
"Itu hanya masa lalu Dan..!!" jawab Rinto dengan formal.
"Masa lalu atau berselingkuh???????" tanya Rama dengan tegas.
"Semua bukti sudah saya berikan pada istri saya di nomer lama saya. Anye yang sudah menyimpan semua masa lalu saya" kata Bang Rinto.
Anye mengingat dulu Bang Rinto memang pernah memberinya simcard lamanya tapi ia belum sempat membukanya.
"Iya yah, Abang memang pernah kasih ke Anye. Anye yang belum sempat membukanya"
"Kalian ini benar-benar membuka masalah dalam rumah tangga kalian sendiri. Sama-sama ceroboh" tegur ayah Rama.
"Kamu sudah buat masalah serunyam ini. Karena ini sudah naik ke meja kantor. Kamu harus tetap menerima hukuman"
"Siap laksanakan Komandan...!!" jawab Bang Rinto tegar dan lapang dada.
"Yah... " Anye nampak sedih sekali saat Bang Rinto akan menerima hukuman.
Bang Ezhar menerobos masuk ke dalam ruangan lagi. Agaknya sebagai seorang kakak, hatinya terasa sangat sakit.
"Kamu nggak usah ikut campur urusan dinas. Kalau kamu nggak tahan cepat pulang..!! Lagi pula ayah tau tentang masalah rumah tanggamu semalam." ayah Rama meminta Anye pulang saja.
Belum saja bibir ayah Rama tertutup sempurna, Bang Ezhar melepas ikat pinggangnya dan menghajar seniornya itu.
"Abang sungguh tidak memikirkan anak dalam kandungan Anye. Dia anakmu bang. Apa yang Abang lakukan semalam saya pun tau. Saya mencambuk Abang sebagai kakaknya Anye, bukan sebagai junior Abang"
Banyaknya cambukan tetap Bang Rinto terima dari kakak iparnya tanpa perlawanan. Bang Rinto memang sudah sangat salah.
"Abang.. jangan pukul suami Anye" Anye berteriak meminta pada Bang Ezhar agar berhenti menghajar suaminya.
"Anye.. jangan mendekat..!! Meraka sedang menyelesaikan masalahnya sebagai seorang pria" Ayah Rama menarik tangan Anye yang hendak berdiri mendekati Bang Ezhar dan Bang Rinto.
"Jangan sakiti ayah dari anak Anye.. Abaaang..!!!!" teriak Anye lagi.
"Kamu diam disana dek.. Abang nggak apa-apa" kata Bang Rinto.
"Kurangi emosimu Ezhar..!!" tegur ayah Rama karena tau Rinto belum sepenuhnya pulih.
Ezhar tidak peduli dengan ucapan ayahnya, ia menendang Bang Rinto hingga seniornya itu terpelanting dengan keras menabrak sisi sofa.
"Abaaang...." Anye berlari menghambur memeluk suaminya. Ia menangis disana.
"Anye bilang jangan sakiti suami Anye. Anye juga salah. Anye tidak sabar untuk mengerti Bang Rinto"
"Abang sama kakakmu hanya bermain-main saja. Olahraga pagi. Kamu pulang ya..!!" bujuk Bang Rinto. Sisi bibirnya sudah berdarah.
"Aahh.. persetan.. pulang kamu Anye..!!!!!" bentak Bang Ezhar sambil menarik paksa tangan Anye.
"Aarrgghh.. Abang.. perut Anye sakit sekali..!!"
__ADS_1
Mata Bang Rinto melotot melihat ada darah meluncur dari sela paha Anye.
"Astagfirullah.. Dek..!!!
-_-_-_-
Buugghhhh....
Kini Bang Gathan yang tidak bisa menahan amarahnya pada Bang Rinto dan menghajar seniornya.
"Apa Abang sudah tidak waras melakukan sekasar itu sama Anye???? Dia istrimu Bang..!! Kalau sampai ada apa-apa dengan darah Satria.. Abang pasti mati di tanganku" ancam Bang Gathan.
"Bisakah kalian tidak ribut di rumah sakit????????" tegur keras ayah Rama.
Kedua Abang Anye itu diam tanpa bantahan.
"Selesaikan dengan kepala dingin. Ayah juga emosi, tapi pertengkaran kalian semakin memperburuk keadaan Anye" kata ayah Rama.
Tak lama ada pesan singkat dari Sekar untuk Gathan. Ia menelpon balik kekasihnya itu.
"Abang kesana sekarang. Kamu jangan banyak pikiran. Abang akan tanggung jawab"
Bang Ezhar, Bang Rinto dan Ayah Rama menoleh ke arah Bang Gathan.
"Buat ulah apa kamu??" tanya Ayah Rama.
"Nanti aku jelaskan yah..!!"
"Bagaimana istri saya dok..?????" Bang Rinto sungguh cemas dengan keadaan Anye.
