Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
52 . Surat Cinta Untuk Zahrana(Pov Aslan 2)


__ADS_3

Setelah bergulat dengan aktivitas toko, Aslan Abdurrahman Syatir segera membersihkan diri, sebab waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 wib.


Seperti biasanya,sebelum waktu sholat Maghrib, toko keluarga Aslan memang harus di tutup sebentar guna menjalankan Ibadah sholat Magrib berjama'ah di Mesjid.Juga sekedar untuk merehatkan diri sejenak dari segala aktivitas harian yang cukup menguras tenaga dan pikiran.


"Dek,kamu jaga toko sebentar ya! ... kakak hendak membersihkan diri dulu, nanti jika waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 wib bolehlah di tutup tokonya.Oh yach, nanti kamu jadikan belajar mengaji dirumah Buya Harun?"tanya Aslan pada Nandini adiknya.


"Insya Allah ... jadi kak.Hemmm ... pasti kakak ingin menjadikan Dini Mak Comblang lagi kan?"tanya Nandini seolah-olah tahu jika kakaknya ingin menyampaikan sesuatu pada Zahrana sahabatnya.


"Hemmm ... tahu aja kamu dek, seperti Ahli Nujum saja,"pungkas Aslan.


"Yach tahulah kak, secara kakak kan cinta mati pada Zahrana, bucin akut malah,"cerca Nandini seraya mencebirkan bibirnya.


"Kamu benar dek, kakak memang benar-benar jatuh hati dan cinta mati dengan Zahrana.Apapun yang terjadi kakak akan tetap menunggunya, sampai ia benar-benar bertumbuh menjadi dewasa,kakak ingin mempersuntingnya menjadi Bidadari dunia dan akhirat kakak, semoga Zahrana pun demikian merasakan hal yang sama seperti apa yang kakak rasakan,"ujar Aslan dengan nada yang sangat serius.


Nandini tertegun sejenak,"ya Allah kak ... betapa dalamnya rasamu terhadap Zahrana.Andaipun kakak tahu jika Zahrana kini mendua, Nandini tidak tahu apa yang akan terjadi pada mu kak.Ku yakin kakak tidak akan percaya atau kakak akan bertambah menjadi seperti orang gila jika kakak tahu yang sebenarnya?"bathin Nandini.


"Lho kok malah bengong, mikirin apa kamu dek,"celutuk Aslan seraya mengelus lembut pucuk kepala adiknya.


"Eh ... anu ... nggak ada kak,sana pergi buruan mandi! ... banyak drama sekali,"ujar Nandini mengalihkan apa yang ia pikirkan tentang Zahrana dan kakaknya.


"Oke,adik ku yang metal and manis, nanti jangan lupa kasih surat cinta kakak untuk Zahrana!"ujar Aslan seraya mengerlingkan matanya pada Nandini adiknya.


"Oke sip ... kakak ku yang baik dan paling tampan sejagat raya,"kelakar Nandini seraya menggerai rambutnya yang nampak panjang sepinggang.


"Ternyata benar kata pepatah bahwa cinta itu buta, walaupun harus tersakiti akhirnya namun masih tetap bertahan.Yach ... seperti kak Aslan yang menjadi budak cinta."


"Parahnya lagi jatuh cintanya pada anak ABG, padahal kak Aslan sudah cukup dewasa.Banyak sekali gadis-gadis di luar sana yang seumuran dengannya tertarik padanya, namun entah kenapa Zahrana yang masih belia yang menjadi pilihannya? salah loe sendiri Ra, kenapa memiliki paras yang cantik dan mempesona? hingga membuat kakak ku tertarik pada mu,"monolog Nandini.


***


Disini, dikamar miliknya.


Untuk yang kedua kalinya,Aslan Abdurrahman Syatir kembali menorehkan tinta penanya untuk mengungkapkan perasaan yang berkecamuk dihatinya, kepada sosok Bidadari kecilnya 'Tsamirah Zahrana Az Zahra'.


Anda jangan heran, di era 90 an beranjak tahun 2000 an memang yang jadi bahasa pengantar anak-anak remaja pada zaman itu masih menggunakan sepucuk surat untuk mengungkapkan perasaannya pada seorang yang mereka puja-puja.Sebab, belum ada gadget yang berseliweran seperti zaman sekarang ini, sebagai alat untuk mempermudah komunikasi.


Di era 90 an, hanya beberapa orang tertentu saja yang memiliki handphone genggam.Itu pun merk-nya sangat jadul tidak semodis zaman sekarang ini sudah canggih yang di berikan nama smartphone berbasis Android touchscreen pula.

__ADS_1


Kembali ke zaman Aslan Abdurrahman Syatir dan Zahrana.Yach ... hanya lewat sepucuk surat cinta inilah sebagai alat untuk mewakili perasaan mereka berdua.


πŸ’πŸ’πŸ’


From : Aslan Abdurrahman Syatir


To : Tsamirah Zahrana Az Zahra


Sang pujaan hati.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Bersama sepucuk surat ini,ku sampaikan segenap rasa dan rinduku padamu, wahai Bidadari kecilku, penyemangat hidupku dan tumpuan harapanku.


Ana, sungguh diriku tidak sanggup lebih lama lagi menanti jawabanmu atas segala rasa yang berkecamuk dalam jiwaku.


Mungkin,semesta raya ... burung-burung yang berkicau dipagi hari ikut menertawakan ku, sebab terlalu kentara mengagumi dan mencintai sosok gadis belia seperti dirimu.


