Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
157 . Terjerat Pesona Adelia


__ADS_3

Arjuna hendak meluapkan kekesalannya, namun Cinta, Kirana dan Fadhillah kompak membuka suaranya.


"Din, buruan makannya! sebentar lagi kita mau pulang, terimakasih sudah menghabiskan waktu bersama kami, shopping!" ucap teman-temannya. Mereka berniat menyelamatkan Nandini dari amukan Arjuna Restu Pamungkas.


Mendengar Nandini memang sedang bersama teman-temannya, Arjuna pun mematikan telfonnya.


"Jika memang ia bersama-sama dengan teman-temannya, tidak mengapa, namun kenapa tadi ia bersama Si kutu buku itu!" bathin Arjuna Restu Pamungkas.


Arjuna masih kelimpungan mencari tukang bengkel terdekat, sudah hampir satu jam ia mondar-mandir mencari bengkel terdekat. Namun belum ditemukan juga, ia pun memutuskan untuk bertengger di depan kap mobilnya dengan menyilangkan kakinya.


"Kak Virgantara sama Rangga Sahadewa entah kemana? aku telfon-telfon nggak di jawab. Apes memang apes, ingin menyusul Nandini mobil mendadak kempes, gagal deh melabrak si kutu buku itu!" cicit Arjuna.


"Siapa lagi yang hendak ku telfon? mana cuaca sangat panas sekali!" sarkas Arjuna sambil menyeka keringatnya.


Di tengah ketermenungannya, Arjuna tidak menyadari jika ada mobil mewah melesat dari kejauhan dan berhenti tepat di hadapannya.


Seorang wanita mengenakan kacamata hitam dan bergaya modis ala Syahrini turun dari mobil mewah tersebut dengan kulit putih mulusnya, menampakkan seluruh lekuk tubuhnya. Dan jangan lupa dengan belahan dada yang tampak menantang, ia menghampiri Arjuna Restu Pamungkas dengan tatapan dan senyuman menggodanya. Maju mundur cantik!😁😁


"Hey, my darling. How are you?" ucap Adelia dengan senyuman mautnya, hingga membuat Arjuna terpana dengan pesona Adelia Kencana Putri.


Mata Arjuna membola sempurna, ketika melihat pemandangan yang sangat menggoda di hadapannya.


"I'm fine!" ucap Arjuna tanpa berkedip memandang ke arah Adelia Kencana Puteri yang kini telah menjadi mantannya.


"Sempurna!" bisikan hati Arjuna yang mulai terjerat pesona Adelia Kencana Puteri, yang dulu pernah di sia-siakannya lantaran lebih memilih Nandini Sukma Dewi untuk menjadi kekasihnya.


Arjuna tega memutuskan hubungannya dengan Adelia yang benar-benar mencintainya kala itu. Kenangan dan luka tersebut masih membekas dalam ingatan dan hati Adelia Kencana Puteri, ia benar-benar berniat untuk membalaskan dendamnya pada Nandini dengan merebut kembali Arjuna dari tangan Nandini Sukma Dewi.


"Hai!" Adelia melambaikan tangannya di wajah Arjuna Restu Pamungkas yang tak berkedip memandangnya.


"Ma-af!" ucap Arjuna gugup.


"Kau nampak berkeringat sekali!" ucap Adelia dengan mengusap keringat Arjuna dengan menggunakan sapu tangannya.


Arjuna menatap wajah Adelia yang menurutnya sangat cantik dan menggoda.


"Hemmm ... sedang menunggu apa dirimu disini? kebetulan kita bertemu di sini! Aku hendak pergi ke Cafe XX, janjian bareng dengan Priska Prahara dan Lembayung Senja."


" Sudah lama sekali kita nggak kumpul bareng," ucap Adelia dengan senyuman menggodanya. Membuat Arjuna menelan salivanya ketika netranya tak sengaja melihat benda kenyal milik Adelia terpampang nyata, meski tertutup dibalik baju YOU CAN SEE-nya, berpadu dengan rok mini yang di kenakannya.


Jiwa Playboy Arjuna kembali meronta dengan pemandangan yang indah itu. Bagaimana pun ia adalah seorang laki-laki, ia pernah merasakan indahnya hasrat satu malam bersama Nandini Sukma Dewi satu bulan yang lalu. Namun, Arjuna berusaha meredam keinginan nafsu bir*hinya.


"Maaf, apa kau tahu bengkel yang paling dekat dari sini? ban mobil ku kempes dari sejak tadi," ucap Arjuna dengan berusaha meredam nafsunya. Ia tidak ingin terus menerus terjerat dengan pesona Adelia, ada hati yang harus ia jaga, ia harus segera menikahi Nandini Sukma Dewi mengingat benih yang kini telah tertanam di rahim sang pujaan hatinya.


