
Acara perpisahan Siswa-siswi kelas 3 SMP NEGERI 3 XX hampir usai. Aslan Abdurrahman Syatir nampak tidak sabaran. Ia sudah tidak betah berlama-lama lagi, ia nampak resah dan gelisah setelah melihat adegan kekasih hatinya Zahrana pentas drama bersama rivalnya Rivandra Dinata Admaja.
Yang lebih menyakitkan hati, pada sesi-sesi terakhir acara ia harus menyaksikan adegan Bidadari kecilnya Tsamirah Zahrana Az Zahra berkolaborasi dengan Rivandra Dinata Admaja dalam sebuah tembang romantis yang menyesakkan dada, meskipun itu hanya pentas hiburan bukan cerita cinta sesungguhnya tetap saja Aslan tetap menaruh rasa cemburu pada Rivandra Dinata Admaja, meskipun pada kenyataannya kini Zahrana lebih memilih dirinya. Aslan tetap tidak rela jika Zahrana kekasihnya berdekatan dengan pria lain.
Kirana Larasati selaku MC pun kembali memandu acara perpisahan pada sesi-sesi terakhir.
"Para hadirin sekalian, kini pun kita telah berada di penghujung acara. Marilah kita sambut acara hiburan sebagai penutup acara kita, kepada kak Rivandra Dinata Admaja dan Tsamirah Zahrana Az Zahra sebagai pemeran wanitanya kami persilahkan untuk naik ke Podium guna mempersembahkan sebuah tembang kenangan yang berjudul 'Bunga Terakhir'."
Rivandra Dinata Admaja dan Zahrana pun segera naik ke Podium. Kini, mereka pun telah berganti costum yang lain. Mereka sama-sama mengenak baju couple bernuansa putih.
Zahrana nampak kelihatan anggun dengan gaun putih yang di kenakannya, berpadu dengan gaya rambutnya yang Ponytail sehingga terkesan simple dan bergelombang, namun tidak mengurangi pesonanya yang memang sudah cantik dari sananya.
Rivandra Dinata Admaja nampak terpukau dengan pesona Zahrana, ia pun refleks menggenggam erat jemari tangan Zahrana layaknya seorang kekasih yang begitu mengagumi wanitanya.
Rivandra tak berkedip memandang keindahan rona wajah Zahrana, hingga membuat jantung hati Zahrana berdesir hebat karenanya.
"Oh ... Tuhan, jangan biarkan diriku jatuh hati lagi pada kak Rivandra untuk yang kedua kalinya. Sungguh diriku tidak ingin lagi menabur angin setelah pun badai kemarin berlalu, aku hanya ingin mencintai kak Aslan Abdurrahman Syatir tiada yang lain, hanya dirinya." Zahrana pun terus berbisik dalam hatinya ketika tatapannya bertemu pandang dengan sosok Rivandra Dinata Admaja yang dulu pernah mengisi relung hatinya.
Zahrana pun memalingkan wajahnya dari hadapan Rivandra Dinata Admaja, seakan-akan mereka berdua berakting seperti dua orang kekasih yang akan terpisahkan oleh jarak dan keadaan yang membuat mereka harus segera berpisah dan mengakhiri hubungannya.
Di saat itu pula netra Zahrana tak sengaja melihat nanar wajah kekasihnya Aslan Abdurrahman Syatir yang berdiri dari kejauhan menyaksikan adegan Rivandra dan dirinya.
Wajah Aslan pun terlihat kusut dan merah padam menahan api cemburu yang bergemuruh di dadanya, ketika melihat sang kekasih hatinya berpimpin tangan mesra dengan selain dirinya diatas panggung hiburan.
Aslan menatap sinis ke arah Rivandra, namun Rivandra tidak menyadarinya lantaran ia kini sedang terhipnotis dengan pesona Zahrana.
"Deg ... " jantung Zahrana terasa ingin lari dari tempatnya. Ketika melihat tatapan wajah kekasihnya Aslan yang sangat tidak bersahabat, ia khawatir akan memicu pertengkaran diantara mereka nantinya.
"Kak Aslan, kenapa ia bisa berada di sini? siapa yang telah mengundangnya? bukankah yang di undang hanyalah wali murid kelas 3 saja?" Zahrana terus bertanya-tanya dalam hatinya.
Ingin rasanya Zahrana segera mengakhiri aktingnya bersama Rivandra kali ini, sebab ia tidak ingin Aslan salah paham terhadapnya.
Namun, Zahrana harus sportif. Sebab ini adalah pentas terakhirnya di panggung hiburan sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya.
