Di Ujung Peluru 2 & 3 (Hati Sang Prajurit)

Di Ujung Peluru 2 & 3 (Hati Sang Prajurit)
112. Semua beresiko.


__ADS_3

"Bintang???" sapa Anye saat Bintang menghubunginya.


"Aku sedih karena kamu benar-benar nggak ikut acara wisuda waktu itu"


Anye sedikit menghindari Bang Brian.


"Nggak apa-apa. Aku sengaja nggak ikut acara itu. Lagipula suami aku sudah nggak ada sedangkan Bang Rinto yang ingin aku terlihat cantik di acara wisuda itu" ucap Anye dengan sedih.


"Nyee.. Sungguhkah kamu sudah menikah lagi?? Apa suamimu yang sekarang jahat?" tanya Bintang.


"Iya benar.. aku sudah nikah dan suamiku sekarang baik. Sangat baik, Litting Bang Rinto.. Sahabat Bang Rinto" jawab Anye.


"Ya ampun Nye.. om-om lagi????" pekik Bintang.


"Sekarang aku lebih merasa nyaman hidup sama om-om. Rasanya om-om lebih mengerti aku" Anye tersenyum getir menanggapi pertanyaan Bintang.


Disana Bang Brian tersenyum, senang dengan ucapan Anye.. namun sedih karena ternyata Anye harus gagal dengan wisudanya.


***


"Nihil informasi Dan..!!" ucap seseorang di seberang sana sedang melapor pada Kapten Abrian.


"Mungkin bisa kamu cari kesekitar pesisir daerah B. Saat itu ombak dan arah angin mengarah kesana" perintah Bang Brian.


"Siap Danki..!!"


"Satu lagi.. tolong cari di beberapa pemukiman pulau kecil disana" Bang Brian menambahkan.


Brian menghempaskan punggungnya dengan kasar di sandaran kursi kerjanya. Pikirannya menerawang jauh mengingat kembali sesaat setelah Anye melahirkan Bima.


flashback on..


"Ini jelas hukum mafqud. Dengar Brian.. ini bukan hal yang mudah. Andai Rinto kembali. Posisimu salah besar. Karena hukumnya jika suami yang bersangkutan kembali.. dan ia meminta istrinya kembali. Maka pernikahanmu di anggap batal kecuali suaminya rela kamu bersama istrinya" kata Papa Rival.


"Itu benar Brian.. kamu juga sudah mengambil kesepakatan tugas untuk mengawasi pencarian Rinto" kata ayah Rama.


"Saya paham pa, yah.. Anye berada dalam tekanan yang berat pasca persalinan ini. Sekarang yang harus kita perbaiki adalah mentalnya sebab kalau tidak segera di tangani, Anye bisa gila" kata Bang Brian mengikuti ucapan dokter Wira.


"Tapi Brian.. kamu tidak boleh memupuk cintamu terlalu dalam. Kalau kamu main perasaan.. kamu akan hancur sendiri..!!" Papa Rival menasihati Brian.


"Tidak apa pa. Itu urusan saya. Saat saya sudah melangkah, pantang untuk mundur" jawab Bang Brian.


"Begini.. Kamu sudah memutuskan untuk mengambil semua tanggung jawab ini. Pertama yang harus di mulai adalah.. Mengganti seluruh identitasmu. Di kesatuan baru.. kamu tetap mencari keberadaan Rinto dengan status dan riwayat hidup yang baru. Sebab menelisik ke sarang pemberontak harus serba berhati-hati" kata Papa Rival.


"Siap..!!"


"Untuk saat ini.. fokus pada Anye dulu. Buat seolah tidak pernah ada kejadian besar yang terjadi" kata Papa Rival.


"Sebagai orang tua Anyelir. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas semua bantuannya Bang" kata Ayah Rama.


"Sama-sama.. Sudah jangan di pikirkan lagi. Kita harus atur langkah selanjutnya" kata Papa Rival.

__ADS_1


flashback off..


Tidak main perasaan tapi sebelum Abang menikahimu, Abang sudah jatuh hati padamu. Kini hati Abang bergulat perih, sungguh takut akan kehilanganmu jika Rinto kembali tapi andaikan Rinto kembali.. Apa Abang kuat hidup tanpamu??


tok..tok..tok..


"Masuk..!!"


Terlihat Mardian bersama istrinya masuk ke dalam ruang kerja Brian.


"Silakan duduk. Ada apa?" tanya Brian dingin.


"Kami mau meminta maaf soal kejadian kemarin" kata Mardian menemani istrinya meminta maaf sebab ia sudah tau sifat Brian.


Bang Brian menatap lekat mata istri Mardian penuh dengan ancaman.


"Saya mau meminta maaf, karena ucapan saya tempo hari sudah menggiring opini publik" kata istri Mardian.


"Lalu apa usahamu untuk memperbaiki semua ini??" tanya Bang Brian.


"Sebaiknya kita tidak perlu membesar-besarkan hal ini. Kalau memang Anye tidak seperti yang saya bilang untuk apa di pusingkan" kata istri Mardian.


"Waahh.. begitukah?? Setelah membuat ulah lalu kamu bilang itu tidak penting???" ucap Bang Brian.


