
Malam ini, jadilah Zahrana ditemani dan dikelilingi oleh dua bodyguard tampan yang memiliki karakter dan keunikan masing-masing.😁😁
"Aku akan menjaga mu, sampai kau terbangun Tsamirah Zahrana Az Zahra!" bathin Muhammad Zaid Arkana dengan menyandarkan kepalanya di kursi.
Malam pun semakin larut, suasana terasa sangat hening. Sesekali Zaid memejamkan matanya yang sudah di dera rasa kantuk yang teramat sangat, namun dia berusaha untuk tetap terjaga.
Zaid pun berusaha untuk melebarkan netranya, ia pun berjalan ke toilet dan membasuh wajahnya, untuk melawan rasa kantuknya yang teramat sangat.
"Alhamdulillah ... rasa kantuk ku berkurang," bathin Zaid dengan perasaan bahagia. Ia merasa bahagia sebab bisa menjaga Zahrana di saat wanita yang di kaguminya itu sedang kesulitan seperti ini.
Zaid pun berjalan menuju brankar Zahrana, ia pun menatap lekat wajah Zahrana yang sedang terlelap.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, aku sungguh mencintaimu sangat mencintaimu. Andaikan kau bersedia untuk menerima niat baikku, betapa aku tidak akan senekad ini. Maafkan aku yang harus diam-diam seperti ini meluahkan segala rasaku padamu."
Zaid pun menggenggam jemari tangan Zahrana, dikecupnya kening Zahrana dengan lembut.
Sekujur tubuh Zaid terasa bergetar ketika ia mengecup kening Zahrana yang sedang tertidur pulas.
"Ya Allah ... maafkan hamba telah berbuat hal yang tidak Engkau ridhoi, maafkan hamba telah berani menyentuh wanita yang belum menjadi mahram ku!" bathin Zaid dengan berusaha menetralkan irama jantungnya, juga tubuhnya yang tiba-tiba gemetaran oleh aksi nekatnya.
Seumur hidup Zaid, baru Zahrana satu-satunya wanita yang pernah di sentuh olehnya, wanita yang tiba-tiba hadir menyentuh hatinya, membuatnya tergila-gila dan jatuh cinta seperti saat ini.
Zaid tidak menyadari jika Pramuja telah bangkit dari tidurnya dan berdecak pinggang dibelakangnya ketika melihatnya sedang berdiri di samping brankar Zahrana.
Awal mula, Pramuja sengaja membiarkan Zaid bergumam sendiri, di samping brankar Zahrana. Namun, melihat aksi nekat Zaid mengecup dan mencium kening sepupunya membuat Pramuja bangkit dari tidurnya.
Pramuja menepuk pundak Zaid, "Apa yang kau lakukan pada sepupu ku!" pekik Pramuja.
__ADS_1
Zaid menoleh, "Ma-af, aku tidak sengaja melakukan semua ini. Aku sama sekali tidak bermaksud mencuri kesempatan dalam kesempitan!" ucap Zaid dengan menahan kegugupannya. Sebab, terciduk mencium kening Zahrana.
"Astaghfirullah ... aku tidak menyangka ternyata dirimu mesum juga, 25 tahun usia mu, Muhammad Zaid Arkana. Kita ini berteman sejak lama, dan kau pun sering kali menuntut ilmu syar'i. Namun, sekarang tiba-tiba keimanan mu jadi rapuh hanya gara-gara pesona seorang wanita. Jika aku wajar saja bisa salah bisa keliru. Sebab, aku memang terkenal dengan julukan playboy. Jadi, wajar jika aku sampai berbuat hal-hal yang negatif, namun dirimu aku tak menyangka!" sarkas Pramuja dengan rasa cemburu sekaligus tidak senang jika sepupunya di sentuh oleh laki-laki lain.
"Sekali, lagi ma-af Pra. Aku tidak bermaksud berbuat mesum, akan tetapi aku sangat mencintai sepupu mu, Zahrana!" tegas Zaid dengan meyakinkan Pramuja.
"Cinta si cinta bro, akan tetapi jangan menyentuh sepupu ku sesuka hati mu. Ia masih sangat asing untuk merasakan itu semua. Dan kau pun tahu, Zahrana tertutup hijab. Artinya ada batasan mahram di antara kalian. Alangkah tidak sepantasnya kau melakukan hal itu kepadanya," ucap Pramuja tak kalah sengitnya.
