
"Aku pergi!" ucap Adelia dengan senyuman mautnya. Ia pun spontan mengecup bibir Arjuna yang masih berdiri di tempatnya.
"Adelia, Kau---?"
Namun, Adelia telah pergi dari hadapan Arjuna dengan meninggalkan seberkas kecupan hangat di bibirnya.
Adelia pergi dan melajukan mobilnya dengan penuh kemenangan.
"Ini baru permulaan Arjuna Restu Pamungkas. Kalian harus membayar luka hati ku di masa lalu, aku akan membuat mu bertekuk lutut pada ku, dan akan ku hancurkan hubungan mu dengan Nandini Sukma Dewi sehancur-hancurnya!" bathin Adelia dengan rasa dendam yang bergemuruh di dadanya.
Adelia pun melajukan mobilnya dengan senyum kemenangan. Ia merasa senang dan bahagia sebab telah berhasil menciptakan sebuah kehangatan bersama Arjuna Restu Pamungkas, yang dulu pernah menjadi mantannya, seseorang yang pernah melukai hati dan mencampakkannya di masa yang lalu.
"Aku harus segera memberitahukan Priska Prahara dan Lembayung Senja atas kemenangan ku ini!" bathin Adelia dengan melajukan mobilnya menuju Cafe XX, tempat di mana ia dan kedua teman-temannya membuat janji untuk bertemu.
***
Di Cafe XX.
"Zain, kami pulang dulu, ya? terima kasih untuk semuanya!" ucap Nandini dengan menenteng kantong kresek yang berisi susu ibu hamil pemberian Zainal.
"Aku yang akan mengantarkan kamu dan teman-temanmu pulang. Sebab, motor mu kan masih di parkir di Rumah Sakit Medika. Bukankah tadi kamu kesini berbarengan dengan ku!" ucap Zainal dengan penuh arti pada Nandini Sukma Dewi.
"OMG! benar juga, tadi kan kamu yang membopong ku kemari." Nandini menepuk jidatnya.
"Kemari! biar aku yang membawakan barang-barang mu ke mobil. Nanti motor matic mu biar Barra yang mengendarai dan mengantarkan sampai kediaman mu!" ucap Zainal dengan mengambil alih kantong kresek yang di bawa oleh Nandini.
"Baiklah, terimakasih!" ucap Nandini dengan menggandeng tangan Kirana menuju mobil pribadi milik Zainal Abidin.
Sedangkan, Cinta dan Fadhillah di antar oleh pasangannya masing-masing menuju mobil Zainal. Cinta di temani Rangga, Fadhillah di temani oleh Virgantara. Mereka semua nampak serasi.
Di tengah mereka hendak menuju mobil Zainal, tiba-tiba dua mobil mewah hendak menerabas masuk ke halaman Cafe XX. Mobil mewah berwarna merah dikendarai oleh Priska Prahara di temani oleh temannya Lembayung Senja. Sedangkan mobil berwarna putih di kendarai oleh Adelia Kencana Puteri.
__ADS_1
Ketiga dara itu pun turun dari mobil masing-masing dengan tampilan yang sangat modis dan memukau, seolah-olah merekalah bidadari yang baru turun dari kayangan.
"Hey, brother! kenapa Cafenya tutup? kalian hendak kemana?" tanya Priska Prahara pada Zain yang hendak mempersilahkan Nandini dan teman-temannya untuk masuk ke dalam mobil miliknya.
"Aku hendak mengantarkan Nandini dan teman-temannya dulu, Kak. Jika kak Priska dan teman-teman ingin berkunjung ke Cafe silahkan masuk dulu! ba'da Ashar nanti Cafe buka kembali. Sekarang para waiters and waitress semuanya sedang break sejenak." Zainal memberikan penjelasan pada Priska Prahara sepupunya.
Priska menatap nyalang ke arah Nandini dan teman-temannya, di ikuti pula oleh Adelia dan Lembayung Senja.
"Hemmm ... jadi ini istrinya Arjuna Restu Pamungkas!" ucap Adelia dengan tatapan sinisnya, sambil memainkan rambut indah miliknya.
Namun, Nandini kelihatan cuek. Ia malas meladeni Adelia dan teman-temannya.
"Apa? jadi, gadis metal itu sudah menikah dengan Arjuna?" tanya Priska dengan rasa tak percaya.
