Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
116. Menginap


__ADS_3

Nandini Sukma Dewi dan teman-temannya akhirnya memutuskan menginap di kediaman pribadi milik Arjuna Restu Pamungkas di kawasan perumahan elite XX.


Semua teman-teman Nandini, yakni Cinta, Kirana dan Fadhillah ikut satu mobil dengan Arjuna dan Nandini. Sedangkan sepeda motor mereka dikendarai oleh Rangga Sahadewa dan Virgantara Dinata Admaja. Sebab, hari sudah larut malam tidak baik untuk para anak gadis mengendarai sepeda motor sendiri mengingat rentannya kejahatan yang mengintai jika sudah menjelang larut malam.


"Hati-hati!" ucap Zainal Abidin sembari melambaikan tangannya pada Nandini dan teman-temannya yang telah berada didalam mobil milik Arjuna Restu Pamungkas.


Nandini dan teman-temannya pun balas melambaikan tangannya pada Zainal Abidin dan Barra Adi Sanjaya selaku asisten pribadinya.


"Nandini, semoga dirimu selalu dalam lindungan-Nya. Sampai kapan pun aku akan terus menunggu mu, sampai akhirnya kau menjadi milikku." Zainal Abidin bermonolog dalam hatinya.


"Gagal sudah aku untuk mendekati mu gadis manis," ucap Barra pelan. Namun, masih terdengar oleh telinga Zainal Abidin.


"Hemm ... maksudnya? Apa kamu sedang jatuh hati pada salah satu sahabat ku?" tanya Zain dengan tiba-tiba.


Barra membekap mulutnya dan berusaha berkilah.


"Ti-tidak, Tuan. Mungkin anda salah dengar," ucap Barra gelagapan.


"Tuan Barra yang terhormat, aku tahu kau tertarik pada teman ku yang manis itu, kan? ayolah jangan berkilah! Kau tenang saja, Kirana Larasati itu jomblo sejati, Kok. Dari sejak SMP malah," ucap Zainal memancing pengakuan Barra.


"Yang benar saja, Tuan?" tanya Barra dengan senyum sumeringahnya. Ia cukup senang mendengar jika Kirana Larasati belum memiliki teman istimewa.


"Akhirnya penasaran juga, kan? ya sudah tunggu apalagi? jangan sampai keburu di ambil orang," ucap Zainal dengan wajah sendunya.


Zainal kembali terlihat murung, mengingat cerita cintanya bersama Nandini Sukma Dewi yang tak kesampaian hingga detik ini.


Melihat Tuan mudanya yang nampak murung. Barra pun berusaha untuk menguatkannya.


"Sabar brother, jika jodoh tak akan kemana!" ucap Barra, seraya menepuk bahu Zainal guna untuk menguatkannya.

__ADS_1


"Terimakasih, brother." Zainal pun tersenyum samar. Ia berusaha untuk menguatkan hatinya.


Jika sedang dalam suasana tenang dan damai, juga dalam ruang lingkup pekerjaan. Zainal dan Barra bersikap layaknya rekan bisnis.


Namun, jika diluar jam kerja ataupun sedang ada masalah pribadi mereka berdua bersikap layaknya saudara.


"Baiklah brother, sebab kau sedang di rudung nestapa aku yang akan mengantarkan mu pulang atau kau menginap di kediaman ku saja?" tawar Barra pada Zainal.


Zainal pun mengangguk setuju. Jadilah, Barra merangkap sebagai sopir untuk Zainal Abidin. Sedangkan mobilnya sendiri ia tinggalkan di Kafe XX. Tentunya ada garasi khusus memakirkan kendaraan pribadi di Kafe tersebut untuk menjaga dari tangan-tangan jahil yang hendak berbuat kejahatan, membobol, mencuri ataupun merampok dan yang semisalnya.


Kafe tersebut dilindungi sangat ketat dari hal-hal yang tidak diinginkan dan yang semisalnya. Satpam yang berjaga-jaga pun siap siaga di sana, jadi tidak ada kekhawatiran untuk Barra meninggalkan mobil miliknya di Kafe XX.


***


Nandini dan teman-temannya pun telah sampai di kediaman Arjuna Restu Pamungkas. Mereka pun segera memasuki kediaman Arjuna.


