
Kini rumah Zain dan Rea pun mendadak ramai karena acara resepsi pernikahan Aletta dan Cristian digelar di halaman belakang rumah mereka. Acaranya memang dadakan, juga terbilang sederhana karena hanya keluarga besar yang menyaksikan.
"Tersenyumlah." Bisik Jannie pada suaminya yang sejak tadi memasang wajah datar. Berbeda dengan Aletta dan Cristian yang terlihat bahagia di atas pelaminan, meski wajah Cristian masih dihiasi lembam. Namun hal itu sama sekali tak menghalangi kebahagian mereka.
"Jangan sungkan untuk menunjukkan kebahagianmu, Dad. Aku tahu kau senang melihat Letta tersenyum." Sindir Rea menyenggol lengan Adam. Ya, hanya Rea yang berani melakukan itu. Sejak kecil Rea lah yang lebih dekat dengan Adam dibanding Aletta.
Jannie tersenyum geli. "Kau masih saja malu-malu."
"Jangan banyak bicara." Kesal Adam seraya merapikan jasnya. Sedangkan matanya terus tertuju pada sang putri yang tengah memadu kasih dengan sang suami.
"Kau bahagia?" Tanya Cristian menatap wajah cantik sang istri.
"Tentu saja, sejak lama aku memimpikan hal ini."
"Maafkan aku karena bersikap pengecut. Aku tidak bisa membahayakan posisimu dengan menjadi istriku. Aku sadar diri posisiku jauh dibawahmu." Cristian m*l*m*t bibir istrinya dengan lembut.
"Tapi sekarang kau sudah menjadi milikku. Aku tidak akan melepaskanmu. Tidak sia-sia aku menjebakmu." Aletta mengalungkan kedua tangannya di leher Cristian sambil tersenyum nakal. "Baby merindukan Daddynya."
Cristian menatap mata sang istri begitu dalam.
"Apa pun yang terjadi, aku akan melindungimu. Meski nyawaku jadi taruhannya. Aku mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu." Balas Aletta.
Keduanya pun melanjutkan ciuman tanpa peduli pada setiap mata mengarah pada mereka.
Selesai pesta, Adam menyidang sepasang pengantin baru itu di ruang keluarga. Tentu saja Rea dan Zain turut menyaksikan. Kebetulan semua keluarga juga sudah kembali ke kediaman masing-masing.
Adam menatap Cristian tajam. Sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk. Bukan karena takut Cristian menunduk patuh pada peraturan Adam. Melainkan ia terlalu menghormati atasannya itu. Bagaimana pun ia berhutang budi pada Adam karena sudah melindungi keluarganya. Namun dengan tidak tahu malunya ia mencintai Aletta yang notabennya anak semata wayang Adam. Ia mengakui kesalahannya itu.
Tanpa Cristian duga Aletta juga memiliki perasaan yang sama padanya. Karena itu mereka berhubungan secara diam-diam. Mereka tahu Adam tidak akan memberikan restu karena Cristian bukan kriteria menantu yang diinginkan. Bahkan Cristian juga tahu sejak lama Aletta sudah di jodohkan dengan Benzamin yang merupakan anak konglomerat Rusia. Karena itu ia tidak memiliki keberanian untuk mematahkan keputusan Adam. Di sini masa depan Aletta dipertaruhkan.
"Bisa saja aku membunuhmu jika bukan mengingat Aletta."
"Dad." Aletta mencoba memperingati sang Daddy. Bahkan ia terlihat enggan melepaskan genggaman tangan pada suaminya.
"Berani sekali kau menghamili putriku. Kau mencoreng kesetiaan Ayahmu, Cris." Imbuh Adam terdengar mengerikan.
"Aku yang menjebaknya, Dad. Aku...."
"Aku sedang tidak bicara denganmu, Aletta." Tegas Adam memberikan tatapan tak kalah tajam pada putrinya. "Kalian membuatku sangat kecewa. Aku menempatkan kepercayaan penuh padamu, Cris. Aku pikir kau sama dengan ayahmu. Rupanya kau hanya seorang pengecut."
__ADS_1
Aletta pun menunduk lemas.
"Dad, biarkan mereka menjelaskan semuanya." Mohon Rea.
"Kali ini aku tidak akan mendengar pembelaanmu, Rea. Wanita ini pantas mendapat hukuman. Berani sekali dia hamil di luar nikah."
"Hey, kau juga menghamiliku sebelum menikah, Adam. Padahal kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku saat itu." Kesal Jannie.
"Itu berbeda, aku langsung bertanggung jawab. Tapi tidak dengan lelaki ini, dia malah bersembunyi dibelakangku seperti b*j*ng*n."
"Aku yang memintanya, Dad." Sambar Aletta.
"Berhenti membelanya Letta." Kesal Adam.
"Tapi...." Cristian memberikan isyarat agar Aletta tidak memgeluarkan bantahan. Kemudian ia pun angkat bicara.
"Aku mengaku bersalah karena sudah lancang mejalin hubungan dengan putrimu, Tuan. Bukan tanpa alasan aku bersembunyi darimu, aku hanya ingin melindungi Aletta. Aku sadar posisiku saat ini tidak akan mampu melindungi putrimu. Soal kemahilan Aletta, jujur aku baru tahu hari ini." Cristian merangkul pundak istrinya.
