Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
199 . Pertemuan Tak Terduga ( Tetap Husnudzon )


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu pasca rawat inap Zahrana, hari ini ia nampak berkemas-kemas untuk pulang ke kampung halamannya. Pasalnya, besok pagi ia hendak menghadiri acara pernikahan Dini sahabatnya dengan Arjuna Restu Pamungkas. Ia akan pulang sore nanti setelah pulang kerja dari Aisyah Boutique Colletion milik keluarga Zaid.


"Kak Sabrina, Zahra berangkat dulu, ya? kak Zaid sudah menunggu diluar!" ucap Zahrana dengan menyalami punggung tangan kakaknya.


"Baiklah, Dek. Hati-hati!" ucap Sabrina dengan mengelus pucuk kepala Zahrana.


"Iya, kak." Zahra pun setengah berlari menuju keluar hendak menemui Zaid yang selalu siaga mengantar jemput dirinya pulang dan pergi bekerja.


Zahrana pun tiba di dekat parkiran mobil Zaid, "Maaf kak, jika lama menunggu!" ucap Zahrana dengan memasang seatbealt-nya.


"Tidak apa-apa, Ra. Untuk mu, kakak rela menunggu lama!" ucap Zaid dengan senyuman menawannya.


"Astaghfirullah ... Jika terus bersua dengan kak Zaid seperti ini, aku khawatir memicu zinah mata juga hati ini! apakah aku harus mengakhiri pekerjaan ku di Aisyah Boutique Collection?" bathin Zahrana mulai tak nyaman.


Namun, Zahrana bingung ia baru genap satu bulan lebih bekerja disana. Sangat tidak etis jika ia tiba-tiba mengakhiri pekerjaannya yang baru seumur jagung, lantaran mementingkan dirinya sendiri.


"Ya Allah ... Jika aku masih baik bekerja di Aisyah Boutique Collection, tolong jaga iman dan hatiku, juga iman kak Zaid agar tidak goyah dan terjatuh dalam bentuk perzinahan sekecil apapun!" bathin Zahrana dengan terus melantunkan dzikir dan do'a didalam hatinya.


Zaid terus melajukan mobilnya, seketika keduanya pun saling diam. Hingga akhirnya untuk sesaat mobil yang dikendarai Zaid berhenti sesaat tepat dilampu merah.


Zahrana sendiri lebih fokus melihat keluar jendela, Ia melihat sosok pemuda yang sangat mirip sekali dengan sosok pemuda yang selama ini sangat dirindukannya.


"Kak Yusuf!" bathin Zahrana. Setelah melihat mobil Honda jazz putih yang bersebelahan dengan mobil milik Muhammad Zaid Arkana. Namun, sayangnya mobil yang dikendarai oleh seseorang yang Zahrana lihat seperti Yusuf melaju dengan kencangnya ketika lampu merah telah berubah menjadi lampu hijau.


"Tidakkk! mungkin ini hanya perasaan ku saja. Aku pasti salah lihat," bathin Zahrana dengan mengucek-ngucek matanya.


"Ada apa, Ra? apa ada debu atau sesuatu yang menganggu penglihatan mu?" tanya Zaid dengan memperlambat laju mobilnya.


"Tidak, Kak. Tidak ada apa-apa, aku hanya--?"


"Sudah, tidak usah dipikirkan, Kak." Zahrana berusaha setenang mungkin, namun perasaan dan pikirannya masih tertuju dengan sesosok pemuda yang benar-benar mirip dengan Yusuf Amri Nufail Syairazy di mobil Honda jazz yang di lihat olehnya barusan.


Zaid pun kembali melajukan mobilnya, ketika mendengar penuturan Zahrana bahwa dirinya baik-baik saja. Zaid pun melajukan mobilnya menuju Aisyah Boutique Collection.


***


Di mobil Honda jazz putih.


"Umm, kita hendak kemana?" tanya seorang pemuda yang memiliki ketampanan dan kesholihan yang sangat luar biasa itu.


"Ummi hendak memperkenalkan mu pada sosok wanita Sholihah, Nak. Ia bekerja di Aisyah Boutique Collection. Ummi yakin kau akan tertarik padanya nanti," ucap Ummi Yasmin Alta Funnisa.


