Birendra

Birendra
Eno - Kalis


__ADS_3

Kenalkan Om..saya Eno...pacar Kalis!" kata Eno memperkenalkan diri.


"Hah???" ucap Kalis kaget sampai menoleh ke arah Eno dengan gerakan cepat.


"Pacar Kalis? beneran mas bule?" kata ayah Kalis,Om Okan.


"Mas bule? ehh eemmm anu Om panggil Eno aja!" kata Eno.


"Udah lama pacaran sama Kalis? ayoo...ayoo...sambil duduk di dalam!" tanya om Okan sambil mengiring Eno masuk ke dalam ruang tamunya.


"Baru beberapa jam yang lalu Om! saya baru menerima cinta Kalis!" kata Eno dengan entengnya, Kalis sudah cemberut mendengar apa yang di katakan oleh Eno.


"Hah??? Kalis nembang kamu?"


kata Om Okan antusias, pasalnya, sejak putusnya pertunangan nya yang di lakukan sejak masih di pangku SMA awal, dan terputus satu tahun yang lalu, Kalis begitu dingin dengan lelaki, satu-satunya teman lelaki nya adalah Wahyu, yang juga tetangganya.


"Eno!! apa-apaan sih!!" sentak Kalis tak suka


"Kalis yang sopan sama pacarnya?" Om Okan malah membela Eno.

__ADS_1


"Gak papa Ayah, mungkin Kalis masih malu!"


kata Eno dan betapa dongkolnya Kalis dengan semua kata-kata Eno, Kalis bahkan memajukan bibirnya hingga beberapa senti.


"Ayah?" tanya om Okan sedikit heran.


"Iya yah! gak papa kan yah?......biar cepat dikabulkan Tuhan jadi menantu ayah'"


kata Eno dan di akhiri tawa mereka berdua, Kalis hanya bisa memutar bola matanya saja, dia berpikir kenapa hanya dalam hitungan detik saja, Ayah nya dan Eno bisa sedekat itu.


Kalis pergi begitu saja setelah sang ayah meminta Kalis membuat teh hangat untuk Eno, dan setelah nya Eno dilarang pulang sebelum makan malam.Seperti biasa, ayah Kalis akan masak makan malam, jadi tinggal lah Kalis dan Eno di ruang tamu, Eno bahkan sudah duduk santai seperti di rumah nya sendiri.


"Lho...camer aku nyuruh makan malam dulu!" saut Eno sambil memainkan ponselnya.


"Menyebalkan!!" gumam Kalis.


"Cowok menyebalkan ini pacar kamu sayang!" bisik Eno yang entah sejak kapan berada di samping Kalis, spontan Kalis berbalik dan naasnya, posisi Eno terlalu dekat dengan Kalis hingga...


cup....

__ADS_1


Kalis secara tak sengaja mencium pipi Eno, Kalis begitu kaget, Eno yang kaget juga reflek menoleh,dan keberuntungan benar-benar berpihak pada Eno, ketika menoleh bibirnya malah bersentuhan dengan bibir Kalis, Kalis yang belum sadar dari keterkejutan nya masih diam saja, Eno tak melewatkan kesempatan itu, dengan pelan dia malah melumaaat bibir Kalis yang hanya diam saja tanpa membalas nya ketika Eno terus memainkan bibir nya yang menempel pada bibir Kalis.


"Manis sayang!" bisik Eno setelah melepaskan ciumaaannya.


Sebelum Kalis protes, Eno lebih dulu berdiri,dan berjalan ke arah dapur.


"Ayah mertua...biar aku bantu!" kata Eno sedikit keras.


"Iihhhhh bule gila!!!!!" ucap Kalis sambil menghentakkan kakinya ke lantai, rupanya Eno mengintip dari dalam,dan dia cekikikan sendiri karena berhasil mencium Kalis.


"Sepertinya perjuangan kamu masih panjang Eno!!" gumam Eno di tujukan pada dirinya sendiri.


"Bapaknya sudah takluk!! giliran anaknya!!" lanjut Eno dengan senyuman penuh arti.


Entah mengapa Eno begitu tertarik pada Kalis, wajahnya tiba-tiba saja membuat Eno tak bisa berhenti menatapnya, apalagi wajah cemberutnya membuat Eno gemas ingin menciumnya setiap saat, wajah asli orang Indonesia dengan kulit tak begitu putih, namun tak tergolong hitam juga, menjadi daya tarik sendiri untuk seorang Eno.


"Ohh mami!!! sepertinya anakmu benar-benar sudah ngebet kawin!!" ucap Eno sambil cekikikan sendiri, membayangkan mami Kayla senang dengan kehadiran calon menantunya setelah Rio yang sudah punya tunangan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2