Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
55 . Menepati Janji(Kecupan Hangat)


__ADS_3

Hari ini, tepat dimana hari kelahiran Zahrana.Yakni,1 Mei 2000.Usianya kini bertambah satu tahun, genap menjadi 13 tahun sudah.


Hakikatnya, semakin bertambah usia seseorang.Maka, akan berkurang pula sisa umur hidupnya.Karena sejatinya hari-hari yang kita lewati adalah hari dimana kita sedang berpacu menuju ke hadirat Rabb kita, yakni hari menuju 'KEMATIAN'.


Sebagaimana firman Allah dalam kitab suci Al-Qur'an, yang berbunyi :


كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ


Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al Anbiya: 35)


Seperti halnya, Zahrana.Ia pun di uji dengan kebaikan dan keburukan yang kini menderanya.Ia pandai dalam memahami ilmu pengetahuan dan Agama Islam dari sejak dini,ia pun rajin beribadah, Sholat,mendaras Qur'an juga pandai membimbing dan mengarahkan teman-temannya dalam kebaikan dan kebenaran.Ia pun kerap kali membantu Ayahnya, Buya Harun mengajar dan membimbing para Santri belajar mengaji di Padepokan Buyanya.


Namun,sisi buruknya.Zahrana menempuh jalan pacaran, sehingga mengakibatkan ia terjerat dalam lingkaran cinta segitiga yang menyesatkannya kedalam jerat lumpur dosa yang tak berkesudahan, di usianya yang masih sangat belia.


Membohongi kedua orangtuanya, dengan berpacaran secara sembunyi-sembunyi di belakang mereka, itu adalah termasuk dosa besar.Sebab, menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan oleh orangtuanya yang telah membesarkannya, hingga Zahrana bisa bertumbuh menjadi gadis remaja seperti sekarang ini.


Zahrana juga, membohongi orang yang ia cintai dan yang sangat mencintainya.Aslan Abdurrahman Syatir dan juga Rivandra Dinata Admaja, dengan menduakan mereka berdua.


Namun, jangan pernah kita men-gudge atau menghakimi kesalahan yang telah diperbuat oleh Zahrana.Sebab, di dunia ini tidak ada insan yang suci dan bersih dari kesalahan dan dosa-dosa.


Sejatinya, kita semua pendosa.Di dunia yang fana ini tidak ada yang sempurna, sebab kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahuwata'ala semata.


Namun, sebaik-baik orang melakukan kesalahan dan dosa adalah mereka yang bertaubat dan berusaha untuk meninggalkan dosa yang telah diperbuatnya.Ia benci jika mengulangi kesalahan yang pernah ia perbuat, sebagaimana ia benci dicampakkan kedalam api neraka.


Berkaca dari kehidupan yang saat ini dilewati Zahrana, cukup kita ambil hikmahnya.Sebab, akan ada masanya seseorang lelah untuk berbuat dosa.Sehingga,ia pun berhenti dari melakukan dosanya,ia mengetuk dan berhenti di depan pintu Rabb-Nya.Sebab, ia sadar bahwa hanya Allah Subhanahuwata'ala zat yang dapat mengampuni segala dosa-dosanya.


***


"Ayah,Bunda ... hari ini, adalah hari kelahiran ku.Zahra ingin berkumpul dengan teman-teman.Kami sudah berjanji untuk berkumpul bersama di perkebunan keluarga Nandini."


"Rencananya,kami ingin mengitari sawah, menikmati pemandangan alam disana.Melihat tanaman padi yang baru menghijau, juga melihat berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.Dan tentunya, kami akan bakar-bakar dan rebus jagung,"ujar Zahrana kegirangan.


"Subhanallah ... Ayah sampai lupa,Nak.Jika hari ini adalah hari kelahiranmu, semoga Allah memberkahi usiamu,Nak."Do'a singkat Buya Harun, namun penuh makna untuk Puteri kesayangannya.