"Aku punya bengkel langganan khusus yang bisa langsung datang ke tempat guna memperbaiki kendaraan yang rusak, termasuk menggantikan ban mobil milik mu. Kebetulan karyawan di bengkel mobil tersebut memang montir-montirnya siap siaga dan bisa di andalkan. Sebentar aku telfon dulu!" ucap Adelia dengan tatapan mautnya.


"Tunggu 15 menit lagi, ia akan datang kemari!" ucap Adelia dengan mengerlingkan matanya. Membuat detak jantung Arjuna tak karuan.


"Jangan bengong di situ darling! mari masuk ke dalam mobil ku dulu, sembari menunggu tukang montirnya datang, di sini sangat panas!" ucap Adelia mengibaskan tangannya di wajahnya yang nampak kepanasan.

__ADS_1


Adelia pun menarik tangan Arjuna dan masuk kedalam mobilnya. Arjuna pun mengikutinya seperti kerbau di cucuk hidung.


Mereka duduk bersebelahan di kursi mobil belakang. Dengan kaca mobil yang sengaja ditutup rapat oleh Adelia Kencana Puteri.


Wangi semerbak parfum beraroma malaikat subuh milik Arjuna tempo hari menyeruak di indera penciumannya. Membuat gairah Arjuna membuncah di tengah panasnya cuaca hari ini.


"Kau mengenakan parfum itu?" tanya Arjuna.


Adelia mengiyakan ucapan Arjuna dengan tatapan mautnya.


"Arjuna, aku masih sangat mencintai mu!" ucap Adelia dengan menyenderkan kepalanya di bahu Arjuna. Membuat Arjuna pun meremang di tempatnya.


Arjuna membiarkan Adelia bersandar di pundaknya. Arjuna berusaha untuk meredam birahinya, berduaan dalam satu mobil dengan Adelia membuat sesuatu di bawah sana terasa sesak. Membuat Arjuna ingin segera memakan Adelia. Namun, ia terus teringat dengan Nandini Sukma Dewi juga calon bayinya.


"Ma-af, sebaiknya aku turun dulu! mungkin sebentar lagi montir itu akan datang!" ucap Arjuna dengan menggeserkan kepala Adelia dari pundaknya, membuat Adelia menyeringai dengan nakalnya.


Arjuna hendak turun dan membuka pintu mobil tersebut, namun Adelia tiba-tiba menarik tangannya dan melaha*p bibirnya dengan rakus. Adelia memainkan lidahnya di rongga mulut Arjuna membuat Arjuna seketika terjerat oleh pesona Adelia. Ia pun terpancing oleh jerat nafsu sesaatnya.


Arjuna pun ikut dalam permainan yang di ciptakan oleh Adelia Kencana Puteri. Kedua insan yang terbuai dan terjerat kenikmatan syurga dunia itu pun semakin memanas.


Arjuna dengan beringasnya meremas dua gunung kembar yang sangat menantang milik Adelia Kencana Puteri. Sehingga membuat Adelia mendesah hebat. Namun, ketika hendak meneruskan permainannya ada yang memukul kaca mobil Adelia yang tertutup rapat dan kelihatan sangat gelap dari luar.


"Apa ada orang di dalam? mobil yang mana yang hendak saya perbaiki?" tanya pemuda yang merangkap sebagai montir tersebut.


Adelia segera merapikan pakaian dan rambutnya yang acak-acakan oleh adegan haerdangnya bersama Arjuna Restu Pamungkas barusan.


"Akhirnya aku bisa memiliki mu Arjuna Restu Pamungkas!" bisikan hati Adelia penuh kemenangan.


"Maafkan aku Nandini Sukma Dewi, aku khilaf." Arjuna menggerutuki kebodohannya. Namun, ia tidak dapat memungkiri pesona Adelia kali ini benar-benar telah menjeratnya untuk melakukan kesalahan terbesarnya sehingga mengkhianati kepercayaan kekasih hatinya Nandini Sukma Dewi.


Arjuna hendak turun dari mobilnya dan menghampiri tukang montir itu, namun tangannya di tarik kembali oleh Adelia Kencana Puteri.


"Aku mencintaimu Arjuna Restu Pamungkas! simpan kartu nama ku, di situ tertera nomor ponsel ku jika suatu saat nanti kau membutuhkan ku!" ucap Adelia kembali dengan tatapan mautnya.


Entah syetan apa yang merasuki pikiran Arjuna. Ia pun tidak menolak kartu nama yang di berikan oleh Adelia Kencana Puteri dan menyelipkan kartu nama tersebut disaku kemejanya.


Ia pun menghampiri montir muda tersebut.


"Apakah anda yang memanggil karyawan Bengkel PWB groups untuk memperbaiki Ban mobil anda yang rusak?" tanya pemuda berperawakan tinggi tersebut pada Arjuna Restu Pamungkas.


"Iya, ban mobil saya mengalami kebocoran sekitar satu jam yang lalu. Terimakasih karena anda sudah berkenan memenuhi panggilan kami!" ucap Arjuna dengan nada lebih santun.