Ummi dari sosok pemuda yang bernama Yusuf Amri Nufail Syairazy. Sosok pemuda Sholih yang selama kurun waktu 4 tahun terakhir ini dinantikan oleh sosok wanita muslimah yang cantik nan Sholihah yang bernama Tsamirah Zahrana Az Zahra.❤❤❤


"Maaf, Ummi. Tapi, Yusuf sudah menambatkan hati pada sosok wanita muslimah yang telah dijodohkan oleh Abi Farhan untuk Yusuf, anaknya Buya Harun. Ummi."

__ADS_1


Yusuf mencoba melunakkan hati Ummi Yasmin, yang terus berusaha menjodohkannya dengan wanita lain. Yang sebenarnya, adalah orang yang sama. Yakni Tsamirah Zahrana Az Zahra.


"Ummi harap sekali ini, kau turuti keinginan Ummi, Nak. Jika dirimu merasa tidak cocok dengannya, barulah Ummi mengizinkan mu menemui anaknya Buya Harun yang bernama Zahra itu!" terang Ummi Yasmin.


"Baiklah, Umm." Yusuf pun menuruti keinginan Umminya. Mengingat baktinya kepada Umminya. Sehingga ia pun mengesampingkan perasaannya.


"Terimakasih, Nak. Kau memang anak yang berbakti!" ucap Ummi Yasmin dengan mata berbinar. Ia bahagia, sebab putra semata wayangnya selalu menghormati dan menghargai keinginannya.


Lima menit kemudian, Yusuf dan Umminya pun telah sampai di Aisyah Boutique Collection.


"Subhanallah ... sepertinya kita kepagian, Umm. Yusuf pernah kemari Ummi, sebelum Yusuf berangkat ke Kairo-Mesir, 4 tahun yang lalu."


Yusuf mengingatkan kembali saat-saat dia membelikan bingkisan Mukena untuk Zahrana kala itu, "Hemm ... waktu itu yang menjaga Aisyah Boutique Collection adalah seorang wanita muslimah yang bertubuh gemuk dan berkacamata. Apakah mungkin Ummi mau menjodohkan diriku dengan wanita tersebut!" bathin Yusuf.


Namun, dirinya mencoba untuk husnudzon terlepas dari siapa pun wanita yang ingin di perkenalkan oleh Umminya padanya.


"Maaf, Nak. Saking semangatnya Ummi menjodohkan mu dengan wanita Sholihah itu membuat kita kecepatan datang kemari, Ummi tidak ingin terlambat datang menemuinya. Sabar, ya Nak!" ucap Ummi Yasmin dengan melirik jam tangannya.


"Baru pukul 07.50 wib," ucap Ummi Yasmin dengan semangat yang tinggi. Ia ingin segera bertemu Zahrana.


Selang berapa menit kemudian, mobil yang digunakan oleh Zaid dan Zahrana pun berhenti di depan Aisyah Boutique Collection.


"Nak, itu wanita Sholihah yang Ummi hendak kenalkan pada mu!" ucap Ummi Yasmin dengan senyum bahagia.


"Sabar, Umm! mereka masih membukakan pintu tokonya. Nanti baru kita masuk!" ucap Yusuf penuh kesantunan pada Umminya.


"Tunggu dulu! pemuda bertubuh mungil itu siapa, Nak? apa itu saudaranya atau siapa? sepertinya mereka seumuran?" sarkas Ummi Yasmin. Ia mengira umur Zaid masih 17 tahun, seumuran dengan Zahrana. Mengingat perawakan Zaid yang terlihat lebih muda dibandingkan dengan usianya yang sudah menginjak 25 tahun.😁😁


"Mungkin saja calonnya atau suaminya, Umm?" pungkas Yusuf yang hanya melihat postur Zahrana dari arah belakang.


Yusuf belum mengetahui jika Zahrana sudah berhijab syar'i. Sebab, saat ia berangkat ke Ke Kairo tempo dulu, Zahrana belum mengenakan hijab. Tepatnya, Zahrana belum menutup auratnya seperti sekarang ini.


