Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
160. Tausiyah Dadakan ( Mempercepat Pernikahan )


__ADS_3

"Kak Zaid, stoppp! itu seperti teman-teman ku, kenapa mereka berkerumun di sekitar jalan raya rumah sakit itu? seperti terjadi sesuatu dengan mereka," ucap Zahrana yang baru pulang bekerja dari Aisyah Boutique Colection, di antar oleh Muhammad Zaid Arkana.


"Shitttt!" mobil Avanza Putih yang dikendarai oleh Muhammad Zaid Arkana pun tiba-tiba rem mendadak.


"Kak, kau tunggu di sini! biar Zahra menghampiri mereka," ucap Zahrana dengan setengah berlari keluar dari mobil MZ Arkana.


"Hati-hati, Zahra!" ucap Muhammad Zaid Arkana.


"Nandini, Cinta, Kirana, Fadhillah!" pekik Zahrana memanggil ke empat orang teman-temannya.


Semua teman-temannya pun menoleh ke arah sumber suara.


"Zahranaaa! kami merindukan mu!" pekik teman-teman Zahrana dengan menghamburkan diri kedalam pelukan Zahrana.


"Apa yang terjadi? kenapa Zain dan Arjuna bisa babak belur seperti itu? dan kenapa kau menangis, Din?" tanya Zahrana dengan pertanyaan beruntun.


"Ceritanya panjang, Ra. Ini mengenai cinta segitiga antara aku, Arjuna dan Zainal. Nanti aku ceritakan semua pada mu, kapan-kapan kita harus ngobrol bareng. Sekarang aku harus meluruskan kesalahpahaman antara Arjuna dan Zain," ucap Nandini dengan tertunduk lesu.


"Baiklah kau tenangkan diri dulu! mari kita duduk di bangku taman rumah sakit itu, sebentar aku hendak memberitahukan kak Zaid dulu. Apa dia mau menunggu ku!" ucap Zahrana dengan setengah berlari menghampiri Muhammad Zaid Arkana yang masih setia menunggunya di mobil.


"Kak, Zahra hendak duduk bersama teman-teman dulu di taman sebelah sana. Ada hal yang harus kami bicarakan. Apa kakak tetap menunggu di sini atau pulang duluan!" tanya Zahrana pelan.


"Kakak ikut kemana kamu saja, Ra. Soalnya, dirimu menjadi tanggung jawab kakak. Kakak akan mengantar mu ke rumah Mas Fardhan sampai dengan selamat!" ucap Zaid dengan segera turun dari mobilnya.


"Terimakasih, Kak. Maaf, Zahra merepotkan."


"Tidak apa-apa Ra, untuk mu apa saja kakak lakukan!" ucap Zaid dengan kata-kata manisnya. Tak ayal mampu membuat wajah Zahrana bersemu merah.


"Kakak jalan duluan! biar Zahra mengikuti dari belakang," ucap Zahrana dengan tertunduk malu.


"Tidak, kita jalan beriringan saja. Insya Allah tidak akan terjadi fitnah," ucap Zaid meyakinkan.


"Baiklah!" Zahrana pun mengiyakan ajakan Zaid.


Mereka pun sepakat menghampiri teman-teman Zahrana. Nandini, Cinta, Kirana dan Fadhillah.


"Ciyeee ... gebetan baru kah?" ucap teman-temannya menggoda Zahrana setelah melihat Zahrana bersama Muhammad Zaid Arkana.


Zahrana tertunduk malu, sedangkan Muhammad Zaid Arkana menampakkan senyum manisnya terhadap teman-teman Zahrana.


"Kenalin ke kita dong gebetan barunya!" seloroh Fadhillah dengan gaya kocaknya.

__ADS_1


"Maaf, kami hanya berteman. Kami hanya sebatas rekan kerja, tepatnya hanya sebatas hubungan atasan dan bawahan. Kak Zaid, anaknya Ummi Aisyah. pemilik Aisyah Boutique Collection tempat di mana aku bekerja saat ini."


Zahrana memberikan penjelasan pada teman-temannya, sementara teman-temannya mendengarkan penjelasannya dengan seksama. Kecuali Fadhillah yang selalu ngeyel tak karuan.


