
Ditengah meriahnya acara party Arjuna Restu Pamungkas kini ada hati yang sedang bertumbuh. Rasa itu hadir tanpa disengaja. Ia perlahan masuk tanpa bisa untuk dicegah.
Virgantara yang dulu menganggap Fadhillah hanya sebagai sosok seorang adik. Kini ia pun terpana akan sosok gadis manis nan ayu itu.
Virgantara terpesona dengan Fadhillah yang kini telah berbalut hijab di dadanya.
"Fadhillah ... Aku terkesima oleh pesona mu, senyuman yang manis itu benar-benar menggoda dan menyentuh hatiku. Benarkah aku jatuh hati pada mu!" bisikan hati Virgantara. Ia terus menatap wajah Zahrana yang nampak betah bergelayut manja di lengannya akibat terhipnotis oleh kemesraan dan perhatian Arjuna terhadap Nandini.
"Senyuman manis itu! sungguh aku benar-benar jatuh hati terhadap mu gadis manis yang cerewet," gumam Virgantara di dalam hatinya.
Virgantara menoel hidung Fadhillah. Membuat Fadhillah tersadar dari lamunannya yang dari sejak tadi terus terkesima dengan kemesraan Nandini dan Arjuna.
"Apaan sih kak, mencari kesempatan dalam kesempitan!" celutuk Fadhillah dengan wajah masamnya.
"Bukannya loe yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Oh ... aku tahu, sepertinya dirimu mulai tertarik padaku. Lihat saja dari sejak tadi kau begitu betah bergelayut manja di lengan ku."
"Jangan-jangan kau mulai jatuh hati pada ku," seloroh Virgantara.
"What? Aku jatuh hati pada mu, tidakkk! kau terlalu dewasa untuk ku," ucap Fadhillah. Ia pun melerai pegangannya dari lengan Virgantara.
"Ya Allah ... malunya diriku, kenapa sich nggak bisa mengontrol diri? mau di taruh di mana wajah ku. Untung saja aku bisa berkilah. Kak Virgan kenapa aku sampai tidak menyadari jika sejak tadi aku menempel di lenganmu." Fadhillah menggerutuki kebodohannya sendiri. Ia pun menjauh dari keramaian.
Fadhillah tidak menyadari jika Virgantara mengikuti kemana langkahnya, sampai Fadhilah bersedekap dada memandangi suasana malam hari di sekitar luaran kafe XX.
"Hey! kenapa di sini? apa kamu sengaja menghindari ku?" Virgantara telah pun berdiri di belakang gadis manis itu.
"Kak Virgan, kamu mengikuti ku?" Fadhillah hendak kembali masuk ke dalam kafe. Setelah sejak tadi jantung hatinya begitu sulit untuk ia kendalikan semenjak berhadapan dengan Virgantara Dinata Admaja.
Namun, belum sempat Fadhillah menghindar. Virgantara refleks menarik pergelangan tangannya, hingga Fadhillah pun terjatuh dalam dekapan Virgantara.
Jantung hati Fadhillah semakin berdetak tak karuan, oleh sebab pergerakan Virgantara yang di luar kendalinya.
Virgantara dan Fadhillah pun saling beradu pandang.
"OMG ... perasaan apakah ini? kenapa aku begitu betah berada dalam dekapannya? benarkah aku jatuh hati pada mu, Kak Virgan?" hati Fadhillah pun bertanya-tanya.
"Gadis cerewet, ternyata dirimu semakin terlihat manis jika seperti ini! Aku tidak menduga jika aku pun jatuh hati pada mu," Virgantara mengungkapkan isi hatinya secara spontan pada Fadhillah.
Fadhillah terperangah, tak ayal pipinya pun bersemu merah. Ia tidak menyangka Virgantara Dinata Admaja, kakak dari Rivandra Dinata Admaja dengan gamblangnya mengutarakan rasa terhadapnya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, benar sudah 4 tahun terakhir ini Fadhillah memendam perasaannya terhadap Virgantara. Sebab, kala itu ia masih duduk di bangku SMP. Ia malu jika sampai ketahuan menaruh rasa terhadap Virgantara.
Namun, malam ini ditengah cahaya lampu yang temaram yang menghiasi kafe XX. Virgantara dengan gaya kocaknya mengungkapkan perasaannya terhadap Fadhillah, membuat Fadhillah rasa tak percaya.
"Kenapa melihat ku seperti itu? apakah dirimu tidak percaya jika aku menaruh hati pada mu, gadis cerewet!" Virgantara spontan melepaskan dekapannya dari Fadhillah.
