Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
35 . Surat cinta untuk Zahrana(POV Aslan 1)


__ADS_3

Malam pun semakin larut dan senyap, seluruh penghuni mayapada(isi bumi) pun terlelap dalam peraduan nya, asyik tenggelam dalam mimpi indah nya.


Keesokan harinya di pagi yang indah sayup-sayup terdengar kumandang adzan seakan merdu mendayu telinga, membangun kan segenap penjuru isi bumi di Desa kediaman Zahrana.


Masing - masing penghuni bumi pun, bergegas bangun hendak menunaikan kewajiban sholat subuh yang memang menjadi kewajiban untuk setiap insan yang menyandang predikat muslim.


***


"Zahra,bangun sayang!... Ayah dan Raihan sudah berangkat ke Mesjid,mari Bunda bantu Zahrana untuk ritual wudhu", tutur Bunda Fatimah pada Zahrana.


Zahrana pun perlahan membuka netra matanya, kali ini ia terbangun dengan mudah nya tanpa paksaan seperti hari-hari sebelumnya.


"Subhanallah...kaki Ana masih terasa sakit sekali Bunda", tutur Ana pada Bundanya.


"Sabar ya nak!...pelan - pelan Bunda bantu Zahrana berwudhu."


Zahrana pun menggangguk pelan.


Zahrana pun berjalan tertatih - tatih dengan bertumpu pada kaki kirinya, sebab kaki kanannya masih cidera sebab insiden di anak tangga Padepokan, di bantu oleh Bunda Fatimah akhirnya ritual wudhu Zahrana pun selesai.


Mereka pun sholat subuh masing-masing.


Bunda Fatimah sholat di kamar nya, sedangkan Zahrana sholat sambil duduk di kursi kamar nya, tepat berdekatan dengan meja belajar nya,sebab ia belum bisa untuk berdiri sempurna seperti biasanya.


Usai sholat, zikir dan do'a Zahrana pun tilawah Qur'an yang memang telah menjadi kebiasaan nya setiap selesai menjalankan Ibadah sholat.


Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Zahrana begitu indah dan sangat merdu mendayu telinga, seolah memberikan setetes embun kesejukan pada hati yang sedang berkarat, hingga akhirnya dipenuhi dengan ketenangan dan kedamaian.


Bunda Fatimah pun menyempatkan diri melihat Puterinya dari bilik tirai kamar.Betapa Bunda Fatimah sangat tersentuh hatinya dan meneteskan air mata haru dan bahagia melihat Puteri kesayangannya penuh ke khusu' kan mendaras Qur'an,ayat demi ayat yang Zahrana lantunkan mampu menggetarkan hati dan jiwa bagi yang mendengarnya.


"Maa syaa Allah.. betapa merdunya nak, lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dirimu baca kan.Semoga Allah selalu memberkahi mu dengan ilmu pengetahuan dan Al Qur'an nak",do'a Bunda Fatimah dalam hati untuk Zahrana Puteri kesayangannya.


Zahrana pun selesai dengan tilawah nya,ia pun merapikan mukena dan meletakkan Kitab Suci Al Qur'an nya di atas meja belajar nya sebab ia belum kuat untuk melangkah kan kaki nya untuk meletakkan perlengkapan alat sholat pada nakasnya.


Bunda Fatimah yang sejak tadi mengintip dari bilik tirai pun segera menghampiri Puteri nya.

__ADS_1


"Hati - hati nak,pelan - pelan!... jangan terlalu banyak gerak dulu,mari Bunda bantu",tawar Bu Fatimah sembari meletakkan perlengkapan alat sholat Zahrana pada nakasnya.


"Terimakasih Bun", ucap Zahrana dengan binar mata kesedihan sebab telah merepotkan banyak orang, termasuk Bunda nya.


"Sama - sama nak, jangan sedih dan jangan sungkan, Bunda senang bisa merawat dan melayani keperluan Puteri Bunda.Semoga cepat pulih ya nak!... semangat!!!... Zahrana pasti kuat dan sabar melewati semua ujian hidup,ini adalah bagian dari proses kehidupan nak, untuk menempa kita agar semakin bertumbuh menjadi pribadi yang sabar dan kuat", tutur Bunda Fatimah memberikan semangat untuk Zahrana Puterinya, sembari membelai lembut puncak kepala anak nya.


"Bunda, tapi Ana sedih, sebab tidak bisa masuk Sekolah hari ini,Ana kangen belajar dan bertemu teman-teman di Sekolah", tutur Zahrana dengan binar mata kesedihan seraya masuk kedalam pelukan Bundanya yang sedang membelai lembut puncak kepala nya.


"Sudah, nanti Ayah buatkan surat untuk wali kelas mu Bu Zulis, untuk berapa hari kedepan Zahrana izin dulu, sampai Zahra benar - benar pulih keadaannya, baru masuk Sekolah kembali",tutur Bunda Fatimah menghibur Puteri nya.


"Iya Bu",angguk Zahrana.


Bunda Fatimah pun melenggang pergi menuju dapur, hendak berbenah untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dan juga aktivitas rumah lain nya.


Tinggal lah Zahrana sendiri di bilik kamarnya,hendak berniat mengulangi pelajaran Sekolah nya, kendati tidak masuk Sekolah Zahrana tetap semangat untuk belajar, mengisi waktu nya untuk menambah ilmu dan pengetahuan nya, selalu dan selalu menambah wawasan nya.


