
Farel, Eno dan Rendra di bawa ke sebuah gudang di pinggir kota, gudang itu nampak seperti bangunan setengah jadi, dan anak buah Bayu sudah bersiap di samping mobil yang berhenti di depan gedung, mobil yang membawa mereka bertiga.
Farel mengedarkan pandangannya, nampak beberapa pengawal memakai masker guna menutupi wajahnya, farel dengan berhati-hati,memindai keadaan gedung tersebut dengan matanya, mereka bertiga di giring ke sebuah ruangan dimana disana Kamila nampak tertidur di sebuah sofa.
"Mila!!!" Teriak Farel,
Farel nampak berusaha untuk mendekati Kamila namun beberapa pengawal Bayu menahan tangan Farel dan Kamilaa yang sedang tak sadarkan diri pun tak mendengar teriakan dari Farel. terlihat sekali Farel dengan muka marahnya ingin segera menuntaskan segala permasalahannya dengan Bayu, Farel benar-benar tak ingin melibatkan Kamila dalam hal ini, dia begitu mencintai gadis tersebut.
"selamat datang tuan-tuan!!! bagaimana kabar anda hari ini? apakah baik? kalau aku? aku begitu senang hari ini hahahhaha!!!" ucap Bayu sambil merentangkan kedua tangannya.
"Lepaskan gadis itu!!" teriak Farel
"Apa dia kekasih mu tuan Farel?" tanya Bayu sambil mendekati Mila yang tertidur di sofa.
Bayu sengaja memancing amarah Farel, dia mengelus pelan pipi Kamilaa. Benar saja, reaksi Farel tak terduga, Farel lari mendekati Bayu dan menghadiahkan bogem mentah ke wajah Bayu, dan karena belum siap, Bayu terhuyung ke belakang.anak buah Bayu yang melihat itu, dengan segera akan menyerang Farel, namun Bayu memberikan isyarat agar tetap di tempatnya.Farel mengangkat kepala Mila ke pangkuan nya, mencoba membangunkan Mila yang seperti nya terkena obat bius.
__ADS_1
"Mila!!! sayang..... bangun!! jangan membuat ku takut sayang!!"
kata-kata manis keluar begitu saja dari mulut Farel, keadaan menjadi lebih tegang dari sebelumnya, Farel merasa sangat bersalah pada Mila karena terlibat dalam permasalahan Farel dan Bayu. Dan bersamaan dengan itu, rasa marahnya pada Bayu menjadi berlipat ganda.
"Apa yang kau berikan pada dia Bayu!!! katakan!!!!" Teriak Farel, dan berdiri di depan Bayu, setelah dia meletakkan kembali kepala Mila di sofa.
Tak ada lagi Farel yang lembut dan pemalu, yang ada di hadapan Bayu saat ini adalah Macan yang siap menerkam musuh-musuhnya.
Bayu memberikan isyarat pada anak buahnya agar menjauhkan Farel dari Mila, dan benar saja Farel yang di cekal dua orang lelaki kekar, tak mampu melawan ketika mereka menyeret Farel menjauh dari Mila dan berkumpul kembali dengan Rendra dan Eno.
"Tenang saja Ar, Rendra pasti baik-baik saja! suamimu itu selain licik dia juga cerdas!!" kata Wahyu yang di bubuhi candaan agar Arsy tak merasa cemas lagi.
"Jadi maksudnya, Abang licik gitu?" tanya Arsy seakan tak suka akan kata-kata Wahyu.
"Hahahahahaha iya emang suamimu licik kan?" kata Wahyu.
__ADS_1
Arsy nampak diam dan berpikir.
"Ah iya benar!!! dia sering sekali mengadaliku!!!" kata Arsy yang ingat tentang semua akal bulus suaminya hanya untuk bisa membuat Arsy lengah dan menurut padanya. Tawa Wahyu meledak, mendengar kata-kata dari Arsy, sedikit banyak Wahyu mulai mengerti dengan lelaki yang menjadi suami dari sahabat sekaligus gadis yang sudah di anggap adiknya sendiri.
Wahyu akhirnya bisa melihat wajah rileks Arsy yang sejak tadi terlihat cemas.
"Kak Wahyu....... Yuyu.....!!" kata Arsy dalam mode manja.
"Oh Tuhan!!!" kata Wahyu karena itu adalah mode saat Arsy akan sangat menyusahkan nya.
"Apa?" kata Wahyu datar.
"pengen bakso kepala sapi!!" kata Arsy
"Apa???"
__ADS_1
bersambung.....