
Sean terus mengusap rambut halus istrinya yang sudah tertidur sejak pesawat lepas landas. Sepertinya Queen masih kelelahan karena percintaan panas itu.
Queen mulai bergerak dan melingkarkan kedua tangannya di pinggan Sean, kemudian terlihat mencari posisi nyaman. "Kamu gak tidur?" Tanyanya dengan suara serak.
"Aku gak bisa tidur di pesawat. Apa lagi ramai seperti ini."
Queen membuka matanya, kemudian mendongak. "Tidak nyaman huh?"
Sean sedikit menunduk untuk melihat wajah istrinya. "Aku cuma tidak terbiasa aja."
Queen tersenyum. "Dasar introvert." Ia pun kembali membenamkan wajahnya di dada sang suami. Sedangkan Sean memilih diam. Ia sedikit jengah karena beberapa pramugari yang lewat dengan sengaja mengedipkan mata padanya. Bahkan ada yang berani menyentuhnya. Itulah alasannya kenapa tidak suka naik pesawat biasa. Membuatnya tidak nyaman, apalagi posisinya di pinggir. Bahkan mereka tidak terpengaruh meski saat ini disebelah Sean ada Queen yang memeluknya mesra.
Tidak lama seorang pramugari menghampiri bangku mereka untuk mengantar makanan. Pramugari itu terlihat centil dan sengaja memperlihatkan belahan dadanya. Tentu saja Sean tidak tertarik, milik istrinya jauh lebih indah. "Waktu masih panjang, Tuan. Selamat menikmati. Jika ingin menu yang lain, kami siap melayani."
"Tidak, terima kasih." Sahut Sean terlihat enggan hanya untuk memandang wanita itu. Dan tentu saja sang pramugari kecewa, karena biasanya para lelaki tampan seperti Sean pasti akan tertarik padanya dan akan menyusulnya ke belakang.
"Anda tidak ingin servis yang lain, Tuan?"
Sean tidak menjawab. Membuat wanita itu malu sendiri. "Baiklah, terima kasih. Semoga Anda menikmati perjalanan panjang ini."
"Hm."
Wanita itu menggigit ujung bibirnya dan langsung berlalu pergi. Sepertinya ia harus menelan angan-angan itu karena tidak dapat membawa target ke atas ranjangnya.
Beberapa jam kemudian pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat dengan sempurna di kota Paris.
"Nghhh... apa kita sudah sampai, Sean?" Perlahan Queen membuka matanya.
"Ya, sayang."
"Jadi kita sudah sampai di Paris?" Tanya Queen begitu antusias.
"Ya, sayang. Kita akan menghabiskan waktu di sini selama tiga hari, selanjutnya kita akan melanjutkan perjalanan."
"Sean, bagaimana jika setelah ini kita melakukan perjalanan dengan kapal pesiar? Aku ingin merasakkan bulan madu di atas air. Pasti sangat menyenangkan bukan?"
Sean tersenyum. "Dengan senang hati, ratuku. Asal kau bahagai, aku akan mengabulkannya."
"Ck, aku jadi terharu."
Sean mengecup bibir istrinya gemas. Dan tanpa di sadari pramugari yang tadi sempat menggodanya itu melihat keromantisan mereka.
Cih, aku tidak percaya di zaman modern seperti ini masih ada lelaki setia.
Queen memandang pramugari itu heran. "Sean, kenapa dia terus menatapmu. Apa dia tidak ada kerjaan lain?"
Sean pun menoleh. Sontak pramugari itu pergi.
"Ck, aku rasa besok-besok kau harus pakai topeng." Ketus Queen yang kembali mencuri perhatian suaminya. Sean tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kau cemburu huh? Tidak perlu cemburu, aku tidak tertarik dengan yang lain."
Queen menyebikkan bibirnya. Dan tidak lama dari itu pesawat yang mereka tumpangi sudah terparkir dengan sempurna. Para penumpang yang lain mulai turun satu per satu.
"Kita turun terakhir saja." Sean terus memandangi wajah cantik istrinya. "Kenapa kau cantik sekali, Queen? Bahkan sangat sulit berpaling darimu."
Queen tertawa renyah. "Apa aku secantik itu?"
"Ya, kau wanita paling cantik di dunia."
"Jangan gombal."
"Aku tidak bohong, kau memang sangat cantik." Jujur Sean.
Queen tertawa lagi dan mulai mengalungkan kedua tangannya di leher Sean. Kemudian menyatukan keningnya dengan kening sang suami. "Kau juga sangat tampan, Sean."
"Benarkah?" Sean mengecup bibir istrinya karena gemas.
Queen membalas kecupan itu, tetapi tidak berlangsung lama. "Sayang, aku lapar." Bisiknya.
"Kita akan cari restoran setelah ini."
Queen mengangguk. Dan kembali meraih bibir suaminya. Mereka pun akhirnya terlibat ciuman panas. Seolah tidak peduli jika banyak mata yang menyaksikan mereka. Bahkan ada yang tersenyum geli dan berdecak kagum melihat kemesraan mereka.
"Hentikan, semua orang sudah turun. Giliran kita." Sean mengusap pipi istrinya dan bergegas bangun, kemudian membantu sang istri keluar.
