
Nandini diam tak bergeming, ia bingung menjawab pertanyaan Arjuna Restu Pamungkas yang tiba-tiba merudungnya.
"Maaf, maksud mu apa? aku tidak mengerti", ucap Nandini pura-pura tidak memahami arti kata Arjuna terhadapnya, jujur Nandini tidak tahu harus memilih Zainal Abidin Si Kutu Buku atau Arjuna Restu Pamungkas Sang Playboy Kelas Kakap?
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi gadis metal, sebelum kau menjawab pertanyaan ku?"Ucap Arjuna dengan tatapan penuh keseriusan, sekali ini ia benar-benar tidak ingin melepaskan Nandini begitu saja.Ia ingin segera menjadikan Nandini wanitanya.
"Lepaskan!... tidak ada yang hendak ku pilih diantara kalian, sebab diriku tak semudah itu percaya dan menerima sosok laki-laki dalam hidupku",ujar Nandini penuh ketegasan.Ia benar-benar bingung untuk menentukan pilihan yang sangat menyudutkannya.
Disatu sisi, Nandini sangat terbius dan tergoda dengan sikap dan ucapan Arjuna yang sangat romantis meski terkesan arogan, namun ia takut jatuh kedalam pelukan Arjuna Restu Pamungkas, sebab ia tahu Arjuna adalah sosok laki-laki yang kerap kali bermain hati, apalagi Arjuna belum putus dan masih gantung dengan Adelia Kencana Puteri kakak kelasnya.
Jika memilih Zainal Abidin, Nandini masih kecewa, sebab Zainal Abidin membuatnya terbakar api cemburu sebab kedekatannya tempo hari pada Priska Prahara, Zainal Abidin dengan ketulusan dan penuh kasih memapah Priska Prahara ke UKS sejak baku hantam antara Nandini, Priska Prahara dan Zahrana sewaktu dikantin sekolah tempo hari.Kala itu Zainal Abidin lebih memilih Priska Prahara daripadanya.
"Semua laki-laki sama saja, tidak ada yang benar-benar tulus dan setia",umpat Nandini dalam hati.
Padahal, tanpa setahu Nandini Priska Prahara dan Zainal Abidin adalah saudara sepupu, rumah mereka saling berdekatan.Jadi sangat wajar jika Zainal Abidin perhatian dan segera membantu Priska Prahara yang sedang cidera kala itu.Jadi tidak ada alasan untuk Nandini cemburu padanya.
Namun, Nandini tetap Nandini sosok gadis metal yang keras kepala,jaim dan ingin menang sendiri, menyimpulkan suatu perkara dari apa yang ia lihat tanpa bertanya kembali duduk perkara sebenarnya.
Nandini segera melenggang pergi diikuti oleh Cinta dan Kirana,ia tidak mempedulikan lagi keberadaan Arjuna Restu Pamungkas dan Zainal Abidin yang masih mematung menunggu jawaban darinya.
"Nandini? tunggu!...aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja", ujar Arjuna berang sembari mengepalkan tinjunya,ia tidak terima jika gadis metal itu menolaknya.
Zainal Abidin yang sejak tadi terdiam memperhatikan interaksi Arjuna dan Nandini ia pun ingin segera beranjak pergi, seraya membayar uang es jeruknya, yang ia pesan bersama Nandini tadi kepada Mang Dul pemilik Kantin.
"Tunggu!"... pergerakan Zainal Abidin ditahan oleh Arjuna Restu Pamungkas.
__ADS_1
Zainal pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Arjuna.
"Ada apa?"jawab Zainal santai,ia tidak begitu menanggapi perihal Arjuna, baginya Nandini sudah aman dari kerusuhan hari ini sudah membuatnya merasa nyaman.
"Kau ini anak ingusan,sok jadi pahlawan!... berani-beraninya kau mendekati dan menyentuh wanitaku?"Cecar Arjuna dengan sikap arogannya,sembari menarik kerah baju Zainal Abidin,ia hendak menggampar Zainal, namun pergerakan tangannya di tahan oleh Rivandra Dinata Admaja dan Rangga Sahadewa.
Arjuna menurunkan tangannya dan berusaha meredam emosinya ketika melihat tatapan Rivandra yang begitu tajamnya,ia khawatir sepupunya Rivandra akan mengadukan keributan yang dibuatnya pada Ayahnya,Pak Sastrawan,ia khawatir akses keuangannya akan di tutup oleh Ayahnya, itu berarti ia akan kehilangan segalanya, kebebasannya akan terganggu,ia pun mengurungkan niatnya untuk menghajar Zainal Abidin.
Sebenarnya, jika Zainal Abidin ingin melawan Arjuna bisa saja, sebab ia pun memiliki ilmu bela diri sejak ia berusia 10 tahun sudah dilatih oleh kakeknya ilmu ketangkasan untuk melumpuhkan lawannya, namun Zainal tidak ingin menampakkan itu, sebab ia akan menggunakan ilmu bela dirinya ketika ia benar-benar dalam kesulitan.Itulah sebabnya ia sering memperingatkan Nandini agar tidak menggunakan tapak sucinya di sembarang tempat.