Padahal, sebenarnya Pramuja pribadi, sehari bisa 10 wanita ia dapatkan. Namun, semenjak bertemu kembali dengan Zahrana, kebiasaan buruknya pun perlahan tergerus oleh sebab di dalam hatinya kini, tiba-tiba bertumbuh rasa pada sosok bidadari yang jelas-jelas berstatus sebagai saudari sepupunya.
"Setelah ini, aku tidak akan membiarkan Zahrana di jaga oleh mu. Cepat, sekarang giliran mu istirahat, biar Zahra aku yang jaga!" titah Pramuja dengan menunjukkan ke lantai yang sudah di alasi karpet untuk tidur.
"Baiklah, terima kasih. Berjanjilah padaku untuk menjaga rahasia ini, jangan sampai ada yang mengetahui jika aku melakukan hal ini terhadap Zahrana, termasuk Zahra sendiri jangan sampai mengetahuinya!" pinta Zaid dengan setengah memelas.
Pramuja pun mengangguk.
Zaid merasa lebih tenang, ia pun menuju lantai yang telah dialasi karpet tidur. Setelah melakukan ritual do'a tidur ia pun terlelap.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, jika saja kau bukan adik sepupu ku, dengan cara apapun aku akan terus mengejar mu!" bathin Pramuja dengan tatapan yang penuh arti.
"Kau tertidur pulas pun terlihat sangat cantik dan mempesona seperti puteri tidur, apalagi ketika membuka kelopak mata mu, tentunya kau akan terlihat lebih cantik lagi!" ucap Pramuja pelan.
Sementara, Zahra tetap dengan posisi tidurnya. Sekarang giliran Pramuja yang berjaga-jaga di saat semuanya terlelap.😁😁
***
ke esokan hari nya.
__ADS_1
Seruan azdan berkumandang di seluruh wilayah Rumah Sakit Medika, tempat dimana Zahrana dirawat.
Zaid pun terbangun, begitu pun dengan Zahrana. Ia melirik ke arah Zaid, "Kak Zaid kau sudah bangun?" tanya Zahrana dengan menutup mulutnya, lantaran masih didera rasa kantuk.
"Iya, Ra. kakak hendak ke Mushola dulu! nanti jangan lupa sholat shubuh ya? sudah bisa tayamum, kan?"
"Alhamdulillah, bisa kak."
"Alhamdulillah, jika begitu kakak ke mushola dulu! Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi ... " ucap Zahrana dengan menatap kagum ke arah Zaid yang sudah terlihat rapi dengan jubah dan peci yang di kenakannya.
"Maa syaa Allah ... dirimu sangat religius sekali, Kak!" bathin Zahrana dengan memegang dadanya.
"Jangan sampai, hanya karena jubah dan peci yang dikenakannya membuat diriku terjerat dengan pesonanya!" bathin Zahrana tak berkedip memandang ke arah punggung Zaid yang semakin jauh meninggalkannya menuju musholla.
Zahrana nampak terpaku, "Tadi malam aku bermimpi terasa ada yang mencium jemari tangan ku dan juga mencium kening ku? apakah itu mimpi atau benar-benar nyata?" bathin Zahrana dengan menyentuh dahinya.
"Tidakkk! aku pasti hanya mimpi," gumam Zahrana.
"Daripada aku memikirkan hal yang bukan-bukan, lebih baik aku menunaikan ibadah sholat Subuh!" bathin Zahrana. Ia pun melakukan tayamum semampunya.
Pramuja yang sedang tertidur lelap pun terbangun mendengar gerakan Zahrana yang sangat kesulitan tayamum dengan selang infus yang masih bertengger di sebelah lengan kirinya.
"Astaghfirullah ... Ra, kau sudah bangun? maaf Mas ketiduran, tunggu sebentar Mas ambilkan perlengkapan alat sholat mu!" ucap Pramuja dengan membuka laci khusus penyimpanan barang-barang milik Zahrana.
"Baik, Mas Pra. Terimakasih, maaf merepotkan mu lagi!" ucap Zahrana dengan senyum manisnya.
__ADS_1
🌷🌷🌷
Untaian mutiara hikmah👉"Ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bangun di pagi hari, itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan. Kita adalah apa yang kita kerjakan secara berulang kali. Oleh karena itu, keunggulan bukanlah suatu hal perbuatan melainkan suatu kebiasaan. Hidup merupakan sebuah pertanyaan serta bagaimana manusia menjalani kehidupan merupakan jawabannya.Hidup itu membutuhkan suatu perjuangan, sebab tidak ada satu hal pun yang mampu sukses tanpa adanya perjuangan di dalamnya."