Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
93 . Hiasi Dirimu Dengan Iman & Taqwa ( POV Yusuf )


__ADS_3

"Kau merusak kamera Canon ku! Aku tidak mau tahu kau harus menggantikan kamera milik ku! kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu," ucap Priska dengan wajah berangnya, yang di tujukan pada Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Sementara Yusuf menanggapinya dengan aura yang begitu teduh dan nampak tenang. Yusuf tersenyum simpul, nampaklah perawakannya yang begitu menawan terpancar dari kharisma wajahnya yang begitu bercahaya. Sebab selalu tersentuh oleh air wudhu yang selalu ia terapkan dalam kesehariannya mengikuti Sunnah Rasul-nya. Jika batal wudhu, maka Yusuf akan segera berwudhu lagi agar wudhunya selalu terjaga.


Melihat Yusuf, yang seolah-seolah nampak tenang dengan kekacauan yang di buatnya membuat Priska semakin berang sebab ia gagal menghancurkan reputasi Zahrana.


Priska Prahara ingin mengumpat habis-habisan Yusuf Amri Nufail Syairazy, namun ketika melihat kharisma yang terpancar dari wajah Yusuf membuat lidah Priska terasa keluh.


Sebejat-bejatnya Priska, baru kali ini Priska terdiam dan terpana melihat sosok pemuda yang berdiri tegak di hadapannya dengan perawakan yang begitu sangat menawan. Tutur yang begitu lembut nan santun, membuat hati Priska pun luluh dibuatnya. Ia pun sedetik lupa dengan Kamera Canonnya yang telah di belinya dengan harga yang lumayan fantastis demi ingin melancarkan aksinya untuk menghancurkan reputasi Zahrana. Namun, kehadiran Yusuf seketika menggagalkan semua misinya.


"OMG ... Bidadara syurga kah yang hadir dihadapan ku ini, atau kah ia jelmaan malaikat cinta yang tak bersayap yang di kirimkan oleh Tuhan untuk ku!" bathin Priska Prahara kepedean.😁😁


Priska Prahara seolah terhipnotis dengan pesona Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Ternyata didunia ini ada malaikat cinta yang sesempurna dirimu, bodohnya aku yang selama ini hanya mengemis cinta pada sosok Rivandra Dinata Admaja yang jelas-jelas tidak merespon rasa di hatiku. Ternyata waktu ku selama ini hanya terbuang sia-sia hanya untuk mengejar cinta yang tak sampai yang tak akan pernah menjadi nyata? betapa butanya mata hatiku selama ini," bathin Priska lagi.


Menyadari jika Priska memperhatikannya dengan begitu instens, Yusuf menundukkan pandangannya dan memalingkan wajahnya. Ia sama sekali tidak tertarik dengan Priska Prahara. Namun ia sangat menghormati dan menjunjung tinggi harkat martabat seorang wanita, yang memang hakikatnya harus di jaga dan dilindungi dari pandangan mata liar yang mungkin melihatnya dengan hasrat menggebu berbalut nafsu sesaat yang kerapkali merusak kesucian hati dan jiwa seorang wanita yang sebenarnya harus di jaga marwahnya dengan balutan iman dan taqwa menghiasi dirinya hingga layak mendapatkan gelar wanita shalihah yang sebenarnya sebagai mana tuntunan syari'at Islam yang sebenarnya.


Benar, Yusuf pun bukan setara Nabi atau pun malaikat yang sempurna yang bertahtakan biduk keimanan dan ketundukan yang sangat tinggi ketaatannya terhadap Allah Subhanahuwata'ala. Akan Yusuf hanyalah manusia biasa, yang juga mempunyai rasa, nafsu dan cinta. Namun, ia terus berusaha menimalisir hatinya berbalut iman dan taqwa hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala.


Yusuf mencintai semuanya karena Allah, membenci sesuatu pun hanya karena Allah semata ketika ia melihat segala kemungkaran di hadapannya.


Sejatinya ketika kita melihat suatu kemungkaran. Maka, berusahalah untuk mengatasi atau pun merubahnya. Sebagaimana yang di sabdakan oleh Rasul kita Nabi besar Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang berbunyi :


"Barang siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian, hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Jika tidak mampu, hendaklah mengubah dengan hatinya. Itu adalah selemah-lemah iman." (Hadist riwayat Muslim)


Seperti halnya Yusuf, ketika melihat kemungkaran di hadapannya ia segera mencegah dengan tangannya, serta dengan lisan juga hatinya pun bertaut menjadi satu.


Setelah bersitatap dan bercengkrama dengan Priska Prahara dan teman-temannya, Yusuf pun berbalik arah menghampiri Zahrana dan Aslan Abdurrahman Syatir.


"Zahra ... apa kabar mu? ada apa dengan mu? Kau tampak beda dari Zahra yang ku kenal dulu. Tak kulihat lagi keanggunan mu yang berhias keimanan dan ketaqwaan terhadap Sang Penggenggam Kehidupan. Kulihat kerapuhan dari binar matamu. Entah dimana berlian yang indah itu aku pun tak tahu dimana rimbanya, jujur aku kecewa pada mu Zahrana." Yusuf pun memalingkan wajahnya dari pandangan Zahrana.


