
"Dasar, mencuri kesempatan dalam kesempitan! cepat bantu Zahra menyapu dan mengepel lantai toko ini, biar tambah celing dan bersih!" titah Zahrana.
Zahra sengaja ingin mengerjai saudara sepupunya itu. Sebenarnya lantai toko itu pun sudah terlihat bersih dan sejuk di pandang mata.
"Jika untuk mu, apa yang tidak anak manis, wahai gadis kecilku yang cantik nan ceriwis!"
Pramuja pun bersemangat menyapu dan mengepel lantai toko Aisyah Boutique Collection tersebut. Sedangkan Zahrana nampak santai dikursi goyangnya, sambil menikmati kacang rebus, berasa seperti bos besar yang sedang memberikan hukuman kepada karyawannya yang melanggar peraturan.😁😁😂
Semakin fokus Pramuja menyapu lantai toko, semakin usil Zahrana menaburkan serpihan Snack dan juga kulit kacang rebus dilantai. Selain itu Zahrana sengaja mengibaskan debu yang menempel di rak, hingga debu itu pun bertebaran kesegala penjuru ruangan toko, terutama menempel di lantai.
Pramuja hendak melanjutkan mengepel lantai, ia nampak sumringah sebab pikirnya ia telah berhasil menyenangkan bidadarinya.
"Alhamdulillah ... selesai! lanjut mengepel," gumam Pramuja dengan penuh semangat.
"Kok, debunya ada lagi? itu serpihan apa? ada kulit kacang rebus juga?" Pramuja mendongakkan wajahnya.
"OMG, pantesan kagak kelar-kelar, ternyata ada yang usil."
Pramuja pun menyeringai nakal, ketika melihat Zahrana fokus dengan cemilannya dan membuang serpihan Snack dan kulit kacang ke sembarang arah.
"Nah, terciduk pelakunya!" pungkas Pramuja dengan menggelitik perut Zahrana.
"Geli Mas, ampun! Zahra nyerah Mas, maaf!" pinta Zahra dengan tertawa renyah. Ia tidak kuat menahan geli oleh gelitikan Pramuja.
Melihat tawa renyah dari sosok bidadari di hadapannya, tak ayal membuat jantung hati Pramuja tak karuan.
Jiwa play boy Pramuja seolah meronta, "Zahrana bidadari kecilku, kenapa aku harus jatuh hati pada mu? kenapa harus dirimu yang menyentuh hati ku? Aku benar-benar gila oleh dirimu Tsamirah Zahrana Az Zahra!"
"Dulu kau masih sangat kecil mungil, kau kerap kali berada dalam gendongan dan pelukan ku. Sekarang kau sudah besar, ada batasan yang harus aku jaga. Meskipun kita saudara sepupu, ibu mu dan ibu ku saudara sekandung. Tetap saja ada batasan di antara kita. Aku sudah dewasa dan kau pun sudah dewasa tentunya akan memicu sisi negatif jika kita terus bersama seperti ini?" bathin Pramuja dengan menghentikan pergerakannya menggelitiki Zahrana.
"Weee, Mas Pra kalah!" Zahrana dengan gaya cute-nya memang sengaja mengerjai Pramuja. Pramuja pun terpaksa memungut kulit kacang yang berserakan di lantai oleh sebab kejahilan Zahrana.
"Emang enak, di kerjai! habisnya Mas Pra jika bicara tanpa filter, kan kasian kak Zaid."
Zahrana terkekeh melihat pemuda yang gagah nan tampan itu memungut kulit kacang dan membersihkan kembali lantai toko yang telah dikotori olehnya.
"Tapi, kasian juga Mas Pramuja, keringatnya sudah mengucur deras seperti itu!"
Zahra pun menghampiri Pramuja yang masih fokus membersihkan lantai toko tersebut. Dengan penuh ketulusan Zahrana mengusap keringat yang mengucur deras dari dahi dan pelipis Pramuja dengan menggunakan tissue.
Perhatian dan ketulusan yang di berikan oleh Zahrana terhadap Pramuja, tidak lebih dari perhatian seorang adik terhadap kakaknya, tidak lebih.
__ADS_1
Namun, berbeda dengan Pramuja, ia melihat perlakuan manis Zahrana terhadapnya, membuat hati Pramuja seketika meleleh.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, sungguh ... melihat ketulusan mu seperti ini benar-benar menyentuh hati dan perasaan ku! keindahan rona wajah mu, tiada sanggup diriku melukiskannya, di antara milyaran bidadari dunia, sungguh kecantikan mu melebihi segalanya. Sungguh pahatan yang sangat luar biasa dari Sang Maha Sempurna, penggenggam nafas kehidupan!" bisikan hati Pramuja Wisnu Baskara dengan segenap rasa kagum pada Tsamirah Zahrana Az Zahra.
"Mas Pramuja Wisnu Baskara, kok malah bengong? " ucap Zahrana dengan melambaikan tangannya di wajah Pramuja.
"Sempurna!" ucap Pramuja dengan terus memandangi wajah alami Zahrana.
"Astaghfirullah ... Mas Pra, istighfar! kesempurnaan itu hanya milik Allah, bukan milik makhluk-nya. Kecantikan wajah itu akan pudar seiring bertambah usia seseorang, itu pandangan mesti dijaga. Kita adalah adik-kakak, tepatnya saudara sepupu, tetap saja punya batasan. Terimakasih sudah membantu Zahra membersihkan toko. Maaf, jika Zahra sudah mengerjai Mas!" ucap Zahrana dengan melebarkan tawanya.
