Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
110 . Party ( Ultah Arjuna )


__ADS_3

Nandini, Cinta dan Kirana terdiam sesaat mendengar penuturan Zahrana. Pikir mereka Zahrana kini benar-benar telah berubah. Tidak seperti Zahrana yang dulu, yang mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk.


"Ra, aku kagum pada mu. Dirimu benar-benar telah berubah, Ra. Aku suka dengan sikap mu yang sekarang. Tegas dan tergoyahkan. Sungguh diri mu benar-benar bermetamorfosa menjadi wanita muslimah yang sesungguhnya." Kirana pun memeluk erat Zahrana.


Zahrana pun membalas pelukan sahabatnya itu. Di susul kemudian Nandini dan Cinta pun ikut merangkul Zahrana.


"Baiklah, Ra. Aku tidak akan memaksa mu untuk kembali pada Aslan kakak ku. Aku do'akan hijrah mu mengantarkan mu pada keridhoan Allah Subhanahuwata'ala semata." Nandini pun menyeka air mata Zahrana.


"Aamiin ya Rabb ... " ucap Zahrana, Cinta dan Kirana serempak.


"Oh, iya. Kami pamit dulu ya, Ra. Insya Allah nanti kami akan mampir lagi kemari," ucap Nandini.


"Sampai bertemu lagi Princess!" Kirana dan Cinta pun melepaskan rangkulannya dari Zahrana.


"Iya, kalian hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut. Jaga batasan kalian dengan yang bukan mahramnya, jangan sampai salah langkah dan kebablasan. Sebab itu akan menjadi bumerang dan penyesalan teramat dalam, jika kita sampai terperangkap dalam pergaulan bebas yang tidak mengenal batasan."


Zahrana pun menundukkan pandangannya. Ia kembali mengingat kisah masa lalunya bersama Aslan. Ia benar-benar malu mengingat semua itu. Walaupun kejadian panas itu hanya hari itu ia lakukan, namun cukup mengsedih baginya. Ciuman panas tersebut masih terus terngiang-ngiang di benaknya meskipun sudah 4 tahun berlalu.


"Kami pergi dulu, Ra! terimakasih nasehat mu, kami akan terus mengingatnya." Kirana Larasati mewakili Cinta dan Nandini dan tak lupa pula ia mengucapkan salam pada Zahrana yang kini masih berdiri mematung di tempatnya.


Zahrana pun segera masuk ke dalam rumahnya, setelah teman-temannya tidak terlihat lagi dari pandangannya.


***


Nandini, Cinta dan Kirana, telah sampai di kediaman Fadhillah.


"Assalamu'alaikum ... " mereka serempak mengucapkan salam.


"Ceklekkk ... " handle pintu pun di buka.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi ...."


"Maa syaa Allah ... kalian teman-teman Fadhillah. Mari masuk, Nak!" Ummi Fadhilah menyambut kehadiran Nandini, Cinta dan Kirana dengan sepenuh hati.


Nandini, Cinta dan Kirana pun segera menyalami Ummi Fadhilah.


"Silahkan duduk dulu! sebentar Ummi panggilkan Fadhilah. Tadi ia sedang membersihkan dirinya. Mungkin ritual mandinya sudah selesai."


Nandini dan teman-temannya pun mengangguk. Ummi Fadhillah pun beranjak menghampiri Fadhillah.


"Nak, teman-teman mu sudah datang. Apa mereka yang nanti akan menemani mu menghadiri acara Ultah teman mu itu."

__ADS_1


"Iya, Ummi. Mereka adalah teman sekelas Fadhillah dari semenjak SMP Ummi, namun baru kali ini mereka berkunjung langsung ke sini. Tapi, sekarang kami sudah berpisah Ummi."


"Teman Fadhillah yang satunya, namanya Zahrana. Namun ia semenjak SMA menetap di rumah Kakaknya di kota S. Sekarang Fadhilah hanya satu sekolah dengan Kirana Larasati. Sedangkan Nandini Sukma Dewi dan Cinta Kiara Khoirani Sekolah di SMK 2 Pelayaran XX. Jadi, kami semuanya terpisah Ummi, namun kami masih berteman baik hingga detik ini."


Ummi Fadhilah mengangguk mengerti apa yang diucapkan oleh Fadhilah.


"Ya sudah, sekarang temui teman-teman mu. Biar Ummi yang buatkan minuman untuk mereka."


Fadhilah pun segera menemui teman-temannya.


"Hai ... all friends, maaf ... pasti kalian sudah lama menunggu." Fadhillah pun merangkul teman-temannya satu persatu.


Kemudian mereka semua nampak berkelakar satu sama lain, sembari menikmati minuman dan camilan yang di sediakan oleh Ummi Fadhilah.


Selang berapa menit kemudian, panggilan Adzan Magrib berkumandang mendayu telinga para penghuni mayapada agar segera beranjak memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan kewajiban sholat wajib bagi yang mengaku dirinya seorang muslim.


Fadhillah pun mengajak teman-temannya sholat Maghrib di kamarnya. Sebelum nantinya mereka bersiap-siap untuk menghadiri acara party Arjuna Restu Pamungkas.


Setelah selesai menunaikan ibadah shalat Maghrib mereka pun segera berbenah diri.