Queen sempat tertegun karena sebuah mobil mewah sudah menunggu mereka di depan.
"Aku rasa makan di hotel saja supaya kau bisa langsung istirahat. Aku sudah meminta mereka untuk menyiapkan makanan untukmu."
Queen menoleh. "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak lapar?"
"Aku sudah makan di pesawat tadi."
"Hm."
Hanya butuh lima belas menit mereka tiba di hotel berbintang. Tanpa banyak basa-basi, Sean langsung memboyong sang istri ke kamar suit yang sudah ia pesan.
"Wow...." pekik Queen saat melihat kamar pengantin yang sangat indah. Taburan kelopak mawar mewah membuat suasana semakin romantis. Aroma terapi dari lilin-lilin yang tersusun rapi pun cukup membuat siapa pun merasa nyaman.
"Senang?" Tanya Sean.
Queen mengangguk antusias. "Thank you."
Sean tersenyum. "Duduk dan segera makan. Sejak tadi perutmu terus menjerit."
Wajah Queen merona sangking malunya. Namun detik selanjutnya ia sudah duduk di kursi yang dilengkapi meja kecil. Di atas meja itu sudah ada hidangan yang kelihatan sangat lezat.
"Aku pikir kau tidak mendengarnya tadi." Gumam Queen yang masih dapat di dengar oleh Sean.
__ADS_1
"Hm, cepat makan dan setelah itu istirahat lagi. Aku juga sangat lelah karena tidak bisa tidur."
Queen tertawa renyah. "Ada apa? Apa banyak yang menggodamu saat aku tidur tadi."
"Hm." Jawab Sean sangking kesalnya. Namun, lagi-lagi Queen malah tertawa.
"Wajar saja sih, kau itu kan tampan dan cukup terkenal. Siapa sih wanita yang tidak mau padamu huh?" Queen tersenyum dan memasukkan sepotong daging ke mulutnya.
"Ada."
"Hah? Siapa?" Tanya Queen penasaran.
"Dirimu."
"Aku?" Kaget Queen.
"Hm... hanya kau satu-satunya wanita yang menolak pesonaku. Apa kau ingat betapa ketusnya dirimu saat kita pertama kali bertemu?"
Queen tertawa renyah sambil memotong steak. "Saat itu aku belum tahu kau siapa, Sean. Aku pikir kau itu penipu berkedok malaikat."
"Cih, setelah tahu pun kau masih tidak tertarik padaku. Dan aku harus berjuang ekstrak untuk mendapatkanmu. Tapi aku tidak menyesal, karena sekarang kau sudah menjadi milikku." Sean menyesap minuman milik istrinya. Queen sama sekali tidak protes, bahkan berinisiatif menyuapi suaminya. Dan dengan senang hati Sean menerima suapan itu meski tidak lapar.
"Apa menurutmu aku terlalu murahan? Dengan sangat mudah kau mendapatkan aku saat itu. Padahal kau tahu aku masih mencintai orang lain."
"Tidak sama sekali, kau itu tipe wanita terbuka. Aku suka itu. Kau bicar sesuai isi hatimu, aku juga suka itu. Aku suka semua yang ada dalam dirimu."
Queen berhenti mengunyah, ditatapnya sang suami begitu dalam. Dan detik berikutnya ia tersenyum lebar. "Aku juga suka dengan sikap manismu. Bahkan dalam waktu singkat kau berhasil mencuri hatiku."
Sean mengangkat alis sebelahnya. "Jadi sekarang kau sudah mencintaiku?"
Queen terkejut sendiri. "Eh? Siapa bilang? A__aku belum mencintaimu kok, jangan terlalu geer. Kau memang berhasil merebut hatiku, tapi belum berarti aku mencintaimu." Mendadak ia jadi gugup. Ia masih gengsi untuk bicara jujur.
Sean tersenyum penuh kemenangan dan mendekatkan wajahnya pada sang istri. "Apa pun itu, aku senang karena kau menerimaku. Aku mencintaimu." Sebuah kecupan ia hadiahi untuk sang istri. "Aku akan selalu mencintaimu."
Queen tersenyum dan kembali menyuapi suaminya. "Berhenti menciumku, aku sedang makan."
"Siapa yang menciummu, tadi ada sisa saus di bibirmu." Canda Sean.
"Eh? Benarkah?" Queen yang menganggap ucapan Sean itu serius pun langsung mengambil tisu dan menyapu bibirnya. Sontak Sean pun tertawa kencang.
"Aku hanya bercanda, sayang. Tadi aku memang sengaja menciummu."
"Sean! Kau menyebalkan." Queen menyebikkan bibirnya. Sedangkan Sean semakin tergelak karena berhasil menjahili istrinya.
Tbc....
****
Gimana-gimana? Ngebosanin gak sih ceritanya? Semoga enggak lah ya dan kalian suka sama ceritanya hehe... jangan lupa mampir ke karya baru aku yang judulnya Sianida. Bantu like and komen karena aku ikut sertain dalam lomba terbesar di nt. Bantu doa juga supaya kali ini aku masuk juara ya... aku sayang kalian semua muaaacchhh...
__ADS_1
Cium jauh dari othor kecehhh... 😘😘😘