"Maa syaa Allah ... anak Bunda, kini sudah menjadi gadis remaja yang anggun nan mempesona.Teruslah bertumbuh menjadi anak yang Sholihah,wahai permata hatinya, Ayah dan Bunda."Harapan Bunda Fatimah, seraya memeluk dan mencium pucuk kepala Puterinya.


Zahrana nampak senang dan bahagia, terlihat jelas dari binar matanya.Ia bahagia, lantaran Ayah dan Bundanya sangat mencintai dan menyayanginya.


Zahrana juga merasa sangat bahagia dan nampak berbunga-bunga.Sebab,ia akan segera bersua dengan Aslan Abdurrahman Syatir Sang kekasih hatinya.


"Ayah ... Bunda, maafkan Zahrana karena telah berbohong, hari ini Zahrana juga ingin bertemu dengan kak Aslan,"cicit Zahrana.Ada rasa berdosa dalam hatinya sebab telah menempuh jalan pacaran secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.


Lamunan Zahrana pun buyar, ketika adiknya Raihan datang mengagetkannya.


"Hayooo ... lagi mikirin apa kak?"


"Ciyeeee ... yang sudah bertambah usianya, semoga Allah memberkahi usia mu kak.Menjadikan mu Bidadari cantik bermata jeli dan mempesona."


"Yang pastinya semakin dewasa dan Sholihah, dan jangan manja-manja lagi sama Ayah Bunda.Sudah besar juga,"ujar Raihan diakhir kalimatnya.


"Raihannn ... kenapa kamu suka sekali mengerjai dan menggoda kakak,"ujar Zahrana seraya mencolek hidung adiknya.


Raihan menyeringai nakal,ia tidak puas- puasnya untuk terus menggoda kakaknya.


"Karena kakak sangat menggemaskan sekali, makanya Raihan suka menggoda kakak,"ujar Raihan.Ia pun refleks mencubit kedua pipi kakaknya.

__ADS_1


Tak ayal, wajah Zahrana yang putih mulus, nampak bersemu merah.Bekas cubitan Raihan.


Raihan pun segera pasang kaki seribu.Sebelum kakaknya, bereaksi untuk menyerangnya.Menjewer telinganya seperti biasanya.


"Ayah Bunda, Raihan pamit dulu.Mumpung hari libur Raihan sudah janji dengan teman-teman untuk bermain kelereng,"ujar Raihan.Ia pun menyalami Ayah dan Bundanya dan tak lupa mengucapkan salam.


"Kak Zahra,see you ..."Raihan tidak berani menyalami kakaknya,ia khawatir akan dijewer kakaknya lagi.Sebab, dari tadi ia terus menggoda kakaknya.


"Weeee .... cemen, takut juga ternyata,"ujar Zahrana seraya menggoyangkan jempolnya tangannya kebawah.Tanda bahwa adiknya kali ini kalah satu langkah darinya.


Zahrana terkekeh geli melihat tingkah Raihan adiknya.


Sementara,Buya Harun dan Bunda Fatimah.Mereka berbahagia melihat interaksi kedua anaknya yang sangat kocak dan menggemaskan.


"Ayah Bunda,Zahra pun hendak berangkat dulu,"ujar Zahrana.Ia pun mencium punggung tangan Ayah Bundanya,dan tak lupa ia juga mengucapkan salam.


"Iya, hati-hati,Nak."


Zahrana pun mengangguk pelan.


***


Sementara,disisi lain.


Aslan Abdurrahman Syatir, tampak tidak sabar menunggu kehadiran Zahrana pujaan hatinya.


Aslan sudah duluan berangkat keperkebunannya.Ia sengaja untuk pergi duluan.Sebab, ia tidak ingin ada yang mengetahui perihal hubungannya dengan Zahrana.


Balasan surat dari Zahrana, untuknya sudah cukup untuk membuat detak jantung Aslan berdegup kencang.Getaran asmara dan rindu itupun semakin membuatnya menggila pada sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra.


Aslan menunggu kehadiran Zahrana di ladang cinta, dimana disitu terdapat pondok kayu yang sudah usang,namun tetap memiliki daya cipta yang sangat luar biasa.


