Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
148 . Rindu Di Sepenggal Hati


__ADS_3

"Ba'da Ashar, kakak akan datang kemari menjemput mu. Jaga dirimu baik-baik! Jika ada apa-apa jangan lupa telfon Kakak," ucap Muhammad Zaid Arkana berlalu pergi dari hadapan Zahrana.


Melihat perhatian MZ Arkana yang begitu tulus terhadapnya, membuat hati Zahrana seolah tersirami oleh tetesan hujan yang turun setelah kemarau jiwanya pun sempat kering dan dilanda api cemburu oleh interaksi antara Zaid dengan Dokter Rufaidah Al-Aslamiyyah beberapa menit yang lalu.


"Ya Allah ... apa benar yang dikatakan oleh customer Ibu-ibu tadi jika antara cinta dan cemburu itu bedanya tipis?" bisikan hati Tsamirah Zahrana Az Zahra.


"Astagfirullah ... apa yang terjadi pada diri ku sebenarnya? Kenapa hatiku jadi dilema seperti ini?"


"Kenapa rasa di hatiku kini tiba-tiba berpihak pada Kak Zaid? mungkin ini hanya perasaan ku saja, tidakkkk ... di dalam hati ku hanya ada kak Yusuf, tiada yang lainnya!" bisikan hati Zahrana.


"Kak Yusuf, kapan kah diri mu kembali? 4 tahun sudah kepergian mu di Kairo Mesir, masihkah kau mengingatku walaupun hanya sedetik dalam hati dan pikiran mu? Sungguh aku sangat merindukan mu, Kak!"


Air mata Zahrana luruh lah sudah, ia tidak tahu sampai kapan Yusuf akan kembali ke Indonesia.


Entah masih ingat atau tidak Yusuf pada dirinya, Zahrana tidak tahu akan hal itu.


"Kak Yusuf, sungguh aku sangat merindukan mu!" ucap Zahrana berulang kali dengan meneteskan air matanya.


"Semoga rasa rindu ini pun sama, kau pun merasakannya! sebab ku tak ingin hanya mencintai sendiri. Seolah merasakan rindu di sepenggal hati, tanpa berbalas terhadap mu kak Yusuf."


Zahrana diam terpaku, pandangannya tertuju pada mukena putih polos tanpa motif namun nampak berkilauan. Mengingatkannya pada bingkisan yang di berikan oleh Yusuf Amri Nufail Syairazy terhadapnya sebelum Yusuf berangkat ke Negara Piramida untuk melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar Mesir, empat tahun yang lalu.


"Maa syaa Allah ... bukankah Mukena ini sama seperti yang di bingkiskan oleh kak Yusuf pada ku tempo hari!" bathin Zahrana dengan melihat lebel harga yang tertera di mukena tersebut.


"Ya Allah ... ternyata harga satu mukena ini mencapai 499rb? itu berarti kak Yusuf telah mengeluarkan uang yang sangat banyak demi untuk membelikan bingkiskan untuk ku!" cicit Zahrana.


Untuk kesekian kalinya Zahrana menangis haru, mengingat semua tentang Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Ya Allah ... maafkan diriku, sebab hampir saja aku terjerat oleh pesona kak Zaid dan melupakan sosok pemuda Sholih, yang selama ini sangat aku rindukan kehadirannya, Yusuf Amri Nufail Syairazy yang telah pun terpatri di hatiku hingga detik ini!" bathin Zahrana.


Zahrana pun terhenyak dari lamunannya, ketika mobil Honda jazz berhenti di hadapan gerai Aisyah Boutique Collection.


Seorang wanita berpakaian syar'i turun dari mobil tersebut bersama sosok laki-laki yang kemungkinan besar itu adalah suaminya.


"Assalamu'alaikum, Nak."


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi ... Um. Ada yang bisa saya bantu? Ummi sedang mencari fashion muslim, kah?" tanya Zahrana.


"Iya, Nak. Ummi hendak mengirimkan jubah, gamis dan sirwal muslim untuk Putra Ummi di Kairo. Ia sudah 4 tahun menginjakkan kakinya di bumi Piramida itu. Ummi sangat merindukannya," ucap wanita yang berpakaian syar'i itu.


"Tolong bantu Ummi pilihkan fashion terbaik untuk Putra Ummi, ya?" ucap wanita tersebut antusias.


"Baik, Umm. Maaf sebelumnya, ciri-ciri anak Ummi seperti apa, Um? maksudnya postur tubuhnya Umm? biar lebih mudah untuk mencari ukuran fashion yang pas untuk putra Ummi," ucap Zahrana.


Customer tersebut menyebutkan ciri-ciri putra laki-lakinya.


"Deg ...."


"Deg ...."


"Deg ... " jantung Zahrana tiba-tiba berdegup kencang mendengarkan penuturan customer tersebut.


