
Dewi nampak terdiam di tepi ranjang, dia benar-benar shock dengan apa yang baru saja dia alami, Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dalam sekejap mata dia menjadi istri dari seseorang yang selama ini dia rindukan.
"Ini pasti mimpi.....ya pasti!!" gumamnya pelan sambil menepuk pipi nya sendiri dengan kedua tangannya.Bahkan sekarang dia sedang berada di sebuah kamar hotel yang cukup mewah baginya, matanya menelusuri setiap sudut kamar tersebut.Rasa tak percaya masih saja tak mau hilang dari hatinya. Dewi berdiri dari tempatnya, berjalan menuju jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota.Sekali lagi,dia menepuk pipi nya perlahan.
"Ini pasti mimpi!!" gumamnya lagi, Dewi sedikit melamun,hingga dia tak menyadari bahwa Tarjo sudah berada di belakang nya setelah menyelesaikan acara mandinya.
"Ini bukan mimpi sayang!" bisik Tarjo sambil memeluk Dewi dari belakang,Bahkan hembusan nafasnya bisa dengan jelas Dewi rasakan,Tarjo bahkan bisa merasakan tubuh Dewi yang menengang karena ulah nya.
__ADS_1
"Ma-mas...su- sudah selesai mandinya?" tanya Dewi dengan sangat gugup, dia memang mencintai dan menginginkan Tarjo sebagai suaminya,tapi tidak secepat ini juga, belum juga 1 X 24 jam, Dewi sudah sah menjadi istri Tarjo.
"Malam ini kita menginap di sini" ucap Tarjo masih dengan suara berbisik nya.
Tarjo benar-benar membawa Dewi ke KUA,dan dengan bantuan beberapa anak buahnya, Tarjo melengkapi surat-surat untuk persyaratan pernikahan nya.Walaupun saat ini surat-surat tersebut masih di urusi oleh anak buahnya, namun secara agama dan negara, Tarjo sudah sah menjadi suami Dewi. Dan malam ini, Tarjo meminta ijin pada Bram untuk cuti selama 3 hari, walaupun awalnya Bram mengomeli Tarjo yang menikah dadakan, namun Tarjo menjelaskan bahwa dia akan mengadakan resepsi pernikahan nya, dengan mengundang seluruh kawan-kawan dan orang-orang kampung tempat dia dan Bram dulu tumbuh.
Dewo yang di titip kan di rumah Faash merasa senang ketika di beri kabar bahwa sang Kakak ternyata telah menikah dengan Tarjo, yang di ketahui Dewo sebagai lelaki yang sangat di cintai Kakak nya, butuh perjuangan panjang untuk membuat Tarjo menerima perasaan Dewi,sang Kakak.
__ADS_1
"Bersiaplah sayang....... sepertinya Dewo sudah membutuhkan seorang keponakan" kata Tarjo sambil membalikkan tubuh Dewi.
Dan dengan gerakan pelan namun pasti, Tarjo mulai meluuumat bibir ranum istri barunya itu, Dewi yang belum merasa siap,terlihat mengeluarkan keringat dingin, dia memang tak pernah sekalipun kenal seorang lelaki, cinta pandangan pertama nya tertuju pada Tarjo saat lelaki tersebut datang berlibur di kampung nya karena harus mengawal anak majikan nya.Tarjo menarik pinggang Dewi hingga mengikis jarak di antara mereka, dan ketika Tarjo melabuhkan bibir nya di leher sang istri.
Bruuuuuk......Dewi jatuh lepas di dekapan Tarjo.
"Yach..... pingsan??......" gumamnya tak percaya,bahwa sang istri merasa gugup bahkan sampai pingsan di hadapannya.
__ADS_1
"Belum juga di tusuk-tusuk!!" lanjut Tarjo ambigu sambil mengacak rambutnya, kemudian dia mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke ranjang.Malam pertama yang gagal,membuat Tarjo frustasi.
bersambung