
Selamat pagi readers. Bagi kalian yang suka bilang Nara tidak bisa terima kritikan. Kalian jelas tidak kenal siapa Nara.
Sedikit cerita. Jika di antara kakak seorang istri abdi negara. Rata-rata pasti paham dengan situasi ini ( meskipun tidak semua ). Kalau kalian bahas TNI kita.. mereka setia, teruji Allah di atas segalanya. Tapi ini prajurit yang Nara buat. Readers tau tidak hasil dari dari ketikan jari bisa menjatuhkan yang sudah di atas, langsung terjun ke bawah tanpa hasil.
Nara coba sentil konflik yang Nara tulis. Pelakor tidak mau, pebinor tidak mau, tokoh meninggal pun tidak mau. Ini bukan ciri khas Nara yang hanya nulis pagi bangun tidur, masak, kerja, pulang tertawa bersama anak. Kalau readers inginkan itu, bukan disini. Nara konflik keras.
Nara mengambil cerita dari satu garis keturunan. Dan itu memang di sengaja. Agar bisa di pahami
__ADS_1
Orang ketiga pasti ada.
Semua tergantung iman.
Sifat manusia tidak ada hubungannya dengan profesi.
Ingat, manusia tidak ada yang sempurna. Dan di situlah mungkin Nara tidak menggunakan otak Nara dengan tidak sempurna. Nara yang salah.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan, masukan dan semangatnya dari Nara lovers hingga Nara bisa di titik ini. Semoga yang tidak berkenan bisa lebih bijak di novel lainnya. Karena jika penulis tidak berkenan. Akan hengkang tanpa pamit.
...Salam sayang...
...😘...
...NaraY...
Nb. Jangan sebut kata TNI beserta pendampingnya. Larangan keras.
__ADS_1