Fadhillah menggunakan atasan t-shirt lengan panjang longgar menutupi sampai bokongnya, berpadu dengan rok bunga yang dikenakannya, juga kerudung segiempat yang di kenakannya, berpadu dengan aksesoris Bros menghiasi jilbab yang di kenakannya.


Cinta dan Nandini lebih memilih mengenakan Dress atau gaun pesta, sebab mereka berdua malam ini akan bertemu dengan pasangan masing-masing. Sedangkan Kirana Larasati masih menggunakan kerudung gaulnya ala Zaskia Adya Mecca pada zamannya.


***


Di kafe XX.


"Hubby, Barakallah fii umrik! semoga bertambahnya usia mu bertambah pula kedewasaan mu. Semoga Allah senantiasa memberikan mu kesehatan dan umur yang panjang. Aku merindukan mu, Hubby!"


"Terimakasih untuk semua do'a mu Honey, aku pun merindukan mu!" Arjuna pun memasukkan Nandini kedalam pelukannya.


"Ehemm ... yang sedang kerinduan, kami hanya di anggap angin berhembus." Fadhillah protes.


Nandini dan Arjuna pun melerai pelukannya.


Fadhillah, Cinta dan Kirana pun bergantian memberikan ucapan selamat pada Arjuna.


Selang berapa menit kemudian, muncullah Virgantara Dinata Admaja dan Rangga Sahadewa.


"OMG ... kak Virgan!" Fadhillah menjerit didalam hati kecilnya.

__ADS_1


"Ya Allah ... lama sudah aku tak bersua dengan mu kak Virgan. Dan hari ini pun pertemuan tak terduga. Dirimu semakin tampan saja!" bisikan hati Fadhillah.


"Hey! gadis cerewet, apa kabar mu? sekarang kau sudah besar saja, pastinya nggak manja-manja lagi kan? Apa masih ingin merepotkan ku seperti dulu!" goda Virgantara, sehingga membuat Fadhillah tersadar dari keterpanaannya terhadap Virgantara.


"Emmm ... anu, itu Alhamdulillah Fadhillah baik-baik saja, Kak." Fadhillah nampak gelagapan.


"Hemmm ... santai saja cantik, bawa rileks saja! Aku memang tampan kok," ucap Virgantara menggoda Fadhillah.


"OMG ... kak Virgan, dirimu masih seperti yang dulu. Tingkat percaya diri mu dan selera humoris mu tidak pernah pudar," ucap Fadhilah.


Tanpa sadar, Fadhillah refleks memukul dada bidang Virgantara. Seketika Virgantara merasakan getaran yang tak biasa menyelinap di hati kecilnya."


"Fadhillah ... dirimu semakin terlihat anggun dan mempesona, aku kagum pada mu!" bisikan hati Virgantara.


"Ya ampun ... yang sedang berbunga-bunga. Sepertinya malam ini aku bakal menjadi umpan nyamuk dong!" protes Kirana Larasati.


Mereka semua pun nampak terkekeh geli oleh ucapan Kirana Larasati.


Dan benar adanya, Cinta Kiara Khoirani pun kini telah berada dalam genggaman tangan kekasihnya Rangga Sahadewa.


Jadilah, Kirana Larasati yang tidak memiliki pasangan hanya bisa menahan kegelisahannya.


" Coba saja ada kak Rivandra tentunya aku pun bakal punya partner," cicit Kirana Larasati didalam hatinya.


Pengunjung Kafe XX pun semakin berdatangan. Mereka semua adalah tamu istimewa yang di undang oleh Arjuna Restu Pamungkas guna merayakan ulang tahunnya yang ke 19 tahun.


Semua yang hadir di party Arjuna adalah para muda-mudi yang masing-masing hampir-hampir memiliki partner tanpa terkecuali.


Acara pesta pun di mulai. Nampaklah kafe tersebut dihiasi dengan lampu berkerlap-kerlip menyinari wajah-wajah yang hadir di acara party tersebut.


Rangga Sahadewa mewakili Arjuna Restu Pamungkas. Ia selaku MC dadakan guna memandu acara tersebut sampai dengan selesai.


Tiba lah di sesi meniup lilin dan pemotongan kue ulang tahun yang bertaburan coklat manis tersebut.


Para tamu undangan yang hadir memberikan semangat untuk Arjuna meniup lilin tersebut dengan penuh suka cita. Arjuna berharap Nandini Sukma Dewi adalah pelabuhan terakhirnya sampai akhir nafas kehidupannya.


Arjuna Restu Pamungkas pun memotong kue ulang tahunnya. Ia menggenggam jemari tangan Nandini di hadapan semua yang hadir berikut dengan suapan kue pertama yang ia berikan untuk Nandini Sukma Dewi kekasihnya.


"OMG ... romantisnya Arjuna Nandini!" pekik Fadhillah. tanpa sadar ia pun spontan bergelayut manja di pergelangan tangan Virgantara. Sehingga membuat Virgantara terpesona dengan gaya imut dan manja Fadhillah yang di sinari kerlap-kerlip cahaya lampu Kafe XX.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Pencerahan 👉 " Kadang kamu harus dengarkan kata hati. Jangan tanyakan siapa yang kamu cintai, tapi tanyakan siapa yang buatmu bahagia. Aku memang tidak bisa membaca pikiranmu. Namun, aku bisa mencintaimu dengan segenap hatiku. Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela untuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.". ( Bisikan_H@ti )


__ADS_2