Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
14 . Nandini Gadis Metal vs Arjuna Sang Playboy Kelas Kakap


__ADS_3

"Sudah ... sudah ... kelakarnya teman-teman, itu sudah terlihat Bis Sekolah di ujung sana.Mari kita segera menunggu di pinggir jalan, agar lebih mudah untuk bergerak cepat, ketika Bis sudah berhenti tepat di dekat kita,"ujar Zahrana pada teman-temannya.


Nandini, Cinta, dan Kirana, mengikuti langkah kaki Zahrana.


Bis Sekolah pun berhenti tepat di tepi jalan.Anak-anak sekolah berbondong-bondong masuk ke dalam Bis.


Zahrana seperti biasanya nya lebih memilih antri dibelakang ketimbang rebutan naik seperti teman-teman lainnya.


Zahrana mempersilahkan teman-temannya untuk masuk duluan.


Cinta dan Kirana mendapat duduk di bagian tengah,mereka duduk bersebelahan.


Zahrana mendapatkan tempat duduk paling belakang dan paling pojok.Sebab tempat yang lain sudah terisi semua.Sedangkan Nandini lebih memilih berdiri di ambang pintu mobil belakang, lengan baju di singsingkan dengan gaya metalnya.


"Anak-anak, apakah semuanya sudah masuk kedalam mobil?jika sudah,mari kita segera berangkat!"ujar Abang Sopir kepada seluruh anak-anak sekolah.


"Sudah Bangggg ... "teriak Nandini lantang dari arah belakang, mewakili anak - anak sekolah lainnya.


"Let's go Bang!"... ucap Nandini lagi, memberi aba-aba agar Abang Sopir segera tancap gas,sudah seperti kenek Bis saja.


Dari arah seberang jalan, terdengar teriakan nyaring.Sehingga mengalihkan pandangan Abang Sopir dan seluruh penumpang mobil."Stoppp ... Bangggg ... tunggu kami!"teriak tiga orang Siswa laki-laki, tidak lain adalah Rivandra Dinata Admaja bersama dua orang temannya.


Rivandra dan kedua teman-temannya ngos-ngosan berlari dari arah gerbang Sekolah.Mereka nampak khawatir ketinggalan Bis, sebab telat satu menit saja, harus menunggu Bis berikutnya.Yang memakan waktu yang cukup lama satu jam lebih.


Bangku kosong masih tinggal bagian belakang, masih cukup untuk dua orang, karena ukuran nya memanjang ke samping.


Rivandra memilih duduk di bangku belakang urutan kedua dari pojok, sedang kan temannya,Rangga Sahadewa duduk di urutan ketiga setelah Rivandra, teman yang satu lagi berdiri di ambang pintu bersama Nandini.


"Ayo Bang ... tancap gasss!"... ujar Nandini kepada Abang sopir,kali ini dengan gaya lebih dingin tidak terlalu bersemangat, sebab dia berdiri di ambang pintu mobil berdekatan dengan seorang Siswa laki-laki.Bagi Nandini ada rasa risih harus berdesakan seperti itu dengan laki-laki.

__ADS_1


"Tenang, anak manis ... jangan takut dan jangan khawatir bersama Arjuna seperti ku,kau pasti aman,"ujar Siswa laki-laki itu kepada Nandini.


"Memangnya gue anak loe?loe Bokap gue, nyebutin gue anak manis.Sok kenal,sok dekat,sok akrab, baru saja ketemu gue,gaya loe sok perhatian," cerocos Nandini ketus pada laki-laki yang mengaku dirinya sebagai Arjuna.


Nandini memang tipekal gadis tomboy, dia tidak suka dengan perhatian, rayuan dan gombal laki-laki.Selama ini tidak ada satu pun laki-laki yang mampu menaklukkan ke egohan Nandini, kecuali Si Kutu Buku alias Zainal Abidin.Itupun tanpa sengaja ketika Nandini lengah, barulah Si Kutu Buku berani mengganggunya.


"Ya Ampun,galak amat Nona manis.Aku suka sekali dengan gaya mu, baru kali ini ada anak kecil yang berani menentang ku,"ujar Siswa laki-laki yang mengaku dirinya Arjuna.


Dengan gaya elegannya,Siswa laki-laki tersebut,terus dan terus menggoda Nandini, sampai Nandini berang di buatnya.


"Kenalkan ... namaku Arjuna Restu Pamungkas, teman-teman memanggil ku Juna atau Arjuna,"ujar Arjuna dengan gaya elegannya, sembari mengulurkan tangan kanannya.Hendak memperkenalkan diri pada Nandini, sedangkan tangan kirinya kokoh memegang pintu mobil.


"Dari perawakan dan gaya loe, gue tau loe pasti 'Playboy Kelas Kakap', sayangnya gue tidak termakan rayuan loe,"celutuk Nandini pada Arjuna.Tanpa berniat sedikitpun memperkenalkan diri apalagi menerima uluran tangan Arjuna.


