
Setelah kepulangan Cinta Kiara Khoirani dan Kirana Larasati dari kediamannya, dengan perasaan yang berdebar-debar Zahrana pun akhirnya membuka sepucuk surat cinta dari Rivandra Dinata Admaja.
Dengan penuh penghayatan dan penjiwaan, Zahrana meresapi setiap untaian kata yang di goreskan oleh Rivandra untuknya.Tak pelak bulir air mata Zahrana pun tiba-tiba menggenang dari pelupuk mata indahnya.Ia bingung dengan perasaannya sendiri, ia tidak ingin menyakiti Aslan Abdurrahman Syatir ataupun Rivandra Dinata Admaja.Sebab mereka berdua kini memiliki tempat yang istimewa dihati Zahrana.
"Ya Allah... maafkan atas segala rasaku yang berpihak pada kak Rivandra juga kak Aslan, haruskah aku mendua hati sebab ku tak tega menolak kehadiran mereka berdua disisiku? haruskah ku menerima keduanya dalam hidup ku? salahkah aku mencoba untuk menyelami dahulu siapakah sebenarnya yang terbaik untuk ku?"bisik Zahrana dalam hatinya.
Setelah menimbang baik buruknya, akhirnya Zahrana bertekad untuk menerima Rivandra Dinata Admaja juga Aslan Abdurrahman Syatir untuk menjadi teman istimewanya, Zahrana terpaksa melakukan itu semua,guna mengetahui lebih dalam lagi siapa yang benar-benar tulus dan akan bertahan dengannya?Aslan Abdurrahman Syatir sosok pria dewasa yang terpaut jauh usia dengannya? atau Rivandra Dinata Admaja kakak kelasnya yang baru akan beranjak remaja dengan usia 15 tahunan yang lebih pantas untuknya?
"Maafkan aku kak Aslan,kak Rivandra jika kini aku harus membagi kasih, kalian hadir dalam hidupku dengan cara bersamaan, kalian telah menyentuh hatiku dengan cara yang berbeda, hingga ku terjebak dalam cinta tiga segi.Kalian benar-benar memiliki kharisma yang membuatku terpana dan tidak bisa untuk memilih diantara dua pilihan, maafkan kini ku harus mendua hati, semoga seiring berjalannya waktu, semua keresahan ini akan terjawab."Bisik hati kecil Zahrana.
***
"Ya Allah... Ana, masihkah kau ragu akan rasaku, harus dengan apalagi ku buktikan segala rasaku terhadapmu Zahrana,"cicit Aslan Abdurrahman Syatir sembari istirahat di beranda tokonya,merenungi cintanya yang masih gantung yang belum juga dijawab oleh Zahrana.
Entah sudah kesekian kalinya Aslan membaca surat dari Zahrana, berulang-ulang kali ia meresapi setiap untaian kata dari Zahrana.
"Aku harus meyakinkan kamu sekali lagi Ana,kita harus bertemu diPondok Cinta,diladang di mana dulu kita pernah bermain rumah-rumahan bersama,aku,kamu dan Nandini sewaktu kalian masih kecil dulu, kita harus bertemu diladang sembari melihat tanaman yang menghijau,"gumam Aslan sembari senyam-senyum sendirian di beranda tokonya.
Lamunannya pun buyar ketika menyaksikan adiknya Nandini dan Arjuna yang nampak begitu akrab berboncengan dengan motor gede Ninja RR milik Arjuna.
"Nandini, kalian berbarengan lagi?"Tanya Aslan pada Nandini seraya melirik kearah Arjuna Restu Pamungkas.
"Iya kak,maaf sekalian pulang searah, nunggu Bis kelamaan,"tutur Nandini menyembunyikan hubungannya dengan Arjuna.Ia takut ketahuan kakaknya Aslan jika ia sudah resmi berpacaran dengan Arjuna.