"Istri saya adalah wanita terhormat dan baik-baik.. tidak seperti anda yang memaksa menggantikan posisi istri pertama Mardian. Jangan jadi orang yang tidak bertanggung jawab karena jabatanmu sebagai istri Kapten Mardian akan luntur bersama keangkuhanmu nyonya besar" seringai Bang Brian memperjelas ketidak sukaan Bang Brian pada istri Mardian itu.


"Saya sudah beri waktu kamu sampai pagi ini untuk membersihkan nama naik istri saya tapi ternyata kamu tidak mengindahkan semuanya." ucap Bang Brian tidak main-main.


"Sebentar Bri.. Biar saya yang meralat semua di hadapan para anggota..!!" kata Mardian mencoba menyelematkan istrinya dari amukan Bang Brian.


"Saya salah. Saya janji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi Bri..!!" bujuk Mardian.


"Dan kamu ma, mulai sekarang jaga sikapmu..!! Hargai aku dan nama baikku..!!" ucap Mardian mengarah pada istrinya.


Terdengar suara getar ponsel Bang Brian. Ada nama Istrinya Brian disana.


"Papa pulang.." suara khas anak kecil di seberang sana dan itu berhasil mengembangkan senyum dan meluluhkan hati Bang Brian seketika. Bang Brian melihat jam tangannya, belum jam makan siang tapi ia sudah rindu dengan putranya Seno.


"Terserah lah bagaimana cara kau selesaikan. Aku mau pulang bertemu anak dan istriku" ucap Bang Brian tak mau tau.


...


"Abang..!! Pulang bawa mainan lagi. Lama-lama rumah ini penuh sesak dengan mainan anak-anak Bang..!!" protes Anye pada Bang Brian karena bingung bagaimana lagi harus menata mainan Seno.


"Kamu ini berlebihan sekali sih dek. Besok Abang panggilkan tukang kayu biar bisa buatkan rak mainan di dinding biar kamu juga nggak bingung natanya" kata Bang Brian.


"Oiyaa.. Abang dapat bonus dari kerjaan. Ini rejekimu sama anak-anak" Bang Brian menyerahkan bonus dari kantor untuk Anye.


"Banyak sekali Bang. Ini buat Anye????" tanya Anye lagi.


"Iyalah, istri Abang khan cuma kamu. Memangnya boleh Abang nambah lagi??" ucap Bang Brian memasang wajah tanpa dosa.

__ADS_1


"Iihh Abang.." Anye melotot kesal mendengar ucapan Bang Brian.


"Cieee.. istri Abang mulai cemburu nih yeee..!!" ledek Bang Brian.


"Abaaaang..!!!" Anye mulai kesal dengan ledekan Bang Brian tapi jujur hatinya kini terasa lebih hidup.


"Cantik banget kamu dek kalau lagi ngamuk" kata Bang Brian lagi.


"Bohong..!! Gombal aja terus..!!"


"Abang jujur lho dek, tambah gemes aja Abang lihat kamu" Bang Brian mencubit gemas pipi Anye.


***


"Saya meminta maaf karena telah membuat statement yang tidak pantas di antara kita semua. Dalam ketidak tahuan saya. Saya kurang kontrol dalam berbicara sehingga membuat ketidak nyamanan dalam keluarga Kapten Abrian. Sekali lagi saya mohon maaf" ucap istri Mardian di hadapan semua orang.


"Waahh.. parah Bu Mardian. Kita mana tau ada tragedi semacam itu. Kasihan sekali Bu Abrian" kata seorang istri anggota.


"Sudah jangan bahas rumah tangga orang lagi. Yang penting kita sudah tau kalau itu tidak benar"


...


"Kenapa harus sampai begitu Bang?" tanya Anye.


"Ini pelajaran berharga agar setiap manusia menggunakan lisannya dengan cara yang patut. Lebih baik berdzikir daripada menggunjing." jawab Bang Brian.


***


Tiga bulan telah berlalu.


Brian mendengar ada kabar tentang datangnya orang asing ke sebuah pulau kecil di belahan negara lain. Ia pun mencari informasi tentang berita terkait.


Apa itu kamu Rinto??? Kalau memang itu kamu.. aku akan menolongmu apapun resikonya.


...


"Kirim saya satgas Bang..!!" pinta Gathan untuk bisa bergabung dengan satgas pengaman perbatasan di lokasi sekitar hilangnya Bang Rinto beberapa bulan yang lalu.


"Sebelum berita ini turun ke Batalyon, pihak Markas besar sudah menyelidiki lebih dulu. Itu bukan sosok Rinto" kata ayah Rama.


"Tapi kita tidak bisa diam hanya dengan mendengar berita simpang siur saja yah" kata Gathan.


Ada pesan notifikasi masuk di ponsel Gathan.


Ayo sama-sama cari Rinto. Waktu kita hanya satu minggu


Pesan dari Bang Brian.


"Kau sungguh gila Bang Brian. Kalau Bang Rinto kembali.. kau bisa apa???" gumam Gathan. Kepalanya rasanya mau pecah memikirkan semua kerumitan ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2