Yusuf merasa tak rela melihat tubuh Zahrana terpampang sempurna, apalagi seluruh mata memandang kemolekan tubuh Zahrana yang memang dari sejak awal berjumpa Yusuf telah pun menaruh hati padanya.


Namun kini, Yusuf merasakan luka di hatinya ketika melihat bidadari kecilnya yang ia harapkan satu hari nanti akan menjadi makmum untuknya kini pun telah menempuh jalan pacaran dan lebih menyakitkan dan menoreh luka di hatinya, ia pun melihat jelas kemesraan Zahrana dengan sosok pria dewasa yakni Aslan Abdurrahman Syatir.

__ADS_1


Yusuf telah mengetahui jika Buya Harun, Ayah Zahrana dan Abinya telah berencana untuk menjodohkan mereka berdua di masa depan nanti setelah Yusuf menyelesaikan kuliahnya di Universitas Al Azhar Mesir. Yusuf pun telah berniat ingin pamit pada Buya Harun, juga Zahrana gadis yang telah lama bertahta dihatinya.


Yusuf berharap suatu hari nanti Zahrana bisa menutup auratnya dengan sempurna dalam balutan hijab syar'i.


Namun, untuk saat ini Yusuf tidak punya wewenang untuk segera mengarahkan Zahrana untuk segera mengenakan hijabnya. Sebab semua itu butuh proses. Ia tidak ingin memaksakan kehendaknya, ia hanya bisa menasehati dalam kebaikan dan kebenaran juga kesabaran dalam membimbing Zahrana.


Yusuf berpegang pada Ayat Al Qur'an surah Al Ashr ayat 1 - 3 yang artinya :


"Demi masa(1), sesungguhnya manusia berada dalam kerugian(2), kecuali bagi orang-orang yang beriman dan beramal Sholeh dalam menetapi kesabaran dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran(3)."


Yusuf tertegun sejenak merenungi ayat-ayat tersebut, kemudian ia pun berbalik arah menghampiri Zahrana tanpa mempedulikan Aslan Abdurrahman Syatir yang kini masih berstatus kekasih Zahrana.


Yusuf membuka jaket yang ia kenakan, kemudian jaket tersebut ia selimuti di kedua bahu Zahrana yang sejak tadi nampak terekspos sempurna. Menyilaukan pandangan mata kaum Adam yang memandangnya. Namun tidak dengan Yusuf ia merasa risih melihat Zahrana berpakaian terbuka.


"Maaf, tolong kenakan jaket ini! Aku tidak rela melihat mu berpenampilan seperti ini. Ini yang kedua kalinya aku melihat penampilan mu seperti ini. Sungguh kau nampak indah dengan pakaian tertutup, dan lebih indah lagi jika kau menghiasi dirimu dengan iman dan taqwa. Sungguh itu akan membuat kecantikan mu terpancar indah oleh cahaya keimanan yang berasal dari dalam hatimu, kecantikan iman dihati sungguh akan menambah kecantikan alami dari wanita shalihah yang memang sudah terlahir cantik dari mulanya," ucap Yusuf dengan penuh kelembutan namun penuh penegasan.


Zahrana pun tertunduk malu, sebab ini kedua kalinya Yusuf mengingatnya. Untuk kedua kalinya pula Yusuf memberikan jaket miliknya pada Zahrana, agar Zahrana tak mengumbar auratnya.


Namun, Yusuf tidak memaksa Zahrana untuk segera mengenakan hijabnya. Sebab, segala sesuatu yang di paksakan akan berdampak buruk pada jiwa pemiliknya.


"Aku pergi Zahra, jaga diri mu baik-baik! Aku do'akan semoga satu hari nanti kita dapat bertemu kembali dalam keadaan yang lebih baik, dan kau pun hijrah di jalan-Nya!" ucap Yusuf.


Yusuf pun melirik sekilas pada Aslan Abdurrahman Syatir, " tolong jaga Zahrana dengan baik! jangan pernah menyakiti atau pun sampai menghancurkan masa depan Zahrana. Hargai dirinya sebagai sosok wanita mulia yang harus di jaga harkat dan martabatnya, jangan pernah kotori hati dan jiwanya dengan hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah, tolong jaga jarak dengan yang bukan mahram kita. Aku ingat pesan Ummi dan Abi ku, lebih baik ditusuk oleh besi yang panas ketimbang menyentuh sesuatu yang belum halal untuk kita miliki."


Aslan merasa tertohok dengan ucapan Yusuf, ia sangat menyesal sebab telah menodai kepolosan Zahrana. Aslan pun tertunduk malu mencerna ucapan yang barusan di lontarkan Yusuf padanya.


