Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
162 . Berharap Keajaiban Cinta


__ADS_3

"Awas kau Honey, ku pastikan setelah menikah dengan ku, kau benar-benar akan menjadi tawanan cinta ku. Dan ku pastikan dirimu tak kan bisa berjalan lagi!" bathin Arjuna dengan hasratnya yang menggebu-gebu.


Dapat dipastikan jika kegilaan Arjuna Restu Pamungkas semakin menjadi-jadi. Nafsu bejatnya benar-benar telah mematikan hati nurani dan akal sehatnya.


"Ya Allah ... ya Rabbi, kuatkan lah hati hamba dalam melewati semua proses ujian ini!" bathin Nandini Sukma Dewi dengan hati yang teriris oleh hubungannya dengan Arjuna Restu Pamungkas yang kini terasa berat untuk ia menjalaninya.


Namun, demi sosok malaikat kecil yang tak berdosa di rahimnya, Nandini rela untuk meneruskan hubungannya dengan Arjuna melewati sebuah ikatan cinta yang halal, yakni PERNIKAHAN.


Nandini duduk terpaku. Ia hanya memandang keluar jendela mobil, ia nampak merenungi segala permasalahan hidup yang sedang dilaluinya hingga detik ini.


"Ya Allah ... mampukah hamba mengarungi bahtera hidup bersama sosok Arjuna Restu Pamungkas yang akan menjadi imam dan sosok ayah untuk anak ku nantinya, mengapa hatiku menjadi ragu?" bathin Nandini Sukma Dewi.


"Ya Allah ... mengapa bayangan Zainal seolah bermunculan dalam ingatan ku, ketika aku hendak meyakini hatiku untuk memilih Arjuna sebagai imam ku?"


"Mengapa Engkau hadirkan dia dalam hidup ku, disaat aku jatuh dalam lembah dosa dan kenistaan? sungguh hamba tak kuat menghadapi segala kenyataan yang terjadi, betapa perihnya hati ketika mencintai seseorang namun tak bisa memilikinya?" bisikan hati Nandini penuh dengan seribu tanda tanya.


Air mata Nandini pun berderai, ia pun menangis menahan segala kepenatan hati dan jiwanya. Nandini terus memalingkan wajahnya dari Arjuna, ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan seseorang yang akan menjadi imamnya nanti.


Sementara Arjuna sedang memainkan ponselnya, tanpa sepengetahuan Nandini, ia pun perlahan mengambil kartu nama Adelia di saku celananya. Ia pun tersenyum penuh arti sambil menyimpan nomor ponsel Adelia di handphone miliknya.


"Adelia, tak ku sangka di usia mu yang sudah beranjak dewasa, pesona mu begitu luar biasa dan sangat menggoda ku!" bathin Arjuna dengan mengusap-usap bibirnya.


Arjuna kembali membayangkan adegan panasnya dengan Adelia ketika didalam mobil berapa waktu yang lalu.


"Adelia, kau sungguh membuat ku menjadi candu ingin kembali mereguk kenikmatan itu bersama mu!" bathin Arjuna dengan membayangkan lekuk tubuh Adelia yang terlihat aduhai.


Arjuna pun memejamkan matanya, membayangkan jika ia sedang bercumbu mesra dengan Adelia. Ia tidak menyadari jika Nandini Sukma Dewi dari sejak tadi menangisi dan meratapi nasibnya. Kecewa dan patah hati oleh perubahan sikap Arjuna, yang hanya dalam waktu seperkian detik, asmara yang dulu sempat mereka bina harus retak oleh hadirnya orang ketiga dan perubahan sifat diantara keduanya pun semakin kentara.


Virgantara yang dari sejak tadi fokus menyetir mobil pun, mencuri-curi kesempatan lewat kaca mobil. Ia melihat pemandangan yang sangat bertolak belakang dari kedua pasangan tersebut.


"OMG! yang satu berurai air mata, yang satu tampak senyum bahagia. Sebenarnya apa yang sedang mereka pikirkan?" bathin Virgantara sambil memijit kepalanya. Ia pusing melihat kedua pasangan tersebut, tiada lagi kemesraan yang seindah dulu. Di saat awal mula mereka pernah merajut kasih.


