
Zahrana masih terus membayangkan sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy, sosok pemuda yang telah memikat hatinya dengan sejuta pesonanya. Dan yang paling membahagiakan untuk Zahrana adalah sosok pemuda tampan nan sholih tersebut kini pun telah mempersuntingnya dengan segenap hati dan jiwanya pemuda tersebut telah mengikat Zahrana menjadi sosok bidadari dan ratu di hatinya, sungguh suatu kehormatan yang sangat luar biasa untuk Zahrana.
"Ya Allah, inikah rasanya di khitbah oleh seorang yang benar-benar menghormati, mencintai dan menyayangi kita dengan tulus?" bathin Zahrana dengan rasa tak percaya. Ia seolah-olah berada di alam mimpi, Zahrana benar-benar tidak menyangka jika ia bisa di khitbah oleh Yusuf secepat ini. Sebab, setelah kurun waktu 4 tahun mereka berpisah dan ketika berjumpa langsung dilamar oleh yang terkasih. Sungguh, semua ini adalah anugerah yang sangat luar biasa bagi Zahrana.
"Ya Allah, terima kasih atas segala nikmat dan karunia Mu yang tak terhingga ini! terimakasih atas izin Mu kini, ia benar-benar menepati janjinya untuk mengkhitbah ku, setelah sekian lama dalam penantian panjang ku," bathin Zahrana mengingat-ingat kembali kisah dan perjalanan hidupnya sebelum ia dapat bertemu kembali dengan Yusuf Amri Nufail Syairazy.
"Ya Allah, syukurlah hatiku bisa terus terjaga ketika hari kemarin. Jika tidak mungkin hamba telah kembali melakukan kesalahan yang fatal dalam hidup ku. Hampir saja ketika itu aku terjerat pesona sosok Muhammad Zaid Arkana, beruntung saja sebisa mungkin ku kendalikan biduk hawa nafsu ku ketika itu. Jika tidak, mungkin aku sudah menerima kak Zaid dalam hidup ku. Lantaran tidak memiliki kesabaran untuk menunggu kepulangan kak Yusuf, jika tidak Engkau rahmati hati hamba ketika itu, mungkin saja hamba tidak akan pernah dipersunting oleh pemuda yang sholih tersebut. Dan tentunya, diriku benar-benar termasuk orang yang merugi, jika diriku sampai menerima kak Zaid dihari kemarin!" bathin Zahrana dengan merenungi kembali masa lalunya.
Di tengah ketermenungannya, ponsel Zahrana pun berbunyi. Tertera nama Nandini Sukma Dewi. Ia pun menekan tombol hijau guna menjawab panggilan dari temannya tersebut.
📞 "Assalamu'alaikum, calon pengantin? apa kabar?" tanya Zahrana dengan sedikit godaan untuk Nandini.
📞 "Wa'alaikumsalam warahmatullahi, kamu dimana Ra? besok jangan lupa menghadiri resepsi pernikahan ku, ya? Jika kau tidak datang sungguh aku akan kecewa berat. Sebab, kau adalah teman baik ku dari sejak kecil dan sampai sekarang pun kau tetap menjadi teman baik ku." Nandini memanyunkan bibirnya, pasalnya Zahrana selalu sibuk dengan pekerjaannya. Hingga terkesan melupakannya.
📞 "Iya ... iya ... aku akan datang besok, jangan ngambek. Nanti riasannya luntur," sarkas Zahrana.
📞 "Luntur apanya Ra, orang baru riasan Nail Henna doang. Kamu dimana? kenapa nggak jawab?" Nandini mengulangi pertanyaannya.
📞 "Jangan khawatir baby, aku sekarang sudah di desa, dikediaman ku. Jadi, besok pagi insyaAllah aku akan datang menghadiri pernikahan mu?"
📞 "OMG, jadi dirimu sudah pulang ke desa? kenapa tidak kemari? Aku dari sejak tadi di temani oleh Cinta dan Kirana. Sekarang, mereka di sini di kamar ku. Mereka menginap di sini."
📞 "Oh, ya? maaf, aku tadi pulangnya sudah kesorean jadi belum sempat berkunjung ke rumah mu, Din. Tapi, aku janji aku akan datang besok."
📞 "Baiklah, aku tunggu! kau boleh ajak Mas Pramuja sepupu mu atau kak Zaid yang lucu dan imut-imut itu jadi partner mu, biar kau tak kesepian, Ra." Nandini sengaja memojokkan Zahrana sahabatnya.
📞 "InsyaAllah, Din. Bukankah, Mas Pramuja dan kak Zaid sudah di undang kak Aslan ketika kalian menjenguk ku di rumah sakit tempo hari," sarkas Zahrana.
📞 "Oh iya, kalian pergi beramai-ramai saja deh, nantinya. Aku sudah tidak sabaran melihat kedatangan kalian semua." Nandini nampak sumringah. Jika sudah berbicara dengan Zahrana mood booster-nya langsung naik.
__ADS_1
📞 "Oke siap! oh ya, Fadhillah nggak ikut jadi panitia mu, Din?"
