
Zahrana dan Nandini pun tiba di ruang UKS.
Nandini sudah tidak sabaran ingin mengintrogasi Zahrana sahabatnya.
"Ra, kenapa loe tega mengkhianati kak Aslan? kenapa loe tega menduakannya? kenapa kau lebih memilih kak Rivandra dibandingkan dengan kak Aslan? asal loe tahu Ra,kak Aslan cinta mati sama loe Ra.Setiap hari, setiap detik ia hanya memikirkan loe Ra,ia bahkan seperti orang gila lantaran bucin akut padamu Ra.Apa kurangnya kakak ku terhadap mu Ra? jawab aku Ra?"tanya Nandini mendesah frustasi melihat kenyataan jika sahabatnya Zahrana memilih jadian dengan Rivandra Dinata Admaja kakak kelas mereka.
Zahrana diam tak bergeming, ia tidak tahu harus menjawab apa, raut wajahnya pun terlihat kusut menahan sesak di dadanya, mendengar penuturan Nandini mengenai perasaan Aslan Abdurrahman Syatir terhadapnya, bulir air matanya pun perlahan mengalir deras dari pelupuk matanya, yang tidak bisa lagi untuk ia bendung.Zahrana menumpahkan semua kegalauannya lewat butiran bening yang tiada hentinya mengalir dari pelupuk mata indahnya,rona wajahnya pun memerah lantaran tangisan pilunya mengenang percintaannya yang terasa rumit baginya.
Nandini merasa iba melihat Zahrana sahabatnya menangis dihadapannya.Apalagi dia baru menyadari jika baju seragam putih Zahrana terdapat banyak noda warna oranye yang menempel mengotori baju seragamnya, meskipun dalam keadaan emosi Nandini masih saja menaruh perhatian pada Zahrana sahabatnya, meskipun sebesar apapun kesalahan Zahrana, Nandini tetap menyayangi Zahrana.Sebab Zahrana adalah lentera dalam persahabatan mereka setelah Hafidzah.Meskipun kini lentera itu perlahan meredup oleh terpaan angin cinta yang tiba-tiba datang meniupnya, tanpa bisa untuk Zahrana menepis atau pun menghindarinya.
Sebaik-baik insan di dunia ini pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa, terlebih Zahrana yang masih belia, di tengah usianya yang baru menginjak 12 tahun lebih, wajar jika Zahrana masih belum memahami arti cinta sebenarnya pada lawan jenisnya, ia hanya terobsesi dalam pertualangan cintanya mencari jejak-jejak jati diri sebenarnya, yang belum bisa untuk ia pecahkan kemana arah harus menuju.
Yang Zahrana rasakan saat ini,ia menyukai sosok kakak kelasnya Rivandra Dinata Admaja dan ia pun tidak ingin melepaskannya begitu saja,ia ingin mengukir kebersamaan bersama Rivandra Dinata Admaja lewat pacaran sehat yang baru saja mereka jalani.
Zahrana pun tidak bisa menolak kehadiran Aslan Abdurrahman Syatir disisinya, sebab ia pun merasakan getaran cinta yang teramat dalam terhadap sosok Aslan Abdurrahman Syatir yang kini telah bertatah dihatinya.
Zahrana ingin mencoba menyelami apa artinya cinta bersama sosok Aslan Abdurrahman Syatir, dengan perbedaan usia yang sangat signifikan darinya.Zahrana telah siap dengan segala konsekwensinya jika nantinya ia lambat laun ketahuan mendua.
"Ra,maaf...aku tidak bermaksud menyakiti mu dan membuat mu menangis,aku tidak ingin persahabatan kita renggang hanya karena kesalahpahaman ini.Ku harap kau bisa menjelaskan semuanya, agar aku tidak bertanya-tanya.Aku tahu kau punya alasan untuk ini semua, sehingga kau memilih untuk mendua,"ujar Nandini mulai melunak lantaran ia tidak tahan melihat sahabatnya terus menangis.
"Ra, itu kenapa lagi baju seragam mu kotor penuh noda seperti itu?"tanya Nandini bertubi-tubi, dari sejak tadi ia yang terus aktif bertanya tanpa memberikan kesempatan untuk Zahrana berbicara.
__ADS_1
"Ma-maaf...Din,"ucap Zahrana terbata di sela-sela isak tangisnya.
"Aa-aku... mencintai kak Aslan, namun aku pun belum bisa melepaskan kak Rivandra Din,kau pun tahu sejak awal kak Rivandra yang pertama kali mengungkapkan rasa terhadap ku dan aku pun tertarik pada kak Rivandra,menyusul kemudian kak Aslan Abdurrahman Syatir pun hadir dalam hidupku, dan aku pun tak mampu mencegah kehadirannya, dan aku pun tidak bisa menghindari dan menolak kehadirannya,rasa itu perlahan bertumbuh dihatiku."
"Untuk saat ini aku belum bisa memilih antara dua pilihan,aku terpaksa membagi rasaku menjalani cinta untuk dua orang kekasih.Sampai nantinya aku bisa menemukan kebenaran sejatinya siapa sebenarnya yang benar-benar tulus dan mencintai ku.Bukan aku ego dengan rasaku, namun untuk saat ini,aku tidak bisa memutuskan memilih kak Aslan atau pun kak Rivandra Din,ku harap kau bisa menjaga rahasia ini sampai nanti akhirnya aku bisa memutuskan siapa yang akan benar-benar menjadi pilihan ku disaat waktu yang tepat,"tutur Zahrana pada Nandini,ia dengan sangat terpaksa untuk menjalani hubungan dengan dua orang teman istimewa sekaligus.