Rivandra Dinata Admaja segera memainkan denting dawai gitarnya, ia tiada henti-hentinya memandang kearah Zahrana yang sampai detik ini pun masih bertahta dihatinya.
Rivandra pun perlahan bersenandung dengan suara emasnya. Ia pun mempersembahkan tembang kenangan special untuk Zahrana, mewakili perasaan yang kini telah terpatri di hatinya. Bunga terakhir untuk Zahrana.
🌹 Bunga Terakhir 🌹
Kaulah yang pertama
Menjadi cinta tinggallah kenangan
Berakhir lewat bunga seluruh cintaku untuknya
Bunga terakhir
Ku persembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya
Bunga terakhir
__ADS_1
Menjadi satu kenangan yang tersimpan
Takkan pernah hilang 'tuk selamanya
Ohh
Betapa cinta ini
Sungguh berarti tetaplah terjaga
Selamat tinggal kasih 'ku telah pergi selamanya
Bunga terakhir
Ku persembahkan kepada yang terindah
Sebagai suatu tanda cinta untuknya
Bunga terakhir
Menjadi satu kenangan yang tersimpan
Takkan pernah hilang 'tuk selamanya
Kaulah yang pertama
Menjadi cinta tinggallah kenangan
Berakhir lewat bunga seluruh cintaku untuknya
Bunga terakhir
Ku persembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya
Bunga terakhir
Menjadi satu kenangan yang tersimpan
Takkan pernah hilang 'tuk selamanya
Tanpa di sadari air mata Rivandra pun jatuh berderai membanjiri wajah tampannya, ia benar-benar menjiwai sya'ir lagu yang ia nyanyikan. Benar-benar mewakili perasaannya terhadap Zahrana yang kini tersisih oleh cinta yang terabaikan sebab hadirnya orang ketiga di dalam kisah percintaan mereka hingga berujung perpisahan. Sebab sang kekasih hatinya Tsamirah Zahrana Az Zahra lebih memilih Aslan Abdurrahman Syatir di banding dirinya.
Zahrana pun merasa terenyuh dengan sya'ir lagu yang telah di persembahkan oleh Rivandra Dinata Admaja. Tanpa sadar ia pun menghamburkan diri kedalam pelukan Rivandra Dinata Admaja. Sehingga membuat Rivandra pun refleks menarik Zahrana kedalam dekapannya.
Akting antara mereka pun seketika harus bertambah, sebab ada adegan air mata yang sebelumnya tidak ada dalam jalan cerita pentas terakhir mereka.
Kirana Larasati sebagai MC, terpaksa mengambil setangkai bunga mawar dari balik podium dan memberikannya kepada Rivandra Dinata Admaja sebagaimana tema lagunya bunga terakhir.
Rivandra yang masih membiarkan Zahrana berada dalam dekapannya pun mengerti maksud Kirana Larasati. Ia pun segera meneruskan aktingnya.
"Zahra ... hari ini adalah hari terakhir kita bersua, setelah ini aku pun tak tahu apakah kita akan dapat bersua kembali. Dunia ku dan dunia mu pun kini berbeda, kita tidak bisa untuk sejalan lagi walaupun pada kenyataannya kita pernah saling memiliki rasa dan merajut kebersamaan, namun kini diantara kita ada dia. Terimakasih sebelumnya, dirimu pernah mengisi hari-hari ku. Terimakasih atas semua waktu dan kesempatan yang dulu pernah kau berikan untuk ku. Sungguh kan kujadikan semua itu kenangan terindah yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidupku."
__ADS_1
Rivandra pun perlahan mengusap air mata Zahrana yang sejak tadi mengalir di pelupuk matanya, hingga membasahi kedua pipi mulusnya.
"Zahra ... terimalah sekuntum bunga mawar ini untuk mu!" ucap Rivandra.
Zahrana pun menerima sekuntum bunga mawar indah dari Rivandra Dinata Admaja.
"Terimakasih kak, maafkan aku karena telah melukai perasaan mu. Maafkan aku karena telah menduakan rasa mu. Terimakasih atas segala ketulusan mu, sungguh tak akan pernah ku lupakan itu, dirimu yang pernah mengisi hari-hari ku. Ku do'akan agar dirimu mendapatkan yang lebih terbaik dari ku," ucap Zahrana seraya mengecup bunga mawar itu.
Dan kini pun mereka berdua sama-sama saling berbalik arah tanpa saling menoleh dan menatap lagi.