"Iya, nggak apa-apa, terimakasih sudah berkenan membonceng adik saya,"ujar Aslan pada Arjuna.
"Iya kak sama-sama aku pamit dulu."Ujar Arjuna dengan gaya elegannya,seraya menghidupkan kuda besinya, kemudian perlahan menjauh dari pandangan Aslan Nandini.
Nandini nampak cerah dan kelihatan lebih feminim dari biasanya,hatinya nampak sangat berbunga-bunga, senyuman tak henti-hentinya mengembang diwajah manisnya.
"Tumben gaya mu kelihatan feminim dek, biasanya selalu terkesan metal, itu tumben - tumbenannya itu rambut dibiarkan tergerai sepinggang, biasanya juga diikat sembarangan, terkesan acak-acakan,"goda Aslan pada Nandini adiknya.
"Jangan bilang, jika adik kakak ini mulai memiliki getaran rasa pada lawan jenisnya, itu siapa gerangan nama kakak kelas yang memboncengmu tadi?"Tanya Aslan.
"Oh itu, Arjuna Restu Pamungkas kak."Jawab Nandini dengan gaya santainya berusaha membunyikan segala getaran rasa yang sekarang sedang tumbuh bersemi dihatinya.Ia tidak ingin kakaknya kepo dan bertanya lebih jauh lagi, Nandini pun mengalihkan pembicaraannya.
"Oh iya, gimana kelanjutannya hubungan kakak dengan Zahrana selanjutnya? Apa kalian benar-benar sudah jadian kak?"Tanya Nandini penasaran.
"Itu masalahnya dek,kakak sudah ungkapkan semua rasa kakak terhadap Zahrana namun ia masih meragukan kakak,ia khawatir jika ketahuan orang tuanya jika harus backtreet, apalagi Bunda Fatimah benar-benar tidak mengizinkan Zahrana dekat dengan lelaki mana pun, apalagi sampai berpacaran."Resah Aslan.
__ADS_1
"Zahrana memang memiliki rasa yang sama seperti yang kakak rasakan, tapi ia meminta waktu untuk berpikir guna memberikan jawaban atas kepastian rasanya, tapi kakak tidak akan menyerah, untuk meyakinkan Zahrana.Bagaimanapun caranya kakak dan Zahrana harus segera memastikan hubungan ini,kakak tidak ingin lebih lama lagi menggantungkan semua rasa ini, Zahrana harus segera menjadi teman istimewa kakak, lama-lama kakak bisa gila jika tidak bersua dengannya, kakak khawatir jika diluar sana selain kakak ada yang sedang mengincar dan ingin segera merebut hati Zahrana seperti pemuda yang bernama Yusuf Amri Nufail Syairazy itu."Ucap Aslan berapi-api.
Nandini nampak serius mendengarkan curahan hati kakaknya, seringai nakalnya kembali bermunculan di benaknya.Ia ingin mengerjai kakaknya lagi.
"Cieee... yang sedang di landa asmara... ternyata jelousnya sudah sampai level akut, jelous sama kak Yusuf juga ternyata?"Goda Nandini pada kakaknya Aslan.
"Eh...kakak tahu nggak, di sekolah banyak lho yang sedang berusaha mengejar dan merebut hati Zahrana, secara pesona Zahrana itu lho kak sangat luar biasa sekali.Aku aja jika tercipta menjadi laki-laki bakalan ikut mengejar dan merebut hati Zahrana."Celoteh Nandini memanas-manasi kakaknya Aslan.
Aslan nampak terpancing ucapan adiknya Nandini.
"Dek, kakak harap ba'da Maghrib nanti kamu belajar mengaji lagi yah di Padepokan Buya Harun,kakak mau menitipkan surat pada Zahrana, kakak ingin mengajak Zahrana ketemuan di Pondok Cinta, dekat ladang padi tempat di mana kalian dan Zahrana sering bermain rumah-rumahan waktu kecil dulu, di mana kakak yang dulu jadi Pangeran untuk Zahrana, dan kini kakak ingin Zahrana benar-benar menjadi Ratu dalam hidup kakak."Pinta Aslan dengan wajah sangat serius.