"Pantesan saja kamu betah kerja dan tinggal di kota S. Siapa yang tidak betah jika atasannya se imut ini!" ucap Fadhillah dengan bersedekap dada memperhatikan Muhammad Zaid Arkana dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Pandangan mata itu mesti di jaga, Neng!" ucap Cinta dengan mengusap surai wajah Fadhillah. Membuat Zaid terkekeh melihat ke kocakan teman-teman Zahrana.


"Maaf, perkenalkan nama saya Muhammad Zaid Arkana!" ucap Zaid dengan menelungkupkan tangan di dadanya.


"OMG! nama yang religius sekali. Perkenalkan saya Fadhillah, dan gadis metal ini Nandini Sukma Dewi, yang terlihat manis itu Cinta Kiara Khoirani. Dan yang paling kalem itu Kirana Larasati," ucap Fadhillah mewakili teman-temannya.


Zaid menganggukkan kepalanya, mendengar penuturan Fadhillah.


"Baiklah, terimakasih. Kalian boleh bercengkrama, aku akan menunggu di sini!" ucap Zaid mempersilahkan Zahrana dan teman-temannya menghabiskan waktu bersama sampai mereka merasa puas satu sama lain.


"Terimakasih, Kak!" ucap Zahrana dengan perasaan yang tak menentu terhadap Muhammad Zaid Arkana.


Zahrana dan teman-temannya pun, saling berbagi cerita. Nandini pun menjelaskan tentang kisah asmaranya pada Zahrana, kisah antara dirinya, Arjuna Restu Pamungkas dan juga Zainal yang kini tiba-tiba hadir dalam kehidupannya.


"Kamu yang sabar ya, Din? semua ini sudah kehendak Allah Subhanahu wata'alla. Di rahim mu telah tertanam benih Arjuna dan kalian harus segera mempercepat pernikahan dan jangan ditunda-tunda. Mungkin, Zainal adalah jodoh yang hanya sekedar numpang lewat untuk menghiasi proses perjalanan hidup mu. Cinta memang bukan dosa, namun tidak ada tempat untuk hati mu mencintai dua orang kekasih. Semua ini adalah ujian untuk mu! lupakan Zain, dan bina hubungan cinta mu dengan Arjuna, meskipun itu terasa berat. Kalian harus segera menikah dan mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah terlanjur kalian lakukan!" nasehat Zahrana dengan penuh kelembutan dan kesantunan pada Nandini Sukma Dewi.


"Terimakasih Ra, atas semua nasehat mu! Jika sudah seperti ini aku jadi teringat Hafidzah entah bagaimana kabarnya, aku merindukannya. Dulu waktu di SMP ia kerap kali menasehati kita dengan kultumnya!" ucap Nandini dengan meneteskan air matanya.


Nandini benar-benar menyesal atas kemaksiatan yang di perbuat olehnya bersama Arjuna Restu Pamungkas.


"Jika aku tau semuanya akan begini, lebih baik dari sejak dulu aku memilih Zainal menjadi teman istimewa ku!" sesal Nandini.


"Jangan menyesali atas apa yang telah terjadi dalam hidup mu, Din. Jadikanlah semuanya pelajaran agar kedepannya kita lebih mawas diri lagi. Jangan membuka celah untuk syaitan menggoda kita lebih dalam lagi."


"Jangan mengatakan ucapan jika aku melakukan begini, pasti akan begini. Akan tetapi ucapkanlah Qodarullah ( Ketetapan Allah ), sejatinya dalam hidup ini kita tidak akan pernah luput dari ujian kebaikan ataupun keburukan. Tugas kita hanya satu tetap berusaha memperbaiki diri, meskipun harus jatuh bangun berkali-kali. Jangan pernah menyerah apalagi sampai berbalik arah!" ucap Zahrana dengan menasehati teman-temannya, juga ia nisbatkan nasehat itu sebagai renungan untuk dirinya sendiri.


"Terimakasih, Ra. Atas pencerahannya," ucap Nandini.


Cinta, Kirana dan Fadhillah pun ikut mendengar tausyiah dadakan dari Zahrana.


Begitu pun dengan Zaid yang sejak tadi hanya jadi pendengar setia pun nampak menyimak setiap penuturan Zahrana.