Namun, inilah apa adanya diriku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku.


Sungguh,aku benar-benar tergila-gila padamu ... wahai gadis kecil bermata jeli.Sehari tanpa bersua dengan mu, sungguh sangat menyiksa jiwaku.


Ana ... kuharap secepatnya kau memberikan jawaban atas segala rasa mu terhadap ku.Aku tahu, sebenarnya kau pun sangat mencintai ku.


Aku pun tahu, jika dirimu takut dan khawatir terhadap hubungan kita, kalau-kalau akan ketahuan kedua orangtua mu, terutama Bundamu begitu sangat kentara sekali tidak menyukaiku, jika dekat-dekat denganmu.


Tsamirah Zahrana Az Zahra, sungguh aku tidak bisa harus berucap apa-apa lagi.Sebab, sebelumnya telah ku curahkan semua rasaku padamu.


Sekarang, saat ini, detik ini ... entah apalagi aku tak tahu, sebab telah habis kataku dan dayaku untuk meyakinkan mu.


Kini, hanya keajaiban cinta darimu ku tunggu untuk menyambut rasaku.


Ku tak peduli apa pun yang akan terjadi nantinya, seribu tahun pun dirimu akan ku tunggu.


Disini, didalam hatiku berulang-ulang kali aku katakan aku mencintaimu dan menyayangimu Ana dengan setulus hatiku.


Sungguh, tiada yang lain yang diriku inginkan hanya dirimu.

__ADS_1


Aku siap menjadi Rama yang menunggu kedatangan Shinta menyambut cintanya dengan sepenuh hati dan jiwa.


Jika kau benar mencintaiku dan menyambut rasaku dengan sepenuh hati dan jiwamu, segera temui aku di Ladang Cinta ... diPondok tempat kalian dan Nandini dulu sering bermain sewaktu kalian masih kecil dan sering bermain rumah-rumahan.


Di sana,kini sedang bertumbuh padi yang masih hijau, yang baru berproses bertumbuh seperti rasaku yang kini terus bertumbuh terhadapmu.


Tepat tanggal 1 Mei 2000 nanti, dimana di hari itu adalah menjadi hari kelahiranmu, juga hari Buruh Sedunia.Aku ingin mengukir kebersamaan denganmu.


Kau boleh, ajak Nandini dan juga teman-teman mu yang lainnya, jika dirimu khawatir berdua saja dengan ku.


Aku tunggu dirimu, pukul 08.00 pagi kita menghabiskan waktu bersama disana sebab hari Buruh Sedunia, bertepatan dengan hari libur.Tentunya, akan banyak waktu untuk kita saling bercengkrama.


Aku tunggu, dirimu Ana! Wahai belahan jiwaku,gadis kecilku yang mempesona.


Salam hangat, rindu dan penuh cinta hanya padamu.


Yang mendambakan kehadiranmu,


Aslan Abdurrahman Syatir


(Surat Cinta Kedua dari Aslan untuk Zahrana,Bangka Belitung,tercantum tahun 2000 silam😍😍)


Usai sudah, sepucuk surat cinta yang dituliskan oleh Aslan Abdurrahman Syatir untuk Zahrana pujaan hatinya.


Berpacu dengan waktu sholat Maghrib yang tinggal 15 menit lagi, Aslan nampak terburu-buru menemui adiknya Nandini di beranda toko.Tak lupa ia berpamitan dengan Ibu Ratna Anjani dan Ayah Anjasmara untuk segera berangkat ke Mesjid.


Ayah Anjasmara sendiri, untuk sore ini sholat di rumah saja bersama Ibu Ratna Anjani.


Hanya Aslan saja yang rutin sholat berjama'ah di Mesjid.Sedangkan, Nandini Sukma Dewi hanya baru-baru ini saja rutin sholat di Mesjid, karena ia mempunyai tujuan penting selain belajar mengaji di Padepokan Buya Harun.Ia juga ingin mengantarkan surat cinta kakaknya kepada Zahrana sahabatnya, intinya 'sambil menyelam minum air'.Dapat dua keuntungan sekaligus.


Satu lagi, Sholat jama'ah di Mesjid tidak wajib untuk seorang wanita muslimah, namun wajib untuk laki-laki muslim.


Wanita boleh Sholat jama'ah di Mesjid, namun lebih baik lagi sholat dirumahnya, atau lebih baik lagi sholat dikamarnya.


Begitulah ketentuan yang ditetapkan oleh syari'at Islam dan juga sesuai anjuran Nabi besar kita Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam.Demi menjaga marwah, harkat dan martabat seorang wanita agar terhindar dari segala macam bentuk fitnah.


Sebab, satu langkah seorang gadis atau wanita keluar dalam rumahnya, makhluk bernama Syaiton senantiasa mengintainya.Hingga tak jarang pesona seorang wanita sering membuat seorang lelaki gelap mata untuk melihatnya.Semoga kita senantiasa terhindar dari segala bentuk tipu daya Syaiton dan bala tentaranya, sehingga dapat meruntuhkan nilai keimanan kita.

__ADS_1


Cerita kisah Aslan Abdurrahman Syatir, Zahrana dan juga teman-temannya hanyalah sebagian kecil contoh perjalanan hidup anak manusia yang berusaha menemukan jati dirinya hingga pada akhirnya nanti bertabur kasih dalam naungan cinta Rabb-Nya, ketika hidayah itu nantinya pelan-pelan menyapa. Walaupun awal mulanya harus melewati liku onak dan duri yang merintangi kisah perjalanan hidup mereka.


__ADS_2