Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
87 . First Kiss Zahrana


__ADS_3

Aslan Abdurrahman Syatir melajukan motor gedenya dengan kecepatan yang sangat tinggi, membuat Zahrana begidik ngeri. Rasa spot jantungnya ketika berada di boncengan Aslan kekasihnya yang kini sedang terbakar api cemburu terhadapnya. Cemburu dengan interaksinya dengan Rivandra Dinata Admaja, yang sebenarnya kini Zahrana tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan kakak kelasnya itu, kecuali hanya sebagai teman tidak lebih.


Namun ... Aslan benar-benar tidak rela ketika melihat adegan atau pun akting antara Zahrana kekasihnya di pentas hiburan ketika acara perpisahan sekolah sedang berlangsung.


"Kak, jangan ngebut-ngebut! kakak mau membawa Ana kemana? Ana masih ingin hidup. Ana tidak mau mati konyol, Kak. Bukan begini namanya sehidup semati, ini namanya bunuh diri."


"Jangan begini kak, kita selesaikan masalah ini baik-baik kak." Zahrana berusaha membujuk Aslan agar segera mengurangi kecepatan laju kendaraannya.


Akan tetapi Aslan seolah-seolah tidak mendengarkan perkataan Zahrana. Ia masih dihinggapi rasa cemburu buta terhadap Bidadari kecilnya itu, dalam pikiran Aslan ia benar-benar ingin memberikan hukuman kepada gadis kecilnya itu, sebab tidak henti-hentinya membuatnya dirundung rasa kecewa yang teramat dalam.


"Awas kak!" pekik Zahrana.


Zahrana histeris sebab Aslan terus menyalip kendaraan roda dua dan roda empat lainnya yang sedang lalu lalang.


Zahrana memeluk erat tubuh Aslan, sehingga ia benar-benar menempel di punggung Aslan kekasihnya.


Bira*hi Aslan terasa bergejolak ketika benda keny*l itu terasa menempel erat ditubuhnya. Antara nafsu dan amarah, rasa cemburu pun melebur menjadi satu. Kali ini Aslan benar-benar tidak bisa lagi meredam emosi dan menahan hasr*tnya terhadap gadis kecilnya.


Sudah dua Minggu ini Aslan tidak bersua dengan Zahrana, sebab mereka sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing. Zahrana fokus dengan sekolahnya sedangkan Aslan sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya. Niat hati ingin melepaskan rasa rindu terhadap Zahrana, namun kenyataannya jauh api daripada panggang.


Ketika melihat kebersamaan antara Zahrana kekasihnya dengan Rivandra Dinata Admaja yang pernah menjadi rivalnya. Terang saja Aslan berang, ia mengambil kesimpulan jika Zahrana kekasihnya masih merajut Asmara dengan Rivandra Dinata Admaja, mengingat akting yang mereka tampilkan di acara perpisahan tersebut benar-benar romantis, sehingga membuat Aslan cemburu buta sampai detik ini.


Tempat yang di tujukan oleh Aslan kini telah pun tiba, ia pun menepi. Aslan perlahan menurunkan kecepatan laju kuda besinya. Sementara Zahrana masih menempel di punggung Aslan Abdurrahman Syatir kekasihnya, dengan posisi masih memeluk erat tubuh Aslan dan matanya pun masih terpejam lantaran takut dengan laju kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tinggi .


Menyadari jika kini ia terlalu erat menempel di punggung Aslan, Zahrana pun perlahan melepaskan dekapannya. Ia pun perlahan membuka netranya, seketika wajah Zahrana merona, ia malu atas tindakannya yang berlebihan.


Tentunya tanpa ia sadari perlakuannya tersebut dapat memancing singa lapar, untuk segera menerkamnya.

__ADS_1


Aslan menepikan motor gedenya di daunan yang rimbun, di ikuti pula oleh Zahrana yang sudah beranjak turun mengikuti kemana Aslan melangkah.


"Kak, jadi kita sekarang berada di Pantai Kenangan Indah Bersama?" tanya Zahrana.


Aslan tidak berbicara sepatah katapun. Ia menatap lekat nanar wajah Zahrana kekasihnya. Ketika itu, Zahrana masih mengenakan gaun putih yang sempat ia kenakan sewaktu pentas seni diacara perpisahan Siswa-siswi kelas 3.


Ketika melihat kemolekan tubuh Zahrana yang terekspos sempurna di hadapannya, membuat naluri kejant*nan Aslan meningkat menjadi 99,99 %.


Aslan menarik pergelangan tangan Zahrana, sehingga Zahrana jatuh kedalam dekapannya. Membuat jantung hati Zahrana pun berdegup kencang, ia khawatir Aslan hilang kendali sebab masih di rundung nestapa dan rasa cemburu yang kini membutakan mata hatinya.


Aslan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Zahrana kekasihnya. Aslan tak mampu lagi meredam hasr*tnya. Akal sehatnya pun tidak bisa untuk berpikir jernih, tanpa aba-aba ia pun menempelkan bibirnya pada bibir mungil Zahrana.