"Semoga hubungan dengan Fadhillah tetap langgeng tidak serumit kisah cinta Nandini dan Arjuna Restu Pamungkas!" bathin Virgantara dengan kembali fokus menyetir mobil milik Arjuna.


***


"Nasib ... nasib ... dari sejak SMP hingga kuliah sampai sekarang ini aku selalu menjadi bodyguard untuk Arjuna Restu Pamungkas. Tepatnya, hanya seorang kacung!" bathin Rangga Sahadewa sambil mengendarai motor gede milik Virgantara , mengikuti arah laju mobil Arjuna yang di kendarai oleh Virgantara Dinata Admaja.

__ADS_1


"Aku lelah mengikuti jejak Arjuna, waktu ku pun terkuras. Kebersamaan ku dan pacar ku Cinta Kiara Khoirani pun terganggu. Untuk bersua pun sangat jarang sekali!" gerutu Rangga dalam hati. Seperti ibu-ibu arisan yang sedang ngomel-ngomel menunggu giliran penarikan uang arisan.😁😁


"Dari sejak tadi aku perhatikan kau nampak tidak bersemangat kak, apa yang terjadi?" tanya Cinta yang nampak berpegangan erat di pinggang Rangga Sahadewa kekasihnya.


"Kakak lelah menuruti keinginan Arjuna, ia bertindak semaunya saja tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain. Dasar sosok pria Arogan, pantas saja jika Nandini lebih tertarik dan betah di dekat Zainal ketimbang dirinya!" celoteh Rangga.


"Hemmm ... nggak usah di pikirkan, Kak. Sekarang kan, ada Cinta untuk kakak!" ucap Cinta dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rangga dengan erat dan penuh kasih. Membuat Rangga seketika senyum bahagia dengan perlakuan Cinta terhadapnya.


Sementara di belakang mereka, Kirana Larasati dan Fadhillah nampak asyik berboncengan dengan mengendarai sepeda motor milik Nandini Sukma Dewi. Motor yang semula akan dibawakan oleh Barra, namun karena Arjuna tidak ridho jika motor tersebut dikendarai oleh orang yang mempunyai hubungan dekat dengan rivalnya Zainal, jadilah motor tersebut di kendarai oleh Kirana dan Fadhillah.


"Hampir saja kita pulang ngesot gara-gara ide gila Arjuna, masa motor matic Nandini di serahkan dengan kak Rangga. Lalu kak Virgan di suruh mengendarai mobil miliknya, tidak mungkin kan kita menggunakan motor gede milik kak Virgan, kekasih hati ku belahan jiwa ku!" celoteh Fadhillah.


"Iya deh, untung bisa tukeran dengan motor Nandini, jika tidak kita tak akan mampu mengendarai motor gede milik calon kakak ipar ku!" ucap Kirana Larasati keceplosan.


"Apa? calon kakak ipar?" pekik Fadhillah dengan menepuk pundak Kirana pelan.


Kirana mengatup mulutnya, "maaf ralat, aku keceplosan!" kilah Kirana Larasati dengan tersipu malu.


"Hemmm ... sudah ku duga, jadi selama ini kau masih mengharapkan dan menunggu sosok Rivandra Dinata Admaja, kan? aku jadi mengerti mengapa dirimu ingin terus menempuh pendidikan yang berkaitan dengan realigi? kau ingin memantaskan diri untuk bisa bersanding dengan kak Rivandra bukan?" goda Fadhillah, membuat wajah Kirana bersemu merah.


"Pantesan loe nggak peduli dan nggak tertarik dengan Mas Barra Adi Sanjaya, ternyata ada sosok Rivandra Dinata Admaja di hati mu!" seloroh Fadhillah dengan suka cita.