"Oke,kakak ku siappp laksanakan!..."ujar Nandini.
Ditengah perbincangan kedua adik-kakak itu, nampaklah Ibu Ratna Anjani dan Ayah Anjasmara menghampiri kedua anaknya yang begitu asyik berkisah.
"Wah... anak Ayah dan Ibu, nampaknya asyik sekali berkisah, apa gerangan ceritanya?"Tanya Ibu Ratna Anjani.
"Hehe... nggak ada Bu,hanya ngobrol biasa saja."Ujar Nandini menyembunyikan percakapan mereka.
Pandangan Ibu Ratna Anjani tertuju pada penampilan puterinya yang nampak sangat feminim sekali.Dengan rambut tergerai, dengan tang-top dan celana jeans selutut bermotif khusus wanita, tidak seperti biasanya selalu memakai pakaian bermotif khusus laki-laki.
"Tumben anak Ibu, nampak kelihatan feminim sekali, sepertinya anak kita sudah mulai dewasa Yah,"ujar Ibu Ratna Anjani pada Ayah Anjasmara.
Nandini hanya mendengar penuh kepatuhan, nasehat dari Ayah Anjasmara sedangkan Aslan Abdurrahman Syatir nampak bersiap-siap membersihkan diri guna untuk menunaikan kewajiban sholat Jum'at yang tinggal 20 menit lagi menunjukkan pukul 12.00 Wib.
Ayah Anjasmara berangkat ke Mesjid duluan, sedangkan Aslan Abdurrahman Syatir akan menyusul kemudian.Toko sembako mereka di gantikan oleh Nandini Sukma Dewi dan di bantu oleh Ibu Ratna Anjani sebagai penjaganya.
***
Disisi lain.
Zahrana nampak berjalan tertatih menelusuri tembok rumahnya.Ia sudah mulai bisa berjalan dengan perlahan tanpa di bantu oleh Ayah Bundanya, juga Raihan adiknya.
Kemungkinan jika tidak berhalangan,Senin depan Zahrana sudah mulai masuk sekolah kembali seperti biasanya.Sebab, cidera di kakinya nampak semakin menunjukkan kesembuhannya.
Zahrana dengan penuh antusias menuju meja belajarnya,ia ingin segera membalas surat cinta dari kakak kelasnya Rivandra Dinata Admaja.
💕💕💕
__ADS_1
From : Tsamirah Zahrana Az Zahra
To : Rivandra Dinata Admaja
Kakak kelas ku yang baik.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kak Rivandra, sungguh telah ku terima surat yang telah kakak layangkan untuk ku, lewat sahabat ku Kirana Larasati.
Terimakasih...ku ucapkan atas semua perhatian, ketulusan dan do'a yang telah kakak panjatkan untuk ku.
Sungguh,aku sangat tersanjung melihat dan membaca goresan pena yang telah kakak tuliskan untuk ku.Jujur, semenjak pertemuan dan perkenalan kita yang tidak di sengaja di Bis Sekolah kala itu aku terlelap di pundak mu,aku pun merasakan getaran yang berbeda, ketika kita beradu pandang,ku lihat dirimu begitu tampan dan mempesona.
Namun,kala itu aku belum menyadari jika aku menyukai dirimu kak, hingga berujung kita bertemu kembali di kantin sekolah kala itu, hadirlah sosok kak Priska Prahara yang mengaku dirinya adalah wanita mu.Aku pun sempat ingin menghindari mu ketika kak Priska Prahara hendak mencelakaiku,aku kira ia benar-benar teman istimewa atau pacar mu kak.Aku bertekad ingin menjauhi mu, karena aku tidak ingin terjerat dalam lingkaran cinta segitiga antara aku, dirimu dan kak Priska Prahara.
