Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 4


__ADS_3

"Pagi Thika" sapa Dewo dengan sejuta senyuman di wajahnya.


"Eh.....Pagi Dewo...." sapa balik Thika dengan ekspresi wajah yang malu-malu.


"Menjijikkan!!!minggir Thika!!" ucap Thisa sedikit mendorong Thika, Thika hanya bisa berdecak tak suka, dan seketika Thisa mendorong tubuh Dewo hingga membentur pilar besar rumah tersebut.


"Dengar Dewo Mahesa Putra!!! kau milikku!! jadi jangan mencoba menggoda gadis lain!! Aku tandai kamu!!" ucap Thisa dengan kesal sambil menunjuk ke dada Dewo, Dewo hanya diam saja saking terkejutnya.Belum sempat Dewo menjawab perkataan Thisa, Thisa sudah berlalu dengan muka kesalnya.


"Hihihihi...aku tandai kamu!!" ucap Thika menirukan ucapan Thisa.


"Selamat di kejar-kejar sama Tom....ya Jerry... hahahahahaha!" ejek Thika sambil berlalu mengejar saudarinya itu.


"Oh Tuhan mereka sungguh meresahkan!!" gumam Dewo tanpa menyadari bahwa Arvan sudah berada di dekatnya.


"Jangan coba-coba mempermainkan kedua adikku!!" ucap Arvan yang tiba-tiba ada di dekat Dewo.


"Oh astaga Arvan!!!" pekik Dewo, pagi ini Dewo benar-benar di uji kekuatan jantung nya, setelah kedua adiknya sekarang kakak nya datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Ayo pergi....banyak yang harus aku pelajari" kata Arvan sambil berlalu meninggalkan Dewo yang masih mengelus dadanya.


Di perusahaan Rendra, sudah berkumpul beberapa karyawan wanita buang mendengar kabar bahwa anak sulung sang pemilik perusahaan telah kembali ke tanah air dan bahkan ikut memimpin perusahaan yang di dirikan oleh sang Papi. Walaupun Arvan belum menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut, namun pesonanya begitu nyata, bahkan belum juga mereka bertemu secara langsung, mereka sudah histeria terlebih dahulu.


"Aku dengar dia akan bersanding dengan mas Dewo....aaaaaaaaa....." kata seorang karyawan wanita yang seketika menjerit membayangkan dua cowok ganteng akan selalu bersama.


"Iya...iya....duuhhh mas Dewo aja udah bikin meleleh, apalagi tuan Arvan....." saut satu temannya.


"Pokoknya gue mau nongkrong di lobby sampai Mereka dateng!"


"Hhhaiii ciin.... ngapain pada di sini?" tanya Chrisna.


"Eh mas Cris.." sapa salah satu karyawan wanita.


"Enak aja mas..mas......panggil aku ISNA...no Mas...!!!" kata si karyawan lelaki itu dengan gaya gemulainya.


"Iya....Isna....ini lagi nunggu anaknya Tuan Rendra datang, kan hari ini perdana dia datang"

__ADS_1


"Aaaaaaaaa...... beneran?" jerit si lelaki gemulai tersebut.


"Iih....biasa aja kali...."


Perdebatan kecil antara karyawan itu tiba-tiba terhenti ketika sosok yang mereka tunggu-tunggu tiba, bagaimana mereka tau bahwa itu adalah Arvan? wajah yang mirip dengan sang Papi,membuat Arvan mudah di kenali sebagai anak pemilik perusahaan, apalagi di samping nya ada Dewo yang juga berdiri gagah di samping Arvan.


Arvan dan Dewo berjalan seirama, dengan gagah dan berwibawa, Dewo sudah banyak memberikan informasi pada Arvan mengenai perusahaan dan karyawan-karyawannya yang menurut Dewo antik, dan yang ini julukan khusus pada karyawan wanita yang terang-terangan menunjukkan ketertarikan nya pada Dewo.


"Terlihat lah berwibawa bos, dan ingat! jangan memperlihatkan senyuman manis mu kalau kamu tak ingin di ganggu karyawan-karyawan antik!!" Dewo berbisik ke telinga Arvan,ketika melihat banyak karyawan di lobby tak seperti biasanya.


"Waaahh tampannya dewa Yunani!!....boleh tidak minta tanda tangan...." ucap Isna yang tiba-tiba menghadang Arvan di depan nya.


"Eh busyet!!" gumam Arvan lirih,dia sangat kaget melihat lelaki gemulai sedang berada tepat di depannya.


"Ini yang super antik bos!'' bisik Dewo pada Arvan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2