"Ya Allah ... Ya Rabbi, ciri-ciri fisik yang costumer ini sebutkan benar-benar mengingatkan ku pada sosok kak Yusuf Amri Nufail Syairazy," bathin Zahrana.


Zahrana pun segera siaga mencari fashion muslim yang cocok untuk pemuda yang hampir sama postur tubuhnya dengan Yusuf Amri Nufail Syairazy.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Zahrana pun berhasil memilih fashion yang terbaik untuk anak kesayangan customer tersebut.


"Sepertinya, ini semua cocok untuk anak Ummi."


Zahrana menunjukkan semua fashion muslim yang telah ia pilihkan pada customer tersebut.


"Syukron, ukhti Fillah. Tolong bingkiskan semuanya, jadikan kado! Insya Allah siang ini juga akan segera saya kirimkan paket tersebut, agar cepat sampai ke tujuannya Indonesia-Mesir."


Zahrana pun bergerak cepat untuk membungkus semua pesanan customer tersebut.


"Alhamdulillah ... sudah selesai Umm," ucap Zahrana di liputi rasa bahagia dengan bingkisan perdana yang telah ia bungkuskan special untuk putra costumer tersebut.


"Alhamdulillah ... jazakillah khoir. Berapa total semuanya, Nak?" tanya customer itu lagi.


"Tolalnya Rp 1.050.000, Ummi?" ucap Zahrana antusias.


Entah perasaan apa yang dirasakan oleh Zahrana. Ia merasa sangat bahagia ketika mendapatkan amanah untuk menyiapkan dan membungkuskan bingkisan special untuk putra costumer tersebut, yang katanya akan dikirim ke Kairo Mesir, tempat di mana anak laki-lakinya menempuh studi di Universitas Al-Azhar.


Customer itu pun memberikan pecahan uang merah senilai satu juta seratus rupiah kepada Zahrana.


"Kembaliannya, Umm!"


"Tidak usah, Nak. Kembaliannya untuk mu saja! terimakasih sudah berkenan membungkuskan bingkisan untuk anak Ummi."


"Oh, iya. Nama mu siapa, Nak?" tanya costumer tersebut.


"Nama saya Tsamirah Zahrana Az Zahra, Um." Zahrana pun mengulurkan tangannya pada customer tersebut.


"Nama yang indah, seindah wajahnya. Kamu boleh panggil saya Ummi Yasmin," ucap Ummi Yasmin dengan senyuman khasnya.


"Ya Allah ... melihat aura wajah Ummu Yasmin dan kebaikan budipekertinya mengingatkan ku pada kak Yusuf Amri Nufail Syairazy. Rupa Ummu Yasmin benar-benar mirip dengan kak Yusuf," bathin Zahrana yang memang sedang merindukan sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Tunggu dulu! tadi bingkisan tersebut akan di kirimkan ke Universitas Al-Azhar Mesir. Ya Allah ... aku lupa menanyakan pada Ummu Yasmin mengenai siapa nama anaknya? bukankah kak Yusuf juga kuliah di Universitas Al Azhar?" Zahrana terus bermonolog di dalam hatinya.


***


Di dalam perjalanan.


"Bi, Ummi senang sekali melihat karyawan yang bekerja di gerai Aisyah Boutique Collection tadi. Ia cantik dan menawan, tentunya sangat Sholihah," ucap Ummi Yasmin pada suaminya.


Abi Farhan tersenyum mendengar penuturan Ummi Yasmin.


"Kok hanya di balas dengan senyuman, Bi?"


"Lalu, Abi harus memberikan tanggapan apa, Umm?" ujar Abi Farhan.


"Begini, Bi. Ummi jadi kepikiran untuk menjodohkan putra kita Yusuf Amri Nufail Syairazy dengan wanita shalihah tadi," ucap Ummi Yasmin yang benar-benar menyukai Zahrana.


Abi Farhan Habib dan Ummi Yasmin Alta Funnisa adalah orang tua kandung Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Wajah Yusuf Amri Nufail Syairazy memang mirip dengan Ummi Yasmin, tepatnya wajah Yusuf adalah duplikat Umminya.😍😍


Tanpa Zahrana sadari, firasat dan tebakannya adalah benar, jika putra Ummi Yasmin memang adalah pemuda yang selama ini di rindukan, yakni Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Namun, Zahrana belum menyadari itu. Jika ia tahu Ummi Yasmin adalah Umminya Yusuf tentu saja Zahrana akan bertindak kegirangan, sebab ternyata baru pertama melihatnya Ummi Yasmin sudah terpana dengan pesona Zahrana.

__ADS_1


Dan hebatnya, Ummi Yasmin berniat menjodohkan putranya Yusuf Amri Nufail Syairazy dengan Tsamirah Zahrana Az Zahra yang baru di kenal dan di lihat olehnya.