"Kau ini, sudah berapa kali ku peringatkan jangan berbuat kekacauan", ujar Rivandra menegahi.
"Cepat minta maaf kepada Zainal, atau???"Ancam Rivandra pada Arjuna sepupunya yang super berulah.
"Iya bos, minta maaf saja!"Sarkas Rangga Sahadewa pada Arjuna, sebab ia khawatir jika segala kesenangan, kemewahan dan akses keuangan Arjuna benar-benar ditutup oleh Om Sastrawan, sehingga tidak miliki apa-apa lagi, otomatis Rangga tidak akan kecipratan bonus lagi dari Arjuna, hilang sudah mesin uangnya,"cicit Rangga dalam hati.
Rivandra hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sepupunya Arjuna.
"Maafkan sikap arogan saudara sepupu ku yah?"Ujar Rivandra sembari mengulurkan tangannya pada Zainal Abidin mewakili permintaan maaf Arjuna.
Sementara Mang Dul,Sang pemilik Kantin ikut menggelengkan kepalanya, lantaran melihat kelakukan para Siswa-siswi yang tiada berhenti berulah dikantinnya.Ingin sekali ia mengadukan Kelakuan para Siswa-siswi yang kerap kali berulah diKantin ya pada Kepala Sekolah atau pun Guru BK, namun Mang Dul tidak mempunyai wewenang untuk itu, khawatir murid-murid akan membencinya dan tidak ingin lagi berkunjung ke kantinnya, yang memang menjadi satu-satunya mata pencahariannya.
***
Sementara di sela-sela kepergian Sang Arjuna, seorang Siswi berambut lurus panjang sepinggang nampak berlari kecil mengejarnya.
__ADS_1
"Arjunaaa... tunggu!"Pekiknya.
Siapa lagi kalau bukan Adelia Kencana Puteri.
Arjuna tidak memperdulikannya,iya berjalan dengan wajah datar menuju kelasnya,ia sangat tidak terima dengan penolakan Nandini terhadapnya.Padahal jelas-jelas pagi tadi Nandini mendekapnya begitu mesra Ketika ia sedang melajukan kuda besinya dengan kecepatan sangat tinggi hendak menuju sekolah.Memenuhi permainan Nandini jika 15 menit harus segera sampai ke Sekolah.
"Aaahhh..."Arjuna mengacak rambutnya frustasi, iya tidak menyangka jika Nandini sampai membuatnya tergila-gila, padahal biasanya para gadis yang tergila-gila padanya dan berusaha untuk selalu mengantri menjadi kekasihnya.Nandini sangat berbeda, iya benar-benar gadis metal yang sangat mempesona membuat bir*hi seorang Arjuna kembang kempis di buatnya.
"Juna,kamu benar jika menaruh hati pada gadis metal itu? anak ingusan, yang baru kemarin sore?"Cercar Adelia Kencana Puteri penuh dengan nada kecewa.
"Iya, aku benar jatuh hati pada gadis metal itu!...aku benar-benar tergila-gila padanya."Ucap Arjuna semaunya tanpa memikirkan bagaimana sakitnya hati Adelia mendengarkannya.
"Lalu kau anggap aku apa Jun? sudah banyak sekali para gadis yang kau sakiti menjadi korban mu, sampai kapan kau akan terus begini Jun?"Seloroh Adelia Kencana Puteri sembari menggoyangkan bahu Arjuna,bulir air mata itu pun luruh sudah oleh cintanya yang tersayat-sayat oleh kepenghianatan Arjuna.
"Kau menggantungkan aku Jun", ucap Adelia disela-sela tangisnya.
Arjuna tidak peduli dengan sesak dadanya Adelia,ia bahkan ingin segera memutuskan Adelia Kencana Puteri dan berniat ingin segera melumpuhkan keangkuhan Nandini Si Gadis Metal yang telah membuatnya bertekuk lutut dan tergila-gila padanya.
"Baiklah,aku tidak akan lagi menggantungkan mu, juga pacar-pacar ku yang lain akan segera ku putuskan demi Nandini akan ku lakukan!...detik ini juga kita putus Adelia Kencana Puteri",tukas Arjuna tanpa memberikan kesempatan untuk Adelia berucap lagi.
"Arjuna,kau...kau keterlaluan!...kau benar-benar tidak punya perasaan", ucap Adelia sembari menangis senggukan, meratapi cintanya yang terkhianati oleh Sang Arjuna Play Boy Kelas Kakap.
"Plakkkk.." Tamparan pedas itu mendarat sempurna di pipi Arjuna.
Adelia terpancing emosi yang berbalut kecewa pada sosok Arjuna yang selama 4 bulan terakhir ini telah menjadi kekasihnya namun hubungan itu kandas sudah sebab kepenghianatan Arjuna yang tiada hentinya bermain hati, dari satu wanita kewanita lain.
__ADS_1
Tak ayal keributan itu mengundang perhatian dari para Siswa-siswi yang melihat pertengkaran antara Adelia Kencana Puteri dan Arjuna Restu Pamungkas, sosok pria arogan yang terkenal dengan Sang Playboy di seantero jagat raya kala itu.