Ketika hendak meraih buku pelajaran nya, netra Zahrana tertuju pada Diary buku harian nya,ia baru teringat akan sepucuk surat cinta yang di titipkan Aslan untuk nya, lewat Nandini sebagai Mak Comblang nya.


"Astaghfirullah....Ana lupa satu hal, jika ada sepucuk surat dari kak Aslan", bathin Zahrana.


From : Aslan Abdurrahman Syatir


To : Tsamirah Zahrana Az Zahra


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.


Teruntuk Zahrana terkasih, lewat goresan tinta pena ini hendak ku curahkan segala harapan dan asa ku pada mu.


Ku harap rasa ini tak bertepuk sebelah tangan, semoga dirimu memiliki rasa yang sama terhadap ku, rasa yang tulus terlahir dari lubuk hati yang terdalam, rasa yang bukan hanya sekedar roman picisan, yang kemudian hadir lalu menyisakan luka dalam angan yang tak termiliki.


Melalui kisah singkat yang terjadi di antara kita ketika diToko Sembako kemarin,ku haturkan seribu maaf ku pada mu karena dengan refleks nya diriku telah menyentuh wujud mu, hingga hati mu ku curi dengan segenap rasa cinta ku pada mu.


Ku tahu, semua ini terlalu dini untuk mu mengingat perbedaan usia kita yang begitu signifikan.


Maaf kan hati yang naif ini, karena dengan berani nya berlabuh di hatimu, di hati gadis kecil yang sangat mempesona seperti dirimu.

__ADS_1


Jujur,detak jantung ku terasa bergetar hebat ketika berada di dekat mu,bersua dengan mu adalah hal yang paling terindah dalam hidupku.


Memiliki diri mu adalah mimpi terbesar ku, kelembutan dan keanggunan mu adalah tameng yang dapat meluluhkan hati dan jiwa ku.


Ku harap kau lah jawaban atas segala resah ku, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama atas kepastian rasa mu terhadap ku.


Ku mohon dengar lah bisikan hati ku wahai bidadari kecil ku, terima dan sambut lah rasaku dengan sepenuh hati dan jiwa mu.


Jangan pernah kau ragu kan segala rasa ku terhadap mu, karena itu bisa merusak tirai jiwa ku yang telah sejak lama bertumbuh terhadap mu.


Walaupun usia kita sangat lah terpaut jauh, namun percaya lah aku akan selalu berada di dekat mu, menunggu mu terus dan terus bertumbuh ketika saat itu tiba "AKU DAN KAMU AKAN MENJADI KITA", karena itu sungguh adalah impian terbesar ku dapat merajut asa dalam kesucian cinta di masa depan nanti bersama mu wahai kekasih hati dan tumpuan harapan ku.


Ku harap ingin ku dan inginmu pun sama,bukan hanya sekedar mimpi belaka yang tak harus menjadi nyata.


Bukan ku sengaja mengemis cinta pada mu wahai pujaan hati dan tumpuan harapan ku, namun ini lah aku... lihat lah aku disini tulus mencintai dan menyayangi mu.


Jujur dalam hidup ku, hingga detik usia ku saat ini dirimu lah cinta pertama dalam hidup ku, tiada yang lain hanya dirimu seorang Tsamirah Zahrana Az Zahra,wahai kau gadis kecil berparas ayu jelita.


Sungguh kau hadir dalam hidup ku,bak bidadari yang terukir dari pahatan suci,kau turun dari langit dunia dan terhampar di bumi menjadi seorang Dewi pujangga hati ku.


Tak kan ku biarkan diri mu terluka walau seujung kuku,tak rela diri ku jika nanti nya ada kumbang dari taman lain yang merebut hatimu,ku ingin kau seutuhnya hanya untuk ku Tsamirah Zahrana Az Zahra,wahai kau belahan jiwa ku, permata indah dari Desa,dirimu benar - benar telah mencuri hatiku dengan seribu pesona mu.


Ku harap setelah membaca goresan pena ku dan curahan rasa hati ku,kau pun berkenan membalas surat ku,ku pastikan pada mu jika rasa cinta ku ini bukan lah sekedar cinta di atas kertas, namun ini lah kesungguhan rasa ku yang memilih diri mu menjadi tambatan hati dan belahan jiwa ku.


Jadi lah permaisuri di hatiku wahai ratu hati ku,ku titip salam rindu dan cinta pada mu lewat hembusan angin yang berhembus,ku tunggu jawaban mu atas segala rasa ku.


Maaf untuk saat ini, kita harus seperti ini, menjalani kisah asmara tersembunyi, tanpa restu dari orang tua mengingat akan keadaan yang belum semestinya berpihak pada kita untuk mengumumkan pada dunia tentang rasa antara aku dan dirimu, dalam artian untuk sementara kita "BACK STREET" Ana!


Harapan ku semoga dirimu menerima ku dengan sepenuh hati mu, dengan segala kerendahan hati dan kekurangan ku.


Dari yang mencintai mu,


Aslan Abdurrahman Syatir


NB : Bangka Belitung,21 April 2000

__ADS_1


(Surat Cinta Pertama Untuk Tsamirah Zahrana Az Zahra 😘😘😘)


__ADS_2