"Whattttt? jadi dirimu sedang mengerjai Mas? sikap usil mu benar-benar tidak berubah Tsamirah Zahrana Az Zahra, sewaktu masih kecil dirimu kerap kali mengerjai Mas. Awas ya? jika tertangkap giliran Mas yang mengerjaimu!" ucap Pramuja dengan senyuman manisnya menghiasi wajah tampannya.
"Ampun Mas, peace ya? Zahra janji nggak usil lagi!" ucap Zahra dengan mengangkat dua jarinya.
Keduanya pun berlari mengitari meja kasir tempat di mana customer membayar uang belanjaannya.
"Weee ... nggak dapet!" Zahrana masih terus berlari, membuat hati Pramuja terasa di aduk-aduk oleh sepupu kesayangannya itu.
"Zahrana, dirimu benar-benar memantik gairah ku! kau benar-benar menggodaku dengan sikap manja mu," bathin Pramuja.
Sementara, Zahrana tidak menyadari jika sikapnya tersebut justru memancing gairah seorang Pramuja Wisnu Baskara, yang ia anggap hanya sebagai sosok seorang kakak yang senantiasa mengayominya dari sejak dulu hingga detik ini.
Di tengah keterasikan mereka bercanda ria, customer Aisyah Boutique Collection pun berdatangan.
Zahrana sempat kelabakan ketika melihat para pengunjung berdatangan tanpa spasi. Pasalnya, nafasnya masih ngos-ngosan ketika kejar-kejaran dengan Pramuja Wisnu Baskara.
Melihat Zahrana sedang kelelahan, Pramuja pun turun tangan membantu adik sepupunya itu.
Salah satu customer ibu-ibu pun nampak takjub dengan kekompakan Zahrana dan Zaid.
"Maa sya Allah ... kalian pasangan serasi, yang satu cantik dan yang satu sangatlah tampan!" ucap customer tersebut.
Zahrana dan Pramuja pun saling lirik pandang, apalagi Zahrana ia kaget mendengar ucapan customer tersebut.
"Maaf, Bu. Kami berdua adalah saudara sepupu!" ucap Zahrana tersenyum penuh keramahan.
Sementara, Pramuja merasa tidak nyaman dengan kejujuran Zahrana. Pramuja tidak ingin seluruh dunia tahu jika mereka berdua sepupu.
"Kenapa hati ku merasa tidak terima ketika Zahrana mengumumkan jika kami berdua adalah saudara sepupu? Mengapa aku harus jatuh hati pada-Mu Tsamirah Zahrana Az Zahra? adakah apa yang kurasakan ini sama seperti yang dirimu rasakan?" bathin Pramuja.
Selang berapa menit kemudian, para customer Aisyah Boutique Collection pun satu persatu keluar dari boutique tersebut setelah membayar uang belanjaan mereka, tinggal lah Zahrana dan Pramuja yang masih terpaku di tempatnya.
__ADS_1
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, aku bisa gila jika terus berada di dekat mu. Dirimu benar-benar menyiksa bathin ku.” Pramuja pun berusaha melawan biduk hawa nafsunya yang sejak tadi terus menghantuinya.
"Mas Pra, terimakasih untuk hari ini! terima kasih sudah berkenan membantu Zahra."
"Sama-sama, My Princess!" ucap Pramuja dengan terus berperang melawan pergolakan bathinnya.
Di tengah kecanggungannya, seorang gadis cantik dengan perawakan tinggi semampai, rambut pirang kebule-bulean sengaja ia gerai dengan indahnya di terpa oleh angin yang berhembus, tak lupa kaca mata hitam dan topi bundar bertengger di atas kepalanya, juga dress selutut berpadu dengan high heels-nya menambah kesan bulenya. Gadis tersebut pun melangkahkan kakinya menuju Aisyah Boutique Collection.
Zahrana yang merasa tidak asing dengan wanita tersebut pun bergumam dalam hatinya, "Kak Priska Prahara! OMG, aku harus bertemu dengan si ulet keket di sini?" bathin Zahrana dengan menggigit bibirnya.
Memory Zahrana kembali pada kisah 6 tahun silam, bagaimana Priska Prahara sangat membencinya karena di anggap benalu dalam hubungan cinta Priska Praha dan Rivandra Dinata Admaja, yang jelas-jelas Rivandra tidak pernah menganggap Priska Prahara ada.
Namun, karena rasa cinta yang menggila terhadap Rivandra membuat Priska menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta Rivandra, sehingga Zahrana yang tidak mengerti duduk perkaranya pun kena imbasnya.
"Ya Allah ... jantung ku rasanya mau copot, aku tidak sanggup membayangkan bagaimana kejamnya kak Priska kala itu, ia hendak mencelakakan ku di kantin sekolah, ia juga menyirami ku dengan air jus sewaktu di perpustakaan ketika aku sedang bersama kak Rivandra."
Zahrana menyembunyikan wajahnya dibelakang Pramuja Wisnu Baskara. Ia benar-benar tidak siap bersitatap dengan Priska Prahara.
"Hey, kau kenapa?" tanya Pramuja ketika melihat wajah Zahrana berubah menjadi pucat pasi.
"Ada Si ulet keket, Mas."
"Whatttt? Si ulet keket?"
🌷🌷🌷
Untaian mutiara hikmah 👉 "Sesulit apapun masalah yang kita hadapi saat ini, ia bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus diselesaikan. Ketika dalam sebuah perjuangan terdapat tantangan yang besar, berarti keberhasilan yang menanti juga lebih besar. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu."
💮
💮
💮
Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya author bestie kak. Tentunya dengan cerita yang tidak kalah seru dan menariknya.😊😘
Judul nya : Cintai Aku, Istriku!
Authornya : Mom Al
__ADS_1