📞 "Nggak, besok ia pergi undangan saja bersama Ummi dan Abinya. Insya Allah besok pagi kita akan kedatangan sohib tercinta kita dimasa putih-biru dahulu, si Hafidzah. Ia sudah lulus pesantren, dan sekarang sudah pulang kehabitatnya." Cinta dan Kirana pun tertawa renyah mendengar kekocakan Nandini yang menyebutkan kata 'habitat'.
📞 "Ha ... ha ... ada-ada saja dirimu, Din. Memangnya, Hafidzah apa? sampai di bilang habitat." Zahrana pun ikut tertawa mendengar kekocakan Nandini dari balik telfon.
📞 "Jujur Ra, seumur hidup, baru sekali ini aku melihat mu tertawa lepas Ra, kau terlihat sangat bahagia sekali, ada angin apa gerangan? baru di lamar special some one, ya?" seloroh Nandini asal tebak.
Deg! detak jantung Zahrana serasa berdetak cepat, ia baru menyadari jika memang kini ia telah resmi dilamar oleh Yusuf Amri Nufail Syairazy. Sebab, jika sudah berbincang-bincang dengan Nandini sahabatnya, ia sejenak melupakan tentang kisahnya sendiri. Zahrana sengaja tidak memberitahukan teman-temannya jika ia dan Yusuf sudah lamaran malam ini.
📞 "Kenapa, diam Ra? maaf aku bercanda Ra," sarkas Nandini. Ia khawatir Zahrana baper, sebab yang ia tahu selama ini Zahrana tidak pernah menunjukkan sikap keseriusan pada pemuda manapun, meski banyak yang mengejarnya.
📞 "Hehe, nggak apa-apa, Din. Insya Allah besok aku akan tetap datang menghadiri pernikahan mu bersama special some one," Zahrana sengaja merahasiakan pada teman-temannya jika Yusuf sudah pulang dari Kairo-Mesir. Ia ingin memberikan surprise pada teman-temannya.
📞 "Okelah kalau begitu. Selamat beristirahat, Ra. Kau pasti sangat lelah sebab baru menempuh perjalanan jauh. Cinta dan Kirana sudah ngambek ni, gara-gara di kacangin sama kita." Nandini melirik pada Cinta dan Kirana yang sedang fokus menghiasi jemari tangan masing-masing menggunakan Nail Henna milik Nandini. Mereka tampak sibuk dengan urusan masing-masing.
📞 "Ya udah, salam untuk Cinta dan Kirana, Assalamu'alaikum!" Zahrana mengakhiri komunikasi diantara mereka.
***
Zahrana membuka kotak masuk di handphone jadulnya, ia nampak kaget sebab ada beberapa pesan masuk di handphonenya. Salah satunya dari seorang yang sangat istimewa dihatinya. Seseorang yang selalu membuat detak jantungnya berdegup seketika, kala memandang wajah tampannya.
"Ya Allah, kak Yusuf. Pesannya 5 menit yang lalu, aku sampai melupakannya saat berkomunikasi dengan Nandini." Zahrana pun membaca pesan dari Yusuf.
📲 Ummi Yasmin : "Assalamu'alaikum, Zahra. Ini kak Yusuf, kakak dan keluarga sudah sampai di rumah. Zahra jaga diri baik-baik, insyaAllah besok kakak akan berkunjung kembali ke rumahmu. Kakak akan menemani dirimu untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat mu Nandini, jadi dirimu tidak akan sendiri. Mulai saat ini, sampai prosesi pernikahan kita nanti kakak akan selalu ada untuk Zahra. Kakak tidak akan pernah meninggalkan Zahra lagi, seperti hari kemarin. Maaf untuk rasa ini yang kini selalu berpihak pada mu!" by : Yusuf Amri Nufail Syairazy.
Melihat isi pesan Yusuf, Zahra merasa bintang jatuh dalam pelukannya. Kuntum mawar cinta seolah bermekaran ditaman hatinya yang dulu sempat kering kerontang, kini pun bersemi oleh kehadiran sosok pria tampan nan sholih yang kini telah hadir mewarnai kehidupannya.
Meskipun untaian kata Yusuf tidak seromantis penyair cinta, namun cukup membuat Zahrana terpana dan semakin mengagumi sosok yang akan menjadi calon imamnya itu. "Ya Allah, dia romantis sekali! berarti aku tidak perlu menawarkan diri untuk mengajaknya menjadi partner ku di pernikahan Nandini. Ia pun sudah berkenan untuk menemani ku!" bathin Zahrana dengan binar wajah bahagia.
__ADS_1
"Aku suka dengan cara kak Yusuf ia terang-terangan menghubungi ku lewat ponsel Ummi Yasmin. Artinya tidak ada yang di tutup-tutupi, bukankah ridhonya orang tua ridhoNya Allah juga!" monolog Zahrana, ia benar-benar merasa tersanjung dengan perlakuan manis Yusuf dan keluarga terhadapnya.
Zahrana pun membalas pesan Yusuf dengan perasaan yang penuh arti, ia benar-benar bahagia dengan kehadiran Yusuf dalam hidupnya.