"Wah ... megah sekali rumah mu, Jun! ini kalau sudah menikah dengan Nandini kalian tidak perlu repot-repot membelikan atau membuat rumah lagi, secara semuanya sudah tersedia dengan begitu perfect-nya," ucap Fadhillah seraya mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu yang terkesan empuk dan mewah itu.


"Biasa aja kali, beb. Kau tidak melihat rumah ku jauh lebih mewah dari ini, ada kolam renangnya juga. Dan tentunya kau pun bebas berenang sesuka hatimu," sangkal Virgantara yang jengah dengan Fadhillah yang kerapkali memuji laki-laki lain di hadapannya.


Meskipun hanya sekedar bercanda atau sebatas mengagumi tetap saja Virgantara cemburu dengan sikap Fadhillah yang seperti itu.


"OMG ... kak Virgan, cembokur amat! nggak mau kalah saing sama Arjuna. Aku do'akan deh, kakak punya rumah beneran beserta air kolamnya. Biar aku bisa nyebur di sana setiap hari," ucap Fadhillah dengan gaya santainya.


Fadhillah mengira jika Virgantara hanya sekedar bercanda jika ia punya rumah dan air kolam renang di rumah pribadi miliknya. Padahal sebenarnya, Virgantara Dinata Admaja sudah memiliki itu semua.


"Ya ampun ... Aku perhatikan dari tadi kalian berdua ini selalu berdebat, tidak ada romantis-romantisnya." Cinta Kiara Khoirani pun membuka suaranya. Ia jengah melihat tingkah Fadhillah dan Virgantara yang tiada henti-hentinya bertengkar dan berdebat.


" Iya nich, lebih baik kita segera istirahat, hari sudah menunjukkan pukul 00.30 wib. Saatnya kita tidur, besok pagi-pagi kita harus segera pulang dari kediaman Arjuna." Kirana Larasati ikut menimpali.

__ADS_1


"Iya, tapi kita tidurnya di kamar mana?" tanya Fadhillah.


"Kita tidur di kamar sana! barusan tempat tidurnya sudah di rapikan," ucap Nandini Sukma Dewi.


Nandini dan teman-temannya pun segera masuk kedalam kamar khusus yang di sediakan oleh Arjuna untuk ia dan ketiga teman-temannya.


Sedangkan Rangga Sahadewa dan Virgantara juga segera menuju kamar khusus tamu.


Di sanalah, di kediaman Arjuna Restu Pamungkas mereka semua menginap dan terlelap setelah semalaman bergelut di Party Arjuna.


Mereka kini terjaga dalam buaian mimpi masing-masing ditengah heningnya angin malam.


***


📲 My Hubby : "Honey, teman-teman sudah tidur semua belum?" tanya Arjuna di notifikasi pesan yang ia kirimkan pada Nandini.


📲 My Honey : "Sudah, Hubby. Ada apa?" tanya Nandini dengan mata yang mulai menyipit sembari membalas pesan Arjuna.


📲 My Hubby : "Aku kangen pada mu honey, aku ingin dirimu didekat ku seperti tadi," ucap Arjuna manja.


📲 My Honey : " Jangan macam-macam Hubby! perih yang tadi belum lah hilang. Dirimu ingin bermain lagi.


📲 My Hubby : "Jika bersama mu, aku merasa dirimu adalah candu ku. Aku tidak bisa melupakan kejadian panas di antara kita dua jam lalu, Honey."


📲 My Honey : " OMG ... Hubby. Hentikan pikiran mesum mu, dan segera lelapkan dirimu dalam mimpi indahmu. Aku sudah mengantuk sekali, aku ingin istirahat. Wasallam ..." Nandini segera mengakhiri percakapannya.


" Yach, dia sudah mau tidur. Menggemaskan sekali dirimu, awas saja jika kau telah sah menjadi milik ku, tak kan kubiarkan kau menjauh dari ku. Aku akan memakan mu, sampai kau tidak bisa berjalan lagi!" sungut Arjuna seraya memejamkan matanya dan memeluk bantal gulingnya. Ia pun terlelap dalam buaian mimpi indahnya.


Kini, semua penghuni yang menginap di kediaman Arjuna nampak menikmati tidur lelapnya. Seketika suasana terasa hening sampai menunggu matahari menampakkan wajah cerahnya di esok hari.

__ADS_1


🌷🌷🌷


...Pencerahan 👉 " Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya hadir dari dalam. Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikuti mu. Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu jauh lebih baik. Jangan berduka, yakinlah apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain."...


__ADS_2