Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
81 . Acara Perpisahan part 1


__ADS_3

Acara perpisahan Siswa-siswi SMP Negeri 3 XX segera di mulai, para murid-murid dari kelas 3 sudah berbaris rapi di Aula Sekolah yang telah di sulap menjadi panggung hiburan untuk memeriahkan puncak perpisahan Siswa-siswi kelas 3 hari ini.


Para Bapak dan Ibu Guru pun, sudah duduk rapi di hadapan panggung hiburan yang telah di siapkan oleh Organisasi Intra Sekolah untuk semua guru-guru SMP Negeri 3 XX.


Para orang tua atau wali murid pun sudah berdatangan memenuhi undangan dari pihak Sekolah, sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak mereka yang kini sudah lulus mengenyam bangku SMP.


Siswa-siswi kelas 1 dan 2 pun ikut meramaikan acara perpisahan hari ini, ada yang menjadi penonton saja, ada juga yang ikut pentas seni dipanggung guna memeriahkan acara perpisahan anak-anak kelas 3.


Semua wajah-wajah yang hadir hari ini nampak di penuhi senyum keceriaan, menyambut hari perpisahan Siswa-siswi hari ini. Senyum ceria itu pun bertabur haru dan bahagia, sebab hari ini adalah hari terakhir mereka bersua. Masa putih-biru tersebut akan segera berganti menjadi putih abu-abu.


"Kak Rivan, selamat ya atas kelulusannya!" ucap Tsamirah Zahrana Az Zahra ditengah keriuhan Aula Sekolah yang telah di penuhi oleh kehadiran Guru-guru, orang tua dan segenap murid-murid kelas 1,2, dan 3.


Ada juga yang berada di luar Aula sebab tempat duduk sudah tidak muat lagi.


Ada juga yang rela untuk berdiri demi memeriahkan acara perpisahan hari ini.


Rivandra nampak terhipnotis dengan pesona Zahrana hari ini benar-benar tampil beda dengan gaun yang di kenakannya hari ini. Zahrana telah merubah penampilannya untuk siap-siap pentas di panggung hari ini.


Zahrana mengenakan gaun merah menyala dengan taburan manik-manik pada keseluruhan style-nya, dengan polesan make up diwajahnya semakin menambah pesonanya.


Rivandra sendiri mengenakan kemeja putih dan jas hitam berpadu dengan celana Levis yang di kenakannya.


"Maa syaa Allah ... kau nampak cantik sekali hari ini Ra, kakak sampai terpukau oleh pesona mu," ucap Rivandra tak berkedip memandang rona wajah Zahrana.


"Terimakasih, kak." Wajah Zahrana nampak bersemu merah.


Zahrana dan teman-temannya berada di balik tirai panggung, mereka menunggu giliran untuk segera berdiri di panggung hiburan hari ini guna mempersembahkan keahlian mereka masing-masing.


"Kak Rivan, selamat juga atas kelulusanmu!" ucap Kirana Larasati seraya mengulurkan tangannya pada Rivandra.


Ada getar rasa yang bertabur cinta, rindu dan benci dihati Kirana Larasati. Sudah 8 bulan terakhir ini, ia memendam rasa cintanya terhadap Rivandra Dinata Admaja kakak kelasnya. Sekaligus insan yang pernah mengisi hari-hari Zahrana sahabatnya.


Rindu sebab wajah tampan dan berkharisma itu hingga detik ini selalu menghiasi hari-harinya, yang hanya dirinya yang bisa merasakannya. Entah sampai kapan cinta itu pun akan berbalas. Sebab, hari ini pun hari terakhir mereka bersua. Akankah setelah perpisahan ini mereka akan dapat bersua kembali, ataukah rasa ini akan terkubur mati oleh cinta yang tak kesampaian?


"Benci! kenapa hatiku harus berpihak kepadamu kak Rivandra? mencintai mu sungguh sangat menyiksa bathin ku, mengungkapkan kepada mu atas segala rasa ku itu sangat mustahil. Dan ku yakin kau pun akan menolak ku, seperti yang kau lakukan terhadap kak Priska Prahara. Aku tahu sampai detik ini pun hanya ada Zahrana di hatimu." Kirana Larasati berbisik kepada hati kecilnya sendiri.


