Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
34 . Halusinasi Nandini


__ADS_3

Denting dawai gitar yang di petikan oleh Aslan Abdurrahman Syatir pun terhenti, seiring berhenti nya senandung lagu yang iya alunkan lewat melodi cinta yang teruntai dari lisannya, cukup untuk mewakili segala isi hatinya.


Rintikan air mata yang jatuh berderai di kedua pelupuk matanya, cukup menjadi bukti bahwa Aslan benar - benar jatuh hati pada Zahrana, bukan hanya sekedar roman picisan, tapi perasaan cinta yang benar - benar terlahir dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Bukan Aslan hendak mengemis cinta pada gadis kecil bermata jeli seperti Zahrana, namun siapa yang bisa mengelak dan menghentikan takdir jika rasa itu tiba - tiba tumbuh bersemi dalam palung hati terdalam, tidak ada yang bisa merubah takdir hidup yang telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz nya Allah,sejatinya semua kejadian, peristiwa, nafas, hidup,cinta dan kematian, jodoh atau pun rezeki kita telah tercatat rapi sejak Zaman Azali(zaman sebelum kita dilahirkan, yakni alam Roh), sehingga kita terlahir ke alam dunia ini segala takdir manusia telah di tentukan oleh Allah sesuai dengan porsi dan kesanggupan para hambanya.


Pun kisah cinta Aslan dan Zahrana masih menjadi misteri dalam hidup nya,sebelum janur kuning itu melengkung, sebab masih ada kisah tersembunyi yang belum terjawab dan terlihat jelas, di antara mereka akan hadir orang ketiga yang mewarnai biduk cinta mereka, yakni Rivandra Dinata Admaja teman sekolah Zahrana, Yusuf Amri Nufail Syairazy sosok pemuda yang Sholeh yang ingin di jodoh kan oleh Buya Harun pada Zahrana, yang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan dari perjalanan hidup anak manusia yang tiada henti hentinya melalui pahit manis nya kehidupan, melewati liku - liku kehidupan yang penuh onak dan duri.


Berpedoman pada kisah cinta seorang anak manusia yang bernama Zahrana, boleh jadi antara Aslan, Rivandra, atau pun Yusuf hanya lah kiasan sementara,jodoh yang hanya sekedar numpang lewat untuk mewarnai kehidupan Zahrana dalam proses hijrah nya menggapai ridho illahi, hingga Zahrana nantinya benar - benar pantas menyandang predikat 'Wanita Sholihah' dihadapan Rabb Nya,setelah melewati badai hidup yang bernama ' UJIAN ' yang akan menerpanya.


***


Nandini yang melihat kakaknya sedang di rundung nestapa,tak kuasa melihat bulir kepiluan di sorot mata kakaknya,ia pun merangkul erat kakaknya dengan penuh ketulusan, menguatkan bahu kakaknya agar tidak mudah rapuh hanya gara - gara percintaan.


"Ya Allah,Kak Aslan...kakak yang kuat ya!... kenapa jadi lemah begini hanya karena cinta?toh Zahrana juga masih ada di sini, belum termiliki siapa - siapa.Kakak masih punya banyak waktu untuk merajut asa bersama Zahrana, kenapa jadi baper begini kak?"tutur Nandini sembari mengusap air mata yang membasahi pipi Aslan kakaknya.


"Kok jadi cengeng sekali kak, semangat dong!...masak kalah sebelum berperang?"ujar Nandini lagi sembari mengangkat bahu tangan kanan nya seperti seorang super Hiro.


Melihat kekocakan Nandini, perlahan Aslan pun menampakan senyum nya, sehingga nampak lah gigi putih nya berderet rapi, menambah pesona dan kharisma diwajah tampannya.


"Begitu dong!... baru kakak ku yang tampan dan super Hiro, sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama kok kak, masih banyak jalan menuju Roma", tutur Nandini dengan kata-kata sok bijak nya.

__ADS_1


"Oops...kok aku jadi seperti Fadhilah, yang suka berbicara dengan kata-kata bijak dan bahasa perumpamaan, jadi kangen teman - teman di sekolah", bathin Nandini sembari senyam senyum sendiri.


"Kenapa senyam-senyum sendiri dek? apa ada yang lucu dari kakak?"ujar Aslan seraya melihat dirinya sendiri dari ujung rambut sampai ke mata kaki tidak ada yang aneh,"lalu kenapa Nandini cengar-cengir sendiri?"bathin Aslan.


Imajinasi Nandini pun telah pada kisah nya bersama Si Kutu Buku alias Zainal Abidin teman debatnya di sekolah, yang setiap hari tidak pernah akur seperti Tom and Jerry.


Ingatan Nandini pun kembali pada sosok Zainal Abidin yang telah menolong dan menopang nya pada saat Nandini tertidur di pohon Jambu Monyet, hingga Nandini bermimpi sedang berenang di sungai namun di terpa hujan lebat dan ia pun hanyut di bawah arus sungai, hingga ia terjatuh dari pohon Jambu Monyet lantaran mimpi nya, datang lah Sang Pangeran Monyet menyelamatkan nya, hingga ia terbangun sudah berada dalam gendongan Si Kutu Buku alias Zainal Abidin, hingga kembali terjadi lah perdebatan antara mereka, sebab Nandini sok Jaim alias Jaga image.


Namun lamunan Nandini pun Buyar ketika mengingat Si Kutu Buku yang sangat dekat dengan Priska Prahara kakak kelas nya.