"Izinkan aku untuk melindungi putrimu mulai hari ini. Aku berjanji akan terus membuatnya bahagia meski tidak bisa memberikan hal mewah. Tapi akan aku pastikan putrimu tidak akan pernah menitikan air mata saat bersamaku." Imbuh Cristian.
Adam memalingkan wajahnya seakan tak peduli dengan apa yang Cristian katakan.
"Baby." Jannie meraih tangan suaminya. "Berikan mereka restu."
Adam masih saja diam.
Aletta bangkit dari sofa, kemudian bersimpuh di kaki sang Daddy. Ia juga menyandarkan kepalanya di antara kaki Adam. "Aku tahu selama hidupku selalu mengecewakanmu, Dad. Aku bukan putri yang baik dan penurut seperti yang kau inginkan. Tapi aku punya alasan melakukan semua itu. Aku tidak suka dikekang, aku ingin hidup bebas seperti kebanyakan wanita." Tanpa sadar Aletta menitikan air mata.
"Aku hampir gila dengan semua peraturanmu, Dad. Kau selalu ingin aku menjadi putri impianmu. Sampai kau lupa aku juga punya impian." Sambung Aletta. Tentu saja hal itu menyentuh hati Adam. Jannie dan Rea pun ikut menitikan air mata.
"Aku menyayangimu, Dad."
"Jika kau menyayangiku, kau tidak akan mengkhiantiku."
Aletta mengangkat wajahnya, menatap sang Daddy lekat. "Jika mencintai seseorang kau anggap pengkhianatan, lalu seperti apa kesetiaan itu, Dad? Apa mengorbankan kebahagiaanku satu-satunya kesetiaan yang kau maksud?"
Adam membalas tatapan putrinya. "Kau tidak akan pernah tahu ketakutan terbesarku, Letta."
"I know, Dad."
"Kau tidak pernah tahu." Adam menggeleng kecil.
__ADS_1
"Please... biarkan aku hidup bersamanya, Dad. I love him."
"Pergilah jauh-jauh, jangan menunjukkan wajah kalian di depanku lagi. Mulai detik ini aku mencabut semua fasilitasmu."
Perkataan Adam pun membuat semua orang terhenyak.
"Dad." Aletta menggelengkan kepala.
"Baby, aku tidak setuju denganmu. Jika itu yang kau inginkan, aku akan ikut dengan Letta." Protes Jannie.
"Terserah kau saja." Adam pun bangkit dari posisinya dan beranjak pergi. Mengabaikan teriakan Aletta dan Jannie.
Rea bangkit dari duduknya, menghampiri Aletta. Kemudian memeluk wanita itu dengan erat. "Jangan khawatir, dia berkata seperti itu karena emosi. Kau tahu sendiri kan Daddy sangat keras."
Aletta memeluk Rea erat. "Daddy tidak pernah memahamiku, Re."
"Nope, dia selalu memahamimu. Bahkan dia begitu mencintaimu. Jika Daddy tidak menyayangimu, dia tidak akan membiarkan kalian menikah."
Aletta terdiam.
Jannie menatap putrinya lekat. "Mommy harap kalian bahagia, pergilah ke kota baru. Bangun keluarga bahagia di sana. Aku akan terus memberi kalian kabar. Mommy tidak mungkin meninggalkan Daddy." Wanita itu pun bergegas pergi dengan kesedihan yang mendalam.
"Semuanya akan baik-baik saja." Rea mencoba meyakinkan sahabatnya. Kemudian ia pun membantu Aletta bangkit dan menuntunnya untuk duduk di sofa kembali.
"Bagaimana jika kalian tinggal di sini? Aku akan mencarikan rumah baru yang tidak jauh dari sini." Tawar Zain pada Cristian dan Aletta.
"Jangan cemas masalah pekerjaan, kebetulan aku sedang membutuhkan seseorang untuk menempati posisi manager baru. Mungkin kau tertarik Cris?" Timpal Zain.
"Aku setuju dengan suamiku."
"Bagaimana?" Tanya Zain karena Cristian tak kunjung memberikan jawaban.
"Sebelumnya aku sangat berterima kasih pada kalian. Hanya saja aku tidak bisa menerima tawaran itu. Sebenarnya aku sudah mempersiapkan semuanya di negara asalku. Aku punya sebuah rumah dan toko kecil di sana. Aku rasa itu sudah cukup untuk menghidupi istri dan anak-anakku kelak." Jelas Cristian yang begitu mantap dengan keputusannya.
Zain tersenyum simpul. "Aku tidak bisa memaksa jika keputusanmu seperti itu. Aku harap kalian hidup bahagia. Terus hubungi kami apa pun yang terjadi. Pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian."
Cristian mengangguk kecil. "Sekali lagi aku berima kasih atas bantuan kalian."
"Tidak jadi masalah, sudah kewajibanku membantu kalian. Apa pun alasannya Aletta masih sepupuku. Tolong jaga dia untukku."
"Tentu, aku akan terus melindunginya meski harus mempertaruhkan nyawaku sendiri." Cristian merengkuh istri tercintanya. Bahkan ia menghadiahi kecupan mesra di kening Aletta. Zain dan Rea yang menyaksikan itu hanya bisa tersenyum geli. Kisah cinta mereka memang agak rumit. Tetapi cukup membekas di hati karena keduanya saling berjuang untuk bisa hidup bersama.
__ADS_1