Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama

Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama
Sean Selingkuh?


__ADS_3

Besoknya Queen kembali berangkat ke kampus. Hanya saja ia terlihat tak semangat karena pagi tadi tidak mendapat kecupan sayang dari sang suami. Sean pergi begitu saja dan melupakan rutinitas paginya itu. Dan Queen sangat kecewa tentunya.


"Hey, kenapa wajahmu kusut seperti itu? Ini masih pagi tahu. Tidak dapat jatah malam tadi huh?" Tanya Ella menyenggol lengan Queen.


Queen menoleh. "Kepo." Dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Ella yang melihat itu cuma bisa menggeleng dan mengekori Queen.


"Queen, siang ini kau mau kemana?" Tanya Ella ikut duduk di sebelah Queen.


"Tidak ada, kenapa?"


"Makan siang bareng yuk," ajak Ella.


"Makan siang gratis?" Tanya Queen antusias.


"Cih, suamimu itu kaya raya tapi kau masih tergiur dengan sesuatu yang gratis? Ayolah, kau tidak mencerminkan seorang istri dari Sean Cameron." Cibir Ella.


"Apa peduliku, karena yang gratis itu enak." Sahut Queen tanpa beban.


Ella pun menghela napas gusar. "Baiklah, berhubung Bara baru mengirim uang. Aku akan meneraktirmu. Kau senang?"


"Senang pake banget," jawab Queen memeluk Ella mesra.


"Hah, aku rasa Sean akan semakin kaya raya karena istrinya seperti dirimu. Aku tanya padamu, berapa banyak uang suamimu yang sudah kau habiskan?"


Queen tampak berpikir. "Sepertinya aku belum pernah menggunakan atmnya. Aku belum sempat belanja soalnya."


Mulut Ella terbuka lebar. "Kau sinting?"


"Ish... aku hanya belum sempat belanja, Ell."


"Bagaimana jika nanti kita ke mall?"


"Boleh juga, lagian aku bosan di rumah terus. Oh iya, Bara belum kembali?"


"Belum, tapi dia sudah menghubungiku tadi malam. Dia meminta maaf karena sibuk bekerja, dan tadi malam kami mengobati rasa rindu dengan melakukan panggilan video. Ah... rasa rinduku terobati sudah."


"Senang huh?"


"Tentu saja, melihat wajahnya saja hatiku berbunga-bunga."


"Kau ini."


Pelajaran pun di mulai. Keduanya terlihat fokus mendengarkan sang dosen bicara di depan.


Siangnya, Queen dan Ella pun beranjak menuju restoran tempat biasa mereka nongkrong.

__ADS_1


"Kau tahu, rasanya pelajaran tadi itu sangat membosankan. Apa lagi melihat wajah dosen tua itu. Huh, dia sudah bisa pensiun. Bahkan dia berani korupsi waktu." Ella terus mengomel karena kesal soal dosen yang sedikit menyita waktu istirahat mereka.


"Hey, jangan seperti itu. Bagaimana pun beliau itu guru besar kita. Tidak baik membicarakannya." Sanggah Queen sambil membalik buku menu.


"Tetap saja itu menyebalkan, aku rasa bukan cuma diriku yang kesal. Tapi yang lain juga."


Queen tertawa renyah. "Kau mirip sekali dengan Ibu-ibu komplek. Mulutmu tidak berhenti mengoceh."


"Ish... kau ini. Jangan membuatku semakin kesal. Cepat pesan makanannya. Tapi jangan mahal-mahal, aku harus menghemat dan mulai menabung mulai saat ini. Untuk masa depan anakku."


"Jangan khawatir, aku yang akan bayar. Kau benar, suamiku sangat kaya. Jadi buat apa aku menyimpan uangnya. Setelah ini kita shopping." Ujar Queen yang berhasil membuat Ella berseri.


"Kau serius?"


Queen mengangguk. "Kapan lagi aku bisa mentraktirmu? Jadi nikmatilah."


"Wow, ini baru Nyonya Cameron. Kalau begitu biarkan aku memilih beberapa makanan lezat. Harus kau tahu, sejak hamil porsi makanku bertambah dua kali." Ella langsung menyambar buku menu dari tangan Queen.


"Cih, dasar tidak tahu malu. Untung kau itu sepupuku."


Ella cuma tersenyum menanggapinya. Lalu kembali fokus pada buku menu dan memilih beberapa makanan mahal. Tentu saja Queen tidak protes karena dirinya pun memesan makanan serupa. Toh, uang Sean tidak mungkin habis hanya untuk makanan sebanyak itu.