Pondok itu dulu, di tempati oleh Zahrana dan Nandini juga Aslan sebagai bodyguard, di saat mereka waktu kecil sering bermain rumah-rumahan, congklak, dan lain-lainnya.


"Kak Aslan ... "sapa Zahrana.


Aslan pun menoleh.Ia segera menyambut kedatangan Zahrana dan Nandini adiknya.


Aslan dan Zahrana saling berpandangan, kemudian mereka pun saling melepas rindu.


Aslan refleks menarik pergelangan tangan Zahrana dan memasukkan pujaan hati yang amat ia rindukan kedalam dekapannya.


"Ana ... kakak sangat merindukan mu,"ujar Aslan.Ia pun membelai lembut pucuk kepala Zahrana.


Rambut hitam, panjang dan bergelombang milik Zahrana nampak tergerai sepinggang, di terpa oleh hembusan angin yang menjadi saksi kerinduan mereka.


"Ana ... terimakasih, dirimu sudah menempati janjimu untuk hadir disini,"ujar Aslan dengan senyuman manisnya.Ia nampak bahagia, sebab kekasih yang ia rindukan kini telah hadir disisinya.


"Sama-sama, Kak.Ana pun sangat merindukan kakak,"ucap Zahrana.


Zahrana dan Aslan, nampak saling menuntaskan kerinduannya.Mereka nampak berpelukan erat, seolah tak ingin terpisahkan oleh waktu dan keadaan.


Zahrana nampak betah berada dalam dekapan dada bidang Aslan.Postur tubuh Aslan nampak kekar dan tinggi.Sehingga, Zahrana nampak leluasa bersandar di dalamnya.


Zahrana memiliki postur tubuh yang pendek, jadi tingginya hanya sebatas ketiak Aslan.Namun,konon katanya.Jika Sang laki-laki bertubuh tinggi dan Sang wanita bertubuh pendek, itu terlihat sangat romantis sekali.Terasa Sang wanita seakan terlindungi.😍😍

__ADS_1


Aslan dan Zahrana pun perlahan melerai pelukan mereka, sementara Nandini dari sejak tadi menjadi umpan nyamuk.Ia hanya menatap jauh keindahan panorama alam diperkebunan mereka.


"Coba aja, ada Hubby (Arjuna Restu Pamungkas). Pasti aku tak kan kesepian,"cicit Nandini seraya memanyunkan bibirnya.


Sementara, Zahrana dan Aslan Abdurrahman Syatir nampak menikmati kebersamaannya.Mereka saling menumpahkan kerinduan dan perasaan masing-masing, tanpa menyadari jika ada Nandini disisi mereka.


"Ana ... kakak punya hadiah untuk mu."


Aslan pun mengeluarkan sebuket bunga mawar dan coklat silver queen untuk Zahrana, dari dalam tasnya.


"Ana ... kakak persembahkan sebuket bunga mawar ini untuk mu,dihari istimewa mu.Bertumbuhlah menjadi gadis ku, jangan pernah palingkan wajahmu kepada laki-laki manapun, tetaplah menjadi wanita ku.Lihat aku seorang!"ujar Aslan seraya memberikan kecupan hangat di kening Zahrana.


Zahrana nampak terpana dengan perlakuan Aslan terhadapnya, lupa bahwa ia pun sedang merajut kebersamaan dengan Rivandra Dinata Admaja.


Kecupan hangat yang di berikan oleh Aslan Abdurrahman Syatir terhadapnya,tak ayal membuat Zahrana melambung tinggi.Ia pun terlena dalam buaian cinta Aslan Abdurrahman Syatir yang terpaut usia 7 tahun lebih dewasa darinya.


Wajah Zahrana nampak merona, oleh perlakuan Aslan terhadapnya.Apalagi, dengan penuh kasih Aslan menyuapi Zahrana dengan coklat silver queen kedalam mulut mungilnya.Zahrana semakin terpesona dengan sentuhan dan perhatian Aslan terhadapnya.