Segenap hadirin yang hadir pun ikut meneteskan air mata melihat cuplikan cerita antara Rivandra Dinata Admaja dan Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Mereka pikir semua itu hanya akting belaka, padahal sejatinya lagu dan cuplikan tersebut adalah mewakili cerita cinta antara Rivandra Dinata Admaja dan Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Para hadirin yang terdiri atas bapak dan ibu guru, juga wali murid yang hadir beserta Siswa-siswi pun kompak bertepuk tangan, mereka ikut terharu dan terhanyut oleh cuplikan yang di perankan oleh Zahrana dan Rivandra Dinata Admaja.
***
"Dasar gadis cent*l!" umpat Priska Prahara. Ia terbakar emosi melihat Zahrana beradegan mesra dengan Rivandra Dinata Admaja diatas panggung hiburan.
Namun apa daya, Priska Prahara hanyalah kekasih yang tak dianggap. Ia pun akhirnya lelah mengejar Rivandra Dinata Admaja. Namun, kebencian, rasa iri dengki terhadap Zahrana sampai detik ini terus meradang. Ia ingin sekali membalas dendam kesumat pada Zahrana.
Satu hari nanti, Priska Prahara berniat untuk menghancurkan kehidupan
Tsamirah Zahrana Az Zahra dengan caranya sendiri. Ia tidak ingin membiarkan Zahrana hidup bebas tanpa mendapatkan kesulitan dalam hidupnya.
Priska pun tidak sengaja melihat nanar wajah Aslan Abdurrahman Syatir yang tampak berang dari kejauhan lantaran cemburu buta melihat kekasihnya Zahrana berakting di panggung hiburan dengan Rivandra Dinata Admaja.
Ada seuntai rasa bahagia yang menyeruak di pita bathin Priska Prahara melihat itu semua.
"Hemmmm ... nampaknya akan ada adegan yang menegangkan nantinya," cicit Priska Prahara dengan seringai liciknya.
"Makanya jadi wanita jangan sok kecentil*n," umpat Priska dalam hati.
Adelia Kencana Puteri dan Lembayung Senja, tampak aneh melihat ketua Genk Starnya cengengesan tanpa sebab.
"Eh ... Pris. Loe kenapa? senyam-senyum tidak jelas dari tadi, orang pada mengucurkan air mata menyaksikan cuplikan Zahrana dan Rivandra loe malah asyik-asyik bahagia. Seperti mendapatkan batangan emas berharga," ujar Adelia Kencana Puteri.
"Coba kalian lihat di sana ada kekasihnya Si Zahrana yang sedang terbakar api cemburu melihatnya beradu akting dipanggung bersama Rivandra Dinata Admaja. Aku tidak sabaran ingin melihat api emosi menyala di antara mereka," ujar Priska dengan seringai liciknya.
Adelia dan Lembayung pun ikut bersuka cita melihat gejolak api pertengkaran yang nantinya akan segera terjadi antara Zahrana dan Aslan Abdurrahman Syatir.
Mereka pun saling tos satu sama lain, sebab tanpa mengeluarkan tenaga dan pikiran, akhirnya mereka bisa menyaksikan sendiri emosi yang tampak nyata di wajah Aslan Abdurrahman Syatir.
Singkat cerita, acara perpisahan sekolah pun telah berada di penghujung waktunya. Kirana Larasati selaku MC pun segera beranjak untuk memandu acara selanjutnya, yakni Do'a bersama yang di pimpin oleh Bu Zulistiyah selaku guru Agama Islam di SMP NEGERI 3 XX.
Do'a bersama pun selesai, Kirana Larasati pun beranjak untuk menutup acara perpisahan tersebut.
"Hadirin sekalian, tibalah kita dipenghujung acara yakni penutupan, mari kita tutup acara perpisahan Siswa-siswi kelas 3 SMP NEGERI 3 XX ini dengan bacaan Hamdallah."
"Alhamdulillah ... " segenap para hadirin yang terdiri dari Bapak dan Ibu Guru, juga wali murid dan Siswa-siswi mengucapkan hamdalah.
"Hadirin yang saya hormati, acara demi acara telah kita lalui bersama. Semoga langkah kita ini diberkahi oleh Allah Subhanahuwata'ala. Aamiin ya Rabbal'alaamiin."
__ADS_1
"Saya selaku pembawa acara dari acara perpisahan kelas 3 SMP NEGERI 3 XX mengucapkan terimakasih atas perhatiannya. Apabila ada kesalahan baik disengaja ataupun tidak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya."
"Akhir kata saya ucapkan terimakasih, wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."