"Beib, aku ke toilet sebentar. Kebelet." Ella pun bangkit dari duduknya dan sedikit berlari ke toilet.


Queen menggeleng pelan. "Dasar bumil." Sambil menunggu makanan dan Ella, Queen pun mengeluarkan ponselnya dan iseng berfoto. Satu jepretan pun berhasil ia dapat.


"Sean?" Queen pun langsung menoleh ke belakang. Benar saja, Sean ada di sana sedang menikmati makan siangnya bersama seorang wanita. Dan apa itu, Sean tertawa lepas?


Siapa wanita itu? Apa rekan kerjanya? Ah... mungkin memang rekan kerjanya. Biar aku tanyakan padanya.


Queen kembali fokus pada ponselnya. Ia mengetik pesan untuk Sean dan langsung mengirimnya.


Sayang, kau di mana? Apa sudah makan?


Queen menoleh ke belakang. Dan Sean terlihat mengambil ponselnya dari saku jas. Lelaki itu tersenyum lebar dan terlihat mengetik sesuatu. Tidak laman ponsel Queen pun bunyi. Dan itu balasan dari Sean.


Aku sedang meeting, sayang.


Mulut Queen sedikit terbuka. Meeting katanya? Dengan kesal Queen membalas pesan itu.


^^^Meeting di mana? Kantor?^^^


Tidak, aku sedang di luar bersama beberapa klienku. Sekalian makan siang. Kau di mana? Sudah makan?"


Queen bernapas lega. Ternyata Sean tidak berbohong. Tapi kenapa Sean mengatakan dengan beberapa klien? Dan di sana hanya ada wanita itu.

__ADS_1


^^^Oh. Aku sedang makan dengan Ella. Jangan lupa janjimu, Sean.^^^


Iya, aku tidak akan lupa. Sudah dulu ya, aku sedang makan. Nanti aku hubungi lagi. Love you, honey. 😘❤️


^^^Love you too 😘^^^


"Hey!" Tegur Ella yang entah sejak kapan sudah duduk di tempatnya lagi. "Sedang apa sih asik banget? Pasti Sean kan?"


Queen mengangguk. "Cepat sekali?"


"Kebetulan toiletnya kosong. Makanannya belum datang? Padahal aku sudah lapar sekali." Keluh Ella.


"Sabarlah." Queen menoleh ke belakang sekilas. Dan di sana Sean masih berduaan dengan wanita itu. Namun, Queen tidak ingin berpikir negatif tentang suaminya. Bahkan Sean sudah jujur tadi.


"Hey, kau ini kenapa sih? Kau terlihat gelisah."


Queen menggeleng kuat. "Tidak apa-apa, aku juga sangat lapar." Alibinya.


Tidak berapa lama makanan pun datang. Dan keduanya pun langsung makan dengan lahap.


Setelah makan siang, keduanya pun bergegas menuju mall seperti perjanjian sebelumnya. Dua wanita cantik itu sesekali bercanda sambil menyusuri mall besar itu.


"Ell, temani aku membeli sepatu ya?"


"Dengan senang hati, ratuku."


Queen tertawa renyah, lalu mereka pun masuk ke toko sepatu dan mulai memilih-milih. Setelah mendapat apa yang diinginkan Queen dan Ella pun kembali berjalan-jalan dan masuk ke beberapa toko pakaian. Dan sekarang di tangan mereka sudah banyak barang belanjaan.


"Huh, lelah juga, tapi seru." Kata Ella sambil melihat begitu banyak barang belanjaan di tangannya.


"Cih, katakan saja kau memang senang shopping." Cibir Queen.


"Kau juga senang kan? Lihat, bahkan belanjaanmu lebih banyak."


Queen tertawa renyah. "Aku lupa diri kalau sudah belanja. Tidak jadi masalah, uangku masih banyak."


"Uangmu atau Sean huh?"


"Uang Sean yang uangku, Ell."


"Benar juga sih. Enak banget jadi Nyonya Cameron."


"Kalau begitu cepatlah jadi Nyonya Xavier."


"Ya, secepatnya."

__ADS_1


Keduanya pun tertawa bersama. Sampai tawa mereka pun terhenti saat melihat sepasang manusia melintas di depan mereka. Ya, itu Sean dengan wanita di restoran tadi. Dan yang membuat keduanya bungkam itu Sean terlihat mengusap perut si wanita sambil tersenyum lebar.


"Omg! Apa aku tidak salah lihat? Sean selingkuh?"


__ADS_2