"Kak Aslan .... terimakasih untuk semuanya,"ucap Zahrana seraya menatap lekat nanar wajah Aslan yang kini telah menjadi kekasihnya.


Zahrana mengecup dan mencium aroma dari sebuket bunga mawar dari Aslan untuknya.


Dihadapan Aslan Abdurrahman Syatir, Zahrana benar-benar bersikap layaknya wanita dewasa.Berbeda, ketika berada di dekat Rivandra Dinata Admaja.Ia nampak kekanak-kanakan, sesuai dengan usianya.


Aslan hendak menyentuh dagu Zahrana.Zahrana semakin dibuat terpana olehnya.Jantung Zahrana terasa berdegup kencang,ia tidak bisa menguasai hatinya.


Denyut nadinya seakan berhenti, aliran darahnya seakan mengalir deras.Desir angin pun menerpa wajahnya, ketika Aslan menyentuh bibirnya.Pikiran Zahrana sudah traveling kemana-mana, antara resah,gugup dan takut.


Takut, jika akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.Mengingat lawan mainnya, lebih dewasa usia darinya.


Zahrana perlahan memejamkan matanya, pikirnya yang akan terjadi sudah lah terjadi.Saat ini,akal sehatnya pun tidak mampu untuk berpikir jernih.Ia nampak terbius oleh pesona Aslan Abdurrahman Syatir, yang hari ini nampak terlihat tampan dan sangat rupawan.


"Ana ... maaf,kakak hanya ingin membersihkan bibir mu dengan sapu tangan ini.Itu,ada sisa coklat dibibir mu."Aslan pun segera membersihkan sisa coklat yang menempel di bibir kekasihnya.


Zahrana membuka bola matanya, yang sedari tadi nampak terpejam.


"Kakak ... "wajah Zahrana pun tersipu malu, ia tidak bisa harus berucap apa.Ia mengira Aslan akan melakukan hal yang lebih terhadapnya.


Aslan tersenyum nakal, hingga nampaklah giginya yang putih dan terpampang rapi.Ia nampak semeringah, melihat wajah kekasihnya merona tersipu malu.Lantaran salah menafsirkan, padahal Aslan hanya ingin membersihkan bekas coklat dibibir Zahrana bukan bermaksud apa-apa 😁😁😁


"Kak Aslan,kakak nakal sekali."Zahrana memalingkan wajahnya,ia malu menatap wajah Aslan.Lantaran telah salah paham.


Aslan perlahan menggenggam kedua telapak tangan Zahrana.


"Ana ... lihat kakak sekarang!"


Zahrana pun menatap nanar wajah Aslan.Mereka pun saling berpandangan.


"Ana ... dengarkan kakak baik-baik,kau terlalu sempurna dan suci untuk ku nodai.Oleh birah* sesaat,aku ingin menjaga mahkota terindah mu.Semua yang ada dalam dirimu sangat berharga dan berati untuk ku.Kau tau,aku sangat menyayangimu Ana."


"Sungguh,ku tak rela sekecil apapun keburukan yang akan menimpa mu, aku akan terus menjagamu, sampai maut memisahkan kita,'Deadline Love'.Itulah, janjiku tempo hari terhadap mu."Aslan mengingatkan kembali janji yang pernah ia ucapkan pada Zahrana tempo hari.


Interaksi Aslan dan Zahrana terjeda, ketika mendengar pekikan Nandini Sukma Dewi.


"Ceeilee ... yang sedang kasmaran, dapat kecupan hangat pula.Aku dari tadi jengah melihat adegan kalian di depan ku.Sini Silver queennya, satu untuk ku.Dari tadi aku capek sekali menunggu, hanya jadi umpan nyamuk,"protes Nandini seraya memakan coklat silver queen itu dengan lahapnya.

__ADS_1


Sementara, Aslan dan Zahrana terkekeh geli, melihat tingkah Nandini yang begitu sangat lucu dan menggemaskan.


__ADS_2