
Rendra nampak tersenyum melihat anaknya yang menggandeng tangan Dad Ferdi masuk ke dalam kamar, Rendra begitu senang bahkan melambaikan tangan dengan senyum kemenangan pada sang Daddy,setelah kepergian anaknya dan juga kedua orang tuanya, Rendra tersenyum manis kepada Arsy.
"Ayo sayang...aku tunjukkan arti gak tahan tadi, kan kamu tanya tadi kenapa Bram gak tahan! ayo ke kamar sayaaang.."
kata Rendra dengan berjuta rencana mesum pada sang istri yang memang terkadang loadingnya lama. Arsy yang benar-benar tidak memikirkan bahwa suaminya sudah merencanakan hal-hal berbau mesum dengan antusias mengikuti langkah sang suami masuk ke dalam kamar mereka, setelah masuk ke dalam kamar Rendra segera menuju ke tempat pakaian mereka disimpan, mengambil sebuah kotak yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu namun di Rendra belum punya kesempatan untuk memberikannya kepada Arsy.
"sayang...ar....ini hadiah buat kamu sayang, buka dulu ya" kata Rendra
Arsy mengambil kotak yang diserahkan Rendra padanya,dia membukanya dengan antusias dan melihat apa isi dalam kotak tersebut,betapa kagetnya Arsy melihat isi kotak yang ada di hadapannya, sebuah baju berwarna merah yang terlihat menyala, Arsy menenteng pakaian itu dan melihatnya bahkan sampai membolak-balikkan nya berulang kali,Arsy terdiam sebentar,otak lemotnya mulai berpikir cepat dan seketika dia langsung teringat kalau dia dikerjai oleh sang suami.
__ADS_1
"Abang menipuku ya???" kata Arsy sedikit berteriak
"mana ada abang menipumu Ar,kamu kan tanya kenapa Bram tidak tahan! sebenarnya bukan Bram yang tidak tahan sayang tapi aku yang tidak tahan!!...... ayo kita harus bermain-main sampai pagi karena Arvan tidak ada di sini! si tukang rese itu sedang mengobrak-abrik kasur Opanya!!" Kata Rendra
"sayang.... kita bikinkan adik untuk Arvan, dia sungguh sangat pengen punya seorang adik perempuan" lanjut Rendra dengan wajah mesumnya.
seketika Arsy melotot marah ke arah Rendra, Arsy berpikir seperti nya Rendra sudah benar-benar memperhitungkan semuanya,baru juga 2 minggu yang lalu Arsy diminta untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi berupa suntikan yang yang setiap 3 bulan sekali disuntikkan oleh dokter kandungannya kepada Arsy dan dokter mengatakan untuk tidak berhubungan terlebih dahulu,dan dengan sedikit tipu daya Arsy, selama 2 minggu Rendra tak menyentuh Arsy sama sekali,Namun Rendra dengan segala akal bulusnya bisa membuat Arsy berakhir di ranjang tempat tidurnya malam ini.
"Ayo sayang pakai baju itu dan kita akan mulai berpetualang"
__ADS_1
Kak Rendra sambil melepaskan kaos yang dipakainya hingga Hanya menyisakan segitiga biru yang menutupi Mr. Phoenix miliknya.
"enggak!!!Arsy malam ini mau libur!!! Arsy bener-bener mau libur!! bukan mau melayani ide gila kamu bang!!"
kata Arsy yang mundur teratur menuju ke pintu keluar kamarnya,dia benar-benar tak ingin merasakan keganasan Rendra karena selama dua minggu ini Rendra tak pernah menyentuhnya,begitulah Rendra, Rendra tak pernah menahan hasrat nya selama ini,bahkan saat tanggal merah karena Arsy mendapatkan menstruasi pun itu berlangsung hanya 4 sampai 5 hari saja, karena siklus menstruasi Arsy memang hanya segitu dan setelahnya Rendra akan menggempur nya dengan alasan rindu pada Arsy, Sedangkan ini 2 minggu,sudah bisa di pastikan Rendra pasti terlihat ganas di atas ranjangnya, malam ini Arsy tidak mau mengambil resiko,dia tidak mau besok pagi harus merasakan sakit bahkan sampai tak bisa berjalan dengan normal.
"Ayo kucing kecilku.....kalau kau tidak mau memakai pakaian itu aku lebih suka melihatmu seperti bayi yang baru lahir pasti menyenangkan"
ucap Rendra sambil berlari mendekat kearah Arsy lalu membawa Arsy dan melemparnya pelan di atas kasur
__ADS_1
"tidaaaaaaakkk!!!!!"
bersambung