Yusuf pun berpamitan pada Aslan, ia pun segera melangkahkan kakinya untuk segera berkumpul dengan teman-temannya untuk melanjutkan kegiatan perpisahan sekolah bersama teman-temannya, yang sempat tertunda oleh sebab ia ingin menyelesaikan perkara yang menimpa Zahrana. Gadis yang ia cintai dan ia kagumi didalam hatinya.


"Kak Yusuf, tunggu!" sergah Zahrana.


Yusuf menoleh.


"Terimakasih, atas nasehat kakak juga jaketnya." Zahrana tersenyum pada Yusuf.


Yusuf pun membalas senyuman Zahrana, kemudian membalikkan badannya dan segera berkumpul dengan teman-teman sekolahnya.

__ADS_1


Yusuf merasa bahagia sebab telah pun memberikan sedikit pencerahan untuk Zahrana dan juga teman-teman Zahrana. Ia pun merasa tenang bisa menyelamatkan Zahrana dari gangguan dan fitnah Priska Prahara dan Genk Starnya.


***


"Dasar wanita murahan! semua laki-laki kau embat!" sungut Priska Prahara pada Zahrana. Terdengar pula oleh Aslan Abdurrahman Syatir.


Zahrana terdiam, ia merasa tertohok dengan ucapan Priska Prahara. Air mata Zahrana pun jatuh berderai. Ia pun merenungi dirinya, benarkah ia sekotor yang Priska ucapkan?


"Air mata buaya!" umpat Priska Prahara.


Zahrana semakin meneteskan air matanya, hatinya pun terasa perih apalagi mengingat jika ciuman pertamanya pun telah terenggut oleh Aslan Abdurrahman Syatir yang mengaku kekasihnya dan parahnya lagi ciuman panas tersebut terulang kembali, Zahrana bahkan ikut terlena dalam buaian cinta dan kenikmatan yang semu.


"Aku benar-benar kotor!" bathin Zahrana menyesali perbuatannya.


Zahrana pun menjauh dari pandangan Priska Prahara dan Genk Starnya, Zahrana tak sanggup mendengar umpatan Priska Prahara yang seolah mencoreng hati dan jiwanya.


"Ana ... " Aslan hendak menggenggam tangan Zahrana untuk menenangkannya. Namun Zahrana menepisnya. Zahrana merasa dirinya benar-benar sangat lah kotor.


"Lepas kak!" Zahrana pun menjauh dari Aslan.


"Kau ... gara-gara diri mu, jika terjadi apa-apa dengan Zahrana kau akan menanggung akibatnya. Kau pun telah berniat untuk melakukan hal-hal yang buruk terhadapnya menggunakan Kamera foto mu. Apa yang sedang ingin kau rencanakan? kau bisa ku adukan pada pihak yang berwajib atas pencemaran nama baik," ancam Aslan pada Priska Prahara. Hingga membuat Priska dan teman-temannya bergidik ngeri dan ingin segera menjauh dari Aslan Abdurrahman Syatir.


"Hey ... tunggu! Kau lagi ... Kau lagi! belum puaskah kau hendak menyakiti sahabat ku Zahrana. Apa jika ku patahkan kedua tangan mu baru kau jera?" Nandini tiba-tiba datang hendak menyerang Priska Prahara. Namun pergerakannya di tahan oleh kakaknya Aslan, juga Arjuna Restu Pamungkas kekasihnya. Di ikuti pula oleh teman-temannya yang lainnya ikut melerai Nandini agar jangan sampai berbuat kekacauan seperti tempo hari pas di sekolahnya ia membuat Priska sampai babak belur.


Nandini pun berusaha meredamkan emosinya.


"Kali ini kau selamat, enyahlah dari hadapan ku! sebelum aku mematahkan tangan dan kaki mu," ucap Nandini berang.


Priska Prahara dan kedua temannya pun segera beranjak dari hadapan Nandini Sukma Dewi beserta teman-teman Nandini lainnya. Nyali Priska Prahara pun ciut jika berhadapan dengan Nandini Sukma Dewi yang terkenal dengan sebutan Pendekar Sakti, yang telah berulangkali melumpuhkan Priska Prahara dengan jurus tapak suci yang di miliki oleh Nandini.


Sementara dari jarak yang tak begitu jauh, Rivandra Dinata Admaja bersama Kirana Larasati nampak tertegun melihat semua peristiwa yang mereka saksikan di Pantai Kenangan Indah Bersama hari ini.


"Tsamirah Zahrana Az Zahra, betapa banyak pemuda yang mengagumi dirimu. Pemuda yang barusan mengenakan jaket dibahumu pun ku lihat nampak kentara mengagumi mu dari cara, ucapan dan bahasa tubuhnya. Sungguh ... dirimu memang penuh dengan pesona, semoga kau pun menerapkan apa yang di ucapkan oleh pemuda tadi hiasi lah jiwamu dengan iman dan taqwa! " Rivandra bermonolog di dalam hatinya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Pencerahan 👉 Dunia ini adalah Perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.(HR. Muslim)


__ADS_2