Arjuna menurunkan tangannya dan memasukkan kembali tangannya ke dalam saku celananya dengan gaya elegannya.


Nandini tidak tahu jika Arjuna memang benar-benar playboy.Sebab Nandini hanya menerka-nerka.


Memang, dari semenjak satu tahun terakhir ini, Arjuna sering menggoda anak-anak kelas satu dan dua, juga Siswi-siswi kelas 3 A,B,C ... semua pernah menjadi tempat berlabuh Arjuna.


Arjuna hanya sekedar memacari mereka, mengirim surat cinta kaleng-kalengan kepada Siswi-siswi yang dia sukai.kemudian janji ketemuan di belakang sekolah, pacaran ala-ala anak remaja biasa.Jika sudah jenuh,ia akan berlabuh lagi ke lain hati.Kencan sesaat, sekedar ungkapkan perasaan, traktir makan di kantin sekolah, jalan - jalan ke pantai, setelah itu ditinggal pergi, dan seterusnya begitu.Hingga detik ini kebiasaan buruknya semakin menjadi-jadi.


Zahrana, Rivandra dan Rangga sejak tadi hanya jadi penonton.Mereka sengaja membiarkan Nandini dan Arjuna beradu argument.


Sampai akhirnya Rivandra pun membuka suaranya.''Hati - hati Jun, jangan bermain api, jika nanti kau tidak mampu untuk memadamkan nya.Nandini itu masih belia, dia adik kelas kita, sudah sepantasnya kita memberikan contoh yang baik,"tutur Rivandra kepada Arjuna.


Rivandra tahu persis watak Arjuna, suka bermain hati, dan Rangga yang sering menjadi Mak comblangnya sebagai pengantar surat cinta kepada setiap wanita yang di sukai Arjuna, setelah itu Rangga akan mendapatkan imbalan berupa traktiran bakso ataupun uang saku sebagai jasa Mak Comblangnya.


Zahrana baru menyadari jika teman duduk disampingnya adalah Rivandra, sebab dari tadi mereka hanya diam terpaku, asyik menyaksikan perseteruan Nandini dan Arjuna.

__ADS_1


''Kau ... kau di sam-ping ku?"ucap Zahrana sembari menahan rasa gugupnya, seakan masih teringat jelas semua bentuk ungkapan rasa Rivandra yang terjadi dengan begitu gamblangnya ketika mereka keluar dari Musholla, yang sampai detik ini masih membuat jantung Zahrana terasa bergetar hebat.


Zahrana dan Rivandra pun seketika beradu pandang,detak jantung mereka pun kembali berpacu hebat.


Rivandra berusaha rileks, menguasai hatinya agar tetap tenang.Sampai akhirnya, ia pun memberanikan diri berbicara kepada Zahrana.


"Zahra, mengenai kejadian di Musholla tadi aku benar-benar minta maaf, jika rasaku membuat dirimu tidak tenang.Kakak tidak memaksa mu untuk menerima kakak, kakak hanya ingin menunjukkan kepada mu jika kakak dan Priska Prahara tidak ada hubungan apa-apa.Mengenai rasaku yang terlanjur terucap aku minta maaf, mungkin itu terlalu cepat untuk mu,"tutur Rivandra.


Rivandra sangat merasa bersalah atas pengungkapan rasanya, yang terlalu cepat terhadap Zahrana.Ia khawatir tiba-tiba Zahrana akan menjauhinya,pikiran itu berkecamuk di memory seorang Rivandra.


"Iya kak, tidak apa-apa, lupakan saja,"tutur Zahrana demi menutupi gejolak rasanya.


"Kak, bolehkah Zahra minta tolong kakak?"


"Dengan senang hati,Dik.Apa yang bisa kakak bantu?"tanya Rivandra.


"Zahra mau kakak berdiri di ambang pintu mobil itu, mengganti kan posisi Nandini, sedangkan Nandini duduk di samping Zahra.Sebab Zahrana lihat terjadi kekacauan antara Nandini dan Arjuna.Mereka tidak cocok untuk bergandengan, persis sekali dengan Tom and Jerry,"ucap Zahrana.


"Siapppp ... perintah Tuan Puteri segera di laksanakan!"canda Rivandra pada Zahrana, guna menghentikan kecanggungan di antara mereka.


Zahrana hanya tersenyum tipis.Sementara Rivandra tersenyum manis, sembari menghampiri Nandini kemudian mempersilahkan Nandini duduk bersebelahan dengan Zahrana.


"Terimakasih kak,"ujar Nandini pada Rivandra.


"Sama-sama Din.Ini titah Tuan Puteri kita!"ujar Rivandra pada Nandini.


Nandini langsung duduk di samping Zahrana.Ia pun menyeringai senang karena bisa lepas dari gangguan Sang Arjuna.


"Awas kau ... gadis metal,ku pastikan kau akan berada dalam genggaman ku," gumam Arjuna dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2