Namun, ketika pertemuan di Mushola kala itu, kakak dengan gamblangnya mengungkapkan segala rasa terhadap ku yang kala itu belum mengerti sama sekali antara rasa dua insan yang berlawanan jenis.
Dan kini, aku pun tak mengerti tentang rasa ku yang kini juga terus bertumbuh pada mu.Aku pun sama merindukanmu kak Rivandra Dinata Admaja.Ingin sekali aku lekas sembuh dan segera bersua dengan mu kembali disekolah seperti biasanya.
Aku rindu mendengarkan senandung kata-kata kakak yang penuh dengan kelembutan dan ketulusan, juga sangat menghargai diriku apa adanya aku tanpa memandang siapa diriku.
Kak,aku terima dirimu menjadi teman istimewa untuk ku,ku harap selama kebersamaan kita nantinya kita lebih memilih pacaran secara sehat.Kita belajar bersama, membahas soal-soal dan ilmu pengetahuan misalnya, baca-baca buku di perpustakaan,dll... pokoknya hal-hal yang menyangkut pelajaran sekolah kak.
Semoga kakak berkenan untuk mengiyakan ajakan dari aku, sebab kita kan masih belia, baru beranjak remaja.Jadi kisah kasihnya harus mengarahkan pada hal-hal yang berguna dan bermanfaat untuk masa depan kita, kita fokuskan utamanya adalah belajar ya kak? Yach... seperti kisah-kasih di sekolah era 90 an.😊😊😊
Sampai disini dulu surat Zahrana kak, tunggu Zahra di sekolah yach kak? Sampai Zahrana benar-benar pulih agar kita lebih bersemangat lagi untuk belajar bersama, saling berbagi satu sama lain.
Salam marisa(manis, rindu, sayang selalu...)
Dari bidadari kecil mu,
Tsamirah Zahrana Az Zahra
(NB : Surat cinta monyet ala Zahrana untuk kakak kelasnya Rivandra Dinata Admaja,Bangka Belitung 22 APRIL 2000😍😍)
Akhirnya, Zahrana pun selesai menggoreskan tinta penanya untuk kakak kelasnya Rivandra Dinata Admaja.
Zahrana tersenyum sendiri membayangkan cerita cintanya bersama Rivandra Dinata Admaja.Ia tidak menyangka jika akhirnya pertemuan di Bis Sekolah dengan kakak kelasnya Rivandra Dinata Admaja kini berubah menjadi rasa cinta, dan anehnya Zahrana pun tanpa pikir panjang langsung membalas surat cinta Rivandra dan langsung menerimanya menjadi teman istimewanya.
__ADS_1
Namun, dengan Aslan Abdurrahman Syatir Zahrana butuh waktu untuk menjawab segala resahnya.Sebab, bersama Aslan hubungan yang akan terjalin itu seperti sebuah keseriusan yang mendalam mengingat untaian kata-kata Aslan yang sangat berlebihan layaknya Pangeran yang ingin menjadikannya permaisurinya di tengah-tengah usia Zahrana yang masih belia dan baru beranjak remaja awal alias ABG(Anak Baru Gede),wajar jika Zahrana khawatir dan masih mempertimbangkan baik buruknya.
"Kak Aslan, maafkan Ana karena mendua hati terhadap mu, maafkan Ana karena belum memberikan jawaban atas segala rasa ku terhadap mu.Semoga diri mu mengerti dan memahami diriku jika nantinya, diriku ketahuan mendua dihadapan mu.Aku mencintaimu kak Aslan Abdurrahman Syatir, namun aku juga tidak bisa melepaskan kak Rivandra Dinata Admaja, maafkan aku jika harus membagi kasih antara diriku,dirimu dan dirinya."Bathin Zahrana dengan binar matanya yang mulai berkaca-kaca, seakan-akan merasa bersalah dengan langkah yang telah di pilihnya.