"Dasar Nenek Sihir,kecentil*n...",celutuk Nandini tiba - tiba.


"Kok aku jadi jelous ya sama Si Nenek Sihir itu?"cicit Nandini.


Aslan semakin kebingungan dengan sikap Nandini tadi senyam - senyum sendiri, sekarang tiba - tiba menggerutu marah - marah tanpa sebab, di tanya tidak menjawab.


"Sister,are you okay?"tanya Aslan pada Nandini adik nya, seraya melambaikan telapak tangan nya ke wajah Nandini.


"Yes,i'm okay", jawab Nandini sekenanya, wajah terlihat celingukan,malu sendiri dengan apa yang sedang ia pikirkan.


"Di sini nggak ada Nenek Sihir kok dek, baru juga pukul 21.30 wib", ujar Aslan terkekeh geli melihat tingkah Nandini seraya mengusap pucuk kepala adiknya.

__ADS_1


Aslan terhibur dengan kekocakan Nandini, hingga ia pun lupa dengan kekecewaan di hati nya, rasa cemburu terhadap Yusuf Amri Nufail Syairazy pun perlahan sirna, semangat nya pun terpupuk kembali lantaran terhibur dengan kehadiran Nandini adik nya.


Nandini pun pura - pura jaim, lantaran malu dengan kakaknya,malu jika ketahuan kakak nya bahwa Nenek Sihir itu adalah Priska Prahara,malu jika ia ketahuan jelous dengan Si Kutu Buku Zainal Abidin,malu jika ia pun mulai falling in love seperti kakak nya.


"Kak,ayo cerita dong kenapa kakak sampai teriris sembilu, sampai pake adegan nangis pula?"celutuk Nandini mengalihkan pertanyaan kakaknya perihal siapa itu Nenek Sihir?.


Aslan pun menceritakan perihal kecemburuan nya pada Yusuf Amri Nufail Syairazy, yang telah berhasil mengambil hati keluarga Zahrana, khusus nya Buya Harun.


Aslan terbakar api cemburu, terhadap perhatian Yusuf yang terlalu berlebihan dengan Zahrana, di depan mata nya ia melihat jelas adegan Yusuf menolong, menopang, memapah bahkan sampai menggendong Zahrana ketika insinden di anak tangga Padepokan, yang menambah kekecewaan di hati Aslan, Zahrana dengan mudah nya menerima kebaikan Yusuf dengan menggunakan jaket Yusuf sebagai penutup tubuh nya agar tak terekspos jelas di pandangan mata.Meskipun itu benar adanya, Aslan tidak rela Zahrana di sentuh atau di perhatikan lebih oleh laki-laki lain di hadapan nya.


"Oh, jadi begitu ceritanya? jadi kakak ku ini sedang jelous?"goda Nandini sembari mencolek pipi kakaknya yang mulai kelihatan merah seperti kepiting rebus.


Malu jika ia ketahuan jelous pada kedekatan Yusuf dan Zahrana.


Nandini pun kembali berimajinasi,ia teringat lagi kisah singkat nya bersama Arjuna Restu Pamungkas di Bis Sekolah.Betapa lelaki itu sangat tidak malu sekali berani pula mendekap dan menggoda nya, memperkenalkan diri dengan gaya elegan nya, walaupun di cuekin oleh Nandini masih saja terus menggoda Nandini agar sudi kiranya berkenalan dan dekat dengan nya, dengan sangat berani nya ia memberikan kiss dari kejauhan untuk Nandini dengan kedua jari nya," terlalu percaya diri sekali,dasar laki - laki penggoda wanita,sang Arjuna play boy kelas kakap", umpat Nandini spontan membuat Aslan terperanjat kaget mendengar umpatan Nandini.


"Ya Allah dek, siapa yang penggoda? siapa yang Arjuna kelas kakap? apa benar Yusuf Amri Nufail Syairazy itu play boy kelas kakap?"tanya Aslan salah paham,ia kira play boy yang di maksud adalah Yusuf.


"Oops... maaf kak, Nandini keceplosan... maksud Nandini bukan kak Yusuf,kak Yusuf itu orang baik,laki - laki Sholeh, idaman wanita", cerocos Nandini penuh kekaguman pada sosok Yusuf,"sangat bertolak belakang dengan Arjuna Restu Pamungkas si pria arogan,buaya darat",bisik Nandini dalam hati tanpa terdengar oleh kakaknya.


"Ya Allah.. jangan bilang jika Nandini gadis metal alias pendekar sakti falling in love dan ikut - ikutan mengagumi sosok Yusuf", ujar Aslan seraya memanyunkan bibirnya, tanda tak suka adik nya memuja Yusuf di hadapannya, lantaran rasa cemburu terhadap Yusuf masih bersarang di benak dan hati Aslan Abdurrahman Syatir.

__ADS_1


"Semakin larut malam,halu mu semakin tinggi dek, sebaiknya kita segera tutup toko dan beristirahat",tutur Aslan pada Nandini,ia beranggapan jika halu Nandini sudah mulai bertambah semakin menjadi - jadi, pertama membahas Nenek Sihir, sekarang tiba - tiba membahas Arjuna Play Boy Kelas Kakap, membuat Aslan tidak mengerti tentang apa yang di pikirkan oleh Nandini adik nya.


Yang Aslan pikir itu semua halusinasi Nandini saja,"terlalu banyak menonton sinetron remaja mungkin", pikir Aslan dalam benaknya.


__ADS_2