"Kemungkinan saja Pris, sebab aku tidak sengaja berjumpa dengan Arjuna Restu Pamungkas tempo hari di Rumah Sakit Medika. Tapi, ya sudahlah mungkin ia hanya istri yang tidak bisa merawat diri. Penampilannya kuno sekali, tertutup seperti itu. Mana ada laki-laki yang tertarik dengan wanita yang tertutup seperti sarung nangka," ucap Adelia dengan mengejek Nandini yang kini telah menutupi dirinya dengan kerudung di kepalanya.
Nandini membalikkan badannya, "jaga ucapan mu sebelum ku patahkan tangan dan kaki mu! apa kau tidak ingat dengan kisah di masa lalu, belum puaskah kalian saat teman mu Si Nenek Sihir itu ku patahkan tangan dan kakinya, hingga cidera yang sangat lama. Apa kamu yang harus menjadi korban selanjutnya!" sungut Nandini dengan gaya metalnya.
Adelia pun mengulik kembali kenangan di masa lalu, ia pun bergidik ngeri jika semua itu terjadi padanya. Mengingat Nandini memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi.
"Kau hanya bisa mengancam dengan ilmu bela diri mu Nandini Sukma Dewi, aku sama sekali tidak takut dengan ancaman mu!" ucap Adelia dengan tatapan sinisnya.
Nandini merasa geram dengan Adelia, ingin rasanya Nandini mencabik dan merobek mulut Adelia.
Namun, perutnya tiba-tiba mual. Nandini ingin muntah, namun ia tahan.
"Din, kau tidak apa-apa? mari masuk ke dalam mobil, jangan meladeni hal-hal yang tidak penting! sebab, itu akan menguras tenaga mu.
Zainal segera menuntun Nandini masuk ke dalam mobil.
"Dasar wanita cent*l, sudah punya suami masih pegang-pegangan dengan laki-laki lain." Adelia terus membangkitkan emosi Nandini.
__ADS_1
"Kak Adel, tolong jaga ucapan mu! Nandini lebih mulia dari pada mu, kau lihat penampilan mu yang sangat kurang bahan, sungguh sangat tidak mulia sekali! jika kau hendak mencari masalah lebih baik kakak pergi dari Cafe XX ini! aku tidak suka kau mencerca wanita ku!" ucap Zainal keceplosan.
"Wanita mu! maksud mu Nandini wanita mu? bukan kah Nandini sudah menikah dengan Arjuna?" tanya Priska Prahara yang tidak mengerti hal yang sebenarnya terjadi.
"Kak Priska jangan ikut-ikutan, ini bukan urusan mu, Kak. Tolong ajak teman-teman mu pergi dari sini!" titah Zainal dengan setengah emosi.
"Baiklah, aku akan pergi dari sini. Mood ku tiba-tiba hilang melihat kehadiran Nandini di sini," ucap Priska dengan mengedipkan matanya pada Adelia dan Lembayung Senja.
Mereka bertiga pun pergi dari pandangan Zainal dan teman-temannya, dengan segala keangkuhannya.
Nandini menghembuskan nafas kasarnya, "dasar trio ulet keket dari dulu hingga sekarang tiada habisnya membuat masalah. Kalau bukan memikirkan keselamatan my baby yang ada di dalam perut ku, sudah di pastikan mereka akan mendapatkan hadiah bogem mentah dari ku!" sungut Nandini dengan nada penuh kekesalan.
"Bumil kudu sabar, nanti baby-nya ikut bawel seperti mamanya jika sejak dini di ajak ngomel-ngomel." Kirana Larasati menimpali.
Sedangkan Cinta dan Fadhillah masih berpamitan dengan pasangan mereka masing-masing. Sampai akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil Zainal.
Zain menyetir mobilnya, sedangkan Barra duduk di sampingnya dengan gaya elegannya. Nandini, Cinta, Kirana, dan Fadhilah duduk di belakang dengan posisi menyandarkan kepalanya masing-masing di kursi mobil setelah seharian aktivitas penuh, meskipun hanya bersuka ria sekedar healing tetap saja kelelahan dan akhirnya ke empat bidadari itu pun terlelap. Tinggal lah Zain dan Barra yang terjaga dan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
🌷🌷🌷
...Untaian Mutiara Hikmah 👉"Kebencian adalah penyakit yang mematikan kebaikan. Jika kehidupan membuat diri kita menangis, ingat ada ribuan kenangan indah yang membuat kita tersenyum."...
💮
💮
💮
Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya author BESTie yang tentunya dengan cerita yang tak kalah seru dan menariknya.😊😘
Judul karyanya : Nikah Dadakan Dengan Musuh
__ADS_1
Authornya : Ayi