Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
187 . Tafakur Cinta dari Al Azhar Mesir


__ADS_3

"Tsamirah Zahrana Az Zahra, tunggu aku! aku akan kembali ke Tanah air secepatnya, setelah aku wisuda S1 ku yang tinggal dua pekan lagi. Aku akan mengkhitbah mu sesuai dengan janji ku dulu!" bathin Yusuf dengan perasaan yang terus bertumbuh di hatinya untuk Zahrana.


Yusuf dan Azzam nampak tenggelam dengan pikiran masing-masing, keduanya pun berusaha menata hatinya terhadap sosok wanita shalihah yang kini telah menyentuh hati keduanya. Yang satu memikirkan Zahrana dan yang satu memikirkan Hafidzah.😍😍


Hafidzah yang sangat diharapkan oleh sosok Azzam adalah teman Zahrana masa putih-biru dahulu, kemudian ia pun pindah sekolah ke Pondok pesantren ketika itu, siapa sangka jika nantinya Yusuf dan Azzam mengetahui jika mereka mencintai sosok wanita yang sudah mengenal satu sama lain, dan saling berteman akrab dari sejak SMP.


Yusuf dan Azzam pun menyelesaikan kegiatan belajar mereka di perpustakaan. Seketika suasana perpustakaan menjadi hening, Para Mahasiswa pun berbondong-bondong keluar dengan tertib dari ruangan perpustakaan yang kini tetap terlihat rapi dan asri meski para mahasiswa baru saja beranjak dari sana.



"Maa syaa Allah ... sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan!" bathin Author pribadi ketika melihat suasana tempat belajar yang indah seperti ini.😁😍


Waktu pun sudah menunjukkan pukul 11.30 Wib, para Mahasiswa pun bersiap-siap menuju Mesjid Al Azhar, yang memang di sediakan khusus untuk para Mahasiswa di Universitas Al Azhar tersebut.



Gambaran Mesjid Al Azhar tampak dari luar, di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tempat dimana Yusuf Amri Nufail Syairazy dan temannya Muhammad Azzam Al Fatih sedang menunggu waktu sholat Dzuhur tiba.


Para Mahasiswa nampak antusias menyambut waktu Ibadah sholat Dzuhur yang tinggal setengah jam lagi. Mereka segera membaguskan wudhunya, ada yang sedang berdzikir, muroja'ah di sela-sela menunggu waktu Dzuhur. Tidak ada perkataan yang sia-sia di sana semua mengagungkan kebesaran Rabb-Nya.


Tak terkecuali Yusuf dan Azzam, mereka tampak tafakur menganggungkan kebesaran Rabb-Nya.


"Maa syaa Allah ... sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan sekali, terima kasih ya Rabb, atas izin Mu hamba bisa melangkahkan kaki hamba untuk berpijak di bumi kinanah Mesir ini, sungguh kenikmatan dan karunia yang sangat luar biasa!" bisikan hati Yusuf penuh rasa syukur sambil memandangi ke megahan di sekitar Universitas Al Azhar.


__ADS_1


Gambaran di sekitar Universitas Al Azhar Mesir, di sanalah Yusuf Amri Nufail Syairazy sedang tafakur, merenungi kebesaran Rabb-Nya.😊😊


Author jadi terbawa mimpi menyaksikan keindahan dan kemegahan Universitas Al Azhar, semoga Puteri tercinta kami bisa melangkahkan kakinya kemari mengenyam pendidikan di ranah ini, aamiin ya Rabb.💝💝💝


***


Kumandang adzan Dzuhur pun bergema di Mesjid Al Azhar, tempat dimana kini Yusuf Amri Nufail Syairazy dan temannya Muhammad Azzam Al Fatih juga para Mahasiswa lainnya berpijak dan mengenyam pendidikan.


"Ya Allah ... betapa mulia dan agung-Nya kebesaran-Mu, hamba sungguh sangat beruntung bisa menapakkan kaki di sini. Betapa, semua mengagungkan Asma-Mu."


"Terima kasih atas keridhoan-Mu, atas nikmat dan karunia-Mu yang tak pernah putus untuk kami para hamba-Mu, sungguh tak mampu hamba mengukirnya dengan untaian seribu untaian kata-kata cinta."


"Sungguh, hanya diri-Mu lah yang tahu betapa besar rasa cinta kami kepada-Mu ya Rabb, sungguh hati ini telah terpatri dalam ikatan iman dan rasa cinta pada-Mu, semoga nikmat iman ini senantiasa tumbuh di hati kami hingga akhir nafas kehidupan ini!" bathin Yusuf dengan meneteskan air matanya.


Yusuf terharu sekaligus bahagia atas nikmat dan karunia Tuhan terhadapnya hingga detik ini.