📲 Zahrana : "Wa'alaikumsalam warahmatullahi, maaf Zahra baru membaca isi pesan kakak. Alhamdulillah ... Zahra bersyukur jika kakak dan keluarga telah sampai dengan selamat. Terima kasih kakak sudah berkenan untuk menemani Zahra besok. Zahra tunggu kedatangan kakak! salam untuk Ummi Yasmin dan Abi Farhan." from Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Zahrana sengaja menulis pesan sesingkat mungkin, ia tidak ingin terlalu mengumbar rasa seperti ia dan Aslan Abdurrahman Syatir dahulu, yang berujung menyesatkan dan menyengsarakan jiwanya dalam dosa dan maksiat yang tak berkesudahan. Sehingga berujung kenestapaan yang menggerogoti jiwa mudanya.
Dengan Yusuf, Zahrana sangat berhati-hati sekali. Kendati ia tahu Yusuf adalah pemuda yang sholih, namun Zahrana tidak ingin tenggelam dengan perasaannya, sebelum akhirnya ia dan Yusuf halal untuk saling meluahkan rasa. Sampai janji suci itu terucap sudah barulah Zahrana akan menyerahkan seluruh hati dan jiwanya. Juga segala apa yang ada dalam dirinya pada sosok yang telah halal menjadi imamnya nantinya.
Zahrana pun membuka pesan berikutnya, "Subhanallah, musibah!" bathin Zahrana. Matanya membulat sempurna ketika dipesan masuk tertulis nama Pramuja Wisnu Baskara yang ia singkat Mas PWB, Muhammad Zaid Arkan dan yang paling mengejutkan tertera nama Aslan Abdurrahman Syatir. Membuat hati Zahrana seakan di rundung kesedihan ketika membacanya setiap bait kata yang dikirimkan oleh Aslan Abdurrahman Syatir.
📲 Mas PWB : "My sepupu, my bidadari. Besok dirimu menjadi partner Mas ya, di resepsi pernikahan Nandini. Kamu pura-pura menjadi pacar Mas lagi, Mas tidak mau menjadikan si ulet keket alias Priska Prahara menjadi partner Mas. Rasanya, ilfeel sekali berdekatan dengannya! mau ya?" by : Pramuja Wisnu Baskara.
Zahrana pun melebarkan tawanya ketika membaca isi pesan Pramuja. Ia pun membalas isi pesan saudara sepupunya itu.
.📲 Zahrana : "Mas Pramuja Wisnu Baskara yang paling tampan dan kocak sejagat raya. Mohon maaf, untuk kali ini Zahra tidak bisa memenuhi permintaan Mas. Sepertinya, Mas harus berbesar hati menerima kenyataan yang ada, besok Mas harus memasang wajah setenang mungkin ketika bersama calon istri Mas, kak Priska Prahara. Bersikaplah layaknya seorang pahlawan atau kesatria."😅😅 by : Your sepupu Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Setelah membalaskan isi pesan Pramuja, Zahrana beralih membaca dan membalas isi pesan Zaid.
📲 MZ Arkana : "Assalamu'alaikum, Ra. Maaf, bisakah Zahra membantu kakak untuk menjadi partner kakak besok di pernikahan Dini? Sekalian kakak hendak berkunjung ke tempat Zahra untuk sirahtuhrahmi dengan Buya Harun. Sudah lama tidak bercengkrama dengan beliau. Semoga Zahra berkenan menerima ajakan kakak." by : Muhammad Zaid Arkana.
📲 Zahrana : "Wa'alaikumsalam warahmatullahi, kak Zaid yang baik, Zahra mohon maaf untuk yang kesekian kalinya. Maaf, Zahra tidak bisa untuk menjadi partner kakak besok. Zahra sudah memiliki janji dengan seseorang, besok kita akan pergi bersama-sama dengan beliau. Semoga kakak dapat memakluminya." From : Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Setelah membalas isi pesan Zaid, Zahrana berlanjut membaca dan membalas isi pesan Aslan. "Ya Allah, di gandrungi para pemuda tampan ini membuat jantung ku benar-benar ingin keluar dari tempatnya. Aku benar-benar pusing 7 keliling. Apa di dunia ini tidak ada wanita yang lain lagi. Apa istimewanya diriku?" gerutu Zahrana. Ia merasa lelah selalu di kejar-kejar para kaum Adam dari sejak dahulu kala hingga detik ini.
"Ya Allah, semoga saja semua segera berlalu, rasanya aku ingin cepat-cepat halal dengan kak Yusuf, agar tidak ada lagi yang mengganggu!" bathin Zahrana dengan tertunduk lesu.
🍇🍇🍇
__ADS_1
Untaian mutiara hikmah 👉"Pelajarilah masa lalu, jika ingin meramalkan masa yang akan datang. Hidup itu benar-benar sederhana, tetapi kita bersikeras membuatnya rumit. Alam tidak terburu-buru, tetapi segala sesuatunya kesampaian. Jangan menyia-nyiakan hidup anda dengan menunggu datangnya sayap. Tapi yakinlah bahwa anda mampu untuk terbang sendiri, sekalipun tanpa sayap."