"Tapi, Umm. Abi sudah menjodohkan Yusuf dengan anaknya Buya Harun, temannya Abi dari sejak kecil. Sebelum Yusuf berangkat ke Mesir ia pun telah berkunjung ke rumah Buya Harun, untuk berpamitan dengan Buya Harun dan keluarga. Termasuk juga berpamitan dengan Zahrana," ucap Abi Farhan dengan mode serius.


"Iya, Bi. Tapi Ummi sangat tertarik dengan wanita yang menjaga gerai Aisyah Boutique Collection tadi, Bi!" ucap Ummi Yasmin setengah patah hati.


Ummi Yasmin tidak menyadari jika Zahra dan Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah sosok wanita yang sama.


Abi Farhan dan Ummi Yasmin, melihat Zahrana terakhir kalinya sewaktu Zahrana masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6 SD.


Ketika itu, mereka berkunjung ke kediaman nenek Yusuf di kota XX. Sekalian Sirahtuhrahmi dan mengantarkan Yusuf untuk berguru di Padepokan Buya Harun.


Kala itu, Yusuf baru kelas 3 SMP. Ketika melihat pesona Zahrana yang baru akan beranjak ABG awal, tercetus ide brilian Abi Farhan untuk menjodohkan Yusuf dengan Zahrana Puteri Buya Harun, ketika usia keduanya pun sudah matang untuk menempuh jenjang pernikahan.


Perjodohan tersebut hanya di rencanakan dan di sepakati oleh Buya Harun dan Abi Farhan. Sedangkan Bunda Fatimah dan Ummi Yasmin tidak terlalu menanggapi itu, sebab mereka pikir Zahrana masih terlalu kecil.


Begitu pun dengan Yusuf baru kelas 3 SMP, jadi Bunda Fatimah dan Ummi Aisyah tidak terlalu menanggapi ide konyol itu.


Namun, siapa sangka seiring berjalannya waktu, ternyata Yusuf pun tertarik dengan Zahrana ketika Zahrana telah duduk di bangku SMP dan Yusuf pun sudah duduk di bangku SMAN kala itu. Ia mengagumi Zahrana dalam diamnya. Ia tidak ingin pacaran dengan Zahrana, namun ia akan melamar Zahrana ketika ia sudah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Al-Azhar Mesir.


Abi Farhan dan Ummi Yasmin tidak menyadari jika Zahrana kini telah bermetamorfosa menjadi wanita muslimah yang cantik jelita, seperti sekarang ini.


Dulu Zahrana masih berpakaian terbuka, namun saat ini Zahrana telah menutup auratnya secara sempurna. Zahrana lebih cantik dan mempesona di usianya yang telah menginjak 17 tahun, seperti sekarang ini.


Ummi Yasmin terdiam, ia tidak tahu jika Zahra anak Buya Harun adalah Zahrana penjaga gerai Aisyah Boutique Collection, wanita muslimah yang disukainya walaupun baru hari ini bersua dengan sosok Zahrana.


"Jangan bawa perasaan dong, Umm. Jikalau jodoh nggak bakal kemana, pasti akan bertemu jua. Untuk saat ini, kita fokus untuk menepati janji Abi kepada Buya Harun, untuk melamar putrinya nanti jika Yusuf selesai dengan study-nya.


"Terserah Abi saja, Ummi menurut saja!" ucap Ummi Yasmin dengan senyuman yang di paksakan.


"Beginilah rasanya jika hanya merasakan rindu di sepenggal hati saja. Hanya Ummi yang menyukai gadis penjaga Aisyah Boutique Collection itu, sedangkan Abi hanya fokus dengan tujuannya saja!" Ummi Yasmin menggerutu di dalam hatinya.


***


Di Aisyah Boutique Collection.


"Ya Allah ... sungguh aku lelah dengan rasa ku sendiri, semoga rasa dihatiku terhadap kak Yusuf tidak bertepuk sebelah tangan. Semoga dia masih mengingat ku dan mengingat kembali janji yang telah ia ucapkan untuk mengkhitbah ku nantinya."


"Sungguh aku tidak ingin merasakan rindu di sepenggal hati, sedangkan aku tidak tahu apakah rasa di hatinya masih seperti dulu atau bahkan ia telah melupakan ku?" bathin Zahrana.


"Sungguh ... aku benar-benar merindukan mu kak Yusuf Amri Nufail Syairazy!" ucap Zahrana seraya menyandarkan kepalanya di kursi Aisyah Boutique Collection.


🌷🌷🌷


Pencerahan πŸ‘‰ "Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat. Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu. Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya."


🌺🌺🌺


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya Author besti, ceritanya di jamin seru dan menarik.😊


Judul karyanya : My love and My Obsession


Authornya : Candi


__ADS_1


__ADS_2