"Maa syaa Allah ... sosok wanita Sholihah, idaman bagi kaum Adam, aku semakin terpesona oleh kecantikan hati dan jiwa mu Tsamirah Zahrana Az Zahra. Dengan cara apapun aku akan berusaha mendapatkan hatimu wahai kau wanita yang memiliki seribu pesona!" bathin Muhammad Zaid Arkana dengan tatapan penuh cinta pada sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra.


Di tengah keterasyikan mereka mendengar tausyiah dadakan Zahrana, Zain, Barra, Arjuna, Virgantara juga Rangga Sahadewa pin keluar dari ruang IGD.

__ADS_1


Tampaklah wajah memar Zain diperban dengan kapas dan kain kasa tepat di luka memar bagian sudut bibirnya juga hidungnya, serta pipinya. Sedangkan Arjuna mengalami luka dalam akibat tendangan tapak suci Zainal.


Arjuna memegang perutnya sambil meringis menahan sakitnya, namun dokter telah memberikan resep obat pereda nyeri untuknya.


Arjuna menghampiri Nandini dan teman-temannya.


"Honey, kau pulang ikut dengan ku! biar kak Virgan yang bawa mobil ku, kau duduk bersama ku di kursi belakang mobil. Setelah ini aku akan mempercepat pernikahan kita!" tegas Arjuna dengan menggenggam jemari tangan Nandini Sukma Dewi.


Arjuna menunjukkan tanda kepemilikannya di hadapan Zainal Abidin. Ia pun mengecup jemari tangan Nandini dan menggenggam erat jemari tangan tersebut tanpa berniat sedikit pun untuk melepaskannya.


Hati Zainal seolah di tikam belati tajam melihat pemandangan yang begitu menusuk di hadapannya.


Zain memalingkan wajahnya, ia pun beranjak menuju mobilnya. Ia tidak ingin lebih lama lagi bersitatap dengan Arjuna yang telah menantik api cemburunya.


Zahrana yang melihat tingkah pola Arjuna pun segera membuka suaranya.


"Akan lebih baik untuk saling memaafkan dan berlapang dada bukan semakin memantik api dalam sekam, sejatinya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri dengan apa yang dimilikinya. Ingat! Allah adalah zat yang membolak balikkan hati, Allah mempunyai cara tersendiri dalam menyatukan orang yang berjodoh dengan yang tak berjodoh dan Allah pun punya wewenang tersendiri untuk memisahkan seseorang dengan orang yang tak berjodoh."


"Boleh jadi hari ini kita bisa memiliki orang yang kita cintai dengan cara yang tidak patut, namun Allah maha melihat, ketika Dia hendak menetapkan sesuatu cukuplah Dia mengucapkan satu kata KUN FAYAKUN! jadi lah maka terjadilah ia, dengan satu hentakan nafas saja akan tidak mungkin sesuatu yang kita miliki pun lepas dari dalam genggaman dan berpaling hati pada yang lain!" ucap Zahrana dengan untaian kata-katanya yang ditujukan pada Arjuna yang sengaja memantik api amarah dari seorang Zainal Abidin.


Semua yang hadir di sana nampak terkesima dengan ucapan Zahrana. Tak terkecuali Arjuna Restu Pamungkas, ia benar-benar tertohok dengan ucapan Zahrana.


"Berani-beraninya kau memojokkan ku Tsamirah Zahrana Az Zahra! tunggu pembalasan ku, kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku. Aku Arjuna Restu Pamungkas tidak akan membiarkan seorang pun di dunia ini yang dapat menginjak-injak harga diriku!" bathin Arjuna dengan menatap nyalang ke arah Zahrana.


🌷🌷🌷


Untaian Mutiara Hikmah👉 "Untuk setiap menit Anda marah, Anda kehilangan ketenangan pikiran 60 detik. Kemarahan adalah tanda bahwa sesuatu perlu diubah. Kemarahan adalah kependekan dari bahaya. Jika Anda sabar dalam satu momen kemarahan, Anda akan terhindar dari 100 hari kesedihan. Jangan buang waktu Anda dalam kemarahan, penyesalan, kekhawatiran, dan dendam. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak bahagia".


💐


💐


💐


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya Author Bestie. Tentunya dengan cerita yang lebih menarik lagi dan nggak kalah serunya 😊😘


Judul karyanya : SECRET WEDDING ( Jimmy & Alisa )


Nama Authornya : Sendi Andriyani


__ADS_1


__ADS_2