"Lembut sedikit kenapa? nggak ada manis-manisnya, coba lihat Arjuna dan Nandini mereka terlihat romantis. Kak Virgan nggak ada romantis-romantisnya," Fadhillah memanyunkan bibirnya.
"Cup ... cup ... ngambek lagi! berarti deal kita pacaran? mulai malam ini kita resmi jadian, berapa nomor handphone mu biar aku save," ucap Virgan dengan gaya kocaknya.
"Hemmm ... jatuh cinta dengan pria dewasa, ini ni resikonya. Tingkahnya mengalahkan anak remaja," gerutu Fadhilah sembari menyerahkan handphonenya pada Virgantara.
__ADS_1
"OK! thanks baby, sudah aku save. Nama kontaknya 'Gadis Cerewet'," ucap Virgantara dengan gaya kocaknya.
"Kak Virgannnnn! dirimu memang nggak ada romantisnya," pekik Fadhillah kesal.
Fadhillah pun lari mengejar Virgantara yang seenaknya datang dan pergi meninggalkannya.
"Dasar pria dewasa yang tidak punya perasaan!" gerutu Fadhilah dengan wajah masamnya.
Sementara Kirana Larasati dari kejauhan terkekeh geli melihat perseteruan pasangan yang kocak tersebut.
"Ya Allah ... semua teman-teman ku sudah punya teman istimewa masing-masing. Aku kapan yach? Aku berharap suatu hari nanti kak Rivandra adalah jawaban dari segala resah ku!" cicit Kirana Larasati.
***
Arjuna mengambil alih microfon dari tangan sahabatnya Rangga Sahadewa. Ia pun duduk santai di bangku bundar yang memang sudah disediakan di atas panggung hiburan.
Arjuna meraih pergelangan tangan Nandini. Ia pun mulai memetik denting dawai gitarnya.
Para tamu undangan pun bersorak riuh menyaksikan kemesraan dan perhatian Arjuna terhadap Nandini kekasihnya.
Arjuna pun mempersembahkan sebuah lagu spesial untuk Nandini kekasihnya di malam istimewanya, bertepatan dengan ulang tahunnya yang kini sudah beranjak 19 tahun.
π Janji Suci π
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
__ADS_1
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh, ****oh-oh****
Di bait-bait terakhir Arjuna Restu Pamungkas terus memandangi wajah cantik Nandini Sukma Dewi dengan penuh kasih.
Sampai akhirnya sya'ir lagu tersebut dipersembahkan oleh Arjuna. Ia pun mengecup lembut jemari tangan Nandini Sukma Dewi yang masih diam tak bergeming sebab masih terbawa suasana.
Nandini benar-benar terhipnotis oleh pesona Arjuna Restu Pamungkas.
"Nandini Sukwa Dewi, jadilah wanita ku! malam ini juga aku ingin mempersunting mu untuk menjadi teman hidup ku, terimalah sebuah hadiah istimewa dari ku!" Arjuna pun mengeluarkan kotak cincin warna merah berbentuk hati. Ia pun segera membuka kotak cincin tersebut.
Dengan segenap hati dan jiwanya, Arjuna pun menyematkan cincin tersebut pada jari manis Nandini Sukma Dewi.
Nandini dibuat terkesima oleh perlakuan Arjuna Restu Pamungkas terhadapnya.
"OMG ... Hubby! Aku sungguh terkesima oleh pesona mu malam ini, sungguh aku seperti berada di alam mimpi." Nandini bermonolog di dalam hatinya. Ia nampak tersenyum bahagia oleh perlakuan manis Arjuna terhadapnya.
Sementara dari kejauhan Nandini tidak menyadari jika ada sosok laki-laki yang dari sejak tadi mendadak pilu melihat interaksi antara Arjuna dan dirinya.
"Nandini Sukma Dewi, seperih inikah luka yang bertabur di hati ketika melihat dirimu nampak tersenyum bahagia bersama dirinya," bathin Zainal Abidin dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca.
π·π·π·
Pencerahan πLangit tidak selamanya cerah, kadang hujan pun bisa membawa bencana dan perasaan juga sering kali bisa terluka. Ketika ia memilih seseorang yang baru maka bersyukurlah. Tuhan sedang menunjukkanmu jalan yang lebih indah. Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan. Ia yang tak bisa menerima cintamu, bukan berarti menjadi penghalang masa depanmu. Ada saatnya dalam hidup ketika kamu harus memilih untuk membalikkan halaman, menulis buku lain, atau hanya menutupnya.( Bisikan_H@ti Zainal Abidin )
__ADS_1