Rivandra menyambut uluran tangan Kirana Larasati dengan senyuman manisnya, membuat hati Kirana Larasati yang semula gersang kembali tersirami oleh tetesan hujan setelah sekian lama bunga itu layu dan kini pun perlahan mulai tumbuh bermekaran di taman hatinya.


"Terimakasih ... Kirana Larasati!" ucap Rivandra Dinata Admaja, membuat jantung hati Kirana Larasati semakin berdegup kencang melihat senyuman dan tatapan Rivandra terhadapnya.


Sementara Rivandra tampak tenang dengan gaya elegannya, ia tidak menyadari jika gadis manis di hadapannya menaruh hati terhadapnya.


Sebenarnya, hari ini menurut pandangan Rivandra Dinata Admaja Kirana Larasati terlihat sangat manis dan menarik dengan rambut hitam berkilau yang sengaja ia biarkan tergerai indah dengan sedikit hiasan aksesoris di rambutnya menambah keanggunan Kirana Larasati.


Kirana mengenakan kemeja putih selengan dengan sedikit renda dikerah bajunya dan rok hitam polos selutut yang di kenakannya berpadu dengan sandal high heels yang dikenakannya, nampaklah Kirana Larasati seperti seorang MC yang sangat penting untuk memandu acara hari ini.


Kirana Larasati memang akan menjadi MC hari ini. Ia akan bertugas memandu acara perpisahan sekolah anak-anak kelas 3 hari ini sampai dengan selesai.


"Hemmm ... " Zahrana berdehem ketika menyadari tatapan yang tak biasa antara sahabatnya Kirana Larasati dan juga Rivandra Dinata Admaja yang pernah mengisi relung hatinya.

__ADS_1


Zahrana mulai menangkap sinyal-sinyal yang tak biasa, terutama dari bahasa tubuh Kirana Larasati sahabatnya.


Menyadari deheman Zahrana Kirana Larasati melepaskan uluran tangannya dari Rivandra Dinata Admaja.


Mereka berdua sama-sama salah tingkah terlebih Kirana Larasati. Ia takut ketahuan jika menaruh rasa terhadap Rivandra Dinata Admaja.


Sementara Rivandra Dinata Admaja berusaha menetralkan perasaannya, pikirnya tidak mungkin ia memiliki rasa terhadap Kirana Larasati, dihatinya hanya ada Zahrana, hari ini dan selamanya ia tidak akan membuka tirai hatinya pada siapapun kecuali hanya untuk Zahrana seorang. Sebab Rivandra yakin jika jodoh tak kan kemana. Pasti akan kembali lagi padanya meskipun kini Zahrana memilih bersama Aslan Abdurrahman Syatir, orang yang menjadi rivalnya.


"Kak Rivan, Zahrana ... Aku tinggal dulu, aku harus segera memandu acara. Sepertinya acara akan segera di mulai, semua guru-guru, orang tua dan Siswa-siswi sudah hampir berkumpul semua," ucap Kirana Larasati.


Kirana Larasati pun segera berjalan menuju podium, guna memandu acara yang sebentar lagi akan segera di mulai.


***


"Kak, lebih cepat lagi dong laju motornya! Nandini sudah hampir telat nih, kak. Masih tinggal 7 menit lagi kak," celoteh Nandini pada Aslan kakaknya.


"Sabar sedikit dek, bentar lagi juga nyampai. Makanya bangunnya jangan kesiangan! molor mulu kerjanya, di bangunin masih menggeliat. Ini nih ... jadinya, alhasil kakak pun telat masuk kampus. Akibat menunggu mu dandannya lama sekali," protes Aslan.


"Namanya juga persiapan untuk pentas, harus perfect dong kak! masa Nandini harus acak-acakan. Nggak kan?" seloroh Nandini.


"Lagian bolos kuliah sekali-kali nggak apa-apa kak, jadi mahasiswa teladan melulu. Mending ikut nimbrung nonton acara perpisahan kami hari ini, kak! Zahrana hari ini ikut pentas seni menyanyi dan main drama juga loh, kak." Nandini keceplosan.


"Benarkah? Jika untuk Zahrana apapun akan kakak lakukan, termasuk bolos kuliah hari ini. Aku penasaran tembang apa yang akan dibawakan oleh Zahrana ? drama yang akan dibawakannya drama apa?" ujar Aslan penasaran.


"Gawattttt ... Aku keceplosan," cicit Nandini Sukma Dewi dalam hati.