"Aku benar-benar tidak menyangka kau begitu kuat dengan pendirian mu, kau selalu menjaga hati mu untuk Rivandra meskipun didepan mata mu jelas terpampang nyata pesona Mas Barra yang jelas-jelas kentara menyukai mu!" ucap Fadhillah dengan rasa kagumnya terhadap kesetiaan Kirana Larasati.


"Insya Allah, Dhill. Aku hanya berharap keajaiban cinta dari Sang Pemilik Hati. Aku berharap kak Rivandra yang akan menjadi imam dunia dan akhirat ku nantinya!" ucap Kirana dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Maa syaa Allah ... berharap keajaiban cinta? sungguh sangat luar biasa pemikiran dan hati mu Kirana Larasati!" pungkas Fadhillah sembari merenungi ucapan sahabat baiknya itu.


"Hemmm ... lalu apa artinya cinta ku pada kak Virgantara selama ini? meskipun aku sudah menjadi kekasih hatinya aku masih suka lirik pandang, ya ... katakanlah meskipun hanya sekedar cuci mata!" bathin Fadhillah.


"Tunggu dulu! jika kau dengan kak Rivandra Dinata Admaja dan diriku dengan kak Virgantara berarti kita berdua statusnya ipar dong!" seloroh Fadhillah. Sehingga membuat Kirana terkekeh dengan tingkah lucu sahabatnya itu.


"Insya Allah ... jika memang kita semua ditakdirkan oleh Allah berjodoh!" ucap Kirana dengan santainya.


"Ya ... harapannya sih, berjodoh Kir!" pungkas Fadillah dengan nada seriusnya.


***

__ADS_1


Di dalam perjalanan Zain dan Barra.


Zainal tampak termenung, hatinya terasa perih. Hatinya terluka bagaikan tersayat oleh belati yang tajam. Ketika melihat Arjuna menarik Nandini untuk menjauh dari hadapannya.


Bayangan Arjuna mengecup jemari tangan Nandini Sukma Dewi terus menghantui pikiran dan jiwanya.


"Ya Allah ... ya Rabbi, sungguh hamba benar-benar mencintai Nandini Sukma Dewi, mungkinkah masih ada harapan untuk ku di masa depan nanti untuk mengarungi bahtera hidup bersamanya? Sungguh, aku berharap keajaiban cinta-Mu, wahai Zat Penggenggam nafas kehidupan!" bisikan hati Zainal dengan deraian air mata yang menetes di wajah tampannya yang kini terlihat memar oleh pukulan Arjuna yang bertubi-tubi terhadapnya.


Zainal menoleh ke belakang mobil.


"Stoppp!" pekik Zainal.


"Shittt!" Barra menginjak rem mendadak.


"What happen?" tanya Barra dengan nada kagetnya.


"Kita balik arah, susu milik Nandini ketinggalan di mobil kita. Nandini sangat membutuhkan susu ibu hamil tersebut untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi yang dikandungnya!" ucap Zainal dengan penuh kepanikan.


Barra menepuk jidatnya, " OMG! beginilah jika orang sedang di landa asmara dan bucin yang sangat parah!" bathin Barra dengan berbalik arah menuju tempat kediaman Nandini Sukma Dewi.


Sedangkan Zainal kembali dengan tatapan kosongnya, yang ada di dalam hati dan pikirannya kini hanyalah keselamatan, kesehatan dan kebahagiaan Nandini Sukma Dewi sang pujaan hatinya, meski tak bisa untuk dimiliki olehnya.


🌷🌷🌷


Untaian mutiara hikmah 👉 "Sebenarnya cinta ialah suatu keadaan di mana kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaan diri sendiri. Hidup bersama siapa adalah suatu pilihan, tetapi hidup untuk Allah adalah suatu keharusan. Ingatlah Allah saat hidup tak berjalan sesuai keinginanmu. Allah pasti punya jalan yang lebih baik untukmu."


🌼


🌼


🌼


Sambil menunggu update selanjutnya, mari mampir ke karya author bestie.Tentunya dengan cerita yang tak kalah menarik dan serunya.😊😘


Judul karyanya : Pernikahan Rahasia Anak SMA


Authornya : LichaLika

__ADS_1



__ADS_2