"Baiklah Ra, jika itu alasanmu aku hargai keputusan mu,aku harap kau jangan berlama-lama mendua dan menggantungkan kakak ku,"ucap Nandini seraya merangkul Zahrana sahabatnya.
"Tunggu!...kau belum menjawab pertanyaan ku,ini kenapa bajumu dekil dan berlumuran noda seperti ini Ra?"tanya Nandini.
"Hemmmm... ini, hanyalah kecelakaan kecil, biasalah Din disaat kita bersukacita dan merajut kebersamaan dengan orang yang kita kasihi, akan senantiasa ada benalu yang menempel,ia akan senantiasa mengganggu kenyamanan Rama dan Shinta yang sedang di mabuk asmara,"ujar Zahrana diselingi bahasa isyarat namun penuh makna.
"Jadi, ini ulah Si Nenek Sihir itu lagi,Si Priska Prahara,kah? belum jera kah ia untuk menjahatimu Ra?"cecar Nandini seraya mengepalkan tinjunya.
"Siapa Nenek Sihir yang kau maksud honey? katanya ingin jadi wanita yang lembut,anggun dan feminim,kok berubah menjadi gadis metal lagi,"ujar Arjuna Restu Pamungkas seraya melepaskan ikat rambut Nandini dan membiarkan rambut kekasihnya tergerai indah.
"Nah,ini baru cantik honey!...kau nampak anggun dan feminim dengan rambut tergerai baby,"goda Arjuna seraya mencium harum wangi rambut Nandini yang tergerai sepinggang.
"Ya ampun ... Hubby,malu dilihat Zahrana sama kak Rivandra.Kamu agresif sekali,"ucap Nandini pada Arjuna kekasihnya.
Arjuna yang memang sebelumnya terkenal dengan Sang Playboy Kelas Kakap,Sang Penakluk Wanita dan juga memiliki sikap arogan yang masih melekat padanya, dia merasa Nandini adalah wanitanya, jadi ia merasa berkuasa terhadap Nandini, hanya ia yang boleh menyentuh Nandini, Arjuna selalu menunjukkan tanda kepemilikannya kepada siapa pun yang berada di sekitarnya.Ia tidak malu menampakkan kemesraannya, baginya saat ini Nandini adalah miliknya, tidak boleh ada yang meliriknya kecuali hanya dirinya saja.
__ADS_1
"Ya Allah...Tuan Arjuna Restu Pamungkas, dirimu bisa posesif seperti ini,kau nampak bucin parah sekali ... sungguh aku tak menyangka Sang Playboy seperti mu bisa bertekuk lutut seperti ini dihadapan kekasih hatimu sekarang,"Pungkas Rivandra tanpa jeda.
"Aku pun tak menyangka jika sahabat ku yang metal ini, yakni Nandini Sukma Dewi bisa jatuh hati juga,secara sebelumnya ia anti dengan rayuan laki-laki, dan akhirnya luluh juga oleh seorang Arjuna Restu Pamungkas, rasa benci berubah jadi cinta,"goda Zahrana pada sahabatnya, setelah usai menggantikan seragam sekolahnya yang tersiram jus ulah Priska Prahara.
Nandini terlihat tersipu malu, wajahnya nampak bersemu merah oleh godaan Zahrana dan Rivandra Dinata Admaja.Kali ini Nandini benar-benar malu dan mati kutu mengingat keangkuhannya tempo hari menyebutkan kiamat dunia ini jika ia sampai jatuh hati dengan Arjuna Restu Pamungkas.
Namun, kiamat pun belum lah terjadi Nandini sudah duluan jatuh hati dengan Arjuna Restu Pamungkas.
***
"Astaghfirullah... jadi Zahrana bukan hanya jadian dengan kak Rivandra, tapi ia juga mempunyai hubungan khusus dengan kak Aslan Abdurrahman Syatir?Teganya dirimu mendua Ra,"cicit Kirana Larasati.
Kirana memang sejak tadi mengintip di balik tembok jendela.Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar.Jika sahabatnya Zahrana yang dulu nampak polos dan lugu telah berani menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus.
Ketika beranjak dari WC,Kirana Larasati sengaja menguping percakapan antara kedua sahabatnya Nandini dan Zahrana.Kini ia pun tahu rahasia Zahrana dan Nandini Sukma Dewi.
Namun, Kirana Larasati lebih memilih berdamai dengan hatinya.Ia tidak ingin terlalu larut dalam kesedihannya,ia pun tidak ingin memicu keretakan antara Zahrana, Aslan Abdurrahman Syatir dan Rivandra Dinata Admaja.
Kirana lebih memilih memendam semua rasanya, biarlah waktu yang menjawab segala keresahannya.Ia tidak ingin merusak persahabatannya dengan Zahrana dan lainnya.Walaupun ia tahu apa yang dilakukan oleh Zahrana itu salah, Kirana berharap satu hari nanti Zahrana menyadari kesalahannya.
Disini, dengan langkah gontai Kirana Larasati berharap suatu hari nanti cintanya berbalas oleh Rivandra Dinata Admaja.
__ADS_1
Entah sampai kapan ia harus menunggu,demi sebuah kedamaian.Ia rela menunggu sampai Rivandra putus dengan Zahrana dan satu saat nanti, ia berharap dapat menyentuh hati seseorang Rivandra Dinata.Harapan dan do'a dari seorang gadis kecil yang bernama Kirana Larasati.