Dalam bayangan Yusuf, Zahrana tetap bidadari kecil yang masih polos ketika kepergiannya kala itu Zahrana masih sangat belia dan baru naik kelas dua SMP.


"Tidak mungkin itu suaminya Nak, Ummi sangat yakin jika gadis itu masih single," ucap Ummi Yasmin tidak terima jika Zahrana adalah istri Zaid.😅😅


Ummi Yasmin menarik tangan putranya agar segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam Aisyah Boutique Collection.


"Wahai Ummi ku yang baik, tunggu sebentar! kita tidak usah turun dan menyeberangi jalan. Yusuf putar balik arah, kita parkir di sana!" pungkas Yusuf dengan kembali mengatur laju mobilnya.


Ummi Yasmin pun tersenyum mendengar sanjungan putra semata wayangnya itu.


***


Zahrana sedang fokus membersihkan debu yang menempel di plastik hanger fashion muslimah yang bergelantungan pada tempatnya.

__ADS_1


"Awww, mata Zahra kelilipan, Kak!" pekik Zahrana, hingga membuat Zaid yang sedang fokus membenahi barang-barang lainnya pun setengah berlari ke arahnya.


"Astaghfirullah ... kau tidak apa-apa, Ra?" Zaid refleks memegang kedua pipi Zahrana dan meniup mata Zahrana yang sedang kelilipan debu.


Zaid terus meniup mata Zahrana yang sedang kelilipan, sehingga terlihat dari arah belakang, nampaklah seperti sepasang kekasih yang sedang kiss-an.


Keduanya tidak menyadari akan kehadiran Ummi Yasmin dan Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Yusuf urung mengucapkan salam sebab khawatir menganggu kedua pasangan tersebut. Ia tetap Husnudzon, pikirnya dua anak muda tersebut adalah pasangan yang halal, yang sedang memadu kasih.


Akan tetapi Ummi Yasmin merasa geram dan tidak sabaran, di kiranya Zahrana dan Zaid sedang begituan.😂😂


Ummi Yasmin terus beristighfar, sebelum ia mengucapkan salam. Pikirannya pun di penuhi dengan seribu tanda tanya.


"Assalamu'alaikum ... " ucap Ummi Yasmin. Membuat Zaid menoleh sedangkan Zahrana masih mengucek matanya yang kini sudah terlihat memerah sembari menjawab salam Ummi Yasmin.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi ... " jawab Zaid dan Zahrana bersamaan.


"Silahkan masuk! mau cari apa, Bu?" tanya Zaid mewakili Zahrana yang masih fokus mengusap matanya.


Ummi Yasmin dan Yusuf pun masuk kedalam, betapa terkejutnya Yusuf ketika melihat sosok wanita yang sedang berada di dalam Aisyah Boutique Collection tersebut adalah sosok yang amat dirindukannya.


Pertemuan tak terduga tersebut membuat detak jantung Yusuf terasa bergetar hebat, air mata haru dan bahagia tiba-tiba menyentuh ruang hatinya yang terdalam.


"Tsamirah Zahrana Az Zahra!"


Yusuf memanggil nama wanita yang sangat dirindukannya itu dengan rasa tak percaya. Antara rasa cinta, kasih, sayang dan rindu yang teramat dalam terhadap sosok Zahrana pun kini bercampur menjadi satu. Tere Liye 😭😭


🌷🌷🌷


Untaian mutiara hikmah 👉 "Merindukan seseorang adalah bagian dari mencintai mereka. Jika kamu tidak pernah berpisah, kamu tidak akan pernah benar-benar tahu seberapa kuat cintamu. Aku bahkan tidak bisa mulai memberitahumu betapa aku merindukanmu. Aku tidak bisa berpura-pura tidak merindukanmu karena aku melihatmu dalam segala hal yang aku lakukan."


💙


💙


💙


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya my bestie. Tentunya dengan kisah yang sangat seru dan menarik 😊😘


Judul karyanya : Istri Kecil Gabriel


Authornya : Virzha


__ADS_1


__ADS_2