Aslan tampak seperti kesetanan, dengan deru nafas yang semakin memburu ia pun melepaskan ciumannya dibibir gadis kecilnya. Ia pun menyesap dan ******* bibir manis itu dengan rakusnya, tanpa sedikitpun berniat untuk melepaskan tautannya.


Tubuh Zahrana pun membeku. Ia nampak kelihatan kaku, sebab seumur hidupnya baru kali ini mengalami hal seperti ini. Ia tidak menyangka jika ciuman pertamanya harus terenggut di usianya yang masih belia dan baru akan beranjak remaja awal seperti sekarang ini.


Aslan meneruskan aktivitasnya. Ia terus menyesap bibir manis kekasihnya yang seolah kini menjadi candu untuknya. Nafas Zahrana terasa tersengal oleh perlakuan Aslan yang tiada henti-hentinya memberikan sentuhan di bibirnya.


"Hen-hentikan, Kak!" Zahrana hendak mendorong tubuh Aslan. Namun apa daya tubuh mungilnya tidak mampu untuk melawan pergerakan tubuh kekar Aslan terhadapnya.


Aslan semakin bernafsu memberikan sentuhan demi sentuhan di bibir Zahrana, hingga bulir air mata Zahrana jatuh berderai dan mengenai sudut bibir Aslan Abdurrahman Syatir.


Aslan merasakan asin di lidahnya ketika bulir air mata Zahrana pun menetes tanpa bisa untuk dibendung lagi. Barulah Aslan menghentikan aktivitasnya mencumbui Zahrana kekasihnya.


Tautan bibir itu pun terlepas. Aslan pun mengusap salivanya yang masih menempel di bibir Zahrana kekasihnya.


Nafas Zahrana masih tersengal-sengal. Ia pun segera mengambil pasokan udara untuk memulihkan deru nafasnya.

__ADS_1


Zahrana menangis dalam gugu ketika menyadari jika dirinya tidak lagi polos dan suci. Ciuman pertamanya pun kini telah terenggut dengan paksa oleh seorang pria yang mengaku jika dirinya adalah kekasihnya. Namun dengan beringasnya telah mengambil ciuman pertamanya.


Menyadari jika ia telah menyakiti dan melukai Bidadari kecilnya. Aslan pun segera ingin menghapus air mata yang terus menetes di pipi mulus Zahrana. Ia ingin menarik Zahrana kedalam pelukannya dan menenangkannya.


Aslan ingin segera meminta maaf pada Zahrana atas segala kekhilafan yang telah diperbuatnya. Namun Zahrana menolak sentuhan Aslan Abdurrahman Syatir terhadapnya.


"Plakkkk ... " tamparan pun mendarat sempurna di pipi Aslan Abdurrahman Syatir. Sehingga membuat Aslan meringis oleh tamparan Zahrana.


Aslan benar-benar merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan terhadap Zahrana. Tamparan itu tidak seberapa jika dibandingkan luka hati Zahrana.


Aslan ingin mendekati Zahrana, namun Zahrana terus menolaknya.


"Don't touch me! Kau tega terhadap ku, kak."


" Kau sungguh kejam dan tidak berperasaan kak. Aku bukan wanita murahan yang dengan mudahnya kau mainkan sesuka hati mu. Aku kecewa pada mu kak."


"Ku sangka dirimu mencintai dan menyayangi ku dengan tulus, tetapi apa? Hari ini pun kau telah menodai kepolosan ku. Bodohnya aku yang selama ini percaya dan termakan oleh janji manis mu."


"Apa yang hendak ku katakan pada Ayah dan Bunda ku, jika kini permata hati mereka pun telah ternodai dan tak mampu untuk menjaga marwahnya," ucap Zahrana di selangi isak tangisnya."


Zahrana ingin segera menjauh dari Aslan Abdurrahman Syatir, namun ia pun bingung hendak lari kemana. Sebab kini mereka berada di tepian pantai yang menjadi saksi bisu kisah asmaranya bersama sosok pria dewasa yang kini berdiri dihadapannya.


Langit biru, dan hamparan pasir putih dan deburan ombak menjadi saksi bisu ternodanya kesucian hati Zahrana oleh kekasih hatinya Aslan Abdurrahman Syatir lewat First Kiss Zahrana, yang membuat Zahrana menyesali segala keteledorannya.


"Ya Allahu ya Ghofur ... ampuni lah segala dosa-dosa hamba-Mu yang dhoif ini, maafkan hamba karena telah mendzolimi diri sendiri," bisik hati Zahrana. Ia pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua kegalauannya lewat butiran air matanya yang sejak tadi mengalir tiada habisnya.


Aslan pun tertunduk lesu. Ia pun menggerutuki kebodohannya, sebab telah menodai kepolosan Bidadari kecilnya yang selama ini di kasihinya.

__ADS_1


__ADS_2