"Bagaimana jika kak Aslan nantinya baper dan cemburu ketika melihat Zahrana pentas drama bersama aktor utamanya Rivandra Dinata Admaja, yang dulu pernah mengisi relung hati Zahrana. Kak Aslan pasti tidak akan sanggup melihat itu semua," bathin Nandini.


"Kak, sebaiknya kakak ke kampus aja tidak apa-apa kok jika tidak ingin menonton acara perpisahan kami. Toh, kuliah kakak lebih penting," ucap Nandini mencari alasan, agar kakaknya Aslan mengurungkan niatnya untuk menghadiri acara perpisahan sekolah hari ini.


Nandini khawatir jika nantinya kakaknya salah paham terhadap Zahrana dan Rivandra Dinata Admaja. Sebab kini Zahrana benar-benar tidak ada hubungan spesial lagi dengan sosok Rivandra Dinata Admaja.


Zahrana benar-benar telah menempatkan pilihan hatinya kepada Aslan Abdurrahman Syatir.


"Nggak bisa dek, keputusan kakak sudah bulat. Untuk Zahrana apapun kakak korbankan." Aslan benar-benar ingin menyaksikan pentas seni kekasihnya hari ini.


"Aku merindukan mu Ra! beberapa waktu ini ruang gerak kita dibatasi, kita kesulitan untuk bertemu. Aku sibuk dengan kuliah ku, sedangkan dirimu sibuk dengan sekolahmu."


"kau pun kesulitan untuk kesana-kemari, lantaran Bunda Fatimah selalu melarang mu untuk keluar rumah. Sehingga kita sulit untuk bersua, semoga rasa mu terhadap ku tetap sama dan tidak akan pernah berubah. Meski apa pun yang akan terjadi!" bisik hati Aslan Abdurrahman Syatir.


Nandini berlari ngos-ngosan agar cepat sampai di Aula Sekolah. Sementara Aslan nampak santai dengan gaya elegannya.


"Hubby, aku mau minum. Capek banget seperti lari maraton," seloroh Nandini Sukma Dewi.


"Honey! ku kira kau tidak hadir di acara perpisahan ini, aku dari sejak tadi menunggu mu!" ujar Arjuna seraya menyambut kedatangan Nandini kekasihnya.


Arjuna pun segera memberikan air mineral untuk Nandini. Nandini pun segera minum sampai tetesan terakhir.


"Ya Ampun ... haus banget loe, Din. Buruan ganti kostum mu! sebentar lagi acara akan segera di mulai," ujar Fadhilah.

__ADS_1


"Ia nih, pasti Puteri tidur. Bangun kesiangan lagi," timpal Cinta Kiara Khoirani.


Zahrana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kebiasaan buruk Nandini yang setiap hari selalu datang kesiangan dan hampir-hampir telat masuk kelas, selalu ketinggalan kereta.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 Wib.


Acara pun akan segera di mulai.


Kirana Larasati segera keluar dari balik tirai podium, ia pun segera memulai untuk memandukan acara perpisahan hari ini.


"Assalamualaikum wr.wb.


Yang terhormat bapak/ibu kepala sekolah ...


Yang terhormat bapak/ibu ketua komite atau yayasan ...


Serta yang saya hormati para dewan guru ...


Yang saya hormati bapak/ibu wali murid ...


Yang saya hormati kakak kelas 3 semuanya ...


Dan yang saya sayangi teman-teman sekolah semuanya kelas 1 dan 2 ...


Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan berkahnya sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara perpisahan siswa-siswi kelas 3 hari ini.


Tidak lupa juga, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa'atnya di hari akhir nanti.


Hadirin sekalian yang berbahagia perkenalkan saya Kirana Larasati ... selaku pembawa acara pada acara perpisahan kakak-kakak kelas 3 SMP NEGERI 3 XX hari ini.


Pada kesempatan ini izinkan saya untuk membacakan susunan acara pada acara perpisahan hari ini adalah sebagai berikut:



Pembukaan


Kata Sambutan


Pesan dan kesan


Prosesi pelepasan


Hiburan


Penutupan


__ADS_1


Hadirin sekalian, untuk memulai acara ini marilah kita buka dengan membaca basmallah secara bersama-sama.


"Bismillahirohmanirohim ... " segenap yang hadir pun ikut mengucapkan basmalah secara serempak.


__ADS_2