"Baiklah, perkenalkan saya Pramuja Wisnu Baskara. Saya mewakili Bengkel PWB groups datang kemari memenuhi panggilan darurat customer, kebetulan semua karyawan yang bertugas saya sendiri yang turun kelapangan."


Bengkel PWB groups adalah milik keluarga Pramuja Wisnu Baskara yang terdiri dari dua anak cabang, yang satu terletak di kota S dan yang satu terletak di kota P. Oleh karena Pramuja telah kembali dari ibu kota Jakarta, bengkel mobil tersebut kini di serahkan oleh Pak Nazrul Anwar kepada putra semata wayangnya itu untuk di kelola.


Hari ini Pramuja sengaja melakukan penyamaran sebagai karyawan di Bengkel PWB groups. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan yang langsung terjun kelapangan.


Melihat penampilan Pramuja yang nampak sempurna membuat naluri seorang Adelia Kencana Puteri kepincut dengan tubuh kekar Pramuja.

__ADS_1


"OMG! tampan dan sempurna sekali montir mobil ini," bisikan hati Adelia yang memang tidak tentu pendiriannya.


Melihat tatapan Adelia, Pramuja seolah-olah acuh. Semenjak ia jatuh hati pada sepupunya Tsamirah Zahrana Az Zahra jiwa Playboy Pramuja perlahan meredup. Ia tidak tertarik lagi dengan wanita seksi dan bahenol atau apalah namanya, dalam hati dan pikiran Pramuja hanya ada nama Zahrana tiada yang lain.


"Ban mobilnya sudah selesai diperbaiki," ucap Pramuja dengan mengibaskan tangannya dan menepuk debu dan kotoran yang menempel di baju seragam bengkelnya.


"Baiklah, terima kasih!" ucap Arjuna dengan menyerahkan berapa lembar uang merah pada Pramuja.


Pramuja pun pamit pulang setelah menjalankan tugasnya, tanpa melirik ke arah Adelia dengan pakaian super ketatnya. Pramuja justru merasa risih melihatnya.


"Aku pamit dulu, Mas bro! silahkan lanjutkan pertualangan kalian sebagai pasangan," ucap Pramuja dengan senyuman khasnya.


Pramuja pun segera menjalankan motor gedenya dengan gaya cool-nya tanpa melihat ke arah Adelia yang dari sejak tadi menatapnya dengan tatapan mautnya. Namun, sayangnya Pramuja sama sekali tidak tertarik padanya.


Adelia pun merangkul tangan Arjuna yang masih terdiam setelah kepergian Pramuja. Sisa-sisa adegan panasnya dengan Adelia berapa menit yang lalu membuat Arjuna panas dingin ia bingung dengan perasaannya sendiri.


Di satu sisi, Arjuna mencintai Nandini Sukma Dewi. Namun ia pun tidak mengerti dirinya bisa terjerat oleh pesona Adelia Kencana Puteri.


"Ma-af. Aku pamit dulu, terimakasih untuk semuanya!" ucap Arjuna hendak berlalu pergi.


"Tunggu dulu, my darling! jangan lupa hubungi aku jika dirimu merindukan ku dan membutuhkan belai manja ku," bisik manja Adelia di telinga Arjuna Restu Pamungkas. Sehingga membuat aliran darah Arjuna terasa mengalir deras.


Ingin rasanya Arjuna memakan mantan pacarnya itu yang kini membuatnya menjadi CLBK terhadap gadis cantik nan seksi di hadapannya itu.


"Aku pergi!" ucap Adelia dengan senyuman mautnya. Ia pun spontan mengecup bibir Arjuna yang masih berdiri di tempatnya.


"Adelia, Kau---?"


Namun, Adelia telah pergi dari hadapan Arjuna dengan meninggalkan seberkas kecupan hangat di bibirnya.


Adelia pergi dan melajukan mobilnya dengan penuh kemenangan.


"Ini baru permulaan Arjuna Restu Pamungkas. Kalian harus membayar luka hati ku di masa lalu, aku akan membuat mu bertekuk lutut pada ku, dan akan ku hancurkan hubungan mu dengan Nandini Sukma Dewi sehancur-hancurnya!" bathin Adelia dengan rasa dendam yang bergemuruh di dadanya.


🌷🌷🌷


Untaian mutiara hikmah 👉 "Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka. Nafsu hanya bertahan sementara, karena ia pembosan dan tak pernah puas, tapi keindahan hati seorang wanita adalah pendamai yang mengokohkan jiwa laki-laki."


💮


💮


💮


Sambil menunggu update selanjutnya, author rekomendasikan karya terbaik dari sahabat kita, yang tentunya tidak kalah seru dan menariknya.


Judul karyanya : Un Familiar Brother


Authornya : Kaka Shan

__ADS_1



__ADS_2