"Ya Allah ... empat tahun sudah hamba mengenyam bangku kuliah di sini, telah banyak ilmu yang hamba dapatkan di sini, salah satunya ilmu fiqih tentang pernikahan pun sudah perlahan-lahan hamba pelajari lewat buku-buku fiqih islami, harapan hamba hanya satu ya Rabb izinkan hamba nantinya bersanding dengan sosok wanita shalihah yang Engkau ridhoi Akhlak dan Agamanya, dan sosok wanita shalihah itu adalah Tsamirah Zahrana Az Zahra!" bathin Yusuf penuh dengan sejuta pengharapan.


"Ya Allah ... maafkan hamba atas rasa cinta hamba terhadap sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra, yang sampai detik ini masih terus mengisi relung hati ini."


"Ya Allah ... jadikanlah dunia kami di atas telapak tangan kami, bukan di hati kami. Jadikanlah cinta kami kepada-Mu lebih besar dari pada cinta kami kepada selain-Mu."


"Ya Allah ... Jika memang wanita shalihah yang bernama Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah jodoh hamba maka dekatkanlah ya Allah ... jika memang sudah dekat maka percepatkanlah dan mudahkanlah untuk kami menuju ikatan yang halal, aamiin ... aamiin ya Rabbal'alaamiin."


Untaian do'a terakhir yang Yusuf ucapkan, menjadi kalimat penutup tafakur cintanya dari Al Azhar Mesir, teruntuk Tsamirah Zahrana Az Zahra sosok wanita yang sangat dikagumi dan cintai olehnya dari sejak dahulu hingga detik ini, rasa cinta dan kasih terhadap Zahrana tidak pernah berubah. Tetap tersimpan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, meskipun tidak pernah sekalipun ia mengucapkan kata cinta dan Rindu terhadap Zahrana, sebelum Zahrana benar-benar halal untuk dirinya.

__ADS_1


Seiring berakhirnya kumandang adzan, seiring itu pula Yusuf mengakhiri untaian do'anya, ia pun bersiap-siap melaksanakan ibadah shalat Dzuhur bersama jama'ah lainnya yang terdiri dari Profesor, Doktor, Dekan, Dosen, dan para Mahasiswa lainnya.


Yusuf terpaku sejenak, ketika namanya di panggil oleh salah satu Doktor yang mengajar di universitas Al Azhar tersebut. Ia di mintai mengimami shalat Dzuhur hari ini. Sebab, Yusuf termasuk salah satu Mahasiswa yang berasal dari Indonesia yang terkenal cerdas dan berprestasi di Universitas Al-Azhar Mesir.


Yusuf pun melangkah dengan penuh kesantunan dan kewibawaan, wajahnya yang teduh ke arab-araban dengan jambang dan jenggot menghiasi wajahnya menambah kesan istimewa dari seorang Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Dengan tubuh kekar tinggi, dan jubah putih serta sorban yang di kenakan oleh Yusuf seolah memberi kesan jika ia cocok mendapatkan gelar setara Pangeran Arab.😍😍


"Maa syaa Allah ... halu Author tentang Yusuf melambung tinggi ke ranah Arab."😁😁


Yusuf pun mengimami shalat Dzuhur dengan hikmatnya, semua nampak khusu' dan tuma'ninah, hingga sampai akhir salam nampaklah wajah-wajah para insan di sana begitu di penuhi cahaya keimanan yang terpancar dari kebeningan hatinya yang mengagungkan kebesaran Rabb semesta alam dari bekas sujudnya.


Tak terkecuali Yusuf Amri Nufail Syairazy ia benar-benar bersyukur atas nikmat dan karunia Rabb-Nya. Tak pernah terbayangkan olehnya bisa mengimami shalat di Mesjid Al Azhar Mesir yang menjadi salah satu Universitas yang di dambakan oleh banyak umat yang berharap bisa menapakkan kakinya di Negara Piramida itu.


"Ya Allah ... ya Rabb, terimakasih atas segala nikmat dan karunia yang tak terhingga ini!" bathin Yusuf dengan sujud syukur kepada Rabb-Nya.


***


Di Indonesia, dikota S.


Zahrana mengerjapkan matanya, ia tidak menyadari jika ia sudah terlelap lebih dari dua jam.


"Astaghfirullah ... sudah pukul berapa? Aku belum melaksanakan ibadah shalat Dzuhur? adakah customer yang memasuki toko Aisyah Boutique Collection?" ucap Zahrana dengan membuka perlahan netranya yang masih terlihat menyipit.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Untaian mutiara hikmah 👉"Cinta pada Allah sama seperti cahaya terang. Tanpanya, kamu bagaikan terombang-ambing di lautan kegelapan. Allah telah menuliskan nama pasanganmu. Yang perlu kau lakukan adalah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya. Tak usah bingung seperti apa jodohmu kelak, Insyaallah dia tidak akan jauh daripada sifatmu saat ini. Bersyukurlah bila dalam penantianmu kau tetap gigih dalam kesendirian, sebab artinya kau telah memuliakan jalan Allah. Mencintai dengan sungguh sungguh memberikan kebahagiaan di hati kita, namun mencintai karena Allah kita mendapat nilai ibadah dan kebahagiaan yang lebih. Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya adalah cinta kepada sesama."


__ADS_2