Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
42 . Pupus


__ADS_3

Arjuna mengusap kasar surai wajahnya, pipinya nampak memerah bekas tamparan Adelia Kencana Puteri yang dengan begitu cepatnya melayang di wajah handsome-nya tanpa sempat ia untuk menepisnya.


Seumur hidup Arjuna,baru Adelia Kencana Puteri wanita yang berani menamparnya, dari sekian banyak wanita yang ia singgahi.Namun, Arjuna seolah tidak peduli meskipun semua mata memandang kearahnya, saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana cara melumpuhkan Nandini agar segera menjadi wanitanya.Mungkin setelah ini, Nandini Sukma Dewi akan menjadi wanita urutan ke-21 untuk menjadi tempat seorang Arjuna berlabuh.Sedangkan yang lainnya sudah ia putuskan,tak terkecuali Adelia Kencana Puteri yang saat ini sedang patah hati meratapi segala kedukaannya.


Ditengah Arjuna yang sedang meringis kesakitan, nampak lah Nandini Sukma Dewi berbalik arah menghampiri Arjuna Restu Pamungkas, setelah mendengarkan dan melihat keributan dan pertengkaran yang terjadi antara Arjuna dan Adelia Kencana Puteri.


"Kau...kau... tidak apa-apa?"Tanya Nandini penuh kepanikan seraya mengusap surai wajah Arjuna yang sedang meringis kesakitan, akibat tamparan Adelia.


Nandini terus mengusap surai wajah Arjuna dengan penuh kelembutan,tanpa mempedulikan Adelia Kencana Puteri yang masih menangis senggukan, meratapi cintanya yang malang.


Netra Arjuna Restu Pamungkas seketika membulat sempurna dengan apa yang di lihatnya,ia tidak menyangka jika Nandini Sukma Dewi berbalik arah menghampirinya.


Rasa sakit dipipinya pun, terasa hilang seketika melihat gadis metal yang telah berdiri sempurna dihadapannya,begitu lembut mengusap surai wajahnya.Tanpa ba-bi-bu Arjuna langsung menyentuh pergelangan tangan Nandini dan memasukkan Nandini kedalam pelukan nya.


"Nandini, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi!... jadilah wanitaku!"Pinta Arjuna pada Nandini dengan penuh nada keseriusan, disaksikan oleh banyak mata Siswa-siswi SMP Negeri 3 XX yang dari tadi nampak setia menyaksikan pertengkaran antara Arjuna dan Adelia Kencana Puteri.


"OMG(Oh My God!... ) Nandiniii... Arjunaaa... ",pekik Cinta Kiara Khoirani dan Kirana Mereka tidak mengira jika Nandini Sukma Dewi berbalik arah menghampiri Arjuna Restu Pamungkas, sebab tadi Nandini begitu kekeuh menolak Arjuna," namun mendadak berubah",pikir Cinta dan Kirana yang tidak memahami jalan pikiran sahabatnya.


Kehadiran Nandini semakin menambah keseruan kisah cinta segitiga diantara Arjuna Restu Pamungkas, Adelia Kencana Puteri dan dirinya.Para Siswa-siswi pun semakin bersemangat menyaksikan kejadian tersebut apa yang akan terjadi selanjutnya.


Ada yang mendukung Adelia Kencana Puteri untuk Arjuna, ada yang mendukung Arjuna dengan Nandini Sukma Dewi, ada yang tidak kedua-duanya.Sebab, dari para Siswi tersebut ada yang cemburu melihat Arjuna dengan wanita lain, karena mereka pun sama memperebutkan hati seorang Arjuna.

__ADS_1


"Terima... terima... terima..."sorak para Siswa-siswi yang mendukung Arjuna dan Nandini.


Nandini masih kebingungan seolah diam seribu bahasa,ia nampak masih betah berada dalam dekapan Arjuna Restu Pamungkas.Nandini benar-benar terbawa suasana, entah kenapa perasaannya begitu kuat terhadap Arjuna Restu Pamungkas.


Ditengah suasana hati mereka yang sedang berbunga-bunga di iringi pula oleh isak tangis Adelia Kencana Puteri yang masih tak terima melihat Arjuna dan Nandini berdekapan mesra dihadapannya.


"Kau... benar-benar kurang ajar dan tidak tahu diri,"ujar Adelia hendak menjambak rambut Nandini dari arah belakang, ketika Nandini lengah dan terbuai dalam dekapan Arjuna Restu Pamungkas.


Namun, untuk kesekian kalinya Adelia gagal mencelakakan Nandini Sukma Dewi.Sebab,Siswa berkacamata hitam yang tidak lain adalah adalah Si Kutu Buku alias Zainal Abidin segera menahan pergerakan Adelia Kencana Puteri, dan untuk kesekian kalinya pula Zainal Abidin melindungi Nandini dari tangan-tangan yang hendak mencelakakannya.


"Jangan permalukan dan jangan kau jatuhkan harga dirimu kak, hanya karena di butakan oleh cinta, perjalanan hidup kita masih sangat lah panjang, betapa sangat merugikannya jika dirimu terjebak dalam kisah yang semakin mempersulit langkah mu dan melemahkan hatimu, diluar sana masih banyak sosok pemuda yang bertebaran di atas muka bumi ini, jodoh, rezeki dan maut kita sudah Allah tentukan, jadi untuk apa mendambakan cinta dari seseorang yang tidak punya hati dan perasaan yang dengan sesuka hatinya mengumbar janji pada setiap kaum hawa, jangan mau terkecoh dan tergoda oleh cinta yang hanya bersifat semu, untuk apa kita mengemis cinta pada sosok yang sama sekali tidak ingin memilih kita untuk menjadi yang istimewa di hatinya, jangan pernah memaksakan cinta pada hati yang telah termiliki!... jika kita memang bukan pilihan, kenapa memaksa untuk tetap bertahan? sebab cinta yang di paksakan itu terasa sangat menyakitkan hati dan menghujam jiwa."Tutur Zainal Abidin pada Adelia Kencana Puteri, namun tatapannya tertuju pada nanar wajah Nandini dan Arjuna yang nampak ditaburi oleh bunga-bunga cinta terlihat jelas dari bahasa tubuh mereka berdua.