"Anyeee............!!"
-_-_-_-
Anye belum sadar, wajahnya seakan pias. Bang Rinto tau sebenarnya hati Anye sangat terluka tapi istrinya itu selalu menahannya. Tanpa hadirnya semua orang, Bang Rinto baru bisa menumpahkan tangisnya. Di ruangan itu hanya ada Anye dan Bang Rinto.
"Abang tau kamu marah. Apa sesal maaf Abang masih bisa kamu terima?" gumamnya saat mengusap jemari Anye.
Bang Rinto benar-benar lemas, Raganya seakan lunglai tak bertulang mendengar penjelasan dokter. Batinnya hancur berkeping.
"Abang pantas mati dek..!!" Rasa sesal, kacau, sakit hati, sedih.. bercampur menjadi satu. Sifat temperamen nya sudah mengacaukan semuanya.
Rinto ambruk meringkuk dan menangis, sungguh saat ini ia sangat kacau sekacaunya manusia. Ia meratapi nasib anaknya yang kini berada di antara hidup dan mati.
"Uhhkk.." Bang Rinto memegang dadanya yang terasa sakit, ada darah segar di telapak tangannya. Sejak kejadian itu lukanya belum pernah mengering sempurna. Apalagi kedua kakak iparnya menghajarnya habis-habisan tanpa perlawanan darinya.
"Hukumlah Abang sepuas hatimu sayang.. Kalau saja waktu bisa Abang putar kembali.. Kalau sajaaa..........."
Gathan melewati ruangan Anye karena ingin melihat keadaan Anye, tak disangka ia melihat Bang Rinto terkapar di lantai dengan tangan penuh noda darah.
__ADS_1
"Loh Bang.. Masya Allah..!!!!"
...
Ayah Rama menyandarkan kepalanya di lorong ruang tunggu. Ia sungguh syok, rasanya ia sangat lelah memikirkan urusan anak muda. Ingin marah besar tapi ia pun pernah melakukan kecerobohan yang sama seperti yang dilakukan Rinto saat ini.
Aku tidak pernah menodai wanita lain, jadi aku harap putriku tidak akan pernah disakiti Rinto lagi. Aku tau bagaimana perasaan Rinto.. cukup ini saja hal yang paling menyakitkan.
"Ayah pulang saja. Kasihan mama sama adik di rumah. Biar aku tangani Bang Rinto sama dan q Anye" kata Ezhar.
"Bagaimana Abangmu??" tanya ayah Rama.
"Kita kecolongan yah, Bang Rinto yang memberi darah untuk Anye. Sekarang kondisi Bang Rinto drop total. Lukanya terbuka, mungkin dari tadi malam" jawab Ezhar.
"Luar biasa brutal.." ayah Rama menggeleng heran dengan kelakuan menantunya.
-_-_-_-
Bang Rinto mengalami mual hebat, Gathan sampai bingung bagaimana harus menangani Bang Rinto. Nyawanya seperti nyaris melayang karena sudah tidak kuat lagi.
"Banyak dosa kamu Rin. Anakmu nggak terima kamu sakiti mamanya" tegur Brian yang akhirnya ikut menjenguk Rinto. Ia tidak tega juga melihat Rinto kesakitan seperti itu.
"Sudaahh..aku nggak kuat lagi..!! tolong panggilkan dokter Bri..!!!!!" pinta Rinto antara sadar dan tidak.
"Ampuunn adek.. Papa nggak kuat..!! Cukup main-mainnya. Papa minta maaf" celetuk Bang Rinto terdengar menggelikan tapi tak mengurangi rasa iba yang mendengarnya.
...
"Tidak ada obatnya karena Pak Rinto tidak sakit" kata seorang dokter. Keadaan Rinto semakin memburuk karena Rinto tidak bisa makan apapun karena apapun yang di makan selalu keluar lagi.
"Mau keladi??" tanya ayah Rama menawari menantunya itu.
"Iya yah" jawabnya pasrah.
"Cepat kalian carikan..!!" perintah ayah Rama pada anggota di seisi ruangan.
"Siap komandan..!!"
"Dimana kejantananmu Bang??" ledek Gathan pada Abangnya.
Setelah menunggu kurang lebih dua jam. Sudah ada keladi rebus yang di bawakan anggotanya. Dengan ragu Rinto memakannya. Hanya beberapa gigit saja tapi Bang Rinto mampu memakannya dan tidak merasa mual lagi.
"Alhamdulillah.. akhirnya ada juga yang masuk" kata Ezhar mengusap wajahnya merasa sedikit lega.
"Anye baru sadar Bang" kata Gathan yang baru saja kembali dari tuang rawat Anye, ia mengabari kalau istri Abangnya itu sudah sadar.
Perasaan Rinto begitu ngilu. Ia ragu bagaimana harus mengatakan pada istrinya tentang keadaan Anye saat ini.
.
__ADS_1
.
.