan selamat dari Farel.
__ADS_1
Bukan itu tujuan Mila datang ke apartemen Farel, dia sengaja merancang kebohongan soal perjodohan nya, agar Farel sedikit tergerak untuk menyatakan perasaannya pada Mila, itu adalah hal yang paling di tunggu oleh Mila. Mila berdiri dari kursi nya, dia sadar setelah dia keluar dari pintu apartemen dan menutup nya, maka saat itu juga dia harus menutup hati nya untuk Farel, karena nyatanya Farel tak mau menyatakan perasaannya, Mila bahkan tak tau apa alasannya. Namun rasanya juga enggan untuk dia menyatakan cintanya terlebih dahulu, keberanian yang selama ini selalu menggoda Farel hilang entah kemana.
"Ya...sudah...aku....ke sini ambil berkas-berkas nya, bisa tolong ambilkan!! aku harus segera pergi!'. kata Mila sambil menjauh dari dapur, namun Farel hanya memandang nya lama, Mila yang menyadari nya hanya memandang ke arah lain, rasanya dia tak sanggup kalau harus menatap mata Farel langsung.
"Aku ambilkan dulu!"
kata Farel sambil berjalan ke arah ruang kerjanya. resep kemudian Farel kembali dengan prestasi dengannya ia menyerahkannya kepada Mila, Mila menyambutnya namun ketika Mila hendak menarik berkasnya, Farel masih memeganginya dengan erat.
"Lepaskan rel....!"
"Kau benar-benar akan menikah?" pertanyaan Farel meluncur begitu saja.
__ADS_1
"Ya.....jadi lepaskan Rel!" jawab Mila, terdengar ambigu.
bersambung....