Zainal Abidin pun berlalu pergi hendak menuju ke kelasnya,membawa luka hati yang begitu menyesakkan dadanya,ia begitu kecewa melihat interaksi Nandini dan Arjuna yang begitu kentara penuh kasih, harapan Zainal Abidin pupus sudah,ia kuburkan rasa cinta itu dilubuk hati kecilnya yang terdalam, entah sampai bila ia akan bisa menghapus luka dan melupakan rasa cintanya pada sosok gadis metal seperti Nandini.Ia tidak ingin berdiri lebih lama lagi menyaksikan kemesraan antara Nandini dan Arjuna dihadapannya.


Para Siswa-siswi pun bertepuk tangan, sebagai apresiasi pada Zainal Abidin Sang Pujangga Cinta yang begitu tegar, sabar dan kuat tidak mudah lemah dan terkalahkan hanya karena cinta yang tak bersyarat dan tak mengenal tempat ketika harus berlabuh, sebenarnya jika Zainal Abidin adalah sosok wanita seperti Adelia Kencana Puteri, sudah bisa dipastikan Zainal Abidin pun akan menangis tersedu-sedu lantaran meratapi cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Namun, karena ia laki-laki pantang baginya untuk patah hati hanya karena cinta.


Zainal pun hendak berlalu pergi menuju kelasnya, namun Nandini memanggilnya hendak mengejarnya.


"Zainal..."Panggil Nandini seraya melerai dekapannya dari Arjuna Restu Pamungkas.


Nandini hendak mengejar Zainal, namun Arjuna menahannya dan kembali memasukkan Nandini kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Nandini...ku mohon jangan pergi dari ku!... ku tak peduli dunia memandang ku rendah,aku memang pecinta wanita,aku memang kerap kali bermain hati,namun diriku bukanlah buaya yang setia pada seribu gadis, namun dengan mu aku berjanji akan setia terhadap mu,ku mohon terima lah diriku menjadi seorang yang istimewa dalam hati mu!"Pinta Arjuna Restu Pamungkas sembari bersimpuh dan mengecup lembut punggung tangan Nandini layaknya seorang Raja yang sedang menyanjung Sang Permaisurinya.


Tak ayal, Nandini pun terhipnotis oleh rayuan maut Sang Arjuna Play Boy Kelas Kakap,kali ini Nandini benar-benar mati kutu hilang lah sifat tomboy dan gaya metalnya.Ia benar-benar luluh oleh untaian kata-kata Arjuna.


Nandini segera menyambut uluran tangan Arjuna Restu Pamungkas.


"Iya,aku menerima mu menjadi seorang yang istimewa dihatiku", ucap Nandini disaksikan oleh seribu mata memandang.


Seketika, semua bertepuk tangan riuh,ikut bahagia dan terbawa suasana menyaksikan adegan kisah cinta antara Arjuna Restu Pamungkas, Nandini Sukma Dewi, sedangkan Zainal Abidin dan Adelia Kencana Puteri adalah sosok jiwa-jiwa yang sedang tersakiti dan tersisih oleh rasa cintanya yang tak berbalas.


Arjuna nampak sangat bahagia, sebab telah berhasil melumpuhkan Sang tambatan hati dan jiwanya Nandini Sukma Dewi.


Nandini pun nampak berbunga-bunga sebab kini ia telah memiliki teman istimewa, meskipun sebenarnya ia masih ragu khawatir jika suatu saat nanti Arjuna Restu Pamungkas akan berubah dan mengkhianatinya seperti yang Arjuna lakukan pada Adelia Kencana Puteri juga beberapa orang wanita lainnya yang pernah menjadi persinggahannya.


Sedangkan, Zainal Abidin semakin mempercepat langkahnya,ia tidak ingin menoleh ke belakang lagi, sebab ia benar-benar telah kecewa lantaran Nandini tidak mengejarnya dan lebih memilih bersama Arjuna Restu Pamungkas, sosok Siswa yang sangat terkenal dengan sifat arogan dan Play boynya.


Sementara, Adelia Kencana Puteri pun beranjak pergi menuju kelasnya,air matanya pun kering lah sudah.Ia tidak ingin lagi menangisi Arjuna Restu Pamungkas yang tidak punya hati dan perasaan terhadapnya.


Adelia benar-benar tersentuh oleh ucapan Zainal Abidin, mereka berdua sama-sama berada dalam kekecewaan yang mendalam terhadap orang yang mereka puja-puja dan sangat mereka kasihi.


Namun, apalah daya bunga pun layu dalam genggaman, ' Maksud hati nak peluk gunung, namun apalah daya tangan tak sampai .'

__ADS_1


Hari penyatuan cinta antara Arjuna Restu Pamungkas dan Nandini Sukma Dewi adalah hari yang paling menyakitkan untuk Adelia Kencana Puteri dan Zainal Abidin.


Kini, harapan mereka pupus sudah, cinta itu pun berubah menjadi onak dan duri yang menyisakan seribu luka yang tak berdarah.


__ADS_2